Scoot Air TR457 dari Kuala Lumpur ke Singapura (KUL-SIN)

SCOOT AIR….maskapai Low Cost Carrier (LCC) milik Negeri Singa yang kepemilikan sahamnya dikuasai oleh Singapore Airlines.

Lintasan terbang Scoot Air TR457. Sumber dari https://flightaware.com

Scoot sendiri masuk list ke-22 dari seluruh maskapai yang pernah kunaiki. Melalui nomor penerbangan TR457 dengan rute regular Kuala Lumpur (KUL) ke Singapura (SIN), Aku pertama kali menggunakan jasa Scoot Air  tertanggal 31 Maret 2018. Kali ini Aku menaiki pesawat berjenis Airbus A320 dengan kapasitas 168 penumpang.

Walaupun sebenarnya Aku pernah menggunakan Maskapai  Tiger Mandala pada 26 November 2013 saat menuju ke Bangkok dan Tiger Air pada 11 Januari 2015 saat kembali dari Vietnam. Kini kedua maskapai tersebut sudah merger ke dalam Maskapai Scoot Air.

Tuh kan sudah merger, masih ada identitas Tiger Air di badan pesawat Scoot Air TR457

Ketidakjelasan terminal asal keberangkatan (apakah dari KLIA terminal 1 atau KLIA terminal 2) membuatku sedikit gelisah karena biasanya Departure List baru keluar 2 jam sebelum penerbangan. Dan tentu perlu waktu untuk berpindah dari KLIA2 ke KLIA.

Untuk penerbangan internasional, Aku selalu memulai perjalanan menuju bandara 4 jam sebelum waktu penerbangan. Jadi Aku meninggalkan Westree Hotel pada pukul 05:30 dan bergegas menuju ke Skybus/Aerobus Shelter yang terletak di KL Sentral. Karena jaraknya cuma 40 m, Aku hanya perlu berjalan kaki selama 3 menit menuju shelter.

Security hotel keturunan India tajam memerhatikanku di pintu lobby bagian dalam….Lha iya, Aku berdiri lama ditengah pintu….clingak-clinguk kiri kanan kaya ayam mau nyebrang….Saking sepinya, Aku harus memastikan tak ada yang mencurigakan di sepanjang jalan yang akan kulewati menuju KL Sentral.

Yesss….Sepi, ndak ada orang….Kabuuurrrrrr. Bak atlit jalan cepat, Aku mulai menjauhi hostel. Aku tiba saat bus siap berangkat.

Dengan 12 Ringgit aku tiba di KLIA2 pada pukul 6:30. Setiba di KLIA2, Aku segera menuju information centre untuk menanyakan dimana terminal TR457 akan lepas landas. Pagi-pagi Aku sudah ngrepotin Si mbak India petugas information centre, karena Departure Board belum menampilkan informasi tentang TR457 maka Dia harus menarik keyboard dan mencarikan info untukku….Hadeuhhh, sudah manis….baik pulak si teteh….eh, si mbak.

Buseeettt….mataku melotot sambil mengunyah nasi lemak telur ceplok di pojokan NZ Curry House….kek kambing yang sedang memamah biak. Pertanda Aku tak bisa membohongi otak bahwa perutku belum siap bersarapan.

Ya memang tak ada pilihan lain, lebih baik sarapan di kedai makan India dengan harga paling murah sebelum menuju ke lantai 3 untuk proses check-in, proses imigrasi dan keberangkatan.

Departure Board di Departure Hall
Information Centre di Departure Hall
Departure Hall Area
Konter check-in Z2-Z3 untuk Scoot Air TR457
Setelah melewati konter imigrasi, Aku menuju ke ruang tunggu di gate L3.

Aku memasuki ruang tunggu pada pukul 08:05. Dalam kejenuhan menunggu, datang kepadaku wajah Vietnamese dan bertanya:

Vietnamese: “Hi, Can you explain to me about my cigarette (sambil menunjukkan sebungkus rokok yang sudah terhisap dua puntung). Can me bring it when entering Singapore?”

Aku : “Do you bring another one  or just this opened pack?. If you just bring it, you can savely entering Singapore.”

Vietnamese: “No, I just bring it. So it’s savely. Thanks you.”

Aku: “You are welcome”.

Ruang Tunggu di depan Gate L3
Setelah menunggu selama 20 menit, akhirnya boarding process dimulai.
Mana 14D….manaaaaa?

Scoot Air identik dengan warna kuning. Pesona pramugari-pramugara muda keturunan Tiongkok semakin segar ketika penampilan mereka terlihat berbalut t-shirt dan syall serba kuning.

Terbang diatas selat Malaka
Langit sungguh cerah, nikmat banget terbang tanpa turbulensi.

Setelah mengudara selama 1 jam 15 menit, Aku mendarat di Terminal 2 Changi International Airport. Berusaha secepat mungkin meninggalkan Changi untuk menuju ke Greendili Backpackers Hostel di bilangan Race Course Road dan selanjutnya siap mengeksplorasi Singapore untuk ke-7 kalinya.

Cari peta MRT sebelum masuk konter imigrasi Changi International Airport.
Catch the MRT ! Menuju pusat kota

Makan siang dulu yuk ke Mustafa Centre sebelum walking-walking.

Sebagai alternatif, tiket pesawat, kereta dan bus dari Kuala Lumpur ke Singapura bisa dipesan melaui e-commerce perjalanan 12go Asia

Tan Son Nhat, Viet Jet dan Noi Bai

Akan kuceritakan bagaimana 8 jam menjelajah Ho Chi Minh. Kota dengan 4 juta kendaraan bermotor dan cuaca panas serta menyimpan sejarah perjuangan gerilyawan Vietkong dengan terowongan bawah tanahnya.

Sejenak Aku akan bercerita bagaimana berdebarnya hati menjelang mengudara bersama Viet Jet. Kenapa ya kira-kira?

Ya….Saat itu Viet Jet lagi heboh-hebohnya memperagakan demo keselamatan penerbangan oleh para pamugari berbikininya. Tapi ternyata peragaan itu tidak terjadi malam itu….Penumpang kecewa….hahaha.

Sepulang dari Cu Chi Tunnel….Jam 18:27 di sebuah jalan, aku mulai menawar harga taxi menuju Tan Son Nhat Airport….Ya, taxi di sana lebih suka tawar menawar daripada memakai argometer. Karenanya bagi yang ga tega menawar bakalan over budget ya kalau berwisata kesana.

Deal 30.000 Dong Vietnam (VND), Taxi mengantarkanku dan teman-teman ke airport dalam 25 menit. Diturunkan di depan departure hall.

Tan Son Nhat Entrance Gate

departure gate

Masih jam 18:48, sedangkan boarding timeku jam 22:00. Lebih baik keluar dari bandara untuk mencari yang murah daripada kemahalan dinner di bandara.

Menyeberang jalan Truong Son dengan cepat karena lampu merah menyala singkat. Kupikir semuanya OK, ternyata temanku “si Gendut” tarik-tarikan tas selempang dengan 2 pencopet bermotor….Aku tahu tas itu berisi paspor dan sejumlah VND. Beruntung kedua pencopet menyerah dan melepaskannya.

Restaurant near Tan Son Nhat

pemilik warung makan

Kembali ke bandara dan duduk lesehan menunggu check-in. Aku melihat beberapa calon penumpang berdebat kencang dengan ground staff….entah ketinggalan atau delay….

Departure Hall Tan Son Nhat

Departure Hall berjubel penumpang didepan mataku.

Selesai check-in masuklah ke bagian pemeriksaan. Penumpang lokal menunjukkan tiket dan ID card sedangkan turis menunjukkan tiket dan paspor. Tentara pemeriksa melihat lekat wajahku sambil mencocokkan dengan foto di paspor. Deg-degan sih….tapi santai saja, terpenting Aku mengikuti prosedur.

Setelahnya masuk Gate 16 menunggu Viet Jet datang. Sambil menunggu, aktivitas yang bisa kulakukan adalah iseng ngitungin penumpang lokal sembari nglihatin tingkah laku para Vietnamese. Bahkan temanku bicarain si Vietnam cantik yang diduduk didepan bangku….kayaknya dia ngerti sedang dibicarakan, senyam-senyum manis menatap kita….wkwkwk

Anggi and Boarding Gate

Si Anggi di Gate..sstt masih single tuh!!!

Backpack and Ticket

Keliling Singapore, Kamboja dan Vietnam dengan tas sekecil itu

Tepat jam 22:00 mulai boarding. Mulailah terlihat sifat asli mereka. Kaki penumpang belakang nongol di sela sela kursiku, pada asik wa-an ketika ada perintah mematikan alat elektronik, dan juga kaki naik ke atas kursi ketika take-off…..asiikkkk, hebat-hebat nih orang….hihihi

Kukira pilotnya bule seperti yang terpampang di web maskapai tapi ternyata keduanya pilot lokal….agak khawatir….berdoá ajalah.

Bersyukur, penerbangan 2 jam itu mulus tanpa turbulensi dan mendarat baik di Noi Bai.

Viet Jet at Noi Bai

Gerimis dan senyum kedinginan saat turun pesawat

Aku sengaja terbang malam supaya bisa tidur di Noi Bai International Airport sampai pagi….Biasa hemat budget penginapan. Pengalaman tidur disana kuceritakan nanti saja ya…..Yang jelas Noi Bai lah perlindungan terbaik malam itu dari suhu 8 derajat Celcius di luar.

Thanks Viet Jet dan Noi Bai…..