Author: travelingpersecond
-
<—-Kisah Sebelumnya Aku bergegas menuruni anak tangga di Stasiun Aluva demi mengejar airport bus yang akan melewati Service Road yang berada di bawah stasiun. Karena Stasiun Aluva adalah stasiun layang yang berada di atas jalan itu. Menepi di salah satu sisi, aku melihat kedatangan bus berwarna oranye dari sisi kanan. Aksara India yang berada di…
-
<—-Kisah Sebelumnya Aku masih berada empat kilometer dari batas barat Kota Solo. Udara tak sepanas tengah hari tadi, kini waktu sudah menunjukkan pukul 14:15 dan aku baru saja selesai mengeksplorasi Museum Pabrik Gula De’ Tjolomadoe. Seporsi rawon dan es susu coklat yang kusantap di dalam museum setidaknya membuatku lebih tenang dan jernih memikirkan tahapan survey…
-
<—-Kisah Sebelumnya Menunggang ulang ferry menuju daratan utama Fort Kochi, tatap mata berkali-kali tertuju pada penunjuk waktu digital di gawai….maklum aku tak lagi mengenakan jam tangan dalam beberapa kurun waktu terakhir. Lepas dari antrian yang mengular, aku mendapatkan tiket untuk berlayar jarak pendek menuju dermaga di seberang perairan yang berjarak tak lebih dari satu kilometer.…
-
<—-Kisah Sebelumnya Seturunnya dari ferry, aku mengibarkan bendera putih ketika bernegosiasi dengan perut….Aku memutuskan berburu porsi tambahan untuk meredam protesnya. Menyibak antrian penumpang di sepanjang jalan menikung keluar dari Vypeen Ferry Port, aku dipertemukan dengan sebuah shopping complex. Aku bergegas menyambanginya demi mencari apapun yang bisa dimakan dalam waktu cepat. Di kios paling ujung, terdekat…
-
<—-Kisah Sebelumnya Lepas pukul tiga sore, aku mulai meninggalkan bibir pantai. Melangkah cepat menuyusuri River Road Tetapi gundah menggelayuti diri. Aku terganggu dengan opsi. Balik ke penginapan yang jauhnya empat puluh kilometer di utara atau melanjutkan eksplorasi hingga limit waktu?. Dua pilihan yang membimbangkan. Aku menunduk….Melangkah pelan….Memikirkan benar-benar opsi sulit itu hingga tak terasa semakin…
-
<—-Kisah Sebelumnya Aku berpamitan kepada Pak Bekti, marketing staff Swiss-belinn Saripetojo Hotel yang telah mendampingiku menggenapkan survey ruangan-ruangan penting hotel untuk keperluan Marketing Conference perusahaanku. Tetapi ketika hendak meninggalkan lobby. Seseorang yang bernama Treavy, vokalis Artcoustic Band menelpon Rahadian yang berada di sebelahku. “Vokalis Artcoustic Band ngajak meeting di sini pak”, Rahadian berkata pelan. “Ya…
-
<—-Kisah Sebelumnya Sangkala bergeser hampir pukul tiga, bergulir tanpa ampun menghakimi diri yang terlena menikmati teduhnya Vasco da Gama Square. Sementara arus pelancong di beach walkway menjadi lebih ramai dari sebelumnya. Menyadarkan diri untuk segera bangkit dan meneruskan eksplorasi. Aku melompat dari sebuah titik di tempat duduk panjang berbahan beton, meninggalkan sekelompok pemuda Kerala yang…
-
<—-Kisah Sebelumnya Menjelang pukul dua siang, aku meninggalkan Santa Cruz Cathedral Basilica. Masifnya pamflet yang mengabarkan perihal pentas kesenian tari tradisional, membuatku penasaran untuk mencari keberadaan Kerala Kathakali Centre yang merupakan pusat pertunjukan seni tari tersebut. Pencarian itu harus dilakukan karena aku tak akan memiliki kesempatan yang cukup untuk menyaksikan pertunjukannya secara langsung. Akan sedikit…