The Venetian….Kuliner, Piknik dan Judi.

Judi dan Casino adalah dua hal yang sangat identik dengan Macau. Jadi kalau kamu ke Macau dan tidak melihat casinonya maka itu tidak syah.

Gampang kok….

Mau judi beneran?….Monggo. Siapa tahu kamu pulang dari Macau menjadi kaya raya.

Atau….

Hanya mau lihat-lihat orang main judi di casino?….Silahkan, ga ada yang ngelarang.

Satu hal ketika kamu jalan-jalan ke Macau….Segera putuskan !. Casino manakah yang akan kamu kunjungi. Hal ini dikarenakan sangat melimpahnya jumlah casino di sana.

Kalau aku, karena hanya penasaran dengan wujud casino yang sesungguhnya maka kuputuskan untuk berkunjung ke The Venetian.

Kenapa The Venetian?

Yes, aku akan menutup eksplorasiku dengan makan malam disana, lalu melihat gondola untuk merasakan sensasi wisata Venice, Italia dan terakhir akan kututup eksplorasiku dengan melihat orang berjudi di casino….The Venetian bisa memenuhi ketiganya. Jadi kupilihlah dia.

Suasana Natal di The Venetian.

—-****—-

Kali ini aku mendapatkan busnya dengan mudah, cukup berbelok ke kiri dari pelataran Macao Tower maka aku mendapatkan sebuah halte bus (Halte Torre/Tunel Rodoviarios) dan aku menunggu bus kota bernomor MT4. 

Dengan membayar ongkos bus sebesar Rp. 7.000, aku berhasil mencapai The Venetian dalam 15 menit waktu tempuh.

Aku melihat bus berwarna biru lalu lalang di depan lobby The Venetian. Aku pun faham bahwa aku akan menaikinya nanti selesai mengeksplore The Venetian. Ya, itu bus gratis milik The Venetian untuk mengambil wisatawan dari Outer Harbour Ferry Terminal.

Mengagumi gaya klasik bagunan The Venetian ketika aku mulai menapak masuk di bangunan itu. Kelaparan yang menyerangku sejak meninggalkan Macao Tower membuatku langsung bergerak ke lantai 5 ketika memasuki The Venetian.

Mengelilingi food court, aku berusaha mencari menu termurah untuk dinner ku kali ini. Memastikan dengan berkelilling dua kali sebelum aku melepas Rp. 93.000 untuk seporsi nasi goring dan Rp. 20.000 untuk setengah liter air mineral….Mahal ampuuuuuunnnn.

Tak sampai habis melahapnya karena porsinya yang begitu besar, kemudian aku mencari keberadaan gondola ala kota Venice untuk membunuh rasa penasaranku yang muncul sejak menonton wahana tersebut di sebuah acara televisi beberapa bulan sebelum keberangkatanku ke Macau.

Inilah sungai buatan di The Venetian untuk wisata gondola.

Kamu hanya perlu merogoh kocek sebesar Rp. 225.000 untuk menikmati wisata ini.

Aku begitu larut menikmati keindahan The Venetian, berkeliling di setiap koridor pertokan yang menyediakan produk-produk ber merk.

Pertokoan di The Venetian.
Pertokoan juga.

Selangkah kemudian aku tepat berada di depan pintu masuk casino. Target destinasi utama yang akhirnya ku kunjungi pada sesi penutup wisataku di Macau.

Memasuku casino di The Venetian cukuplah mudah, hanya perlu menunjukkan passport kepada petugas keamanan di pintu depan maka kamu akan melenggang masuk dengan mudahnya.

Bak berada di film-film Hong Kong zaman dahulu, aku menelusuri setiap sisi casino untuk melihat bagaimana cara orang berjudi di casino. Di setiap meja selalu satu bandar yang selalau menawariku untuk bermain judi. Tentu aku tak akan pernah melakukannya. Aku hanya tersenyum simpul setiap menanggapi permintaan mereka untuk berjudi.

Penutup yang sangat istimewa. Akhirnya aku bisa melihat secara langsung casino di Macau. Semakin gelapnya hari mengharuskanku untuk meninggalkan The Venetian.

Seperti yang kuungkapkan diatas, Aku tak akan melewatkan satu sesi lagi yaitu menaiki shuttle bus gratis yang disediakan oleh hotel-hotel besar di Macau. Kali ini aku menaiki free shuttle bus berwarna biru milik The Venetian. Aku menuju Outer Harbour Ferry Terminal menggunakan shuttle bus ini.

Dari Outer Harbour Ferry Terminal aku melanjutkan perjalanan pulang ke hotel menggunkan bus no 10A seperti yang kulakukan ketika pertama kali tiba di Macau. Dengan tariff Rp. 5.500, aku tiba kembali di Villa Ka Meng Hotel untuk beristirahat dan melanjutkan perjalanan esok hari ke Shenzen menggunakan ferry cepat.

Bye The Venetian….Bye Macao.

5 Destinasi Wisata Macau dalam 24 jam

Macau adalah negara ke-10 yang kukunjungi. Berawal dari tersangkutnya hasrat pada tiket promo senilai Rp. 512.000 milik Cebu Pacific yang mengantarkanku secara tak sengaja di Manila. Dan daripada membeli tiket balik dari Manila yang sangat mahal maka lebih baik pulang dari Shenzen saja karena Tiger Air menawarkan tiket kelewat murah.

Dalam perjalanan Manila menuju Shenzen itulah, aku terdampar di Hong Kong dan Macau. Untungnya tak lama….Hanya 48 jam di Hong Kong dan 24 Jam di Macau.

Setelah menulis kisah 48 jam selama di Hong Kong maka kali ini Aku akan bercerita tentang apa saja yang kukunjungi selama 24 jam di Macau.

1. Outer Harbour Ferry Terminal

Momen itu tiba seiring pilihanku menggunakan TurboJet Ferry ketika meninggalkan Hong Kong. Tepat pukul 08:55 dengan jarak sekitar 70 km dari Hong Kong, aku tiba di terminal ferry  yang terletak di bagian timur pulau Macau itu.

Dibagian luar bangunan, pelabuhan ini berpapan nama dalam bahasa Portugis yaitu Terminal Maritimo de Passageiros do Porto Exterior. Tulisan berbahasa Portugis sangat biasa terlihat di seluruh Macau. Hal ini dikarenakan selama 4 abad, China menyewakan Macau kepada Portugis untuk digunakan sebagai pelabuhan perdagangan.

Jika di google maps ada istilah Macau Maritime Ferry Terminal, Macau Ferry Terminal atau Hong Kong Macau Ferry Pier maka itu adalah nama yang berbeda untuk satu tempat yang sama yaitu Outer Harbour Ferry Terminal.

Jadi jika kamu berlabuh di terminal ferry ini maka nikmati sajalah keberadaannya.

2. Senado Square

Aku sengaja memilih dormitory di dekat kompleks Ruins St. Paul. Karena di kompleks ini ada dua destinasi wisata terkemuka yaitu Ruins St. Paul itu sendiri dan Senado Square. Sehingga Aku bisa leluasa menjelajah keduanya dengan berjalan kaki.

Segera menitipkan backpack ke Villa Ka Meng Hotel begitu menuruni bus di jalanan Avenue de Almeida Ribeiro dekat dengan  Ponte Cais No 16. Dan setalah menikmati sarapan pagi di rumah makan Loulan Islam, aku bergegas menuju Senado Square

Senado Square sendiri merupakan alun-alun yang dibangun sejak 1918. Adalah shopping tourism untuk para pemburu barang ber merk hingga penikmat jajanan kaki lima. Menjadi salah satu warisan UNESCO, Senado Square menawarkan pemandangan bangunan-bangunan klasik perpaduan budaya Tiongkok dan Portugis si sepanjang sisinya.

3. Ruins St. Paul

Meninggalkan Senado Square maka destinasi terdekat yang kukunjungi berikutnya merupakan reruntuhan sebuah katedral yang bernama Ruins st Paul. Kalau Kamu ke Macau dan belum berfoto didepan Ruin St Paul, maka perjalananmu serasa tidak syah. Karenanya tempat ini menjadi tempat teramai yang dikunjungi turis selama kunjunganku ke Macau

Ruis St. Paul awalnya adalah katedral Portugis yang dibangun pada abd ke-16. Juga menjadi warisan sejarah dunia UNESCO setelah menjadi cagar sejarah pasca kebakaran hebat pada tahun 1959. Bagian ikonik yang sering dijadikan obyek foto para turis adalah bagian pintu depan katedral yang tersisa.

4. Macau Tower

Ruis St. Paul menuju Macau Tower adalah rute yang membuatku tersangkut selama beberapa waktu di jalanan Avenue Da Praia Grande. Mensiasati rute bus Macau yang begitu rumit dan masif, akhirnya aku berhasil menemukan halte bus yang disinggahi oleh bus kota no 9A menuju Macau Tower.

Menara setinggi 338 meter ini menawarkan wisata observation deck, restoran, teater, mall dan kegiatan bungee jumping. Sementara dibagian taman tersedia plaza dan kolam untuk kegiatan olahraga atau hanya sekedar menghabiskan waktu di sore hari bagi para warga Macau.

5. Venetian

Bayangan kemegahan Venetian membuat keberadaanku di Macau Tower tak begitu khusyuk. Aku seakan-akan terburu-buru untuk segera menikmati Venetian. Rasa penasaran untuk memasuki ruangan casino terbesar di Macau bahkan salah satu terbesar di dunia, membuatku ingin segera menuju kesana. Selain casino, satu hal yang selalu kuingat tentang Venetian adalah Gondola Rides yang akan membawa kita ke nuansa pariwisata Venice, Italia.

Merupakan integrasi dua fungsi yaitu hotel mewah dan casino. Bangunan 39 lantai ini terletak di pulau reklamasi Cotai dan berafiliasi dengan The Venetian Las Vegas.

Dannnnn….Kelima destinasi itu hanya kuselesaikan dalam 14 jam eksplorasi di Macau. Selebihnya waktu kugunakan untuk tidur di hotel untuk memulihkan kondisi tubuh pasca beberapa hari sebelumnya mengekplorasi Manila dan Hong Kong.

It is very crazy….