Author: travelingpersecond

  • <—-Kisah Sebelumnya Satu setengah jam lamanya, aku menyambangi setiap sudut Muscat Sports Club hingga matahari tergelincir menuju ufuk barat. Waktu menunjukkan pukul setengah empat sore…. Aku pun memutuskan untuk undur diri, mengakhiri petualangan dan beranjak kembali menuju penginapan. Aku harus mengambil backpack yang kutitipkan usai check-in siang sebelumnya. Rencananya, setelah mengambil backpack, aku akan menuju…

  • <—-Kisah Sebelumnya Aku meninggalkan Al Wadi Al Kabeer Park pada pukul setengah dua siang. Tentunya matahari masih menyengat kuat. Langkahku berlanjut ke arah selatan. “Sudah kepalang  tanggung….Aku akan menuju ujung selatan distrik Al Wadi Al Kabeer sekalian”, aku membatin yakin. Aku melanjutkan petualangan melalui sisi selatan An Nuzhah Street. Sesekali aku harus berhenti di teras-teras…

  • <—-Kisah Sebelumnya Tepat pukul setengah delapan aku tiba di depan X ray screening gate pertama Soekarno Hatta International Airport di Terminal 2D. “Sudah lengkap semua syaratnya, Pak?”, seorang Aviation Security menanyaiku sebelum aku memasukkan backpack ke X-ray Scanner. “Oh….Sudah Pak….Ini, Pak”, aku menunjukkan foto validasi kelayakan terbang kepadanya Dia pun mengangguk dan mempersilahkan aku untuk…

  • Sehari sebelum keberangkatan…. Matahari mulai lengser dari titik tertingginya, aku sedang berada di daerah Bintaro untuk bertemu salah seorang klien perusahaan. Pada saat itulah, aku mampir sejenak mengunjungi sebuah perusahaan farmasi ternama untuk melakukan tes antigen. Was-was berharap, akhirnya aku mendapatkan hasilnya setengah jam kemudian melalui pesan whatsapp sembari menyeruput arabica di sebuah kedai kopi.…

  • <—-Kisah Sebelumnya Tubuhku remuk redam, hampir dari dua hari sebelumnya aku menghabiskan waktu di jalanan dan perjalanan. Otomatis fatigue segenap otot membuatku cepat terlelap dan akhirnya lambat terbangun di pagi itu. Beruntung aku masih bisa menyempatkan diri untuk menjalankan Shalat Subuh, walaupun setelahnya aku kembali terlelap di kasur empuk OYO 117 Majestic Hotel. Pukul sepuluh…

  • <—-Previous Story After washing jeans, t-shirts and socks, I took a bath. Made my body fresh and repel shabby. “It’s still too early to sleep, I’d better hang out in the shared-kitchen to fill my water bottles which are starting to recede”, my idea suddenly appeared. I started downstairs to the second floor where the…

  • <—-Kisah Sebelumnya Aku berkejaran dengan gelap demi tiba di halte bus Fish Market yang terletak di tepian Harat A’Shamal Street. Bersyukur sekali, aku tiba di halte tepat bersamaan dengan merapatnya Mwasalat Bus Line 4 yang berwarna dominan merah. Aku segera melompat dari pintu depan ketika bus tersebut berhenti mendecit di depan halte. Membayar dengan 200…

  • <—-Previous Story I was satisfied enough to experience the beauty of Pulau Warisan Kuala Terengganu even though I was only pulled over to one side. Observing the bustle of the merchants who slowly began to arrive to prepare for night’s culinary session, the traffic of fishing boats that were about to go to sea leaving…

  • <—-Kisah Sebelumnya Aku menyandarkan diri di sebuah tanggul batu di tepian pantai, memandangi indahnya permukaan laut yang disiram cahaya matahari yang mulai memerah. Sementara para nelayan di dermaga tampak sibuk menyiapkan jaring, menggulungnya rapi untuk kemudian dinaikkan ke perahu-perahu kayu yang mengangguk-angguk di terpa gelombang dan ujungnya diikatkan pada tiang-tiang tambat dermaga. Jangan dibayangkan seperti…

  • <—-Previous Story Backtracking a moment from Payang Memory Lane, I followed Pasar Besar Payang Street to the mouth of the Terengganu River. Considering the roaming area was a coastal area, then my feet wouldn’t be far from the water. I would stop two hundred meters north, right on the banks of the Terengganu River. While…