KL Sentral….Bangunan Berorientasi Transit yang Mengagumkan

Entah berapa kali kusebut kata KL Sentral sejauh membidani 201 artikel kelayapan ini. Yang kuingat, aku telah lima kali menjejak bangunan fenomenal itu. Lima tahun pula, berbagai sisi dan momen menarik yang tercuri dari Kl Sentral mendekam dalam External Hard Disk terbungkus rapi dalam laci meja kerja di peraduanku….Kamar yang terus memberiku ilham dalam menaklukkan indahnya bumi.

Tak adil rasanya, jika kehebatannya tak terbagi kepada kalian. Karena aku yakin kalian akan menjejaknya jua suatu saat….Atau mungkin, kalian yang sudah menyambanginya tapi belum memahami detailnya.

Beroperasi 18 tahun lalu, KL Sentral memberikan peran penting dalam pariwisata Malaysia. KL Sentral berjasa menjadi penghubung antara gerbang pertama Malaysia (yaitu Kuala Lumpur International Airport) dan spot-spot penting pariwisata di tengah kota….Cepat, efektif dan efisien. Mungkin itulah yang akan dikejar oleh Stasiun Sentral Manggarai 2021.

Memberimu gambaran mendasar tentang KL Sentral. Inilah foto terbaikku di level 1 KL Sentral:

KL Sentral level 1 dilihat dari Nu Sentral mall di level 2.
KL Sentral level 1 dilihat dari platform LRT laluan Kelana Jaya di level 2.

KL Sentral Bus Station

Sebelum membedah level 1, aku akan mengajakmu menengok KL Sentral basement level. Kenapa?….Karena 100% kedatanganku ke KL Sentral menggunakan moda transportasi termurah….Yups, Skybus, Aerobus dan Airport Coach yang tiketnya hanya berharga Rp. 42.000.

Setelah melalui jalan Stesen Sentral, bus akan memasuki level Basement dan berhenti di shelter yang menjual tiket Aerobus/Skybus/Airport Coach/Resort World Genting Bus. Sementara dibelakang escalator (digunakan untuk naik ke level 1), kamu akan menemukan shelter Rapid KL Free Bus yang digunakan turis menuju wisata Batu Caves.

Kiri adalah konter tiket Airport Coach menuju KLIA dan kanan merupakan konter tiket Skybus/Aerobus menuju KLIA2
Airport Coach menuju KLIA (Terminal 1)
Skybus menuju KLIA2 (Terminal 2)
Bus menuju wisata Genting Highlands.
Petunjuk arah menuju Rapid KL Free Bus ke wisata Batu Caves.

Dua kali, aku turun di level basement KL Sentral dan langsung meninggalkan KL Sentral untuk menuju ke Westree Hotel (tahun 2018) dan Hotel M & M (tahun 2019) melalui koridor ini:

Koridor di level Basement menuju Jalan Tun Sambanthan.
Ini loh penampakan Jalan Tun Sambanthan.

Nu Sentral Mall

Jika kamu ingin meneruskan perjalanan menggunakan KTM ETS (Kereta Tanah Melayu- Electric Train Service), LRT laluan Kelana Jaya, KTM komuter Laluan Seremban, Monorail, kereta bandara (KLIA Ekspres dan KLIA Transit) kamu harus naik ke level 1 KL Sentral menggunakan escalator di dekat konter tiket Skybus/Aerobus.

Atau….kamu juga bisa naik ke level 1 sebagai akses untuk menuju Nu Sentral mall yang ada di level 2….Yuk lihat Nu Sentral mall.

Escalator penghubung beberapa train gate di lantai 1 menuju Nu Sentral mall yang berada di level2
Suasana Nu Sentral mall.
Suasana Nu Sentral mall.

Selesai berbelanja di Nu Sentral mall, maka carilah jembatan penyeberangan menuju jalan Tun Sambanthan. Jembatan penyeberangan orang (JPO) ini terhubung secara langsung dengan Nu Sentral mall.

Petunjuk arah menuju jalan Tun Sambanthan.
Inilah jembatan penyeberangan orang (JPO) yang kumaksud.

Transportation Area

Sebelum turun kembali ke level 1, kamu harus melihat dimana letak stasiun monorail. Floor plan menunjukkan bahwa stasiun monorail KL Sentral adalah bangunan terpisah dari KL Sentral itu sendiri. Tapi tidak perlu khawatir karena tersedia connection bridge dari KL Sentral menuju stasiun monorail.

Yuhuuu….Sudah di depan gate stasiun monorail.
Tuh dia, monorailnya…..Saat menuju Taman Tasik Titiwangsa.

Yukkkk….Kita bedah lantai 1. Lantai ini dialokasikan sebagai akses menuju berbagai moda transportasi kereta.

Dimulai dari kereta komuter. Ada dua line kereta komuter di KL Sentral yaitu KTM Laluan Seremban dan KTM Laluan Pelabuhan Klang.

Bersiap naik KTM Komuter Laluan Seremban menuju Batu Caves.
Itu dia platform KTM Komuter di basement.

Selain KTM Komuter, moda transportasi menuju ke pusat kota yang paling populer di Kuala Lumpur adalah LRT (Light Rail Transit). LRT Laluan Kelana Jaya lah yang beruntung karena menjadi satu-satunya LRT terpilih yang menyinggahi KL Sentral.

Yuks naik LRT ke pusat kota.
Ticketing vending machines….Tempat membeli token (tiket) LRT.
Automatic gates menuju platform LRT Kelana Jaya di level 2.
Tertangkap juga wujud LRT Laluan Kelana Jaya di Stasiun Pasar Seni.

Selain Skybus/Aerobus dan Airport Coach, Pariwisata Malaysia juga menghadirkan KLIA Transit dan KLIA Express yang merupakan kereta premium menuju Kuala Lumpur International Airport. Premium tentu identik dengan harga mahal tetapi pastinya menjamin sebuah kenyamanan.

Konter tiket KLIA Transit beserta automatic gatenya.
Tuh, KLIA Transit….Keren kan.
Sudah barang tentu…Super nyaman.

Eatery

Perihal makanan,….Sebagai transit hub terbesar di Malaysia, pastinya KL Sentral menyediakan banyak eatery.

Di level 1 terdapat beberapai food and beverage shop seperti La Cucur Express, Panettone (vegetarian food), Meals Station, I Love Yoo!, Chatime, Swiss Oven, Secret Recipe, Starbucks, Burger King, Ayam Penyet Express dan masih banyak lagi.

Makan Penang White Curry Bowl di Panettone (2018).

Di luar KL Sentral (sekitar jalan Tun Sambanthan) juga terdapat beberapa kedai makanan yang cukup murah dengan cita rasa jempolan. Aku mengunjunginya karena sering menginap di sekitaran KL Sentral.

ABC Bistro Cafe….Tempat nongkrongku di sekitaran KL Sentral.

Hotel Murah Terdekat

Jalan Tun Sambanthan adalah jalur penting di daerah Brickfields. Daerah ini menyediakan restoran, pertokoan dan tempat tinggal. Brickfields juga menyediakan banyak hotel dari bintang lima hingga hotel dengan budget bersahabat.

Hotel Westree saat trip Malaysia-Singapura 2018
Hotel M&M saat mengunjungi sebuah event internasional 2019

So….Kunjungi KL Sentral dengan baik dan nikmati saja fasilitasnya.

Hotel Murah Terdekat dengan KL Sentral, Malaysia

Begitu Airport Coach yang Gw naiki tiba di KL Sentral pukul 10:03. Tujuan pertama Gw adalah Batu Caves. Tetapi untuk meringankan beban, Gw akan menitipkan bacpak di hotel walaupun belum waktunya untuk check-in dan Gw hanya akan bawa tas lipat yang diisi dengan air minum, dompet, passport, handphone dan kamera.

Hotel yang Gw pilih adalah Westree Hotel di Jalan Tun Sambanthan tepat di sebelah tenggara KL Sentral.

Gw memilih hotel ini karena sangat dekat dengan Airport Coach dan Skybus Shelter di KL Sentral karena keesokan harinya Gw harus terbang menuju Singapura menggunakan pesawat Scoot Airlines. Jadi keesokan harinya Gw harus berangkat menuju KLIA2 sekitar jam 04:30 pagi.

Gw memesan hotel ini 9 hari sebelumnya menggunakan Agoda dengan harga Rp. 331.772/malam (sangat murah untuk ditempati oleh 2 dewasa dan 1 anak). Harga ini sudah termasuk tourism tax 10 Ringgit (sejak 1 September 2017, Malaysia menerapkan pajak menginap untuk turis sebesar 10 Ringgit per malam).

Peta Hotel Westree

 

Sangat dekat sekali…..Hanya perlu berjalan 3 menit menuju Airport Coach dan Skybus Shelter

Jl Tumsanbhatan

Kiri : Begitu Airport Coach tiba di KL Sentral, Gw hanya perlu keluar dari sebuah lorong menuju Jl. Tun Sambanthan

Kanan : Jl Tun Sambanthan yang didedikasikan untuk tokoh Malaysia keturunan India yang merupakan salah satu founding father Malaysia. Hotel Westree terletak tepat di pinggir jalan ini.

Westree Inside

Kiri Atas: Pintu depan Hotel Westree yang tepat di tepi Jalan Tun Sambanthan dan tepat diseberang jalan adalah shelter Airport Coach dan Skybus.

Kanan Atas: Lobby Hotel Westree

Kanan Bawah: Ketika check-in pihak hotel meminta deposit sebesar 40 Ringgit dan bisa diambil kembali ketika check-out

Kiri Bawah: Kebersihan hotel biasa tercermin dari kebersihan toilet kamarnya. Toilet Hotel Westree sangatlah bersih.

Mayoritas karyawan hotel ini adalah warga Malaysia keturunan India karena memang hotel ini terletak di daerah Brickfields yang merupakan Little Indianya Kuala Lumpur. Dahulu daerah sekitar hotel ini adalah penghasil batu bata.

Secara umum staff nya cukup membantu dan ramah. Staff receptionint dengan baik memberikan Peta Pariwisata Kuala Lumpur ke Gw.

Gw check-in ke hotel jam 17:00 setelah puas keliling Kuala Lumpur dan check-out keesokan harinya pukul 04:15 untuk menuju KLIA2.