Gagal dan Berhasil: Kisah Berburu eVisa India

<—-Kisah Sebelumnya

Yang pernah aku rasakan, mengajukan permohonan eVisa itu lebih mudah dan peluang diterimanya lebih besar dibandingkan dengan pengajuan Visa Reguler. Cukup melampirkan dokumen-dokumen yang disyaratkan dan membayar di payment gate maka eVisa akan terbit menyesuaikan rencana waktu kedatangan di negara tersebut.

Setidaknya aku pernah membuat eVisa Taiwan, Sri Lanka, Uni Emirates Arab, Bahrain dan Oman. Kesemuanya berjalan dengan sangat lancar dan eVisa mudah sekali kudapatkan.

Nah, kali ini aku akan sedikit barbagi cerita ketika aku tiga kali membuat eVisa India.

eVisa India adalah eVisa kedua yang pernah kukejar setelah eVisa pertama yang pernah kuurus, yaitu eVisa Taiwan.

Kala itu….Akhir 2017….

Tantangan mental yang begitu berat seusai mendapatkan tiket penerbangan Jet Airways menuju ibukota India, membuat usahaku berburu eVisa India tak begitu bergairah. Mendapatkan eVisa India memang sangat mudah. Aku hanya perlu melengkapi data pada e-form dan melampirkan dokumen berupa foto diri dan scan lembar biodata passport  yang diminta oleh laman resmi eVisa India. Kemudian hanya perlu menunggu beberapa waktu maka eVisa akan terbit. Tetapi ketidakbergairahan mengurus eVisa itu terletak pada perasaan was-was untuk berkunjung ke Negeri Gandhi itu.

Masa berlaku eVisa untuk memasuki India yan pendek yaitu berkisar dalam empat bulan, membuatku harus mengajukan eVisa ini dekat dengan tanggal keberangkatan.

Aku sendiri mengajukan permohonan eVisa ini pada dua puluh hari sebelum keberangkatan dan eVisa disetujui sehari setelah pengajuan setelah membayar 50 dollar Amerika di payment gate.

Alamat pengajuannya adalah sebagai berikut: https://indianvisaonline.gov.in/visa/

Ini menjadi kisah pertamaku berburu eVisa India.

Email yang kudapat setelah submit data.
Keesokan harinya pengajuan eVisa sudah berstatus GRANTED.
Lihatlah!….Titik masuk mana saja di India yang bisa menggunakan eVisa ini.
Melacak status eVisa pada laman pengajuan.
Fotoku ganteng ga sih?….Wadidaw.

Pengalaman Kedua

Sedangkan pengalaman berikutnya dalam pengajuan eVisa India terjadi pada 8 November 2018.

Saat itu eVisa India telah digratiskan oleh pemerintah India pada 18 Juni 2018. Ide itu sendiri disampaikan oleh Nerendra Modi saat pertemuan Diaspora India di Jakarta.

Kemanakah tujuanku kala itu?….

Mumbai….Yups, aku berencana keluar dari Chhatrapati Shivaji International Airport menuju ke tengah kota saat transit 13 jam lebih. Kala itu Jet Airways akan membawaku dari Dhaka menuju Colombo dan transit di Mumbai.

Mungkin karena perubahan kebijakan dari eVisa berbayar menuju eVisa gratis maka ada pergantian alamat pada laman eVisa India. Pengajuan eVisa sendiri, aku submit tepat dua bulan sebelum keberangkatan.

Karena URL Web yang aku masukkan salah maka keputusan diterima atau tidaknya pengajuan eVisa tidak pernah sampai di emailku.

URL yang aku tuju kala itu adalah https://indianvisaonline.gov.in/visa/

Apakah aku kemudian berencana mengajukan ulang?

Tidak….Karena secara bersamaan terjadi perubahan penerbangan Jet Airways dari Dhaka menuju Mumbai. Perubahan jadwal penerbangan itu ternyata tak memungkinkanku untuk keluar dari bandara, apalagi menuju ke tengah kota. Karena perubahan jadwal penerbangan itu selain memperpendek masa transit jugan membuat 80% waktu transitku jatuh saat malam hari. Oleh karenanya, tak mungkin bagiku untuk mengeksplorasi Mumbai di malam hari….Terlalu riskan.

Akhirnya kuputuskan, aku tak akan meneruskan lagi kelanjutan pengajuan eVisa ini karena pada dasarnya aku tak memerlukannya lagi.

Tetapi rasa penasaranku yang berkepanjangan, akhirnya aku mencoba mencari alamat laman pengajuan eVisa India yang benar. Dan aku pun menemukannya, berikut URL yang dimaksud: https://indianvisaonline.gov.in/eVisa/

Walaupun laman ini salah, tetapi tampilan e-form ternyata sama persis dengan e-form pada laman yang benar.
Laman pengecekan status pengajuan eVisa pun juga sama.

Pengalaman Ketiga

Pengajuan ketiga eVisa India adalah ketika aku berniat melakukan eksplorasi Kawasan Timur Tengah dan memutuskan mengambil pintu masuk di Dubai dari Kochi.

Pemutusan titik melompat menuju Kawasan Timur Tengah dari Kochi ini tentu berhubungan erat dengan kondisi budget yang kumiliki. Kondisi itu diperkuat dengan tersedianya penerbangan murah Srilankan Airlines dari Kochi menuju Dubai dengan transit sementara waktu di Colombo. Tentu, aku memilih melompat dari Kochi juga didasari oleh keinginan diri yang kuat untuk kembali bernostalgia dengan budaya India yang kaya.

Kesempatan berikutnya terjadi pada akhir 2019 lalu. Aku megajukan eVisa India untuk mengeksplorasi Kochi.

Aplikasi ini kuproses dengan dua kali mengunjungi laman eVisa India.

Pada 4 Desember aku melakukan pengisian e-form  secara partial karena kesibukan pekerjaan. Pengisian e-form sebagian pada siang hari harus kulengkapai pada kesorean harinya hingga akhirnya pada jam empat sore aku berhasil menyubmit pengajuan eVisa tersebut.

Inilah keuntungan pengajuan eVisa India dimana kita bisa mengisi e-form dalam beberapa waktu (tidak sekali isi). Biasanya pada kesempatan mengisi e-form pertama kita akan diberikan No Application ID yang merupakan akses masuk ke data pengajuan kita jika kita ingin melakukan editing atau melengkapi data.

Pada kesempatan ketiga membuat eVisa India ini, aku menyubmit permohonan eVisa pada 4 Desember 2019 dan eVisa mendapatkan status GRANTED pada 8 Desember 2019.

Kiriman email bahwa pengisian pengisian partial pengajuan eVisaku tersimpan.
Pemberitahuan bahwa e-form pengajuan eVisaku berhasil dan menunggu di proses.
Wah senangnya….GRANTED.

Nah, gampang kan bikin eVisa India….

Yukz, jika pandemi usai, kita jalan-jalan ke India.

Kisah Selanjutnya—->