Memecah Rekor bersama SJ 010

Yessss….Akhirnya aku terbang ke Medan melalui rute itu.

Adalah SJ 010, penerbangan pagi Sriwijaya Air menggunakan BOEING 737-900ER yang mengantarkanku ke Kota Melayu Deli. Perjalanan menakjubkan yang sebetulnya tak terencana. Berbeda dengan kebiasaanku ketika menjelajah ke luar negeri dengan perencanaan matang hingga setahun sebelum perjalanan tersebut dieksekusi.

Jam 03:58 pagi, aku sudah merapat ke Terminal 2 Soetta

Berawal dari ledekan setiap pagi di kantor tercinta yang selalu saja aku menjadi korbannya. “Ah lo mah Don, ga cinta tanah air, pergi ke luar negeri melulu. Negeri kita ini indah, mengapa harus ke luar negeri?”. Beuh padahal yang ngomong juga jarang piknik kemana-mana….Hahaha.

Setiba bandara, aku langsung menuju konter check-in.

Perjalanan ini juga terobsesi karena kejadian menggelitik lain. Bermula dari rencana ngebolang bersama teman-teman marketing ke Danau Toba yang selalu direncanakan setiap akhir tahun. Bahkan sudah tiga tahun berlalu atau boleh dibilang hingga aku telah menjelajah lebih dari sepuluh bangsa, tak kunjung direalisasikan.

Pasang cabin baggage tag mu sendiri, Donny!

Ya begitulah, terkadang teman-teman itu hanya semangat di bibir. Jadi kalau aku sendiri yang tidak melakukan action maka aku tak akan pernah melanglang keluar Jakarta.

Bersiap melewati x-ray security screening di gate F.

Akhir Oktober adalah waktu dimana aku biasa mendapat cuti tambahan 5 hari. Ini adalah benefit yang kudapat semenjak menjadi supervisor di kantor (Sombong kan aku….Supervisor gitu loh….Hahaha). Entah kenapa pembahasan Danau Toba di briefing Kamis pagi membuatku iseng untuk membuka sebuah situs pencarian tiket.

Jam 5:46…Mari kita boarding!

Mengikuti jemari yang terus menari diatas keypad, aku bak terbius karena tahu-tahu sudah mengakhiri sesi payment gate di situs itu dengan membawa e-ticket Cengkareng-Kualanamu seharga Rp. 552.950. Damn, dasar travel maniac….Aku harus bersiap 18 hari ke depan untuk menjelajah pulau Sumatra.

Gagahnya Sriwijaya Air SJ 010.

Kini aku akan berstatus menjadi marketer pertama di kantor yang akan melihat indahnya Danau Toba. Tak perlu banyak rencana, tak perlu banyak bicara….Berangkat aja sesuka hatimu, Donny!

Tak cuma jalan tol….Mau terbang melalui runway Soetta pun harus mengantri.

Aku berharap sepulang dari ekspedisi Sumatra, teman-teman tak akan nyinyir lagi bahwa aku tak mencintai negeriku sendiri….#dasartukangbaper.

Jam 06:41 aku melayang di atas Jakarta.
Dan bersarapan pagi ala Sriwijaya Air

Dan perlu kamu tahu, perjalanan kali ini berawal dari Medan dan akan berakhir di Padang. Setelah pulang nanti, aku akan dijuluki traveler gila untuk pertama kalinya oleh seisi kantor….Wuakakakakak.

Kenapa Sriwijaya Air selalu mengeluarkan bunyi-bunyi aneh bak reot selama terbang.

Aku sengaja tak mendarat di Silangit karena begitu kuat keinginanku untuk merasakan menjelajah daratan Sumatra Utara untuk melihat alamnya serta berbaur dengan masyarakat lokal yang unik dari berbagai cerita yang kudengar.

Pemandangan di luar yang mampu melupakan kebisingan suara-suara aneh dalam kabin.
Penerbangan dengan zero turbulence
Selat Malaka yang berkilau tersiram fajar.
Garis pantai Sumatra Utara yang mengagumkan.

Penjelajahan terjauhku di pulau Sumatra selama ini hanya mencapai tepian kota Martapura, Sumatera Selatan. Tapi itu bukan dalam rangka traveling, tetapi hanya untuk memenuhi kewajiban ketika aku menjadi sales ikan air tawar bertahun-tahun lalu….Wah, buka kartu nih.

Sudah sampai….Ayo turun!
Itu dia bangunan utama Kualanamu International Airport.

Ada satu komen menarik di medsos milikku ketika baru saja mendarat di Kualanamu. “Mas Donny mah selalu Work Hard-Travel Harder”…..Sepertinya aku harus mengamini jargon dari temanku itu.

Menunggu di jemput apron shuttle bus.
Nah itu busnya datang….

Seperti mimpi saja, akhirnya bisa mengunjungi Sumatera Utara. Satu hal yang tak pernah terpikirkan sebelumnya. Memang harus begitu untuk menjelajah indahnya Indonesia. Tak perlu mikir panjang, berangkat saja….Kalau hilang ga akan kemana kan….Hahaha

Menjelajah Medan dimulai dari pintu ini….Yukss!

Penerbangan KLM-KL 0809 dari Kuala Lumpur ke Jakarta

18 Maret 2018-Penerbangan kali ini adalah pertama kalinya menggunakan jasa KLM Royal Dutch Airlines. Dan KLM menjadi maskapai ke-19 yang pernah Gw naiki selama traveling. Maklum setiap traveling Gw selalu berusaha mencari maskapai berbeda untuk merasakan perbedaan pelayanan saja, tetapi tetap ya prioritas pertama adalah cari yang termurah.

Gw issued tiket ini pada 18 September 2017, tepat 6 bulan sebelum penerbangan.

Harga KLM

Dengan harga 224,10 Ringgit atau Rp. 768.748 sangat affordable untuk maskapai Eropa

Airport Coach mengantarkan Gw ke KLIA tepat jam 14:00. Gw langsung menuju ke konter check-in.

KLM

Kayaknya Gw penumpang yang pertama check-in….sepi belum ada siapa-siapa

Berdasar tiket, Gw  harus menuju ke gate C3. Suasana KLIA saat perpindahan dari dari konter check in ke Gate C3 ga Gw ceritain disini ya gaes. Nanti akan Gw ceritain pas Gw naik Malaysia Airlines saja -trip setelah trip ini-.

Oh iya, kali ini pertama kalinya juga Gw menginjakkan kaki ke Kuala Lumpur International Airport Terminal 1 (KLIA), karena bolak-balik ke negeri jiran ini selalu turun di KLIA 2 -base nya Air Asia-. Melihat bangunannya memang KLIA terlihat layaknya bangunan tipe lama….ya mirip-mirip Soekarno Hatta International Airport Terminal 1 dan 2 lah kira-kira.

C3 room

Gate C1 adalah boarding gatenya Saudia Airlines

view gate 3

View gate 3 adalah bangunan untuk POS Aviation -ground servicenya Malaysia-.

Menunggu 1,5 jam akhirnya pesawat datang juga.

KLM Plane

(Kiri) : Pesawat Saudia Airlines bersebelahan dengan (Kanan) :  Pesawat Gw lah….

Penerbangan KLM dari KLIA ke Soetta International Airport ini dioperasikan oleh Air France. Beberapa penerbangan KLM dari KLIA-Soetta bahkan dioperasikan oleh Garuda Indonesia. Sebetulnya penerbangan ini adalah transfer flight dari Amsterdam ke Jakarta yang transit di KLIA. Oh ya sambil nungguin pesawatnya loading, ada bonus nih gaes:

Liliana Natsir

Disaat akhir mau boarding….muncul Liliyana Natsir….Juara bulu tangkis ganda campuran kita gaes.

Okay….tak menunggu lama, akhirnya boarding ke pesawat kelas Eropa ini terjadi.

interior klm

Interiornya sih biasa ya gaes….hanya perasaan aja seneng banget naik pesawat milik Air France.

Sepanjang perjalanan Gw mendapatkan sebuah tisu basah hangat untuk pembasuh muka, vegetarian pie yang seporsinya cukup untuk menggantikan dinner Gw (lumayan kan hemat budget) dan segelas apple juice.

Dan sepanjang perjalanan Gw melihat film Dunkirk….Ga tau ya kenapa Gw suka film ini. Gw sampai nonton sampai 4x. Bahkan pada perjalanan sebelumnya, Gw juga nonton film ini di kabin Thai Airways ketika terbang ke Kathmandu, Nepal.

view flight

Ini view terkeren sepanjang penerbangan waktu itu.

Ok cukup sekian penerbangan kali ini. Akan Gw ceritakan penerbangan lain di artikel yang berbeda.

By the way, Kamu boleh mencoba mencari tiket penerbangan dari Kuala Lumpur ke Jakarta melalui 12go Asia. Coba cari rutenya disini:  https://12go.asia/?z=3283832