Medan ke Toba dengan Sejahtera

Maksudku tuh, naik bus PO Sejahtera dari Medan ke Danau Toba. Jarak 170 km hanya ditempuh dengan 40 ribu. Istimewanya bukan pada naik busnya tapi terletak pada rasa penasaran sepanjang perjalanan untuk segera bertemu danau vulkanik terbesar di dunia.

dhazong

Ya itu adalah lobby Dazhong Backpacker’s Hostel…Bete…menjadi penginap yang bangun terpagi, tetapi rencanaku gagal untuk menangkap Bus PO Sejahtera pemberangkatan pertama jam 6 pagi. Satu jam mondar-mandir membuat kegaduhan supaya owner bangun. Mulai dari pencat-pencet lonceng di resepsionis, hingga keluar masuk pintu supaya sensor suara “WELCOME” berbunyi. Kegilaan yang bertujuan demi deposit sebesar 50 ribu.

06:10 doi terbangun….lama tak mendapatkan GORIDE karena lemah sinyal, Kuputuskan mendekat ke pusat Little India, tepatnya di Shri Mariamman Temple. Sekitar 06:34 GORIDE menjemputku. Tanpa sarapan dan tak sempet berbekal Aku segera naik, pasti akan tiba di Terminal Amplas 5 menit sebelum bus kedua berangkat. Benar adanya GORIDE belum masuk terminal terlihat bus keluar, Aku bergegas turun menunggu bus mendekatiku.

Nih, foto Terminal Amplas kudapat sehari sebelumnya ketika tiba dari Kualanamu Airport:

amplas

10 menit masuk ke bus, gerimis berubah menjadi hujan lebat. Bus ekonomi ini sering berhenti menaikkan penumpang sebelum masuk tol. Hujan mengharuskan semua jendela ditutup. Asiknya disini nih….bagaimana mengatur nafas supaya tak terlalu banyak menghisap asap rokok sepanjang perjalanan. Karena dengan jendela tertutup, banyak penumpang merokok tanpa henti, habis sepuntung akan diisapnya puntung yang lain….asik kan.

Saat kelaparan tak ada pedagang asongan satu pun masuk, Aku hanya sesekali Facebook Massangeran dengan “Si Cantik” Eloise yang terus menanyakan bagaimana caraku menuju Toba, Australian solo traveler yang berkenalan denganku di dormitory. Doi akan menuju Toba kesiangan harinya dengan mengcopy paste apa yang kulakukan. Bahkan doi menanyakan dimana aku mendapatkan guesthouse di Toba seharga 60 ribu….Nanti Aku akan ceritakan bagaimana akhirnya kita berdua boncengan naik motor membedah Samosir.

bus sejahtera

Suara berisik wiper usang bus beriringan dengan lagu-lagu khas Batak mengiringiku menikmati suasana jalanan, perkampungan, dan kebun-kebun sawit.

Jam 11:25 mataku tertegun pada kemunculan perairan yang luas setelah bus menuruni punggung bukit di suatu tempat. Yesss….itu Toba Lake….Keren habis.

Pergantian sopir untuk kembali ke Medan dilakukan sebelum tiba di pelabuhan penyeberangan Tigaraja. Aku hampir kebablasan karena kondektur tidak memberitahukan bus sudah dimana, Aku hanya memantau “Your Position” di Google Maps. Terlihat Aku sedikit menjauhi Pelabuhan Tigaraja. Kuputuskan turun dan berjalan kaki dalam gerimis menuju pelabuhan.

Tak mau kehilangan momen berburu foto sepanjang pelabuhan Tigaraja kurelakan 50 ribu membeli payung di pasar sekitar pelabuhan. 

tigaraja

Beberapa sudut Pelabuhan Tigaraja

Toba….I come !

 

 

Mengenal Alun-Alun Cilacap, Indonesia

Di Indonesia, Alun-Alun selalu identik dengan pusat kota dan kantor pemerintahan dan biasanya akan menjadi landmark bagi daerah yang bersangkutan.

Begitu pula dengan Alun-Alun Cilacap. Saya akan membedah apa saja yang ada di Alun-Alun ini.

Datanglah pada malam hari untuk menangkap keindahan Alun-Alun Cilacap.

1. Tugu Nelayan 

Tugu ini menampakkan patung pasangan suami istri nelayan yang sedang mengangkat bunga wijayakusuma. Terletak tepat di depan pelataran Alun-Alun. Pada malam hari, air mancur pada tugu ini akan memendarkan berbagai warna secara bergantian sehingga kita bisa menikmati paduan keindahannya dari sisi pelataran Alun-Alun.

Air Mancur

Tugu ini terlatak di jalan protokol  yaitu Jalan Jenderal Sudirman dan menjadi pusat dari persimpangan 3 arah. Saat malam minggu tiba, arus lalu lintas yang melewati tugu ini akan ditutup dan akan menjadi tempat wisata malam untuk masyarakat Cilacap.

2. Masjid Jami’ Darussalam

Hal yang terlihat menarik dari masjid jami’ ini adalah pada menara masjidnya. Seperti di air mancur Tugu Nelayan, menara masjid jami’  ini juga akan memancarkan berbagai warna yang sangat harmonis dengan warna pada air mancur Tugu Nelayan.

Terletak di sebelah barat Alun-Alun dan diapit oleh 2 jalan utama yaitu Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan Masjid.

Masjid Jamie

Ruangan bagian bawah pada menara masjid ini bahkan menjadi sebuah stasiun radio yaitu 107.2 Radio Da’wah Daarussalaam FM Cilacap.

3. Kantor Bupati Cilacap

Dimana ada alun-alun maka disitulah letak kantor pemerintahan berada. Terletak di sebelah utara alun-alun, Kantor Bupati ini memiliki gerbang dan halaman yang luas sebelum benar-benar memasuki bangunan utama kantor.

Kantor Bupati

3. Lembaga Pemasyarakatan Cilacap

Terletak di Jalan Mataram 1, Bangunan ini adalah Lembaga Pemasyarakatan kelas IIB yang berkapasitas maksimal 500 narapidana.

Lapas Cilacap

Pada malam hari terlihat Lembaga Pemasyarakatan ini sangat sunyi dan terkesan ngeri saja ketika lama-lama berada di depannya.

4. Kejaksaan Negeri Cilacap

Saya terlewat untuk memotret obyek ini karena saya fikir sudah tidak ada lagi bangunan di alun-alun setelah memotret Lembaga Pemasyarakatan. Bangunan Kejaksaan sendiri diapit oleh Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan Mataram 1, tepat di ujung depan sebelah kanan alun-alun.

5. Air Mancur 

Terletak di seberang Jalan Jenderal Sudirman tepat di depan pelataran Alun-Alun. Air mancur ini terdapat didalam sebuah taman di belakang papan nama CILACAP BERCAHAYA.

Air Mancur Warna

Pergantian warna di air mancur ini membuat taman terlihat sangat indah.

Nah….Kalau Kamu ke Cilacap, berkunjunglah ke Alun-Alunnya untuk berwisata kuliner dan menikmati pesta cahaya di sekitarnya.

 

Wisata Dekat Pusat Kota Cilacap, Indonesia

Mengunjungi Cilacap gratisan tentu sesuatu yang sangat menyenangkan buat siapa saja, apalagi buat orang yang memiliki gen traveler.

Kejadian ini saya alama ketika ada business trip 28-29 April  2018. Kunjungan 3D2N ke kota di ujung selatan pulau Jawa ini mengantarkanku ke beberapa objek wisata di sekitar pusat kota Cilacap.

Berikut beberapa tempat yang bias kamu kunjungi di Cilacap:

1. Saung Madu Al Azhar

Saung madu Cilacap

Madu klanceng yang dibudidayakan di saung ini adalah program dari Lembaga Amil Zákat Nasional (LAZ) Al Azhar Cilacap yang bertujuan untuk membangun ekonomi masyarakat sekitar. Oleh karena itu selain memiliki area tersendiri untuk budidaya ini, pengelola juga menitipkan 2 kotak madu ke setiap warga di kampung ini.

Terletak di bagian utara pusat kota hanya butuh waktu 20 menit menuju ke tempat ini. Merasakan madu langsung dari sarangnya dan memakan buah markisa dari tanaman di sekitar area budidaya menjadi sesuatu yang menyegarkan sebagai pembuka dari trip saya di Cilacap.

2. Senja di Pelabuhan Sleko

Pelabuhan Sleko adalah pelabuhan penyeberangan di kota Cilacap. Tentu banyak masyarakat yang ramai menyeberang di pelabuhan ini. Termasuk menyeberang ke kampung wisata terkenal di barat Cilacap yaitu Kampung Laut.

Pelabuhan Sleko

Datang pada sore hari setelah seharian bekerja menjadi opsi yang baik untuk duduk menenangkan diri sembari menikmati indahnya sunset dari kejauhan.

3. Pantai Teluk Penyu

Jangan tinggalkan malam begitu saja….setelah sang surya tenggelam segeralah menuju ke tenggara yaitu ke pantai Teluk Penyu untuk sekedar menikmati angin malam dan seafood dinner di sekitarnya.

Pantai Teluk Penyu

Makan mendoan atau seafood tidak terlalu mahal di sekitar tempat ini. Saya juga sempat melihat acara lelang ikan yang baru di bongkar dari perahu nelayan yang mendarat. Dengan bahasa ngapak-ngapaknya membuat lelang ini  terkesan lucu dan menghibur. Memang menurut masayarakat setempat, Cilacap memiliki bahasa paling ngapak diantara daerah lain yang bahasanya ngapak juga.

Saya berkunjung 2 kali ke pantai ini. Saat malam saya bisa secara masuk gratis dan saat siang perlu membayar Rp. 5.000 di gerbang depan menuju pantai.

4. Alun-Alun Cilacap

Sepulang menikmati angin malam, supaya tidak masuk angin, saya mencari penjual wedang ronde di Alun-Alun Cilacap untuk menghangatkan badan.

Alun Alun Cilacap

Alun-Alun saat malam hari memiliki cahaya lampu yang sangat indah dipandang mata. Beberapa pelajar SMP/SMA bahkan mengadakan latihan seni di tempat ini,. Bisa menjadi pertunjukan gratis yang bisa dilihat sambil kongkow dengan minuman hangatmu.

5. Pantai Karang Pandan

Sore hari di hari kedua, setelah acara kantor selesai, bergegaslah saya menuju Pulau Nusakambangan bagian Timur. Inilah destinasi yang saya tunggu-tunggu sejak awal keberangkatan dari Jakarta.

Pantai Karang Pandan

Menuju tempat ini perlu menggunakan jasa perahu motor seharga 30 ribu pulang pergi untuk menyeberang melewati laut. Karena dropping pointnya di utara pulau maka saya perlu berjalan selama 30 menit menuju Pantai Karang Pandan yang berada di sebelah Selatan Pulau.

Pantai berpasir putih nan indah siap memanjakan mata siapa saja yang bersedia berkunjung ke sini.

6. Singapore of Java Cruise.

Bertepatan dengan malam minggu, tentu saya ingin kongkow melihat anak-anak muda Cilacap berhang out ria menikmati malam. Salah satu wahana untuk muda mudi Cilacap memadu kasih adalah dengan berkeliling laut menaiki Kapal Motor Jaya Sakti untuk menikmati keindahan malam Cilacap melalui Singapore of Java Cruise.

Singapore of java Cruise

2 jam cruise memanjakan mata dengan wisata cahaya di  sepanjang pesisir Cilacap membuat saya kagum akan keindahan Cilacap di malam hari.

Oh ya cruise ini bertolak dari Pelabuhan Sleko ya gaes……

7. Pekan Raya Cilacap. 

Sepertinya ini adalah acara partai politik “G” untuk berkampanye di Cilacap. Saya melewatinya ketika pulang dari Singapore of Java Cruise. Penasaran dengan apa yang ada didalam akhirnya saya mampir.

Pekan Raya Cilacap

Didalam terdapat beberapa stand makanan, fashion dan mainan dan sebuah panggung pertunjukan yang  lumayan besar. Saya hanya berkeliling sebentar tanpa membeli apapun di sini.

8. Benteng Pendem.

Hari terakhir di Cilacap rasanya kurang lengkap kalau belum mengunjungi benteng peninggalan Kolonial Belanda ini. Benteng pertahanan tepat di tepi pantai Teluk Penyu membuka pengetahuan saya bahwa Cilacap pada masa lalu berpeluang di serang lewat lautan. Sehingga Kolonial Belanda membangun benteng ini, yang juga merupakan satu paket dengan Benteng Karang Bolong di Pulau Nusakambangan.

Benteng Pendem

Berbekal uang Rp. 5.000, Saya menghabiskan waktu 1 jam untuk menelusuri seluk beluk benteng ini, bahkan saya masuk ke semua ruangan banteng yang memiliki fungsi yang berbeda-beda pada masanya.

9. Pelabuhan Tanjung Intan.

Sepertinya pelabuhan logistik ini tidak terbuka untuk umum karena memang pelabuhan ini sangat sibuk dengan lalu lalang truk-truk berat pengangkut batubara yang di bongkar dari kapal yang berlabuh di pelabuhan ini. Selain batubara juga ada kapal pengangkut pupuk dan bahan produksi gula rafinasi.

Pelabuhan Tanjung Intan

Saya hanya beruntung bisa menembus penjagaan security selama 5 menit sebelum saya akhirnya dilarang dan diminta meninggalkan area pelabuhan ini karena alasan keamanan.

Itulah beberapa alternatif wisata yang berada di dekat pusat kota Cilacap. Berkunjunglah ke Cilacap untuk melihat sisi lain pariwisata yang jarang terexpose untuk umum.

 

Bonus dari Pelabuhan Tanjung Intan, Cilacap, Indonesia

Pak Fatchul Rochman akhirnya berhasil menjemputku di pelataran Benteng Pendem setelah 10 menit nyasar ke pelataran selatan benteng.

Saya hanya order ke aplikasi untuk menuju Pelabuhan Tanjung Intan. Ketika naik ke atas motor, beliau nanya asalku. Tahu berasal dari Jakarta sepertinya membuat dia antusias, dan tanpa persetujuanku beliau bilang akan mengantarkanku ke beberapa tempat sebelum masuk Pelabuhan Tanjung Intan. Beliau ini ikhlas sepertinya karena di akhir perjalanan nanti dia sempat menolak dengan amat sangat ketika aku coba kasih tips tambahan.

Dia menjelaskan ke saya setiap tempat yang kita lewati sepanjang perjalanan menuju ke Pelabuhan. Mulai dari sejarah dibangunnya Markas Kopassus dan beberapa kisah pembaretan si sepanjang laut Nusakambangan. Seru………

Tak lama kemudian beliau tiba tiba berbelok. Ketika saya menanyakan hendak kemana, beliau bilang bahwa kita sedang menuju Dermaga Batubara.

Nih gaes….lumayan lah dikasih bonus kayak gini

Pelabuhan Sandar Batubara

Dermaga Batubara Cilacap

Meninggalkan Dermaga Batubara beliau mulai bercerita mengenai hiruk pikuknya Cilacap ketika ada eksekusi mati beberapa napi terkenal. Sembari cerita, lah kok malah tiba-tiba beliau ngajak saya kesini:

Penyeberangan ke LP

Kiri: Kapal PENGAYOMAN IV yang mengangkut narapidana ke Nusakambangan

Kanan Atas dan Bawah: Posko penyeberangan menuju Nusakambangan

Ini adalah titik penyeberangan tahanan menuju ke Nusakambangan. Jadi sangat ketat penjagaannya. Saya sih bilang ga usah kesana ke Pak Fatchul, dalam hati pasti akan diusir petugas karena memang saya ga ada kepentingan disana. Eh malah beliau meyakinkan bahwa beliau akan berhasil memasukanku ke tempat ini karea beliau merasa sebagai putra asli Cilacap dan pasti bisa dikasih akses.

Hasilnya ternyata bertolak belakang 180 derajat. Kita hanya diperbolehkan melihat proses penyeberangan dari tempat sandar Stasiun Pandu

Stasiun Pandu

Stasiun Pandu adalah pusat pembibingan pelayaran kapal-kapal besar yang akan berlabuh di Cilacap supaya terhindar dari karam atau menabrak batu karang.

Nah setelah diberi tiga bonus tempat tadi akhirnya tiba juga saya di Pelabuhan Tanjung Intan. Kata beliau bahwa pelabuhan ini tertutup untuk pariwisata apalagi saya yang akan berusaha masuk tana punya kepentingan.

Tapi beliau ini memang memiliki gen never give up. Dia bilang ke petugas gerbang bahwa dia mengantar tamu. Alhamdulillah bapak petugas langsung mengizinkan begitu saja…..Luar biasa si pak Fatchul…..

Akhirnya masuklah saya ke dalam jantung pelabuhan logistic iniPelabuhan Tanjung Intan

naik motor di belakang truk pengangkut batubara membuat baju menjadi hitam…hehehe

Nah ketika tiba di sebelah kapal batubara itu, Saya berusaha mengabadikan Kapal batubara IVS KAWANA dan PUTRI SEJATI.

Namun aksiku ini tidak berlangsung lama karena ada petugas security lain yang mendatangiku dengan motor dan menyatakan saya harus segera keluar karena dianggap masuk tanpa izin security bagian dalam apalagi tidak memakai APD (Alat Pelindungan Diri).

Akhirnya saya harus segera keluar tanpa negosiasi panjang….Apapun itu, pengalaman ini menjadi penutup trip di Cilacap yang selalu teringat.

Okelah kalau begitu ga ada tujuan lain selain harus segera pulang ke Whiz Hotel Sudirman dan bersiap ke Jakarta.

Tunggu aksiku yang lain selama di Cilacap yang belum kuceritakan ya….thanks gaes

Benteng Pendem….Wujud Arsiteksur Belanda di Cilacap, Indonesia

Hari terakhir extend, Gw manfaatkan untuk berkunjung ke Benteng Pendem. Karena kecapean berkeliling malam di pusat kota Cilacap, akhirnya Gw bersiap rada telat. Niat Gw hanya akan mengunjungi Benteng Pendem dan Pelabuhan Tanjung Intan sebelum bertolak ke Jakarta jam 14:30 menggunakan kereta Purwojaya.

Keluar dari lobby utama Whiz Sudirman Hotel perut mulai keroncongan. Sudahlah pergi keseberang jalan untuk mencari sarapan pagi. Nah mampirlah Gw di warung bubur ayam yang lumayan ramai orang keluar masuk. Nih gaes, rekomen banget nih bubur ayam

Sarapan

Sarapan kali ini menunya unik, baru kali ini makan bubur ayam berkuah opor.

Selesai sarapan….Bergegaslah kemudian menggunakan jasa GOJEK seharga Rp. 5.000 dan Gw diantar oleh driver wanita menuju Benteng Pendem.

Begitu berdiri di depan gerbang, kesan pertama adalah terawatnya Benteng yang sudah berusia 157 tahun ini. Tapi kan Gw perlu lihat kedalam untuk membuktikan persepsi Gw itu.

Gerbang depan

Kiri: Gerbang Benteng Pendem tampak depan

Kanan Atas: Loket karcis yang dijual seharga Rp. 5.000. Jam operasional Benteng Pendem adalah 08:00 – 18:00 dan dibuka dari Senin-Minggu.

Kanan Bawah: Gerbang Benteng Pendem tampak dalam.

Benar apa adanya, banyak petugas kebersihan tampak sedang bekerja sehingga memang bagian dalam benteng terlihat bersih terawat.

Benteng yang dibangun pada Abad ke 19 ini memerlukan waktu 8 tahun sebagai masa pembangunannya. Sebelum ditemukan, benteng ini sempat tertimbun tanah pesisir.

Benteng terdiri dari beberapa ruangan yang memiliki fungsi masing-masing. Berikut beberapa ruangan benteng yang teridentifikasi fungsinya:

Ruangan bentengKiri Atas : Ruang barak

Kanan Atas : Ruang klinik

Kanan Bawah : Ruang akomodasi

Kiri Bawah : Gudang Senjata

Benteng ini memiliki luas sekitar 6,5 ha. Selain beberapa ruangan penting, landmark banteng ini diperindah dengan adanya kanal dengan air yang cukup bersih dan halaman benteng yang cukup luas.

Fasum

 

Kiri Atas : Kanal dibagian depan benteng

Kanan Atas : Kanal di bagian belakang benteng

Kanan Bawah : Ruang lapang yang dikelilingi oleh beberapa ruang benteng

Kiri Bawah : Sudut lain kanal di bagian depan benteng

Selain berfungsi untuk desitinasi wisata, benteng ini juga digunakan sebagai tempat aktivitas pendidikan seperti kegiatan outbond sekolah atau kegiatan pramuka seperti gambar yang Gw dapatkan dibawah ini:

Activity

Kiri : Oubond salah satu sekolah di Cirebon

Kanan : Kegiatan pramuka

Kurang lebih satu jam Gw menelusuri semua sisi benteng ini. Salut untuk kabupaten Cilacap yang menjaga dengan baik kondisi benteng ini.

Nah gaes, kalau ke kamu Cilacap sempatkan waktu untuk mengunjungi tempat yang penuh sejarah ini ya….

Cruise Singkat “Singapore of Java”, Cilacap-Indonesia

Tepat jam 19:00 Kapal Motor Jaya Sakti bergerak menginggalkan Pelabuhan Sleko dan melakukan cruise singkat selama 2 jam. Cruise berikutnya dengan kapal lain menyusul sekitar jam 20:00 sehingga kedua kapal ini akan berpapasan di laut.

Kapal akan bergerak ke arah selatan dari Pelabuhan Sleko. View pertama yang akan ditemui adalah kapal batubara yang sedang bersandar untuk keperluan bongkar muat.

Kapal Batubara

Kapal Batubara “Putri Sejati”.

Kemudian setelah melewati kapal ini, Gw bisa melihat bangunan milik PT. PUSRI:

Gula rafinasi

Unit Pengantongan Pupuk PT. PUSRI Cilacap

Di area sekitar sini juga tercium bau harum dan wangi, ternyata di belakang bangunan milik PT Pusri ini terdapat pabrik gula rafinasi yang merupakan asal muasal aroma harum yang Gw cium.

Kemudian kapal sempat melewati area eksekusi Lembaga Pemasyarakatan Nusakambangan yang tidak terlihat karena gelap gulita. Kemudian Kapal akan memutar arah dan bergerak menuju ke utara. Setelah melewati titik awal keberangkatan Penumpang akan disuguhkan Depot LPG Cilacap:

Depot LPG Cilacap

Depot LPG bersebelahan dengan kilang minyak PERTAMINA.

Kilang Pertamina

Kilang Minyak Cilacap milik PERTAMINA.

Di kilang minyak PERTAMINA inilah kapal akan berjalan sangat pelan, karena spot inilah yang tercantik diantara yang lain. Nahkoda juga memberi kesempatan kepada penumpang untuk mengambil foto sepuas mungkin.

Setelah selesai dengan spot ini maka berakhir pula cruise ini dan kapal segera kembali ke Pelabuhan Sleko.

Ya….itulah alur perjalanan cuise ini.

Perlu diketahui bahwa “Singapore of Java” Cruise ini adalah tur singkat malam minggu di Cilacap dengan frekuensi 2 minggu sekali. Cruise dimulai dari Pelabuhan Penyeberangan Sleko pukul 19:00 dan perahu akan berangkat setiap 1 jam. Cruise ini adalah ide dari Bupati Cilacap yang bertujuan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke Cilacap. Dinamakan tour Singapore of Java karena view dari cruise ini mirip dengan salah satu sudut Singapore di saat malam.

Cruise ini sudah populer di Cilacap sehingga kapal biasa di carter oleh komunitas tertentu sehingga pengunjung perseorangan seperti Gw sering kehabisan bangku.

Gw sendiri beruntung bisa ikut cruise ini di pertengahan Maret 2018. Saat itu perahu sebetulnya sudah dibooking oleh komunitas gereja dari Solo, Jawa Tengah.

Tetapi karena malam itu adalah malam terakhir Gw di Cilacap, maka Gw tidak akan menyerah untuk bisa ikut cruise ini. Gw dengan gigih melobby staff penjual tiket Kapal Motor Jaya Sakti untuk bisa menjual 1 bangku tambahan buat Gw bagaimanapun caranya.

Dengan memelas, Gw bilang bahwa Gw datang dari Jakarta dan ini adalah malam terakhir berada di Kota Cilacap, maka si Ibu mulai terlihat kasian sama Gw dan setelah dia bicara dengan nahkoda kapal akhirnya Gw diperkenankan ikut cruise ini tapi harus berada di bagian belakang dekat petugas pengatur jangkar kapal karena tidak boleh mengganggu bangku yang sudah dipenuhi oleh komunitas gereja itu.

Dengan membayar Rp. 30.000 akhirnya Gw masuk ke kapal tanpa memegang tiket karena memang sebenarnya tiket sudah sold out…..Great Job, senang menjadi bagian dari cruise ini.

KM Jaya Sakti

Kiri Atas: Konter tiket Kapal Motor Jaya Sakti.

Kanan Atas: KM Jaya Sakti bersiap untuk berlayar

Kanan Bawah: Suasana lantai pertama kapal.

Kiri Bawah: Pemandangan dari kejauhan.

 

 

 

Eksotisme Nusakambangan, Cilacap, Indonesia

Begitu acara kantor selesai jam 13:00, Gw segera menuju ke Whiz Hotel Sudirman untuk bersiap diri menyeberang ke Nusakambangan. Rencananya Gw akan kesana esok hari tapi karena sangat penasaran, akhirnya Gw sehari lebih cepat ingin menginjak Nusakambangan.

Whiz Hotel Sudirman sendiri berjarak 3,7 km dari Pantai Teluk Penyu yang merupakan titik tolak penyeberangan ke Nusakambangan. Untuk menuju ke Pantai Teluk Penyu tidak repot kok, cukup 12 menit naik GO-CAR seharga Rp. 10.000.

Begitu sampai di Pantai Teluk Penyu, banyak tukang perahu menawarkan jasa penyeberangan ke Nusakambangan. Perahu “Rangga Ayu” yang Gw pilih dengan harga Rp. 30.000 untuk pulang pergi. Skenarionya adalah pemilik perahu akan mengantarkan penumpang ke Nusakambangan lalu dia akan kembali ke Pantai Teluk Penyu lagi.

Dia memberikan no handphone. “Kalau sudah puas jalan-jalan Nusakambangan, silahkan telpon saya ya mas, nanti saya jemput””, ujarnya.

Departure

Kiri Atas: Pantai Teluk Penyu.

Kanan Atas: Crude Oil Tanker bernama BULL SULAWESI

Kanan Bawah: Crude Island Berth Cilacap milik Pertamina

Kiri Bawah: Titik dropping wisatawan

Begitu turun dari perahu rasa penasaran mulai menyelimuti hati….ada apa didalam pulau ini?

Perjalanan masuk lebih dalam ke Nusakambangan pun di mulai…..

Berikut ini adalah pemandangan yang Gw jumpai di titik awal penjelajahan.

 

starting

Kiri Atas: Rumah panggung kayu serbaguna pantai Nusakambangan timur.

Kiri Bawah: Penjaja minuman dan makanan

Tengah: Papan nama wisata

Kanan: No handphone jasa perahu penyeberangan.

Jalan

Kiri AtasMemasuki pulau Nusakambangan, Gw harus melewati jalan kecil licin berbatu sehingga kecepatan jalan pun sangat pelan.

Kanan Atas: Jalanan bertebing

Kanan BawahGw juga menemukan jembatan bambu diatas sungai kecil yang surut

Kiri BawahGw juga menemukan batang pohon yang tumbuh melintang di badan  jalan

Terpeliharanya hutan di pulau ini terlihat dari banyaknya satwa liar yang masih terlihat seperti monyet hitam dan burung elang. Tidak perlu takut karena sepanjang perjalanan Gw  beberapa kali berpapasan dengan wisatawan yang menuju pulang.

Setelah berjalan 15 menit akhitnya Gw menemukan tanda yang mengarahkan Gw ke Benteng Karang Bolong dan Pantai Karang Pandan

BENTENG KARANG BOLONG

benteng karang bolong

Kiri Atas: Benteng ini sangat terlihat kegagahannya ketika dilihat dari gerbang depan. Hanya saja bagian atas gerbang sudah banyak ditumbuhi tumbuhan perintis yang bisa mengancam keawetan bangunan.

Kiri Bawas: Pintu banteng bagian dalam. Tembok atas benteng bagian dalam ini juga ditumbuhi oleh pohon dan lumut.

Tengah: Dinding benteng bagian dalam sangat tebal.

Kanan: Bagian ruangan bawah tanah adalah sesuatu yang tidak memungkinkan di jangkau karena gelap dan lembab berlorong sempit. Gw mengurungkan masuk ke ruangan bawah.

PANTAI KARANG PANDAN

Melanjutkan perjalanan lurus ke depan mengantarkan Gw untuk menginjak indahnya pasir putih di bagian timur pulau ini. Pantai yang dipenuhi muda-mudi baik sekelompok teman main sampai pasangan yang sedang kasmaran.

Pantai Karang Pandan

Menikmati ciptaan Tuhan dengan duduk bersila, mendengarkan riuh rendah suara ombak menghantam batuan pantai, melihat aktivitas kapal-kapal besar yang sedang membuang jangkar dan menggenggam butiran lembut pasir putih. Menenangkan hati dan jiwa.

Sesuatu yang jarang Gw temukan di Ibu Kota.

 

Karena waktu sudah semakin sore dan menuju gelap , Gw putuskan untuk segera menepi dan kembali lagi ke Whiz Hotel Sudirman.

Kembali ke titik penjemputan, sambil menunggu perahu datang, Gw sempatkan relaksasi dengan minum teh hangat dan mendoan di warung. Sembari mengamati sang surya tenggelam meninggalkan malam.

Petualangan berakhir indah dan ditutup dengan sunset yang mempesona mata…..

Pantai Nusakambangan

I Love Indonesia………..