National Mosque….Malaysia’s Independence Symbol

Blue Hop on Hop Off bus little bit squeak in braking when entering a bend that leads this tourist bus into a worship building which is full of charisma. “Nash(ә)n(ә)l mäsk”…. My mouth spelled a black marble with gold alphabet.

Thought fast….Get off or not at all.

Ladies and gentlemen, who want to visit the mosque, please get off here. Have a good visit”, beautiful tour guide smiled while holding her microphones.

Not listed in my itinerary, It didn’t make me turn and I chose it to be a bonus destination on my last day before returning to Jakarta.

It was the first Prime Minister who gave it a name as National Mosque

Tunku Abdul Rahman Putra Al-Haj is a nobleman who played an important role in its construction until naming this mosque. The initiator of the construction of National Mosque as an expression of gratitude for Malaysia’s independence from British colonialism without spilling out Malaysian blood.

I slowly entered main building after performing ablution to fulfill Asr pray. A room under a great dome auspices and high-quality soft carpet. I almost didn’t want to move from its comfort which trapping me.

The dome has 18 star-shaped ornaments.

Eighteen ornaments which alternately pronunciation of Allah and Muhammad symbolize 13 states in Malaysia’s constitutional monarchy and 5 pillars of Islam as foundation of Islamic religion which is embraced by more than 60% of Malaysians.

The extent of building….Indeed, it can’t be doubted if some statements state that National Mosque can hold up to 15,000 worshipers at a time. Incredibly, that’s half capacity of Patriot Stadium in Bekasi (a stadium near my home).

At front door before main worship room, you will find a white tower which stands in one corner of a pool which makes this mosque more elegant.

National Mosque tower is 73 meters in high.

Also pay attention when you enter this mosque. Then at far left, there is a building which is separated by a short corridor from mosque’s main building. Its white roof is in the shape of seven stars and below it, there are tombs of country’s great heroes. One of the famous heroes who buried here is Tun Abdul Razak. Bugis descendant who played an important role behind Malaysian independence.

Here are tombs of Malaysian moslem heroes.

National Mosque itself was inaugurated and opened to public about 8 years after Malaysia’s independence day. Do you know, when was Malaysia independent?…Yup, 1957.

Its inaugurating coincide with a year in which Malaysia and Singapore constitutionally separated..

Had become the largest mosque in Malaysia before this title was seized by Blue Mosque in Shah Alam area.

National Mosque is architecturally connected to Old Railway Station building through an underground passageway. The train station itself is located adjacent to Malayan Railway Administration Building which is currently used as headquarters of KTM (Keretapi Tanah Melayu).

A building at my behind is Malayan Railway Administration Building.

Going to KL….Let’s stop by at National Mosque!

Masjid Negara….Simbol Kemerdekaan Malaysia

Hop On Hop Off berkelir biru sedikit berdecit saat mengerem ketika memasuki tikungan yang menggiring kendaraan wisata ini merapat ke sebuah bangunan peribadatan yang penuh kharisma. “Nash(ә)n(ә)l mäsk”….Mulutku mengeja marmer hitam bernama emas itu.

Berfikir cepat….Turun atau tidak sama sekali.

Tuan-tuan dan puan-puan, yang hendak melawat masjid, sila turun disini. Selamat melawat”, tour guide cantik itu tersenyum sembari memegang microphonenya sejak tadi.

Tak tercantum dalam itineraryku, tak membuatku berpaling dan aku memilihnya menjadi destinasi bonus di hari terakhir sebelum pulang ke Jakarta.

Perdana Menteri pertamalah yang memberikannya nama Masjid Negara.

Tunku Abdul Rahman Putra Al-Haj adalah bangsawan yang berperan penting dalam pembangunan hingga penamaan masjid ini. Penggagas dibangunnya Masjid Negara sebagai perwujudan rasa syukur atas kemerdekaan Malaysia dari kolonialisme Inggris tanpa harus bertumpah darah.

Perlahan aku memasuki bangunan utama setelah berwudhu untuk menunaikan kewajiban Ashar. Sebuah ruangan dibawah naungan kubah agung dan beralaskan karpet lembut berkualitas tinggi. Hampir saja aku tak sudi beranjak dari kenyamanan yang memerangkap diri.

Kubah memiliki 18 ornamen berbentuk bintang.

Delapan belas ornamen yang bergantian lafal Allah dan Muhammad itu melambangkan 13 negara bagian dalam pemerintahan monarki konstitusional Malaysia dan 5 rukun islam sebagai pondasi agama islam yang dianut lebih dari 60% warga Malaysia.

Luasnya bangunan….Memang tak bisa diragukan jika beberapa statement menyatakan bahwa Masjid Negara manpu menampung hingga 15.000 jama’ah dalam satu waktu. Luar biasa, itu kan setengah dari kapasitas Stadion Patriot Bekasi.

Dibagian pintu depan sebelum ruang peribadatan utama, kamu akan menemukan menara putih yang berdiri di salah satu sudut kolam air yang membuat masjid ini semakin gagah.

Menara Masjid Negara setinggi 73 meter.

Perhatikan juga ketika kamu memasuki masjid, maka di ujung sebelah kiri terdapat bangunan yang hanya terpisahkan koridor pendek dari bangunan utama masjid. Atap putihnya berbentuk bintang tujuh dan dibawahnya bersemayam beberapa pahlawan besar negara. Salah satu pahlawan terkenal yang dimakamkan disini adalah Tun Abdul Razak. Keturunan Bugis yang berperan penting dibalik kemerdekaan Malaysia.

Berikut wujud makan pahlawan-pahlawan pemimpin muslim Malaysia.

Masjid Negara sendiri diresmikan dan dibuka untuk umum sekitar 8 tahun setelah tanggal kemerdekaannya. Kamu tahu kan, kapan Malaysia merdeka?….Yup, 1957.

Diresmikan bertepatan dengan tahun dimana Malaysia dan Singapura berpisah secara konstitusi.

Sempat menjadi masjid terbesar di Malaysia sebelum predikat itu direbut oleh Masjid Biru di daerah Shah Alam.

Masjid Negara secara arsitektur terkoneksi dengan bangunan Old Railway Station melalui lorong bawah tanah. Stasiun kereta ini sendiri terletak berdekatan dengan Malayan Railway Administration Building yang saat ini digunakan sebagai kantor pusat KTM (Keretapi Tanah Melayu).

Bangunan dibelakang itu adalah Malayan Railway Administration Building.

Ke KL….ya mampir lah ke Masjid Negara !