5 Destinasi Wisata Macau dalam 24 jam

Macau adalah negara ke-10 yang kukunjungi. Berawal dari tersangkutnya hasrat pada tiket promo senilai Rp. 512.000 milik Cebu Pacific yang mengantarkanku secara tak sengaja di Manila. Dan daripada membeli tiket balik dari Manila yang sangat mahal maka lebih baik pulang dari Shenzen saja karena Tiger Air menawarkan tiket kelewat murah.

Dalam perjalanan Manila menuju Shenzen itulah, aku terdampar di Hong Kong dan Macau. Untungnya tak lama….Hanya 48 jam di Hong Kong dan 24 Jam di Macau.

Setelah menulis kisah 48 jam selama di Hong Kong maka kali ini Aku akan bercerita tentang apa saja yang kukunjungi selama 24 jam di Macau.

1. Outer Harbour Ferry Terminal

Momen itu tiba seiring pilihanku menggunakan TurboJet Ferry ketika meninggalkan Hong Kong. Tepat pukul 08:55 dengan jarak sekitar 70 km dari Hong Kong, aku tiba di terminal ferry  yang terletak di bagian timur pulau Macau itu.

Dibagian luar bangunan, pelabuhan ini berpapan nama dalam bahasa Portugis yaitu Terminal Maritimo de Passageiros do Porto Exterior. Tulisan berbahasa Portugis sangat biasa terlihat di seluruh Macau. Hal ini dikarenakan selama 4 abad, China menyewakan Macau kepada Portugis untuk digunakan sebagai pelabuhan perdagangan.

Jika di google maps ada istilah Macau Maritime Ferry Terminal, Macau Ferry Terminal atau Hong Kong Macau Ferry Pier maka itu adalah nama yang berbeda untuk satu tempat yang sama yaitu Outer Harbour Ferry Terminal.

Jadi jika kamu berlabuh di terminal ferry ini maka nikmati sajalah keberadaannya.

2. Senado Square

Aku sengaja memilih dormitory di dekat kompleks Ruins St. Paul. Karena di kompleks ini ada dua destinasi wisata terkemuka yaitu Ruins St. Paul itu sendiri dan Senado Square. Sehingga Aku bisa leluasa menjelajah keduanya dengan berjalan kaki.

Segera menitipkan backpack ke Villa Ka Meng Hotel begitu menuruni bus di jalanan Avenue de Almeida Ribeiro dekat dengan  Ponte Cais No 16. Dan setalah menikmati sarapan pagi di rumah makan Loulan Islam, aku bergegas menuju Senado Square

Senado Square sendiri merupakan alun-alun yang dibangun sejak 1918. Adalah shopping tourism untuk para pemburu barang ber merk hingga penikmat jajanan kaki lima. Menjadi salah satu warisan UNESCO, Senado Square menawarkan pemandangan bangunan-bangunan klasik perpaduan budaya Tiongkok dan Portugis si sepanjang sisinya.

3. Ruins St. Paul

Meninggalkan Senado Square maka destinasi terdekat yang kukunjungi berikutnya merupakan reruntuhan sebuah katedral yang bernama Ruins st Paul. Kalau Kamu ke Macau dan belum berfoto didepan Ruin St Paul, maka perjalananmu serasa tidak syah. Karenanya tempat ini menjadi tempat teramai yang dikunjungi turis selama kunjunganku ke Macau

Ruis St. Paul awalnya adalah katedral Portugis yang dibangun pada abd ke-16. Juga menjadi warisan sejarah dunia UNESCO setelah menjadi cagar sejarah pasca kebakaran hebat pada tahun 1959. Bagian ikonik yang sering dijadikan obyek foto para turis adalah bagian pintu depan katedral yang tersisa.

4. Macau Tower

Ruis St. Paul menuju Macau Tower adalah rute yang membuatku tersangkut selama beberapa waktu di jalanan Avenue Da Praia Grande. Mensiasati rute bus Macau yang begitu rumit dan masif, akhirnya aku berhasil menemukan halte bus yang disinggahi oleh bus kota no 9A menuju Macau Tower.

Menara setinggi 338 meter ini menawarkan wisata observation deck, restoran, teater, mall dan kegiatan bungee jumping. Sementara dibagian taman tersedia plaza dan kolam untuk kegiatan olahraga atau hanya sekedar menghabiskan waktu di sore hari bagi para warga Macau.

5. Venetian

Bayangan kemegahan Venetian membuat keberadaanku di Macau Tower tak begitu khusyuk. Aku seakan-akan terburu-buru untuk segera menikmati Venetian. Rasa penasaran untuk memasuki ruangan casino terbesar di Macau bahkan salah satu terbesar di dunia, membuatku ingin segera menuju kesana. Selain casino, satu hal yang selalu kuingat tentang Venetian adalah Gondola Rides yang akan membawa kita ke nuansa pariwisata Venice, Italia.

Merupakan integrasi dua fungsi yaitu hotel mewah dan casino. Bangunan 39 lantai ini terletak di pulau reklamasi Cotai dan berafiliasi dengan The Venetian Las Vegas.

Dannnnn….Kelima destinasi itu hanya kuselesaikan dalam 14 jam eksplorasi di Macau. Selebihnya waktu kugunakan untuk tidur di hotel untuk memulihkan kondisi tubuh pasca beberapa hari sebelumnya mengekplorasi Manila dan Hong Kong.

It is very crazy….

Hai, Macau!….Selamat Datang di Outer Harbour Ferry Terminal!

Akhirnya aku menginjakkan kaki juga di “Kota Dosa Asia”….Ya, dikenal demikian memang. Mengingat Macau adalah surganya judi di Asia. Casino berteberan dimana-mana bahkan untuk memudahkan aksesnya, casino-casino ini diintegrasikan dengan pusat perbelanjaan dan hotel….Penasaran kan?.

Pagi itu, 08:55, TurboJet ferry yang kutumpangi melambatkan lajunya ketika melintas dibawah jembatan raksasa yang merupakan akses antar pulau di Macau, yaitu Macau-Taipa Bridge.

Kuperhatikan lekat-lekat deretan kendaraan yang melewati Macau-Taipa Bridge itu.

Dalam hitungan menit, ferry cepat berwarna merah itu pun berlabuh. Tak sabar menginjakkan kaki di Macau, aku sedikit bergegas keluar dari ferry itu untuk segera menuju konter imigrasi.

Baru tahu bagian bawah ferry itu berongga.

Mendekat konter imigrasi, aku mengamati dengan seksama para petugas imigrasi yang mayoritas menggunakan sarung tangan berwarna putih. Sama ketika masuk ke Hong Kong, sangat cepat dan mudah. Mereka hanya memberiku selembar kertas imigrasi untuk memasuki Macau. Jadi aku tak pernah mendapatkan koleksi stempel imigrasi dari Wilayah Administrasi Khusus Macau.

Dinginnya kabin ferry yang kunaiki selama 55 menit membuat kemih tak bisa kompromi. Sedikit menahan rasa pipis hingga toilet menjadi satu-satunya yang ada dalam pikiranku begitu lolos dari konter imigrasi.

Urinoir di Outer Harbour Ferry Terminal.
Ketangkap merokok didenda 1 juta.
Baby changing station produk asli California.

Menenteng passport “hijau” membuatku mudah diamati oleh para pemburu turis…yess, gue diincar oleh seorang penyedia jasa transportasi untuk turis.

Dia : “Mas dari Indonesia ya?”. Beuh bisa Bahasa Indonesia….Doi terus menempelku disisi kiri.

Aku: (pertanyaan skala biasa buat PDKT), “Iya pak”.

Dia: “Loh suaranya medok….Jawane ngendi mas?

Aku: (Wah keren nih Macau, ada Bahasa Jawa disonoh, njirrr), “Sragen, mas”.

Dia: “Oh Jawa Tengah yo mas. Meh nang endi, mas?….Opo makai mobilku ae?”.

Aku: (Geblek, Gua bisa senyum nyengir terus nih saking denger bahasa Jawa di Macau), “Walah pak, iki bekpekeran eee….Pas-pasan duitku….Meh numpak bis ae lah pak….Sepurane ae yo pak.

Dia: “Oooo…..Hotelmu nang endi mas?

Aku: “Villa Ka Meng Hotel, pak. Numpak bis nomer piro yo mas? Mudun ngendi?”.

Dia: “Tenanan ki ra nyilih mobilku ae mas?”.

Aku: “Sumprit ora pak”.

Dia: “Yowes mas….numpak bis no 10A ae yo….mudun Ponte Cais No. 16”. (Ponte 16 adalah casino di jalan Rua do Visconde Paco D’Arcos)

Aku: “Oh matur suwun yo pak. Pernah urip ning Jowo to pak?”.

Dia: “Ora pernah ee mas….cuman kancaku wong Jowo akeh”.

Dia pun mencari calon customernya yang lain karena tak berhasil menangkapku.

Untuk memudahkan menjelajah maka seperti biasa, aku berburu brosur dan informasi pariwisata Macau lainnya.

Berburu informasi pariwisata via digital platform di ferry terminal.
Paling mudah dan menyenangkan adalah menghampiri tourist information yang biasanya ditunggu wajah-wajah cantik.

Tergenggam sudah peta bus kota Macau. Membuatku semakin percaya diri meninggalkan pelabuhan.

Beberapa langkah ketika meninggalkan bangunan utama Outer Harbour Ferry Terminal.
Bagian lain dari Outer Harbour Ferry Terminal.

Macau memang memanjakan para pengunjungnya. Hal itu terlihat dari keberadaan minibus-minibus gratis penjemput yang disediakan oleh beberapa hotel terkemuka di dataran Macau.

Ini dia platform bus gratis itu.

Para tampang backpacker tak perlu risau karena bus itu bisa juga mengangkutmu walau kamu tidak menginap di hotel asal bus tersebut. Kamu hanya perlu berani bilang ke sopirnya bahwa kamu akan bermain judi di hotel asal bus. Pasti kamu akan diberikan bangku di bus tersebut. Sampai hotel, kamu tinggal memasuki casino sebentar lalu keluar lagi dan carilah dormitory yang kamu inapi. Makanya kalau ke Macau cari dormitory di dekat hotel-hotel ternama ya….hahaha.

Tapi gue ga naik bus ini ya gaes….

Gue lebih baik menggunakan bus kota biasa dengan membayar Rp. 5.500 karena hotelku berada di dekat Senado Square yang lumayan jauh dari hotel-hotel pemilik bus gratis itu.

Kesan pertama ketika tiba di Macau….Hebat lah Macau.

Ferry dari Hong Kong Ke Macau.

Petualanganku selama 48 jam di Hong Kong harus berakhir.

Pagi sekali, Aku sudah mengepak barang-barangku. Setelah mengisi botol minumku di water dispenser milik hotel, Aku harus berjuang sekuat tenaga untuk membangunkan sang resepsionis yang mendengkur di balik tirai ruangan. Jangan kaubayangkan mewahnya reception desk ya….Karena reception hotel hanya berupa ruangan bersekat kecil dengan lubang interaksi tamu dan empunya hotel seukuran 1 meter persegi.

Dan dengkuran itu pun tertelan ketika dia terbangun karena gangguan bel dariku. Entahlah dia bergumam marah atau mungkin hanya terkejut karena selorohan bahasa Chinanya yang tak kumengerti. Sambil terus bergumam, dia berusaha mencari amplop berisi uang di laci meja untuk mengembalikan uang deposit kamar kepadaku. Lumayan kan 100 Dolar Hong Kong.

Keluar Chungking Mansions dalam kondisi jalanan yang masih cukup gelap, Aku berjalan cukup cepat untuk sesegera mungkin memasuki stasiun bawah tanah Tsim Sha Tsui yang terletak 100 meter dari pintu keluar Chungking Mansions.

Dengan MRT Tsuen Wan Line, Aku menuju Central Station lalu berlanjut dengan MRT Island Line dan berhenti di Sheung Wan Station yang terintegrasi dengan Hong Kong-Macau Ferry Terminal.

Hong Kong-Macau Ferry Terminal adalah pelabuhan ferry reguler dengan rute Hong Kong-Macau Ferry Terminal yang berada di Hong Kong dan Outer Harbor Ferry Terminal yang berada di Macau.

Dalam 16 menit dan tariff Rp. 10.500, Aku tiba di Sheung Wan Station. Aku segera menuju ke konter tiket untuk mencairkan deposit Octopus Cardku sebesar 50 Dolar Hong Kong yang tersimpan didalamnya. Tugas Si Octopus untuk menemaniku sudah selesai seiring keberadaanku yang berada tepat di gerbang ferry untuk meninggalkan Hong Kong.

Jadwal keberangkatan ferry.
Pertama kali naik kapal cepat.

Setelah membeli tiket Ferry menuju Macao dengan harga Rp. 288.000, Aku segera menghampiri money changer untuk menukar Hong Kong Dollar menjadi Macau Dollar.

Tiketnya.

Tak menungg lama, tepat pukul 08:00, Aku mulai boarding ke kapal cepat berwarna merah itu. Dan sekejap kemudian kapal merangsek menuju Macau.

Interior ferry.
Canteeeexxxxx kannnn….

Berlayar di tengah gerimis ringan dan terus berayun membelah ombak membuatku kagum mengamati perairan Laut China Selatan. Tak ada compliment makanan apapun dalam pelayaran singkat selama 55 menit ini. Aku hanya terus menghadap jendela untuk melihat pemandangan menakjubkan di luar kapal.

Kedinginan tauk.
Keren yaa….

Tiang-tiang raksasa penyangga Macau-Taipa Bridge itu menjadi pertanda bahwa kapal segera merapat ke Outer Harbor Ferry Terminal. Macau memang memiliki jalan diatas laut yang sangat terkenal itu. Dan Aku bisa menikmati keindahannya dari sisi lain. Walaupun pada akhirnya, Aku akan melewati jalanan itu nanti ketika menuju ke hotel sekaligus casino ternama di Macau yaitu Venetian.

Ntuh jembatannya….
Barlabuh di Outer Harbor Ferry Terminal, Macau.

Yuk….cari tiket ferrymu di 12Go di link berikut: https://12go.asia/?z=3283832

Asik di Macau dan “Dongeng” di Shenzen

Kesiangaaaaaan….

“Si Boss” belum juga turun dari lantai atas , padahal janjian jam 8 pagi buat check out dan ketemu di lobby Villa Ka Meng.

Hufftt……bahkan ternyata doi belum bangun, WA ku “checklist satu”. Kumaklumi karena kemarin ku ajak muter gila jalan kaki.

Artinya…..waktu eksplorasiku di Shenzen berkurang. Okee lahh….bagaimana nanti aja.

Kebablasaaaaaan….

Harusnya aku fokus pada running text di atas dashboard. Aku ragu memencet tombol di tiang sebagai isyarat buat pak sopir memberhentikan bus di Taipa Ferry Terminal.

Kufikir berhenti di setiap halte….lah kok malah bablaaaasss. Yo wes….Aku turun di halte berikutnya lanjut jalan kaki ke terminal ferry.

Diomeliiiiiin….

Ga ada tanda sama sekali…..Maap ya Bapak-Bapak sekalian, aku menginjak trotoar baru karya kalian….ternyata belum siap diinjak.

Hadeuuuh….Pantesan kalian teriak kenceng sambil angkat sekop.

Aku hanya berusaha minta maaf dengan caraku…..setelah 100 meter meninggalkan area itu, aku diem-diem tengok ke belakang….penasaran apakah injakanku menjadi masalah. Bersyukur  mereka sepertinya membiarkan….pertanda tak ada masalah berarti.

Aku tiba di terminal ferry sekitar jam 9:10 dan begini suasanya

Macao Sekhou 1

 

Segera mengambil antrian dan mengamati aktivitas sekitar. Ternyata belum sibuk seperti yang aku bayangkan. Mengantri di belakang keluarga Korea yang “autis” dengan gadget masing-masing, akhirnya aku mendapatkan tiket ferry 19 menit setelahnya.

Macao Sekhou 3

Perlu mengantri 20 menit untuk masuk ferry melewati pintu biru itu. Petugas mengalungiku name tag yang akan diambil kembali oleh petugas lain di pintu masuk ferry.

 

Macao Sekhou 2

Selama berlayar petugas cantik itu berkeliling memberikan secangkir air mineral. Aku berusaha bersabar untuk berlabuh di Shenzen…..Kepo nih “Kayak apa sih Shenzeeeennn???

Perhatianku tertuju pada tiga perempuan muda di kiri depan. Selama berlayar terlihat asyik memoles wajahnya dengan kosmestik. Dan memang beberapa saat setelah tiba mereka bak artis yang menjadi pusat perhatian….alamaaakkkk

CIMG2189

Tiba di She Kou Ferry Terminal, aku mengisi arrival form di koridor terbuka antara tempat bersandar ferry dan konter imigrasi Tiongkok.

Udara 9 derajat kelamaan menusuk tulang….Ini gegara ferry ajrug-ajrugan dan membuatku susah mengisi form.

Helooo….Do you have a visa?” “Si Langsing” memanggilku.

Waduh….Tinggal Kita yang belum masuk ke imigrasi…konter udah kosong melompong …..daripada dikira “pekerja illegal yang sedang membuat konspirasi“…mending lari kecil ke konter dan melengkapi kolom isian di depan “Si Langsing”.

Macao Sekhou 4

Beresssss….ternyata doi baik banget….senyam-senyum ketika bertanya…kirain judes…..hihihi.

Kebelet Pipiiiiiiss….

Celingukan cari toilet di kantor Imigrasi. Yesss….Dapet.

Wee laa dalah….Sumringah berubah jadi HOROR. Aku benar-benar membuktikan “dongeng” tentang joroknya warga Tiongkok Daratan.  “Sedikit mengumpat dalam hati” ketika menemukan kotoran mereka tak disiram mengonggok di kloset….padahal apa susahnya tinggal pencet tombol.

Ga jadiiiii Pipiiiiisssss……tar simpen ajjjjjjjaaaaaa…..

Aku keluar ruangan dan mencari dimana Shenzen Metro berada. Karena bingung aku menghampiri pemuda kantoran. cas cis cus Aku ngomong English….doi malah bengong menatapku. Yess…akhirnya doi gagal paham.

Gini aja deh…..buka HP….tunjukin gambar train mereka. Nahhhh kan enak…..langsung tangannya nunjuk ke sebuah lubah bawah tanah di ujung pelataran She Kou Ferry Terminal.

Ke Hotel Kita bro……..eh Hostel dink

Apa iya kita menemukan tuh Hostel nantinya?

Kagak mas Bro….Shenzen Fomo Hostel yang ku booking udah bubarrrr….

Bagaimana kisahku mencari hostel murah dadakan?…..nanti aja ya kuceritain….hihihi

 

 

Keliling Macau dengan Bus Kota

Sepanjang pengalaman gw menjadi seorang backpacker, bus adalah moda trasnportasi termurah di setiap negara yang pernah gw kunjungi. Oleh karenanya, jika ingin berhemat dalam melanglang buana maka kamu harus bisa membaca rute bus negara setempat.

Okay, sekarang gw akan persempit pembicaraan ke Macau. Macau tahun 2016 adalah negara tanpa MRT atau LRT jadi kalau mau menjelajah macau hanya ada tiga pilihan yaitu taxi, bus atau jalan kaki. Kombinasi bus dan jalan kaki adalah cara terbaik untuk backpackeran dibawah 4 orang dalam satu grup.

Ini adalah pengalaman bagaimana seharian gw berkeliling macau pakai kombinasi ini. Sebelum memulai cerita…..kamu harus dapatkan dan faham peta ini gaes:

Macau Tourism and Bus Map1

Macau Tourism and Bus Map

Sumber: http://ontheworldmap.com/macau/macao-city-bus-map.html

Kamu bisa mendapatkan peta venue dan jalur bus ini di Tourist Information- Outer Harbour Ferry Terminal (karena gw masuk macau lewat sini).

Tourist Information2

Tourist Information di Outer Harbour Ferry Terminal, Macau

Disinilah gw mendapatkan full page map itu gaes.

OK modal utama gw keliling hemat di Macau sudah ditangan. Dan inilah cara gw mengeksekusinya:

Flashback sebentar gaes:

6 Januari 2016 – Jam 7 pagi, gw berlayar selama 55 menit dari Hong Kong ke Macau menggunakan Cotai Jet seharga HKD 170 ( Rp 298K). Gw berlabuh di Outer Harbour Ferry Terminal di daerah Macau (Oh ya, Macau ini daerah administratif khusus Republik Rakyat Tiongkok yang terdiri dari tiga pulau besar yaitu Macau, Taipa dan Coloane).

Yuk…hunting bus kota, gaes.

  1. Bus dari Outer Harbour Ferry Terminal ke Villa Ka Meng Hotel

Setelah gw browsing Booking.com dan Agoda.com beberapa bulan sebelum berangkat gw cuman mendapatkan Villa Ka Meng Hotel yang memiliki harga terendah….jadi gw pilih hostel ini.

Bagaimana gw menemukan Villa Ka Meng Hotel di negaranya?

Kebetulan gw ketemu orang Macau yang bisa berbahasa Jawa nawarin tour package di terminal ferry.  Katanya dia pernah tinggal di Jawa. Gw nolak tawaran dia dan jujur ke dia kalau gw mau naik bus kota. Dengan baiknya dia kasih tahu gw untuk turun di Ponte Cais No 16 (ini nama Hotel beserta Casino ya gaes), katanya Villa Ka Meng Hotel dekat situ.

Oh ya….biasanya hotel dan casino ternama menyediakan layanan bus gratis dari terminal ferry ke hotel tersebut .

Ini shuttle-shuttle mereka di terminal ferry gaes:

Free Shelter Bus

Bisa aja gw ambil bus gratis ini dan turun di hotel casino yang terdekat dengan Ponte Cais No 16, lalu gw lanjutin jalan kaki ke Villa Ka Meng Hotel.  Tapi gw urungkan karena pengen cobain bus kota mereka.

Okaylah….gw menuju konter bus untuk beli tiket, maksud gw itu mau cari one day pass atau apapun yang berbentuk kartu yang biasa dipakai orang-orang lokal. Karena si Ibu ga bisa english, gw tunjuk-tunjuk kartu yang dibawa orang lokal. Tapi dia cuma bilang No…No sambil nunjukin tabel tarif bus kota No 10A dan nunjuk kotak bertuliskan angka MOP 3,2.

Ya sudah….akhirnya gw naik bus 10A dan turun di Halte Kam Pex Community Centre. Dari halte gw jalan kaki ke hostel.

Shelter Bus MacauSetelah selesai check in di Villa Ka Meng Hotel, gw menemukan rumah makan halal di dekat hotel. Ini gaes:

CIMG2050

Selanjutnya gw lanjutkan jalan menuju The Ruins of St Paul dan Senado Square.

The Ruins of St Paul

Setelah puas keliling, gw putuskan menuju ke Macau Tower yang biasa dipakai turis untuk bungee jumping.

  1. Bus dari Senado Square ke Macau Tower.

Menuju Macau Tower adalah ide dadakan ketika duduk santai di Senado Square. Awalnya gw mau langsung ke Venetian dan menghabiskan waktu hingga menjelang malam disana. Nah, pas lihat-lihat peta gw baca Macau Tower, ingatan gw cuma bungee jumping. Karena penasaran akhirnya gw putuskan pergi kesana.

Kalau melihat peta yang gw dapat, berarti gw harus dapat bus no  9A, 18, 21, 23 dan 32 yang akan berhenti di Macau Tower. Dan untuk mendapatkan kelima no bus itu, cara terbaik buat orang asing yang tidak tahu seluk beluk Macau adalah menuju ke terminal bus utama Macau yang sebelum masuk Macau pun gw udah tandai letaknya…..di selatan Hotel dan Casino Lisboa.

Gw hanya perlu lihat kompas yang selalu gw bawa setiap melancong ke negara orang. Gw hanya perlu jalan ke selatan. Ga perlu khawatir, pulau Macau di utara hanya berdiameter 4 km, jadi kalaupun nyasar, kamu ga bakal jauh….hahahaha.

Ini nih bagian yang tricky……..dan gw suka

Setelah duduk dan mencermati peta…. untuk menghemat langkah, gw punya ide….yaitu mencegat bus di halte antara terminal bus utama dan Macau Tower. Tentu gw belum tahu dimana letak halte itu, tetapi pasti gw akan dapatkan kalau menyisir jalanan utama antara terminal utama dan Macau Tower.

Berikut strategi penjemputan bus ditengah gaes……

Misi Pencegatan Bus

Lalu bagaimana rutenya:

Dari Senado Square gw jalan menyusuri Avenue de Almeida Ribeiro kearah timur, lalu akan ketemu perempatan besar dan belok kanan menyusuri Avenue Da Praia Grande. Nah sepanjang jalan inilah gw mulai cermat memperhatikan halte bus yang gw lewatin karena jalan ini terletak antara terminal bus utama dan Macau Tower. Kan betul……baru juga ketemu halte pertama, ada sign bus 9A, 18 dan 23. Jadi gw tinggal tunggu bus…mana yang lebih cepat datang akan gw naikin. Akhirnya bus 9A yang duluan datang. Gw naik dan hanya perlu bayar ongkos MOP 3,2 (Rp 5.000)….murah banget kan.

Gw ga perhatikan ada berapa perhentian, tapi gw hanya inget bentuk Macau Tower aja dan begitu gw lihat tower itu maka gw akan turun di halte terdekatnya. Tapi ga perlu khawatir ada running text halte berikutnya bus berhenti….di diatas pak sopir, jadi kamu bisa perhatikan itu juga. Sangat mudah naik bus di Macau.

Bus 9A dekat macau tower

Ternyata taman di sekitar Macau Tower banyak digunakan warga untuk berolahraga dan menghabiskan senja…lumayan rame.

Setelah puas berkeliling dan lihat bungee jumping, gw harus segera menuju Venetian

  1. Bus dari Macau Tower ke Venetian.

Di Map yang gw pegang, bus yang ke Venetian bernomor MT4. Dan gw bersyukur banget karena di dekat Macau Tower ada halte bus MT4. Ini wujud halte nya:

Shelter Bus MT4Dalam rute ini….gw akan berpindah dari semenanjung Macau ke pulau Cotai melewati  jembatan legendaris yaitu Macau-Taipa Bridge (Ponte Governador Nobre de Carvalho). Cuman butuh waktu 15 menit untuk sampai ke Venetian.

Tentu tujuan pertama gw makan….karena gw udah lapar banget gaes. Akhirnya gw langsung menuju food court di lantai atas dan hasil pecarian….akhirnya gw dapat nasi goreng harga MOP 55 (Rp 93K)….itu gw udah cari harga paling murah yang bisa gw dapat di Venetian….udah kaga beli air….selalu ready dari hotel….hahaha

Baru setelah itu keliling Venetian…bukan belanja ya….tapi lihat orang belanja….hahaha….lihat gondola Venetian dan perjalanan gw diakhiri dengan melihat casino. Untuk masuk casino ini, paspor gw di cek oleh petugas casino.

Orang asing bisa main di casino kalau umurnya minimal 18 tahun ya gaes.

Gw gak lama kok di casino, cuma lihat satu meja casino yang sedang main judi kemudian keluar lagi dan bergegas menuju hotel.

  1. Venetian ke Villa Ka Meng Hotel.

Udahlah….ini rute udah diluar kepala gw……sangat gampang. Naik Free Venetian Shuttle Bus ke Ferry Terminal lalu pindah ke bus 10A seperti saat pertama kali masuk Macau tadi pagi.

Gimana gaes…..?

Mudah banget kan naik bus kota di Macau.

Hemat banget gaes, gw cuma keluarkan MOP 12,8 (Rp. 21K) untuk seharian keliling di Macau.

So, selamat mencoba…..

Oh ya, Kamu bisa sekali-kali menggunakan jasa 12go Asia untuk memesan tiket bus selama di Macau. Berikut linknya https://12go.asia/?z=3283832