Author: travelingpersecond

  • Exactly thirty days before my backpacking departure to Middle East Region, I started to get busy in hunting all visas needed, it were tourist visas to visiting Kochi, Dubai, Oman, Bahrain, Kuwait and Qatar. Among the six visas, I had a bitter experience when I finally failed to get a Kuwait Tourist Visa. This caused…

  • <—-Kisah Sebelumnya Yang pernah aku rasakan, mengajukan permohonan eVisa itu lebih mudah dan peluang diterimanya lebih besar dibandingkan dengan pengajuan Visa Reguler. Cukup melampirkan dokumen-dokumen yang disyaratkan dan membayar di payment gate maka eVisa akan terbit menyesuaikan rencana waktu kedatangan di negara tersebut. Setidaknya aku pernah membuat eVisa Taiwan, Sri Lanka, Uni Emirates Arab, Bahrain…

  • <—-Kisah Sebelumnya Motor bebek itu digeber sekuat tenaga oleh Titan menuju ke selatan kota. 15 kilometer jauhnya, 30 menit lamanya. Katanya aku akan diajak menuju pagoda tertinggi di Indonesia, di daerah Pudakpayung. Hampir jam 12:00, aku dan Titan tiba disana, tepat di tepian Jalan Perintis Kemerdekaan. Memasuki gerbang, baru kusadari bahwa tempat itu adalah sebuah…

  • <—-Kisah Sebelumya Kampung Pelangi Kalisari berada tiga kilometer di selatan Sleep & Sleep Capsule yang menjadi tempat menginap pada masa extendku di Semarang. Jam sepuluh pagi, aku sudah merangsek melalui Jalan Imam Bonjol lalu bersambung ke Jalan Pemuda, menaiki ojek online, aku ingin menuntaskan rasa penasaran mengenai keindahan kampung wisata itu. Dengan mengunjungi Kampung Pelangi…

  • <—-Kisah Sebelumnya “Mbak, maaf saya duduk di No. 38K”, sapaku pada seorang wanita muda yang tampak lelah menyandarkan kepalanya di jendela. “Maaf boleh tukar saja ndak?”, mulai tertebak dia orang Jawa karena cengkok medoknya. “Maaf, mbak. Lebih baik duduk sesuai dengan bangku. Biar sesuai dengan manifest. Takut terjadi apa-apa selama terbang, saya kebetulan ada perlu…

  • <—-Previous Story Time was so fast. Yesterday afternoon I was still exploring Basantapur area. But now it was four in the morning. I had just soaked myself under a warm shower of Shangrila Butique Hotel. After making sure that nothing was left behind, I immediately went to reception desk to check-out and a step later…

  • <—-Previous Story Stepping away from Kumari Ghar, I was still thinking. When Kumari retires later, how does she live in society after only leaving Kumari Ghar once a year for a dozen years, how does she work until which man who is lucky to marry her…. Hmmhh. My steps arrived at a wide plaza. Elongated…

  • <—-Kisah Sebelumnya Selepas makan malam di warung makan Ayam Pak Supar Semarang, Ezra berpamitan untuk undur diri. Dia berujar membutuhkan waktu tiga puluh menit untuk sampai di rumahnya. Sementara malam sudah menunjukkan pukul 22:30. Bahan percakapan kami juga sudah habis. Dia menawari untuk mengantarku balik ke Sleep & Sleep Capsule. Berfikir merepotkan, aku menolaknya halus.…

  • <—-Kisah Sebelumnya Berangkat ke India selalu saja menyematkan debar di sebuah sisi hati. Provokasi informasi tak bertanggungjawab terkadang sukses membuat gentar nyali. Hembusan kabar mulai dari faktor keamanan, kehigienisan kuliner, variasi scam, serta printilan mencekam lainnya mulai menggelayuti pikiran sore itu. Oleh karenanya sebelum bertolak ke India, selama lima hari aku memanaskan nyali di Kuala…

  • <—-Kisah Sebelumnya Konon keangkeran bangunan berumur 116 tahun ini tersohor di Asia setelah Sekolah Tat Tak di Hong Kong. Sunyi, bertembok tebal dan sempat tak terurus. Tapi itu dulu, kini bangunan 429 pintu ini bertransformasi menjadi ikon pariwisata unggulan kota Semarang dengan segenap nilai artistik dan historisnya. —-****—- Malam ketiga di Semarang menjadi sebuah ajang…