Category: South East Asia
-
<—-Kisah Sebelumnya Sebentar lagi pukul dua siang, kondisi awan semakin tebal di atas sana, aku pun telah merangsek turun dari kuil utama Batu Caves, menuruni 272 anak tangga dan kemudian bergegas menuju Stasiun Batu Caves. Sesampai di stasiun aku langsung membeli tiket Kereta Komuter KTM Laluan Seremban seharga 2 Ringgit (Rp. 6.800) demi menuju KL…
-
<—-Previous Story After Fajr, I rushed to find flight information board to make sure my connecting flight would be on time or maybe it would be delayed. I found it in main transit hall corridor. As a follower of eating on time, by 06:00 hours, I was busy to looking for halal food. Now only…
-
<—-Previous Story Through aerogbridge, I immediately headed to transit hall to waiting for next Thai Airways connecting flight. The time was 23:15 hours. I tried to find an information center location to ask about the most comfortable place to rest at Suvarnabhumi International Airport. Me: “Hi, Ms. Where is a better place for rest and…
-
Finally, I repeated my journey to “White Elephant” Country after my last exploration in 2013. For four years, I waited for that opportunity. If in 2013, I flew with Air Asia to Don Mueang International Airport so this time I was very lucky because I was able to catch a cheap promo which was issued…
-
<—-Kisah Sebelumnya Kasur di bunk bed milik Yadoya Guesthouse pun serasa balok es, bahkan ketika dini hari sudah undur diri. Pagi itu aku sengaja melambatkan bangun, aku mirip seorang pengecut yang bersembunyi di balik tebalnya selimut dormitory. Aku membalaskan dendam mata, setelah hampir empat puluh jam tak begitu sempurna terpejam. Terakhir terlelap adalah malam kemarin…
-
<—-Kisah Sebelumnya Jika kamu mengindahkan keberadaan taksi, maka meninggalkan Ninoy Aquino International Airport (NAIA) menuju ke pusat kota bukan perkara yang mudah. Sebaliknya, kembali ke NAIA dari pusat kota ternyata pun demikian. Akan begitu seterusnya jika airport train di NAIA tak segera dibangun. Aku bertanya kepada pemuda si sebuah gerai 7-Eleven, tak ada bus dan…
-
<—-Kisah Sebelumnya Aku masih menikmati nostalgia dengan menikmati seporsi Busog Meal Tuna Omelette di salah satu gerai 7-Eleven di sisi Epifanio de los Santos Avenue, nasi kemasan yang menjadi makanan sehari-hariku saat menjelah Manila empat tahun silam. Murah, hanya Rp. 9.000 sudah bisa menikmati makan siang di tengah hiruk pikuk Manila. Sewaktu kemudian, aku mulai…
-
<—-Kisah Sebelumnya Seperti pada kunjungan pertamaku di Manila pada 2016 silam, kali ini kunjungan transitku akan menuju tempat pertama yang sama, Stasiun LRT EDSA. Entah kenapa, Stasiun LRT EDSA selalu menjadi tempat pertama yang kutunjuk ketika memperhatikan peta transportasi kota itu. Seakan tempat itulah yang paling mudah dicapai dari Ninoy Aquino International Airport (NAIA). Kemudian…
-
<—-Kisah Sebelumnya Philippine Airlines bernomor terbang PR 685 mendarat dengan mulus di salah satu runway Ninoy Aquino International Airport (NAIA). Pesawat berbadan besar itu dengan gagahnya melakukan taxiing menuju apron di Terminal 1. Seharusnya pesawat ini mendarat di Terminal 2, karena sedang proses renovasi maka terminal pun dialihkan. Terminal 1 sendiri adalah mainhub dari maskapai…
-
<—-Kisah Sebelumnya Jika ingin merasakan sensasi menunggang airline komersial pertama di Asia maka naiklah Philippine Airlines, maka secara otomatis kamu akan tertasbih telah menaiki maskapai tertua di Benua Asia. Dan Philippine Airlines menjadi maskapai ke-28 yang kunaiki sepanjang perjalananku menjadi seorang backpacker. Dimulai dengan insiden kecil yang cukup membuat malu. Sore itu area depan konter…