5 Destinasi Wisata Macau dalam 24 jam

Macau adalah negara ke-10 yang kukunjungi. Berawal dari tersangkutnya hasrat pada tiket promo senilai Rp. 512.000 milik Cebu Pacific yang mengantarkanku secara tak sengaja di Manila. Dan daripada membeli tiket balik dari Manila yang sangat mahal maka lebih baik pulang dari Shenzen saja karena Tiger Air menawarkan tiket kelewat murah.

Dalam perjalanan Manila menuju Shenzen itulah, aku terdampar di Hong Kong dan Macau. Untungnya tak lama….Hanya 48 jam di Hong Kong dan 24 Jam di Macau.

Setelah menulis kisah 48 jam selama di Hong Kong maka kali ini Aku akan bercerita tentang apa saja yang kukunjungi selama 24 jam di Macau.

1. Outer Harbour Ferry Terminal

Momen itu tiba seiring pilihanku menggunakan TurboJet Ferry ketika meninggalkan Hong Kong. Tepat pukul 08:55 dengan jarak sekitar 70 km dari Hong Kong, aku tiba di terminal ferry  yang terletak di bagian timur pulau Macau itu.

Dibagian luar bangunan, pelabuhan ini berpapan nama dalam bahasa Portugis yaitu Terminal Maritimo de Passageiros do Porto Exterior. Tulisan berbahasa Portugis sangat biasa terlihat di seluruh Macau. Hal ini dikarenakan selama 4 abad, China menyewakan Macau kepada Portugis untuk digunakan sebagai pelabuhan perdagangan.

Jika di google maps ada istilah Macau Maritime Ferry Terminal, Macau Ferry Terminal atau Hong Kong Macau Ferry Pier maka itu adalah nama yang berbeda untuk satu tempat yang sama yaitu Outer Harbour Ferry Terminal.

Jadi jika kamu berlabuh di terminal ferry ini maka nikmati sajalah keberadaannya.

2. Senado Square

Aku sengaja memilih dormitory di dekat kompleks Ruins St. Paul. Karena di kompleks ini ada dua destinasi wisata terkemuka yaitu Ruins St. Paul itu sendiri dan Senado Square. Sehingga Aku bisa leluasa menjelajah keduanya dengan berjalan kaki.

Segera menitipkan backpack ke Villa Ka Meng Hotel begitu menuruni bus di jalanan Avenue de Almeida Ribeiro dekat dengan  Ponte Cais No 16. Dan setalah menikmati sarapan pagi di rumah makan Loulan Islam, aku bergegas menuju Senado Square

Senado Square sendiri merupakan alun-alun yang dibangun sejak 1918. Adalah shopping tourism untuk para pemburu barang ber merk hingga penikmat jajanan kaki lima. Menjadi salah satu warisan UNESCO, Senado Square menawarkan pemandangan bangunan-bangunan klasik perpaduan budaya Tiongkok dan Portugis si sepanjang sisinya.

3. Ruins St. Paul

Meninggalkan Senado Square maka destinasi terdekat yang kukunjungi berikutnya merupakan reruntuhan sebuah katedral yang bernama Ruins st Paul. Kalau Kamu ke Macau dan belum berfoto didepan Ruin St Paul, maka perjalananmu serasa tidak syah. Karenanya tempat ini menjadi tempat teramai yang dikunjungi turis selama kunjunganku ke Macau

Ruis St. Paul awalnya adalah katedral Portugis yang dibangun pada abd ke-16. Juga menjadi warisan sejarah dunia UNESCO setelah menjadi cagar sejarah pasca kebakaran hebat pada tahun 1959. Bagian ikonik yang sering dijadikan obyek foto para turis adalah bagian pintu depan katedral yang tersisa.

4. Macau Tower

Ruis St. Paul menuju Macau Tower adalah rute yang membuatku tersangkut selama beberapa waktu di jalanan Avenue Da Praia Grande. Mensiasati rute bus Macau yang begitu rumit dan masif, akhirnya aku berhasil menemukan halte bus yang disinggahi oleh bus kota no 9A menuju Macau Tower.

Menara setinggi 338 meter ini menawarkan wisata observation deck, restoran, teater, mall dan kegiatan bungee jumping. Sementara dibagian taman tersedia plaza dan kolam untuk kegiatan olahraga atau hanya sekedar menghabiskan waktu di sore hari bagi para warga Macau.

5. Venetian

Bayangan kemegahan Venetian membuat keberadaanku di Macau Tower tak begitu khusyuk. Aku seakan-akan terburu-buru untuk segera menikmati Venetian. Rasa penasaran untuk memasuki ruangan casino terbesar di Macau bahkan salah satu terbesar di dunia, membuatku ingin segera menuju kesana. Selain casino, satu hal yang selalu kuingat tentang Venetian adalah Gondola Rides yang akan membawa kita ke nuansa pariwisata Venice, Italia.

Merupakan integrasi dua fungsi yaitu hotel mewah dan casino. Bangunan 39 lantai ini terletak di pulau reklamasi Cotai dan berafiliasi dengan The Venetian Las Vegas.

Dannnnn….Kelima destinasi itu hanya kuselesaikan dalam 14 jam eksplorasi di Macau. Selebihnya waktu kugunakan untuk tidur di hotel untuk memulihkan kondisi tubuh pasca beberapa hari sebelumnya mengekplorasi Manila dan Hong Kong.

It is very crazy….

Ferry dari Hong Kong Ke Macau.

Petualanganku selama 48 jam di Hong Kong harus berakhir.

Pagi sekali, Aku sudah mengepak barang-barangku. Setelah mengisi botol minumku di water dispenser milik hotel, Aku harus berjuang sekuat tenaga untuk membangunkan sang resepsionis yang mendengkur di balik tirai ruangan. Jangan kaubayangkan mewahnya reception desk ya….Karena reception hotel hanya berupa ruangan bersekat kecil dengan lubang interaksi tamu dan empunya hotel seukuran 1 meter persegi.

Dan dengkuran itu pun tertelan ketika dia terbangun karena gangguan bel dariku. Entahlah dia bergumam marah atau mungkin hanya terkejut karena selorohan bahasa Chinanya yang tak kumengerti. Sambil terus bergumam, dia berusaha mencari amplop berisi uang di laci meja untuk mengembalikan uang deposit kamar kepadaku. Lumayan kan 100 Dolar Hong Kong.

Keluar Chungking Mansions dalam kondisi jalanan yang masih cukup gelap, Aku berjalan cukup cepat untuk sesegera mungkin memasuki stasiun bawah tanah Tsim Sha Tsui yang terletak 100 meter dari pintu keluar Chungking Mansions.

Dengan MRT Tsuen Wan Line, Aku menuju Central Station lalu berlanjut dengan MRT Island Line dan berhenti di Sheung Wan Station yang terintegrasi dengan Hong Kong-Macau Ferry Terminal.

Hong Kong-Macau Ferry Terminal adalah pelabuhan ferry reguler dengan rute Hong Kong-Macau Ferry Terminal yang berada di Hong Kong dan Outer Harbor Ferry Terminal yang berada di Macau.

Dalam 16 menit dan tariff Rp. 10.500, Aku tiba di Sheung Wan Station. Aku segera menuju ke konter tiket untuk mencairkan deposit Octopus Cardku sebesar 50 Dolar Hong Kong yang tersimpan didalamnya. Tugas Si Octopus untuk menemaniku sudah selesai seiring keberadaanku yang berada tepat di gerbang ferry untuk meninggalkan Hong Kong.

Jadwal keberangkatan ferry.
Pertama kali naik kapal cepat.

Setelah membeli tiket Ferry menuju Macao dengan harga Rp. 288.000, Aku segera menghampiri money changer untuk menukar Hong Kong Dollar menjadi Macau Dollar.

Tiketnya.

Tak menungg lama, tepat pukul 08:00, Aku mulai boarding ke kapal cepat berwarna merah itu. Dan sekejap kemudian kapal merangsek menuju Macau.

Interior ferry.
Canteeeexxxxx kannnn….

Berlayar di tengah gerimis ringan dan terus berayun membelah ombak membuatku kagum mengamati perairan Laut China Selatan. Tak ada compliment makanan apapun dalam pelayaran singkat selama 55 menit ini. Aku hanya terus menghadap jendela untuk melihat pemandangan menakjubkan di luar kapal.

Kedinginan tauk.
Keren yaa….

Tiang-tiang raksasa penyangga Macau-Taipa Bridge itu menjadi pertanda bahwa kapal segera merapat ke Outer Harbor Ferry Terminal. Macau memang memiliki jalan diatas laut yang sangat terkenal itu. Dan Aku bisa menikmati keindahannya dari sisi lain. Walaupun pada akhirnya, Aku akan melewati jalanan itu nanti ketika menuju ke hotel sekaligus casino ternama di Macau yaitu Venetian.

Ntuh jembatannya….
Barlabuh di Outer Harbor Ferry Terminal, Macau.

Yuk….cari tiket ferrymu di 12Go di link berikut: https://12go.asia/?z=3283832