Author: travelingpersecond

  • Bebarengan dengan mulai beranjaknya beberapa pengunjung meninggalkan Warung Kopi Asiang, aku pun menyeruput kopi tersisa di cangkir untuk kemudian bangkit berdiri dan menuju meja kasir. Setengah jam lagi warung kopi itu memang akan segera ditutup. Lebih sedikit dari jam setengah lima sore aku beranjak pulang menuju hotel. Terpaan surya yang tak lagi menyengat mendorongku untuk…

  • My flight was still in the afternoon. 7 pm to be exact. So I was going to relax first until my staying time at Casper Hotel ended at noon. Since the Shubuh prayer, I rolled up again with dormitory blanket, it was very comfortable to close my eyes in a warm blanket in the midst…

  • Tetap saja, aku menyantap Es Krim Angi dengan penuh rasa khawatir akan kemuingkinan mengalami penularan COVID-19 saking penuhnya pengunjung di warung es krim. Tapi apapun itu, aku masih saja bisa menikmati kelembutan es krim ternama tersebut. Usai membayar es krim yang kupesan di kasir, aku segera keluar dari keramaian warung dan mengambil posisi berdiri di…

  • At the end of my visitation to Msheireb Museum, I explored with a middle-aged man from France. I slowly lead him into room after room. Radwani House was an original depiction of a typical Qatari house built in the 1920s on the border of Qatar’s oldest districts namely Al-Jassra and Msheireb. This house was bought…

  • Aku baru saja usai menyantap Bubbor Paddas di sebuah bangku milik Warong Pa’ Ngah. Sembari duduk untuk menurunkan makanan ke lambung, jemariku mulai lincah berselancar di sebuah aplikasi berbasis denah untuk mencari keberadaan sebuah sajian kuliner lain yang terkenal di Pontianak. —-****—- Kembali ke malam sebelumnya…. Keberadaanku di Pontianak akhirnya diketahui oleh salah satu pimpinan…

  • Museum Staff : “Hello, how many part of museums which you have visited, Sir?” Me : “Just two….Company House and Bin Jelmood House, Ms”. Museum Staff : “Oh, you’re on the right step. Now you are in Mohammed Bin Jassim House. It will tell you about old Msheireb and the modern one”. Me: “Sounds pretty…

  • The second part of Msheireb Museum is Bin Jelmood House. Who is Bin Jelmood?….He was a famous slave trader in Doha during the slavery era. He was often known as “The Rock”, referring to his convictions and stubbornness at the time. This edition is more serious than Company House edition, friends….Be prepared to read more…

  • It turned out that not only me, all tourists were confused to find the entrance. That was what a male staff who came out to called me and directed me to entering the museum. “Welcome to Msheireb Museum, you should know that this museum consists of four parts. They are Company House which you are…

  • Aku telah selesai menjelajah Keraton Surakarta Hadiningrat berserta alun-alunnya, Pasar Klewer dan Masjid Agung Keraton Surakarta. Aku mulai menyusuri pangkal selatan Jalan Jend. Sudirman menuju utara. Inilah area pemerintahan Kota Solo, aku merasa berkesan ketika melewati Balaikota Surakarta yang teramat megah dengan atap Joglonya. Trotoar di depan balaikota tampak dibuat lebih luas tanpa pagar, maklum…

  • Aku mulai melangkahkan kaki ke utara, menuju Alun-Alun Lor Keraton Surakarta Hadiningrat. Jaraknya tak sampai setengah kilometer dari pelataran keraton. Aku tiba dalam lima menit. Sejauh mata memandang, Alun-Alun Lor ini cukup terawat, dengan luas hampir tujuh hektar. Beralaskan rerumputan hijau yang tak sempurna menutupi seluruh alun-alun, jalur aspal menyilang dari utara ke selatan dan…