Author: travelingpersecond

  • <—-Previous Story After Fajr, I rushed to find flight information board to make sure my connecting flight would be on time or maybe it would be delayed. I found it in main transit hall corridor. As a follower of eating on time, by 06:00 hours, I was busy to looking for halal food. Now only…

  • <—-Kisah Sebelumya Malam nanti adalah malam tahun baru. Ini pertama kalinya aku akan menikmati pergantian tahun di luar negeri, Osaka tepatnya. Tak pelak aku telah meniatkan untuk menikmati bagaimana meriahnya malam Osaka saat New Year’s Eve Countdown. Tapi ini baru pukul 17:00 ketika aku menyudahi menu makan siang yang sangat terlambat.  Aku meninggalkan restoran rumahan…

  • <—-Previous Story I have finished exploring Surakarta Hadiningrat Palace and its square, Klewer Market and Great Mosque of Surakarta Palace. I started down southern point of Jenderal Sudirman Street heading north. This was administrative area of ​​Solo City, I felt impressed when I passed Surakarta City Hall which was very majestic with its Joglo*1 roof.…

  • <—-Kisah Sebelumnya Memasuki Pekanbaru, semua penumpang Bus INTRA diturunkan di sebuah bangunan warung non-permanen berbahan kayu warna hijau. Memasuki bagian belakang warung makan, deretan panjang kamar mandi sederhana memudahkanku untuk berbasuh muka dan besiap diri untuk mengeksplorasi “Kota Madani”. Memasuki jalanan kota untuk pertama kalinya diatas jok ojek online, aku mulai menyimpan rasa penasaran tentang…

  • <—-Kisah Sebelumnya Dari Stasiun Namba aku menaiki Osaka Metro di arus Midosuji Line, tak berselang satu stasiun pun, aku turun di Stasiun Shinsaibashi. Kemudian mulai mengambil langkah ke selatan menelusuri Mido-suji Avenue. Mido-suji Avenue sendiri berupa jalanan empat ruas yang diapit oleh jalur lambat di kiri-kanannya. Jalur lambat dan jalur cepatnya dibatasi oleh jajaran pepohonan…

  • <—-Previous Story I started walking to north towards Alun-Alun Lor (North Square) of Hadiningrat Surakarta Palace. Its distance was less than half a kilometer from palace courtyard. I arrived in five minutes. As far as my eyes could see, Alun-Alun Lor was quite well-maintained, with an area of ​​almost seven hectares. Covered by imperfect green…

  • <—-Previous Story Through aerogbridge, I immediately headed to transit hall to waiting for next Thai Airways connecting flight. The time was 23:15 hours. I tried to find an information center location to ask about the most comfortable place to rest at Suvarnabhumi International Airport. Me: “Hi, Ms. Where is a better place for rest and…

  • <—-Kisah Sebelumnya Meninggalkan Osaka Castle melalui Uemachi-suji Avenue , aku menuju Stasiun Tanimachi 4-chome. Melewati deretan pohon red-maple yang tertanam di setiap sisi jalan, kemudian menuju pintu masuk stasiun yang terletak di kaki-kaki perkasa Osaka Museum of History. Enjoy Eco Card (nama lain One Day Pass di Osaka) seharga 600 Yen (Rp. 82.000) membuatku nyaman…

  • <—-Previous Story Soundly resting in Amaris Hotel Sriwedari made me woke up just as Shubuh call to prayer rang out. Taking time to enjoy the dawn from behind a glass window in the room, I decided to splash under the shower with warm water afterwards. I deliberately lingered under the shower, perfecting my muscle relaxation…

  • <—-Kisah Selanjutnya Duduk di ruang tunggu, tatapku terus tertuju pada jam tangan dan halaman kantor bus INTRA….Tak pernah melihat kapan dia tiba, dari ujung halaman sebelah kanan dia berteriak memanggilku. Senangnya hati, bertemu teman lama. Kebaikan dan kesederhanaannya masih sama seperti Bang Erwin yang kukenal di Kuala Lumpur 2013 silam. Kembali teringat ketika dia menyodorkan…