24 Wisata Kuala Lumpur Dalam 3 Hari 2 Malam.

Penerbangan ke Kuala Lumpur yang hampir tak tertangkap karena beradu cepat dengan waktu di sepanjang tol Jakarta-Serang, dibumbui dengan pucat pasinya wajah akibat interogasi staff imigrasi yang judes karena penampilanku yang tak meyakinkan, membuat hati dan asaku malambung tinggi bersamaan dengan langkah pertamu meninggalkan konter imigrasi KLIA2.

Gaes….Perjalananku di Kuala Lumpur untuk pertama kalinya dimulai. Seneeenggg banget waktu itu. Magnet kulkas ku akan bertambah menjadi tiga. Begitulah adanya, jumlah magnet kulkas di rumahku menunjukkan berapa banyak negara yang sudah kukunjungi…..Nanti kalau sudah mengunjungi 100 negara, aku akan beli kulkas setinggi langit-langit rumah. Biar muat nempelin magnet-magnet itu….Hahaha.

—-****—-

Perjalanan yang sudah direncanakan sejak 9 bulan sebelum keberangkatan ini akhirnya terwujud. Masih tak percaya ketika diriku benar-benar memasuki negeri jiran itu. Rencana perjalanan yang kutuangkan secara detail di tiga lembar itinerary telah mengantarku menuju 24 destinasi berikut:

1. KL Sentral

KL Sentral adalah persinggahan pertama yang sering digunakan para petualang sebelum menjelajah Kuala Lumpur. Ya iyalah, kebanyakan transportasi umum dari KLIA akan berujung di sini.

KL Sentral memang dibangun pemerintah Malaysia sebagai bangunan transportasi berorientasi transit. Tak khayal, pusat transportasi ini tak pernah sepi pengunjung.

Awas mas….Resleting.

Untuk pertama kalinya, tiba disini di hari pertama kelayapanku, tepat pukul 11:23. Aku menyempatkan diri untuk sejenak mengeksplorasi Nu Sentral yang merupakan shopping mall yang terintegrasi dengan bangunan modern ini.

2. Batu Caves

Waktu yang terlalu siang untuk memulai perjalanan ke Genting Highlands membuatku memilih kuil umat Hindu ini sebagai persinggahanku berikutnya. Berlokasi di daerah Gombak yang berjarak 15 km di utara KL Sentral dengan jarak tempuh 40 menit menjadikan patung kuning “Dewa Murugan” menjadi ikon terfavorit di Kuala Lumpur setelah Petronas Twin Tower.

Makanya, kalau ga bisa main tripod….Minta orang lain fotoin aja….Huh.

90 menit menjadi waktu yang lebih dari cukup untuk menghilangkan rasa penasaranku akan gua yang terletak di sebuah perbukitan kapur  berusia 400 juta tahun itu.

3. Suria KLCC

Sekembali dari Batu Caves dan seusai berburu hotel di daerah Pasar Seni yang berakhir dengan hinggapnya langkah di Agosto Inn, dalam gerimis ringan aku bergegas menuju Kuala Lumpur City Centre (KLCC). KLCC adalah pusat kota Kuala Lumpur yang menawarkan shopping mall modern yaitu Suria KLCC, deretan hotel bintang lima, pemandangan ikonik Petronas Twin Tower dan taman kota yang luas (KLCC Park).

Walau tak gemar berbelanja, aku hanya penasaran ingin melihat langsung mall yang memiliki 350 tenant ini. Arsitektur Suria KLCC konon berbentuk bintang sabit jika dilihat dari atas….Keren ya. Dan perlu kamu tahu bahwa pembangunan Suria KLCC adalah proyek terintegrasi dengan Petronas Twin Tower.

4. Petrosains

Sebelum keluar dari Suria KLCC, aku sempatkan untuk mengunjungi Petrosains di lantai 4. Petrosains adalah tempat edukasi perminyakan milik Petronas, raksasa minyak milik Malaysia. Cukup menyisihkan Rp. 35.000 untuk belajar di dalam Petrosains.

Ngapain siiih….

5. Petronas Twin Tower

Tepat di sebelah kiri pintu keluar Suria KLCC, aku akhirnya menemukan bangunan kembar fenomenal itu. Gerimis lembut yang menemaniku menikmati Petronas Twin Tower tak mampu mengusirku segera dari halaman depan gedung kembar tertinggi di dunia itu.

Security: “Turuuuuuuunnnn…..”

Petronas  Twin Tower adalah destinasi terakhir di hari pertama kelayapan. Lebih cepat beristirahat di Agosto Inn untuk mempersiapkan diri menuju Genting Highland di keesokan harinya.

6. Genting Skyway

Jam 6:30, Melihat kehadiranku di meja makan membuat staff hotel itu terkesan tergesa-gesa menyiapkan sarapan pagi yang hanya berupa oatmeal, jeruk sunkist dan toast serta minuman hangat yang bisa kuambil sepuasnya dari tea and coffee pots.

Pagi yang masih sangat sepi kulalui menuju KL Sentral untuk menangkap bus pertama menuju Genting Highlands yang akan berangkat pukul 08:00. Dengan membayar tiket pulang pergi dari KL Sentral ke Genting sebesar Rp. 73.000 (harga pada tahun 2014, tahun 2019 harga sudah naik menjadi Rp. 85.000) aku tiba di Genting Highlands 1 jam 15 menit kemudian.

Pertama kalinya naik cable car….Clingak-clinguk, ndeso!

Harga segitu sudah termasuk naik Genting Skyway. Sementara harga sekali jalan untuk moda transportasi ini adalah Rp. 28.000 (Tahun 2019). Lower station gondola ini berada di Gohtong Jaya dan Upper Stationnya berada di Maxims Hotel, Genting Highlands.

7. Genting Highlands

Dua puluh menit kemudian, aku tiba di Genting Highlands setelah bergelantungan di dalam gondola berpenumpang delapan orang itu

Tujuan utama hari kedua yang harus merelakan waktu sehariku dirampas begitu saja. Perampasan yang membuatku girang bukan kepalang. Berharap ada repetisi seperti ini di lain waktu.

Awas, bang jangan di tengah jalan !….Kasian orang lain mau lewat.

Dua jam aku menapaki resort di pucuk gunung Titiwangsa sebelah timur laut Kuala Lumpur. Kalau kamu punya uang berlebih bisalah bermalam di Genting. Tapi melewati setiap mall tanpa berbelanja, restoran tanpa menyempatkan makan siang dan casino tanpa berjudi, pastinya itu adalah aku yang tak pernah memiliki uang cukup untuk berhura suka macam itu.

8. Bukit Bintang

Tinggal membalik cara berangkat maka aku bisa pulang kembali ke KL Sentral.

15:30….”Wuih, masih bisa ngelayap”, batinku bersorak. Bus, sudah….LRT, sudah….Komuter, sudah….MRT, belum jadi bang, mereka masih terlihat mengeruk tanah di sebelah Pasar Seni. Naik apa lagi dong?…..

Kuputuskan mencoba satu-satunya jalur monorail di Kuala Lumpur. Kapan lagi aku bisa menaikinya. Ini juga menjadi yang pertama kali aku menaiki monorail yang tiga tahun kemudian aku menaiki moda yang sama secara gratisan di Sentosa Island, Singapura….Yup, itu Sentosa Express.

Jangan lama-lama, belakang nungguin mau foto juga tuh.

Tujuan terkenal di Laluan Monorel KL adalah Kawasan Bukit Bintang. Menyandang predikat sebagai tempat perbelanjaan dan hiburan paling terkenal di Kuala Lumpur menjadikan Bukit Bintang sebagai pusat retail terpopuler yang selalu diburu para penggemar belanja, dari ibu rumah tangga, pegawai kantoran hingga pemudi pemuda bahkan para wisatawan.

Bukannya kamu wisatawan, Donny?….Bukan, bang. Aku cuma tukang kelayapan yang beruntung diberi kesempatan keliling dunia hingga 20 negara…..Geplaaakk-Geplaaakk-Geplaaakk.

9. Taman Tasik Titiwangsa

Killing time di sebuah taman kota di utara pusat kota adalah penutup petualangku di hari kedua. Didirikan di bekas pertambangan timah semasa kolonialisme Inggris menjadikannya maklum dengan keberadaan danau besar bekas galian pertambangan itu.

Maap pemirsa….Aku kehabisan batre pas ditaman….Itu aja ya.

Pukul empat sore, aku sudah hadir di taman itu dalam keramaian aktivitas warga yang luar biasa. Sampai-sampai adzan maghrib mengingatkanku bahwa aku sedang tidak berada di “Taman Bluntas”(nama taman terlayak yang dekat dengan tempat tinggalku). Artinya, waktu mulai mengusirku untuk segera meninggalkan Taman Tasik Titiwangsa dan lebih baik menyambut rasa aman di hotel tempatku menginap saja.

10. Hop On Hop Off Bus

Waktu memang tak bersahabat ketika dihadapkan dengan rasa penasaran. Mendadak aku di dorongnya memasuki hari terakhir petualangan. Waktu yang tak sedikit berhasil berkompromi dengan urat betis dalam mempengaruhi otak. Lalu otak berbisik, “Santai saja menghabiskan hari terakhir di Kuala Lumpur, Don”.

Rp. 157.500 terpaksa kuserahkan kepada pemandu wisata bus tingkat macam Routemaster milik negeri ratu Elizabeth itu. Bukan Routemaster ….Itu namanya HOHO….Atau kerennya Hop On Hop Off.

Buruan naik….Keburu soreeee.

HOHO Bus Stop No. 09 yang terletak di Central Market memudahkanku untuk menangkapnya….Tak sampai 5 menit untuk mencapainya dari Agosto Inn. Tak terima merugi, aku bersikeras mengunjungi beberapa destinasi wisata sepanjang jalur bus HOHO.

11. Istana Negara

Cukup 15 menit saje, setelahnya tuan-tuan dan puan-puan bise kembali ke bus atau ikut bus berikutnye”, suara itu semakin jelas dengan keberadaan mic di bawah bibir sang pemandu. Duh cantiknya wajah melayu berhijab itu. Membuatku luluh.

Awas jangan nempel-nempel….Bikin kotor tembok.

Aku bergegas melarikan diri secepat mungkin mendekat gerbang istana. Berfoto dengan penjaga istana yang berdiri bak patung dan kuda istana yang sangat jinak walau berpuluh-puluh wajah berbeda silih berganti berfoto dengannya.

12. Dataran Merdeka

Lapangan luas dihiasi gedung ikonik bergaya Mughal-Moor menjadi persinggahan berikutnya. Sultan Abdul Samad adalah nama bangunan itu. Sultan Abdul Samad sendiri adalah pemimpin negara Selangor yang terkenal karena memindahkan ibu kota Selangor dari Klang ke Kuala Lumpur.

Ya….Mayan lah posenya.

Dataran itu dikenal sebagai Dataran Merdeka, tempat dimana kemerdekaan Malaysia dari pemerintah kolonial Britania Raya di deklarasikan.

13. KL Tower

HOHO yang tak begitu lama berhenti di menara komunikasi itu, lantas tak membuatku menyerah. Aku melompat dengan gesit keluar dari bus dan sedetik kemudian HOHO meninggalkanku di pelataran KL Tower.

Sonoh naeekkk….Jangan lama-lama.

Aku akan mengeksplorasi KL Tower sebelum menuju Muzium Negara.

Kalau kamu punya nyali, masuklah ke Sky Box, kalau mau makan siang dengan cara elegan maka cobalah revolving restaurant lalu pergilah ke observation deck untuk menangkap pemandangan kota Kuala Lumpur lebih dekat di pelupuk mata.

Aku?….Dua bagian pertama kulewatkan. Dompet hanya sanggup memasukkanku ke bagian terakhir….Lumayan lah daripada tidak sama sekali.

14. Muzium Negara

Mau mengenal budaya suatu bangsa dengan cepat?….Datanglah ke museum nasionalnya.

Untuk itulah aku hadir di Muzium Negara Malaysia. Perjalanan bangsa Malaysia dari waktu ke waktu terpampang jelas di museum ini. Mulai dari kehidupan prasejarah….Kehidupan berkerajaan….Bahkan cerita tentang Majapahit pun ada disini.

Kayak ga pernah liat kreta aja….Huh.

Nuansa kerajaan Kuala Terengganu nampak kuat terasa mempengaruhi arsitektur museum ini yang tampak begitu megah.

Sesi perjuangan bangsa Malaysia dari kolonialisme Britania Raya pun menutup sesi belajar sejarah di bangunan yang terletak di Jalan Damansara itu.

15. Taman Tasik Perdana

Perlahan Hop On Hop Off memasuki kawasan hijau Kuala Lumpur….Warbiasah, ini Taman Tasik Perdana yang tersohor itu.

Terkenal dengan sebutan Lake Garden, taman ini adalah solusi terbaikku untuk menjauhi hiruk pikuk kota Kuala Lumpur yang lama-kelamaan membuat bising telinga.

Nempel….Denda.

Kulihat betapa bahagia warga Kuala Lumpur berpiknik sekeluarga, mengayun kaki di sepanjang jogging track, mendayung perahu di danau nan cantik dan aku pun larut bersama langkahku menikmati hijaunya pepohonan yang mendinginkan udara sekitar.

16. Taman Orkid Kuala Lumpur

Warna-warni bunga itu bagai magnet yang menarikku mendekat. Riang tak berkira ketika papan nama itu membisikkan informasi bahwa aku tak perlu membayar satu sen pun untuk memasukinya.

Dilarang menginjak rumput!….Wah, ngajak berantem.

Seorang ibu dengan caping lebar menyapaku dengan senyum karena bahagia. Karyanya menata taman itu akhirnya dikunjungi seorang pengelana berkantong tipis….Tanpa malu pula si pengelana berpose di depan kamera yang dipegang Sang Ibu….Udah masuk gratisan, nyuruh-nyuruh pulak….Beuh, plaaaaaakkkk.

17. Taman Rusa dan Kancil

Bu….Ada sesuatu yang tak memerlukan tiket masuk untuk berwisata di Taman Tasik Perdana?”, pertanyaanku yang tak berkemaluan.

Ada, Dik….Ada kancil di seberang. Di hujung jalan tu belok kanan”, ucapnya bercampur senyum.

Beuh, kalau gratisan jangan ditanya….Donny jagonya cari dan paling cepat hadir. Secepat kilat, aku sudah berada di dalam Taman Rusa dan Kancil.

Mirip….

Para pengunjung yang semuanya begitu cepat memasuki taman itu lalu dengan cepat pula meninggalkannya. Berbeda denganku yang begitu menikmati tingkah para kancil yang saudara-saudaranya suka mencuri timun di Indonesia.

Beuh….Bau kotoran kancil itu mengalahkan kebiasaan burukku….Pemburu wisata gratisan.

18. Taman Burung Kuala Lumpur

Sarang burung terbesar di dunia katanya. Rumah bagi tiga ribu ekor burung. Kali ini tak ada ampun buat dompetku. Rp. 138.000 melayang hanya untuk sekedar melihat para burung bebas terbang berkeliaran di dalam taman ini.

Jangan pegang-pegang plang….Awas rubuh….Huh

Kalau kamu kesana coba kau cari  bebek mandarin yang baru pertama kali juga aku melihatnya. Jangan lupa ikuti juga acara pemberian makan bagi para penghuni KL Bird Park.

19. National Mosque

Keluar Taman Tasik Perdana, HOHO mengantarkanku untuk menjalankan ibadah shalat Ashar di National Mosque.

Sok sopan…..

Masjid Negara yang mampu menampung 15.000 jama’ah ini, didirikan untuk mensyukuri kemerdekaan negara dari pemerintah kolonial tanpa pertumpahan darah.

Rasakan kesejukan ruangan utama dengan karpet lembut saat beribadah di masjid ini. Dijamin damai dan bikin ngantuk.

20. Kuala Lumpur City Gallery

Perlahan aku menjauh dari kawasan Taman Tasik Perdana untuk kembali ke pusat kota. Rupanya aku sudah mengitari kota 360 derajat, karena aku sudah mendarat kembali di Dataran Merdeka. Kali ini aku menyasar Kuala Lumpur City Gallery.

Kek orang kampung….

Pengen tahu rencana pengembangan kota Kuala Lumpur?

Pengen tahu juga berapa pendapatan Malaysia dari pariwisata?….Fantastis.

Pengen tahu juga, mereka mau bikin gedung apa lagi untuk mengalahkan Petronas Twin Tower yang sebetulnya juga sudah menjadi satu yang terhebat di seantero jagad?

Bayar aja deh Rp. 17.500 dan masuk ke dalamnya….Kagak rugi, kujamin.

21. Muzium Tekstil Negara

Yup, masih ada waktu sedikit lageeeee…..

Menyeberangi jalan di Dataran Merdeka, aku tertelisik dengan keberadaan Muzium Tekstil Negara. Tak perlu merogoh kocek untuk mengunjunginya.

Diliatin Satpam dari dalem…..

Muzium yang ditaruh di dalam bangunan berusia  lebih dari se-dekade ini menawarkan perjalanan sejarah dan budaya melaui sederetan kain khas Melayu yang dipajang didalamnya. Juga beberapa peninggalan beberapa benda kerajaan Kuala Terengganu yang artistik dan pasti menjadi barang mewah di zamannya

22. Petaling Street

Selamat tinggal Hop On Hop Off, terimakasih sudah mengantarkanku mengenal Kuala Lumpur.

Aku segera menuju ke hotel untuk mengambil backpack yang sudah kutitipkan sejak pagi karena memang masa inapku sudah selesai jam 12 siang.

Tapi ya kembali ke sifat dasar….Tak mau merugi melawan waktu yang terus bergulir, aku merangsek menuju Petaling Street yang dekat dengan hotel.

Sok mau belanja….Emang punya duit, Don?

Petaling Street adalah pusat pecinan di Kuala Lumpur. Cukup ramai ketika aku memasuki dan menelusuri setiap selasar yang menawarkan berbagai souvenir dan makanan.

Kamu harus cobain kenari atau chestnut bean yang di sangrai dalam pasir panas….Beuh itu enak, sumpah!

23. Pasar Seni (Central Market)

Semakin gelap….Tak perlu khawatir, penerbanganku masih esok hari. Yang membatasiku hanyalah jam operasional terakhir LRT, yaitu pukul 23:00.

Aku hanya perlu waktu beberapa menit untuk berpindah dari Petaling Street menuju Pasar Seni. Duduk menikmati kuliner di Petaling tak menyadarkanku bahwa gelap mulai mengakuisisi hari. Mungkin juga karena kelelahanku yang sudah bersekongkol  dengan gelap untuk membuatku khilaf.

Minjam gambar orang yak (gambar tahun 2019).

Bu, uang segini dapat apa saja ya?….Bungkusin aja sedapatnya, Bu. Souvenir aja ya, Bu….Jangan bungkus makanan. Saya mau pulang ke Jakarta”, perkataan yang menandakan aku lelah dan tak bisa berfikir lagi untuk memilih oleh-oleh.

24. Kuala Lumpur International Airport Terminal 2 (KLIA2)

Hanya beberapa menit sebelum jam 21:00, aku menutup tirai petualangaku di Kuala lumpur. Sudah saatnya menuju ke bandara yang akan menjadi tempat tidurku di malam terakhir. Kombinasi perjalanan menggunakan LRT Laluan Kelana Jaya dan Skybus membuatku tiba di KLIA2 jam sepuluh lebih sedikit.

Tuh yang punya gambar Central Market….Itu kan guwe dari masa depan….Wah!

Hi, man….bandara bukanlah destinasi wisata….Yakss, buatmu mungkin bukan….Buatku iya, karena aku sering menginvestasikan waktu untuk menjelajah bandara-bandara yang baru pertama kali kukunjungi.

Buatku KLIA2 adalah tempat eksotik bak hotel bintang tujuh yang berjasa mengantarkanku berkeliling dunia.

Udah yeee….Tiga hari guwe bikin tulisan ini. Tulisan terpanjang yang pernah kutulis. Ma’ap, kuketik. 2.333 kata, mamen. Njirrrr.

Coba lo itung sendiri dah….

Deeply Exploring Sentosa

Why do most tourists always post their photos with Universal Studio globe background?. It has become an informal agreement, if you take pictures like that then you have legitimately visited Lee Kuan Yew’s country.

Then have you ever thought about exploring the whole of Sentosa Island?….Yea, one more, all of that was done by walking….Could it?

Hahaha….Crazy.

Have you ever been, Donny?….”Crazy backpacker” like me was asked like that …. Yea, I ever did it….until I got fatigue.

It is my story….How is your story….don’t do it, tiring!

Get off at Harbor Front MRT station, I exit via Vivo Mall. In mall, I tried to didn’t interested with nice goods there or even beauty Singapore’s ladies. Just need to focus on finding a sign which will direct you to Sentosa Boardwalk.

Vivo Mall icon on top floor….from this floor, exit door to Sentosa Boardwalk is already close.

By the way, wait….Do You know? What “Sentosa Boardwalk” is?

Sentosa Boardwalk

If you go to Sentosa Island by bus or car then you willn’t find this floating road. Especially if you ride Sentosa Express monorail or Cable Car….Hmmh, when will I be able to use it?…. hahaha, I ever once… just read it.

Yes …. Sentosa Boardwalk is a 600m long pedestrian path which is made as if it floats on sea to connect Sentosa Island with Singapore mainland….Very cool.

Sentosa Boardwalk starting point.

If Sentosa Boardwalk is for pedestrians, then where is car lane and monorail line to Sentosa Island ?.

Yes, it’s available….You just need to walk off the lane on left of Sentosa Boardwalk, then you will find the both of lane.

That are its lanes….

Street and monorail line towards Sentosa Island.

Because of free cost seeker, so I went to Sentosa Island by….by walk.

A little help by escalator. Even though big portion in this journey is still by walking.

Please, no hurry in walking….yes, fast in reaching destinations isn’t important because you willn’t be able to see many awesome views.

Here is it….results when I was observing on a side of Sentosa Boardwalk decks.

Nice….that’s Harbor Front Port. If you want to get a ferry to Batam, just go there. I hope I can around the world by cruiser ship like that.
Viewpoint in the middle of Sentosa Boardwalk

Automatic Fare Gates at end of Sentosa Boardwalk was covered in cloth, a sign that I didn’t need to pay USD 0,75 to entering Sentosa Island…. I think it was a special promo for something in that day.

Trick Eye Museum

Do you want to go in there?….Just prepare about USD 15.

Entering Sentosa Island gate, greeted by an artificial river opposite museum.

Sentosa Resort World Sign

The walking path led me to entering artificial cave below “Sentosa Resort World” nameplate.

Needed time to take a good photo….Failed many times…..it had to wait for next monorail to passed again.

Malaysian Food Street

After a long time, I was peevish….Starving began to hit after getting the photo. But I knew, There is Malaysian Food Street after Trick Eye Museum.

There was it….
Don’t think that It is truly street food….No, Itsn’t. Sentosa Island is a place where Singaporeans spend their money….hahaha.

To save money, I suggest filling your drink bottles at free water station next to ticketing counter near Sentosa Island entrance.

Malaysian Street Food exit door which directly faces Universal Studio globe.

Universal Studio

Even though I have been here twice before, I came here again for third time….you wasted your time, Donny….Hahaha.

Sorry, beautiful lady….I got a candid photo.

Many tourists have had enough until here when traveling to Sentosa. So, what are other attraction which located after Universal Studio?

Let’s Explore….

Lake of Dreams

Walking to south from Universal Studio globe, You will find Lake of Dreams. When afternoon, Itsn’t interesting. But if You come at night, this place will present an interesting choreography which combines audio, fire, water and light.

The show is free.…

The Maritime Experimental Museum

It’s right next to Lake of Dreams, here it is:

Heading south pass the pool with many small fountains like this:

Sentosa Merlion

Then it will be clearly seen the brown Merlion statue. This half lion and fish statue is often called as the twin of same statue in Merlion Park. You can follow Sentosa Merlion Tour for USD 13,5 to go to top of the statue from inside and enjoy beauty of Sentosa island from a height of 37m.

At night, there is an audio-laser show with Sentosa Merlion as the object.

The statue will change in color during Merlion Magic Lights Show.

Sentosa Merlion Walk

Behind Sentosa Merlion is a 120-meter Merlion Walk. Pedestrian path with a mosaic theme park concept with fountains along park will spoil your eyes in hot weather of Sentosa Island.

Sentosa Express Beach Station

At end of Merlion Walk, there are two large buildings. A building on left side is Beach Station. Sentosa Express user tourists who will travel along southern coast of Sentosa usually get off here.

Finally tasting Sentosa Express for free when returning from Siloso Beach.

i-Fly Singapore

Well, on right side is i-Fly Singapore building. Everyone who want to play indoor sky diving have to spend USD 66,5.

I can’t play sky diving….Hahaha.

Siloso Beach

Located right on beach, I decided to turn right towards Siloso Beach. Oh yes, if you turn left you will see Palawan Beach and Tanjong Beach. Just use beach tram which operate along coastline if you don’t want to walk!.

Along Siloso Beach Walk, I encountered several Machine Gun Pillboxes. This Singapore defense line was built in 1936-1940 during Second World War.

That….

You need to walk 700m from i-Fly Singapore to Siloso Beach and play as much water as you like there.

Interested ?? try to go around the island!.…definitely fatigue and sunburned….Hahaha.

Membedah Sentosa Island Lebih Dalam

Kenapa kebanyakan turis selalu memposting fotonya dengan latar belakang bola biru Universal Studio?….Sudah menjadi kesepakatan informal, jika sudah berfoto demikian maka Dia telah sah mengunjungi Negerinya Lee Kuan Yew.

Lalu pernahkah Kamu berfikir untuk membedah seisi Sentosa Island ?….Eh satu lagi, semua itu dilakukan dengan berjalan kaki….Sanggup?

Hahaha….Edun.

Emangnya Kamu pernah, Don?….yee iii lee, “crazy backpacker” kek Guwe ditanya begituan….ya pernah lah….ampe gempor malah….

Nih ceritaku….mana ceritamu….jangan dink, capeeeekkk!

Turun di stasiun MRT Harbour Front, Aku keluar melalui Vivo Mall. Di dalam mall, plis jangan terlena ama barang dagangan atau bahkan ama para amoy yang aduhai itu. Kamu hanya perlu fokus untuk mencari papan petunjuk yang akan mengarahkanmu ke Sentosa Boardwalk.

Ikon Vivo Mall di lantai teratas….dari lantai ini, exit door ke Sentosa Boardwalk sudah deket kok.

Btw, tar dulu….Kamu tahu kan apa itu “Sentosa Boardwalk”?

Sentosa Boardwalk

Kalau ke Sentosa Island naik bus atau travel car maka Kamu ga bakal nemuin jalan apung ini. Apalagi kalau naik monorail Sentosa Express atau Cable Car….Hmmh, kapan ya Aku bisa naik begituan….hahaha, pernah tauk….baca aja deh.

Yes….Sentosa Boardwalk adalah jalur pejalan kaki sepanjang 600 meter yang dibuat seakan mengapung di atas air laut untuk menghubungkan Sentosa Island dengan daratan utama Singapura….Keren yaaaa.

Titik awal Sentosa Boardwalk.

Jika Sentosa Boardwalk untuk pejalan kaki, maka dimana jalan mobil dan jalur monorail menuju Sentosa Island?.

Ya pasti ada lah….Kamu hanya perlu berjalan keluar jalur di kiri Sentosa Boardwalk, maka Kamu akan menemukan jawabannya

Ntuhhh….

Jalan raya dan jalur monorail menuju Sentosa Island.

Karena sukanya gratisan, maka Aku ke Sentosa Island dengan….jalan kaki lageeeeeeee….

Sedikit dibantu escalator. Walau porsi besarnya tetap jalan kaki.

Plis deh, lepasin kacamata kudanya….ya emang sih cepet nyampai, tapi Kamu ga akan dapat view experience yang yahuut.

Nih….hasil ketika Aku mengkol di salah satu deck Sentosa Boardwalk.

Njirrr….itu Harbour Front Port. Kalau mau ke Batam naik ferry di situ, gaes. Do’ain Aku bisa naik kapal pesiar kek gitu ya….
Viewpoint di pertengahan Sentosa Boardwalk

Automatic Fare Gate di ujung Sentosa Boardwalk itu tertutup kain, pertanda bahwa Aku tak perlu membayar Rp. 10.000 untuk  memasuki gerbang Sentosa Island….Ada promo apa sih?

Trick Eye Museum

Mau masuk situ?….boleh siapin aja Rp. 200.000. Aku sih kagak masuk….

Masuk gerbang Sentosa Island disambut sungai buatan berseberangan dengan museum.

Sentosa Resort World Sign

Alur pajalan kaki mengantarkanku memasuki goa buatan tepat dibawah papan nama “Sentosa Resort World”

Mending sekali foto jadi….ini gagal mulu….ya harus nunggu monorail berikutnya lewat lagi.

Malaysian Food Street

Lama-lama sewot juga….kelaparan mulai melanda setelah mendapatkan foto itu. Tapi Aku tahu, setelah Trick Eye Museum itu ada Malaysian Food Street.

Nah ntuh dia….
Lo kire makanan jalanan….ya kagak lah. Sentosa Island kan tempat orang SIngapura buang duit….hihihi

Untuk berhemat, Aku saranin isi botol minuman Kalian di free water station di sebelah ticketing counter dekat pintu masuk Sentosa Island.

Pintu keluar Malaysian Street Food yang langsung berhadapan dengan bola dunia Universal Studio.

Universal Studio

Walaupun sebelumnya sudah dua kali ke sini, tetap aja kesini lagi buat yang ketiga kali….kurang kerjaan lo, Don.

Maaf ya mbak cantik….Kena candid.

Kebanyakan turis sudah merasa cukup sampai disini kala berwisata ke Sentosa. Nah dibelakang Universal Studio ini ada apa aja ya?

Yuk Kita telusuri….

Lake of Dreams

Berjalan ke selatan dari bola dunia Universal Studio, Kamu akan menjumpai Lake of Dreams. Kala siang memang tak menarik. Tapi kalau datang saat malam, tempat ini akan menyajikan pertunjukan koreografi menarik yang megkombinasikan audio, api, air dan cahaya.

Pertunjukannya gratis….

The Maritime Experimental Museum

Letaknya tepat di samping Lake of Dreams, ini dia:

Ke selatan terus melewati kolam dengan banyak air mancur kecil seperti ini:

Sentosa Merlion

Maka akan terlihat dengan jelas patung Merlion berwarna coklat. Patung setengah singa dan ikan ini sering disebut kembaran patung yang sama di Merlion Park. Kamu bisa ikut Sentosa Merlion Tour seharga Rp. 180.000 untuk menaiki patung dari dalam dan menikmati indahnya Sentosa island dari ketinggian 37m.

Saat malam, ada audiolaser show dengan Sentosa Merlion sebagai obyeknya.

Patung itu akan berubah-rubah warna selama pertunjukan Merlion Magic Lights.

Sentosa Merlion Walk

Di belakang Sentosa Merlion tardapat Merlion Walk sepanjang 120 meter. Pedestrian dengan konsep mosaic theme park beserta air mancur di sepanjang taman akan memanjakan mata di tengah teriknya Sentosa Island.

Sentosa Express Beach Station

Di ujung Merlion Walk terdapat dua bangunan besar. Bangunan di kiri adalah Beach Station. Turis pengguna Sentosa Express yang akan berwisata ke sepanjang pantai selatan Sentosa biasa turun di sini.

Akhirnya mencicipi Sentosa Express gratis ketika pulang dari Siloso Beach.

i-Fly Singapore

Nah, disebelah kanan adalah gedung i-Fly Singapore. Kamu yang mau ber-indoor sky diving harus merogoh kocek sebesar Rp. 900.000.

Untung ga suka sky diving….dompet aman, hahaha

Siloso Beach

Berada tepat di pantai, Aku memutuskan berbelok ke kanan menuju Siloso Beach. Oh ya, jika Kamu berbelok ke kiri maka akan menjumpai Palawan Beach dan Tanjong Beach. Gunakan saja beach tram yang melintas sepanjang garis pantai jika ga kuat jalan kaki !.

Disepanjang Siloso Beach Walk, Aku menjumpai beberapa Machine Gun Pillbox. Garis pertahanan Singapura ini dibangun pada 1936-1940 semasa Perang Dunia Kedua.

Nih….

Perlu berjalan 700m dari i-Fly Singapore menuju Siloso Beach dan bermain air sepuasnya disana.

Tertarik ?? coba deh keliling pulau !….pasti gempor dan kebakar matahari….hihihi.

Visit Handerson Wave Bridge, Singapore

On 2015, I failed to visited this “phenomenal bridge”. Short layover times when heading to Cambodia made me had to waited for longer time to visited it.

On 2017, incidentally I visited Johor Bahru, Malaysia. That was the right time to visited “The Phenomenal” because its distance is near from Johor Bahru. And finally….the dream was came true.

After a half of day explored Sentosa Island by walking and also got a bonus for rode Sentosa Express Monorail, with high curiosity I immediately headed to shelter bus in front of Vivo City Mall.

Getting on bus in Singapore….Keep calm and don’t be confused because route and fare board at bus shelter can be learned quickly. Just find your destination then match it to bus number, see its distance number then match it to bus fare on board. Count ! How many shelters will be passed by bus to destination?

After bus comes, get on from front door, pay cash or tap your pass card, be aware about shelter because bus will not stop if bus doesn’t drop or pick up passengers, push button on pole to get off at next shelter !, then get off from back door and re-tap your pass card before leaving the bus.

Bus No. 145 arrived after 10 minutes waiting, by tapping two day pass (the price is about SGD 16), I got on it.

IMG_20170708_140714

this picture isn’t the bus that I got in it.…

Even though I had explained how to got in a bus in detail, but I failed at that moment.… hahaha. I got off at a shelter before destination, which finally I had to walked to next shelter as far as 400m.

A few meters before reaching shelter, the 36 meters in high and 274 meters in length Handerson Wave Bridge was beautifully plastered above me. WOOWW, I stopped for a moment to enjoyed this British architecture.

IMG_20170708_143820

It is very high….

What I know, Henderson Wave Bridge is the highest pedestrian in Singapore that was built to connected Mount Faber Hill and Telok Blangah Hill.

Having 7 up and down arches on one deck side makes it looks artistic. Each upward curve will forming a canopy whose space below can be made to just sitting, posing or reading like most young people do there.

IMG_20170708_144604

look activities that citizen and tourists do on bridge

There are some warnings on the bridge. Among them are No crossing over the bridge when rain or we will be hit by storm. If you ride a bicycle, please get down and push it and also you can’t play skateboard.

Watch out….Storm !!! 

When you are on top and have phobia of heights, your adrenaline will be tested because the bridge will sway slightly in the wind.

Actually this bridge is very beautiful if you see it at night on 7:00 PM because the colorful lights will decorate it.

So don’t forget to stop by here, guys, if you go to Singapore.

Handerson Wave Bridge, Singapura

2015, Aku gagal mengunjungi “penghubung fenomenal” ini. Waktu transit yang terlalu singkat ketika menuju Kamboja membuatku harus menunggu waktu lebih lama lagi untuk menyambanginya.

2017, kebetulan Aku menyambangi Johor Bahru, Malaysia. Itulah saat yang tepat untuk mengunjungi Si Fenomenal ini karena jaraknya hanya “selemperan batu” dari Johor Bahru. Dan benar, niat itu terwujud apa adanya.

Setelah setengah hari berjalan kaki membedah Sentosa Island dan mendapat free bonus Sentosa Express Monorail, dengan rasa penasaran Aku segera menuju shuttle bus di depan Vivo City Mall.

Naik bus di Singapura itu hanya perlu tenang dan tidak perlu tanya ribut sana-sini karena papan rute dan tarif di setiap shelter bus Singapura bisa dipelajari dengan cepat. Kita hanya perlu mencari tujuan, jika sudah ketemu lalu lihat nomor busnya, perhatikan berapa kode jarak tujuan kita dan kemudian cocokkan kode jarak dengan tarif bus di papan informasi tarif. Hitunglah berapa shelter yang akan terlewati!.

Setelah bus datang naiklah dari pintu depan, bayar tunai atau tempelkan pass card, jangan meleng untuk menghitung shelter bus yang dilewati karena  jika bus tidak menurunkan atau mengambil penumpang beberapa shelter akan dilewati, pencet tombol di tiang untuk turun di shelter depan, kemudian turunlah dari pintu belakang dan tempelkan kembali pass card sebelum turun.

Bus No 145 tiba setelah 10 menit menunggu, bebekal two day pass seharga SGD 16 Aku naik.

IMG_20170708_140714

Tapi ini bukan bus yang kunaiki ya….

Padahal Aku sudah jelaskan cara naik bus dengan detail, tapi Aku gagal kala itu…hahaha. Aku turun lebih cepat satu shelter yang akhirnya harus berjalan kaki menuju shelter berikutnya sejauh 400m.

Beberapa meter sebelum sampai shelter, Handerson Wave Bridge setinggi 36 meter terpampang gagah melintang sepanjang 274 meter diatasku. WOOWW, AKu berhenti sejenak untuk menikmati keindahan arsitektur Inggris ini.

IMG_20170708_143820

tinggi kan….

Yang kutahu, Handerson Wave Bridge adalah pedestrian tertinggi di Singapura yang dibangun untuk menghubungkan Mount Faber Hill dan Telok Blangah Hill.

Memiliki 7 lengkungan naik turun disalah satu sisi deck membuat jembatan ini terlihat artisitik. Setiap lengkungan keatas akan membentuk kanopi yang ruang dibawahnya bisa dibuat untuk sekedar duduk, berpose atau kegiatan membaca buku seperti yang dilakukan kebanyakan anak muda disana.

IMG_20170708_144604

tuh aktivitas diatas jembatan

Hanya saja ada beberapa peringatan di jembatan ini. Diantaranya jangan melintas diatas jembatan ketika hujan atau kita akan tersambar petir, jika naik sepeda harap turun dan dorong dan tidak boleh bermain skateboard.

handerson wvae sign

awas petiiiirrrr !!!

Ketika berada diatas bagi yang takut ketingggian akan diuji nyalinya karena badan jembatan akan sedikit bergoyang-goyang diterpa angin.

Sebetulnya jembatan ini akan cantik terlihat di malam hari mulai jam 19:00 karena cahaya lampu warna-warni akan menghiasinya.

So jangan lupa mampir kesini ya gaes kalau ke Singapura.