Scoot Air TR 457 from Kuala Lumpur to Singapore (KUL-SIN)

SCOOT AIR….Low Cost Carrier (LCC) from Singapore, which its stocks are owned by Singapore Airlines.

Scoot Air TR457 flight path. Source from https://flightaware.com

Scoot is 22nd airlines which I have ever used. Through flight number TR 457 on regular route Kuala Lumpur (KUL) to Singapore (SIN), I firstly used Scoot Air service on March 31st, 2018. On that time, I boarded an Airbus A320 aircraft with 168 passengers in capacity.

Even though I ever used Tiger Mandala Airlines on November 26th, 2013 while heading to Bangkok and Tiger Air on January 11st, 2015 when I returned from Vietnam. Now the two airlines have merged into Scoot Air.

Look that ! Tiger Air identity in Scoot Air TR 457 plane.

Ambiguity of terminal where I would depart (whether from KLIA terminal 1 or KLIA terminal 2) made me a little nervous because departure list usually publishes 2 hours before flight. And of course, it takes time to move from KLIA2 to KLIA.

For international flights, I always start towards airport on 4 hours before flight time. So I left Westree Hotel on 05:30 and rushed to Skybus/Aerobus shelter which located in KL Sentral. Because distance from hotel to shelter is only 40 m, I only needed to walk for 3 minutes towards shelter.

Indian descent hotel security sharply watched me in inner door of lobby….Because I stood for a long time in middle of lobby door….I was seriously watching around….So quiet, I had to make sure that there wasn’t suspicious thing along road which I would pass towards KL Sentral.

Yesss….There aren’t any people on road….Fast walking. Like an racewalking athlete, I started to stay away from hotel. I arrived in shelter when bus was ready to leave.

With USD 3.1, I arrived at KLIA2 on 6:30. I immediately headed to information center to ask about terminal where TR457 would take off. On early morning, I disturbed information center officer with some questions because departure board didn’t display yet an information about TR457, so She had to pull keyboard and searching information for me….very kindly officer.

God…..my eyes glared while chewing Nasi Lemak (original food from Malaysia) with fried egg in corner of NZ Curry House….Look like a goat which was ruminating. It was a sign that I wasn’t ready to get early breakfast.

Yes, there wasn’t other choice, it was better to have breakfast in Indian restaurant with cheapest price before heading to 3rd floor for check-in, immigration and departure processes.

Departure Board in Departure Hall
Information Centre in Departure Hall
Departure Hall Area
Check-in counter no Z2-Z3 for Scoot Air TR457.
After passing immigration counter, I headed to waiting room at gate L3.

I entered waiting room on 08:05. In boredom of waiting, Vietnamese came to me and ask something:

Vietnamese: “Hi, Can you explain to me about my cigarette (while showing a pack of cigarettes which have been smoked two stumps). Can I bring it when entering Singapore?

Me : “Do you bring another one  or just this opened pack?. If you just bring it, you can savely entering Singapore.

Vietnamese: “No, I just bring it. So it’s savely. Thanks you.

Me: “You are welcome”.

Waiting room in front of gate L3.
After waiting for 20 minutes, finally boarding process begins.
Where was seat 14D?

Scoot Air is identical with yellow. The charm of young air crews was very fresh when their appeaybrance is clad in yeloow t-shirt and shallow.

Fly over Malacca Strait
The sky is really clear, very comfort to fly without turbulence.

After fllying about 1 hour and 15 minutes, I landed at Changi International Airport Terminal 2. Trying to leave Changi as soon as possible to go to Greendili Backpackers Hostel in Race Course Road and then ready to explore Singapore for 7th time.

Searching MRT map before entering Changi International Airport immigration counter.
Catch the MRT ! towards downtown.

Let’s go to Mustafa Center for lunch before exploring.

Dibalik Penerbangan Air Asia QZ 206 Jakarta-Kuala Lumpur

Baru juga pulang dari ekspedisi ke Garut-Tasikmalaya-Sumedang , lelahnya berkelana seminggu di tiga kabupaten itu tak lantas membuat tubuh lelah. Boro-boro istirahat, Aku lebih memilih menuntaskan misiku menyelesaikan eksplorasi Asia Selatan dengan mengunjungi tiga negara tersisa….Bangladesh, Sri Lanka dan Maldives.

Tiket Air Asia yang kubeli seharga Rp 349.000 sejak 7 April 2018 mampu menjaga asaku dan dompetku untuk terus berkeliling dunia. Yes, Aku harus menjemput Malindo Air rute Kuala Lumpur-Dhaka di KLIA.

Sepanjang masa tunggu keberangkatan, banyak pertanyaan muncul dari teman-teman sekantor atau teman-teman lain diluar pekerjaan.

“Yeeee, jalan-jalan kok ke Bangladesh. Ga elit bingit”

“Lo mau liat apa sih Don di Bangladesh?”

“Tar lo pulang sakit loh, Don”

“Kurang kerjaan….mending ke Ancol guwe daripada ke Bangladesh”.

“Kenapa sih Don harus ke Bangladesh?”

Jawabku: “Ya suka-suka guwelah….duit-duit guwe…kaki juga kaki guwe”.

Eh gak gitu dink….kasar beud.

Hahaha….”Ya gimana pren, duitnya hanya mampu buat jalan dimari”….wkwkwk….Itu jawaban guwe ke mereka yeee.

Kan orang lain ga tau sih isi kepala guwe about traveling…..makin gila makin aseeeekkk…..makan aneh makin nagih…..hihihi.

—-****—-

Biasaaa….Nyegat DAMRI di Terminal Kampung Rambutan aja yang murah. Selain murah juga deket rumah bingit. Kupersiapkan Rp. 40.000 untuk membayar tarifnya dengan jam keberangkatan pukul 15:00. Perjalanan 1 jam 15 menit itu mengantarkanku tepat di Terminal 2F.

Melalui gate 5, Aku mulai memasuki pemeriksaan X-ray tahap pertama. Tak begitu mulus, backpack yang menjadi temanku satu-satunya terlihat dibolak-balik petugas AVSEC, dioles-oles menggunakan tissue basah lalu mengamatinya dengan seksama. Tak perlu khawatir….yang penting tak ada narkoba didadalamnya….hahaha. Kalaupun di tolak masuk, tenang brur….ini masih di kota sendiri. Tinggal balik lagi naik DAMRI….ya toh.

“Mbak, window seat donk !”, seruan memelasku kepada petugas check-in di konter Air Asia. Aduh, udah cantik baik pula, murah senyum…..eh emang tugasnye begonoh dink. “Ini mas”, sahutnya…..2D, yes gagal…..hahaha.

Yuk ngecap passport….geblek, padahal itu kan e-passport, tapi kebiasaannku mengecap passport menjadi tak peduli dengan adanya konter autogate.

Petugas Imigrasi  :  “Kemana?”

Aku                           : Sebutin aja detail satu-satu, supaya ga curiga kek waktu itu, “Penang, Dhaka, Colombo, Maldives pak. Transit Mumbai dan Singapore”. Njir perjalanan macam apa ituh….gile

Petugas Imigrasi  : “Backpacker?”

Aku                           : “Yoi pak”….eh salah, bukan begitu….”Betul pak”.

Petugas Imigrasi  : Lihat muka guwe, bolak-balik passport baru dan bekas guwe. Then….cekrek “hati-hati mas sendirian”.

Aku                           : “makasih pak….tentu saya akan hati-hati”.

Petugas                  : “Hebat nih si Mas”.

Cieeee….Guwe dipuji laki-laki….Alhamdulillah…..hahahaha. Pasti mikir guwe yang engga-engga….GUWE NORMAL KOK.

Kusempatkan shalat di ujung koridor sebelum masuk ke gate. Setelahnya, Aku memasuki pemeriksaan X-ray tahap kedua di depan gate D5….yesss, mulus.

Sedang asyik-asyiknya duduk membaca di sebelah charging station, datang sepasang perawakan Korea. Mengoprak-oprek lubang stop kontak yang sepertinya rusak.

Aku     :  “Hi, Sir. That’s broken. I had tried many times and failed”.

Dia       : “Oh yea….Why put it here if broken” pura-pura menendang pelan charging station sembari tersenyum.

Aku     : “Do you want go to South Korea?”.

Dia       : “Oh, Nup….I’m from California and will fly from KL”.

Aku     :  “Oh Nice”.

Dia       : “What are you doing here? “.

Aku     :  “My profession, your mean?”.

Dia       :  “yeaaa”

Aku     :  “Sales”.

Dia       :  “Good money?”

Aku     :  “If not good, I willn’t here to fly with you”.

Dia       :  “yea…yea…yea”, manggut-manggut sambil tersenyum menatapku.

Sepertinya pacarnya seorang travel vlogger. Ngoceh melulu dengan pedenya….hebat. Aku mana bisa kayak gitu. Lebih baik menulis daripada ngoceh terus macam Dia.

QZ 206 akhirnya merapat ke gate. Beuh….petualangan segera dimulai. Kehabisan air membuatku lari keluar untuk membeli mineral water. Dan sedikit mendapat peringatan dari petugas untuk segera kembali ke gate. Ok dah pak, daripada beli didalam pesawat, kan mahal.

Airbus A320-200 berkapasitas 186 penumpang.

Tepat jam 19:17, Aku mulai boarding.

Dibelakang cewek korean-american itu.

Penerbangan malam yang penuh turbulensi mengingat saat itu akhir Desember. Terlihat bapak setengah baya di sebelahku begitu tegang dan berpegangan erat pada armrest chair sepanjang perjalanan sementara Aku dan seorang perempuan muda yang mengapitnya hanya tersenyum kecut sambil menyembunyikan rasa was-was.

Kabin.

Karena pengetahuan terkiniku mengenai Ipoh dan Penang begitu minim, kuputuskan untuk menjelajah inflight magazine Travel360. Berharap menemukan informasi berharga mengenai pariwisata Ipoh dan Penang. Dan….yesss….Aku sungguh mendapatkannya.

Ipoh di inflight magazine Travel360.
Informasi mendasar tentang Penang.

QZ 206 bersiap mendarat. Tak bisa tidur selama perjalanan karena keasyikan membaca inflight magazine untuk mencari informasi. Kali ini petualangan transitku selama 5 hari di Malaysia bak bonek. Ngelayap tanpa bekal informasi yang cukup.

Bersiap-siap mendarat.

Itu bagasi buat apa ya? Perlengkapan keselamatan pernerbangan kali ya.

Begitu tiba di KLIA2 tentu fikiran yang langsung terbesit di benakku adalah cari free water station, makan malam, sembahyang, tiket bus ke Penang dan kemudian molorrrrrr.

Kamu harus menuju ke Transportation Hub di lantai 1 untuk mencari tempat makan murah. Oh ya…konter penjualan tiket bus juga ada disana

Yuks….siap-siap menuju Penang esok hari.

Sudah pernah coba beli tiket di 12Go ndak?. Sekali-kali boleh kamu coba deh. Berikut linknya: https://12go.asia/?z=3283832

Scoot Air TR457 dari Kuala Lumpur ke Singapura (KUL-SIN)

SCOOT AIR….maskapai Low Cost Carrier (LCC) milik Negeri Singa yang kepemilikan sahamnya dikuasai oleh Singapore Airlines.

Lintasan terbang Scoot Air TR457. Sumber dari https://flightaware.com

Scoot sendiri masuk list ke-22 dari seluruh maskapai yang pernah kunaiki. Melalui nomor penerbangan TR457 dengan rute regular Kuala Lumpur (KUL) ke Singapura (SIN), Aku pertama kali menggunakan jasa Scoot Air  tertanggal 31 Maret 2018. Kali ini Aku menaiki pesawat berjenis Airbus A320 dengan kapasitas 168 penumpang.

Walaupun sebenarnya Aku pernah menggunakan Maskapai  Tiger Mandala pada 26 November 2013 saat menuju ke Bangkok dan Tiger Air pada 11 Januari 2015 saat kembali dari Vietnam. Kini kedua maskapai tersebut sudah merger ke dalam Maskapai Scoot Air.

Tuh kan sudah merger, masih ada identitas Tiger Air di badan pesawat Scoot Air TR457

Ketidakjelasan terminal asal keberangkatan (apakah dari KLIA terminal 1 atau KLIA terminal 2) membuatku sedikit gelisah karena biasanya Departure List baru keluar 2 jam sebelum penerbangan. Dan tentu perlu waktu untuk berpindah dari KLIA2 ke KLIA.

Untuk penerbangan internasional, Aku selalu memulai perjalanan menuju bandara 4 jam sebelum waktu penerbangan. Jadi Aku meninggalkan Westree Hotel pada pukul 05:30 dan bergegas menuju ke Skybus/Aerobus Shelter yang terletak di KL Sentral. Karena jaraknya cuma 40 m, Aku hanya perlu berjalan kaki selama 3 menit menuju shelter.

Security hotel keturunan India tajam memerhatikanku di pintu lobby bagian dalam….Lha iya, Aku berdiri lama ditengah pintu….clingak-clinguk kiri kanan kaya ayam mau nyebrang….Saking sepinya, Aku harus memastikan tak ada yang mencurigakan di sepanjang jalan yang akan kulewati menuju KL Sentral.

Yesss….Sepi, ndak ada orang….Kabuuurrrrrr. Bak atlit jalan cepat, Aku mulai menjauhi hostel. Aku tiba saat bus siap berangkat.

Dengan 12 Ringgit aku tiba di KLIA2 pada pukul 6:30. Setiba di KLIA2, Aku segera menuju information centre untuk menanyakan dimana terminal TR457 akan lepas landas. Pagi-pagi Aku sudah ngrepotin Si mbak India petugas information centre, karena Departure Board belum menampilkan informasi tentang TR457 maka Dia harus menarik keyboard dan mencarikan info untukku….Hadeuhhh, sudah manis….baik pulak si teteh….eh, si mbak.

Buseeettt….mataku melotot sambil mengunyah nasi lemak telur ceplok di pojokan NZ Curry House….kek kambing yang sedang memamah biak. Pertanda Aku tak bisa membohongi otak bahwa perutku belum siap bersarapan.

Ya memang tak ada pilihan lain, lebih baik sarapan di kedai makan India dengan harga paling murah sebelum menuju ke lantai 3 untuk proses check-in, proses imigrasi dan keberangkatan.

Departure Board di Departure Hall
Information Centre di Departure Hall
Departure Hall Area
Konter check-in Z2-Z3 untuk Scoot Air TR457
Setelah melewati konter imigrasi, Aku menuju ke ruang tunggu di gate L3.

Aku memasuki ruang tunggu pada pukul 08:05. Dalam kejenuhan menunggu, datang kepadaku wajah Vietnamese dan bertanya:

Vietnamese: “Hi, Can you explain to me about my cigarette (sambil menunjukkan sebungkus rokok yang sudah terhisap dua puntung). Can me bring it when entering Singapore?”

Aku : “Do you bring another one  or just this opened pack?. If you just bring it, you can savely entering Singapore.”

Vietnamese: “No, I just bring it. So it’s savely. Thanks you.”

Aku: “You are welcome”.

Ruang Tunggu di depan Gate L3
Setelah menunggu selama 20 menit, akhirnya boarding process dimulai.
Mana 14D….manaaaaa?

Scoot Air identik dengan warna kuning. Pesona pramugari-pramugara muda keturunan Tiongkok semakin segar ketika penampilan mereka terlihat berbalut t-shirt dan syall serba kuning.

Terbang diatas selat Malaka
Langit sungguh cerah, nikmat banget terbang tanpa turbulensi.

Setelah mengudara selama 1 jam 15 menit, Aku mendarat di Terminal 2 Changi International Airport. Berusaha secepat mungkin meninggalkan Changi untuk menuju ke Greendili Backpackers Hostel di bilangan Race Course Road dan selanjutnya siap mengeksplorasi Singapore untuk ke-7 kalinya.

Cari peta MRT sebelum masuk konter imigrasi Changi International Airport.
Catch the MRT ! Menuju pusat kota

Makan siang dulu yuk ke Mustafa Centre sebelum walking-walking.

Sebagai alternatif, tiket pesawat, kereta dan bus dari Kuala Lumpur ke Singapura bisa dipesan melaui e-commerce perjalanan 12go Asia

Bus from KLIA to KL Sentral, Malaysia

This is continuation of article:

“Malaysia Airlines Flight MH 0726 from Jakarta to Kuala Lumpur, Malaysia”

(https://wordpress.com/post/travelingpersecond.com/375).

Malaysia Airlines that I rode landed at KLIA on 7:31 pm Kuala Lumpur time.

Towards KLIA Exit Door
After the plane smoothly landed, I dropped off at KLIA arrival hall at 3rd floor. When I
got off from plane, usually I would look for drinking water station to filled my drink
bottle but I couldn’t find it until I was out from airport.

Menuji Exit Gate KLIA

Top Left: I walked along arrival hall H towards immigration counter

Top Right: Passport checking process at immigration counter

Bottom Right: Passed baggage conveyor belt …. but I didn’t carry luggage, so I continued

towards exit door.

Bottom Left: I reached at airport exit door

Towards Airport Coach Shelter

Once out of airport exit door, of course, One thing that I looked for was location of Airport Coach that would departed to KL Sentral. Well, I found these direction in KLIA:

sign KLIABecause I was still on 3rd floor, it means I should go down to 2nd floor to got Airport Coach that will took me to KL Sentral (Kuala Lumpur).

Towards Bus Shelter KLIA

Top Left: Then I walked down the escalator to 2nd floor of KLIA

Top Right: And I always followed that sign to Airport Coach shelter

Bottom Right: A moment later I passed a corridor above a driveway.

Bottom Left: I reached the end of corridor adjacent to car park area, Turned to left was escalator to Airport Coach shelter and to right was lift to the same shelter. Actually Airport Coach shelter wasn’t located on 2nd floor but on 1st floor.

escalator n liftTop Left: KLIA car park area at 2nd floor

Top Right: Toilet at the end of corridor before exit to  car park area, very clean and I had
used it for a few moments here.
Bottom Right: At first I wanted to get down to Airport Coach shelter through this
escalator but it was under construction,
Bottom Left: Finally I must use this lift to Airport Coach shelter. At the end of the
corridor near the lift is direction to famous transit hotel in KLIA (Hotel Sama-Sama).

bus shelter

Top Left: Once got off from lift, I was immediately seen Airport Coach ticket counter to KL Sentral

Top Right: I ultimately rode the Airpot Coach with ticket price 10 Ringgit for adults and 6 Ringgit for children.

Bottom Right: Yoyo Express Bus which also took passengers in KLIA and KLIA2. The bus had destination to several cities outside of Kuala Lumpur such as Johor Bahru, Ipoh and Taiping

Lower Left: Finally I boarded Airport Coach to KL Sentral. Distance which would covered about 60 km with travel time about 1 hour journey.
Try an easy way to get a ticket to KL Sentral, you can buy the ticket at 12go Asia with following link: https://12go.asia/?z=3283832

Hotel Murah Terdekat dengan KL Sentral, Malaysia

Begitu Airport Coach yang Gw naiki tiba di KL Sentral pukul 10:03. Tujuan pertama Gw adalah Batu Caves. Tetapi untuk meringankan beban, Gw akan menitipkan bacpak di hotel walaupun belum waktunya untuk check-in dan Gw hanya akan bawa tas lipat yang diisi dengan air minum, dompet, passport, handphone dan kamera.

Hotel yang Gw pilih adalah Westree Hotel di Jalan Tun Sambanthan tepat di sebelah tenggara KL Sentral.

Gw memilih hotel ini karena sangat dekat dengan Airport Coach dan Skybus Shelter di KL Sentral karena keesokan harinya Gw harus terbang menuju Singapura menggunakan pesawat Scoot Airlines. Jadi keesokan harinya Gw harus berangkat menuju KLIA2 sekitar jam 04:30 pagi.

Gw memesan hotel ini 9 hari sebelumnya menggunakan Agoda dengan harga Rp. 331.772/malam (sangat murah untuk ditempati oleh 2 dewasa dan 1 anak). Harga ini sudah termasuk tourism tax 10 Ringgit (sejak 1 September 2017, Malaysia menerapkan pajak menginap untuk turis sebesar 10 Ringgit per malam).

Peta Hotel Westree

 

Sangat dekat sekali…..Hanya perlu berjalan 3 menit menuju Airport Coach dan Skybus Shelter

Jl Tumsanbhatan

Kiri : Begitu Airport Coach tiba di KL Sentral, Gw hanya perlu keluar dari sebuah lorong menuju Jl. Tun Sambanthan

Kanan : Jl Tun Sambanthan yang didedikasikan untuk tokoh Malaysia keturunan India yang merupakan salah satu founding father Malaysia. Hotel Westree terletak tepat di pinggir jalan ini.

Westree Inside

Kiri Atas: Pintu depan Hotel Westree yang tepat di tepi Jalan Tun Sambanthan dan tepat diseberang jalan adalah shelter Airport Coach dan Skybus.

Kanan Atas: Lobby Hotel Westree

Kanan Bawah: Ketika check-in pihak hotel meminta deposit sebesar 40 Ringgit dan bisa diambil kembali ketika check-out

Kiri Bawah: Kebersihan hotel biasa tercermin dari kebersihan toilet kamarnya. Toilet Hotel Westree sangatlah bersih.

Mayoritas karyawan hotel ini adalah warga Malaysia keturunan India karena memang hotel ini terletak di daerah Brickfields yang merupakan Little Indianya Kuala Lumpur. Dahulu daerah sekitar hotel ini adalah penghasil batu bata.

Secara umum staff nya cukup membantu dan ramah. Staff receptionint dengan baik memberikan Peta Pariwisata Kuala Lumpur ke Gw.

Gw check-in ke hotel jam 17:00 setelah puas keliling Kuala Lumpur dan check-out keesokan harinya pukul 04:15 untuk menuju KLIA2.

 

 

 

 

 

 

 

 


 

 

Bus dari KLIA ke KL Sentral, Malaysia

Ini adalah kelanjutan dari artikel:

“Penerbangan Malaysia Airlines MH 0726 dari Jakarta ke Kuala Lumpur, Malaysia” (https://wordpress.com/post/travelingpersecond.com/339).

Malaysia Airlines yang Gw naiki mendarat di KLIA tepat pukul 7:31 waktu Kuala Lumpur.

Menuju Pintu Keluar KLIA

Setelah pesawat mendarat mulus, Gw diturunkan di Arrival Hall H KLIA lantai 3. Biasanya begitu turun dari pesawat yang Gw cari adalah drinking water station untuk mengisi botol minuman tetapi Gw tidak bisa menemukannya hingga keluar bandara sekalipun.

Menuji Exit Gate KLIA

Kiri Atas : Gw berjalan sepanjang arrival hall H menuju konter imigrasi

Kanan Atas : Proses pengecekan passport di konter imigrasi

Kanan Bawah : Melewat baggage conveyor belt….tapi Gw kan ga bawa bagasi, ya jadi dilanjut ajahhh

Kiri Bawah: Sampai juga di pintu keluar bandara

Menuju Shelter Airport Coach

Begitu keluar dari pintu bandara tentu yang Gw cari adalah dimanakah letak Airport Coach menuju KL Sentral. Nah Gw melihat petunjuk ini di KLIA:

sign KLIAKarena Gw masih berada di lantai 3, berarti Gw harus turun menuju lantai 2 untuk mendapatkan Airport Coach yang akan mengantarkan Gw ke KL Sentral (Kuala Lumpur).

Towards Bus Shelter KLIA

Kiri Atas: Kemudian Gw berjalanan menuruni escalator menuju lantai 2 KLIA

Kanan Atas: Dan Gw selalu mengiIkuti tanda itu untuk menuju shelter Airport Coach

Kanan Bawah : Sesaat kemudian Gw melewati sebuah koridor yang berada tepat diatas jalan mobil.

Kiri Bawah: Gw sampai di ujung koridor yang berbatasan dengan area parkir mobil, belok ke sebelah kiri adalah escalator menuju shelter Airport Coach sedangkan ke sebelah kanan adalah lift menuju shelter yang sama. Ternyata shelter Airport Coach tidak terletak di lantai 2 tetapi di lantai 1.

escalator n liftKiri Atas : Area parkir mobil KLIA lantai 2

Kanan Atas : Toilet di ujung koridor sebelum keluar ke area parkir mobil, sangat bersih dan Gw sempat bersih-bersih beberapa saat disini.
Kanan bawah : Awalnya Gw mau turun ke shelter Airport Coach lewat escalator ini tapi ternyata sedang dalam perbaikan,
Kiri Bawah : Akhirnya Gw harus menggunakan lift ini menuju shelter Airport Coach. Di ujung koridor dekat lift adalah arah menuju hotel transit yang terkenal di KLIA (Hotel Sama-Sama) .

bus shelter

Kiri Atas : Begitu turun dari lift langsung terlihat konter tiket Airport Coach menuju KL Sentral

Kanan Atas : Airpot Coach yang akhirmya Gw naiki dengan harga tiket 10 Ringgit untuk dewasa dan 6 Ringgit untuk anak-anak.

Kanan Bawah : Yoyo Express Bus yang juga mengambil penumpang di KLIA dan KLIA2. Bus ini memiliki tujuan ke beberapa kota di luar Kuala Lumpur seperti Johor Bahru, Ipoh dan Taiping

Kiri Bawah : Akhirnya Gw menaiki Airport Coach menuju KL Sentral. Jarak yang akan ditempuh sekitar 60 km dengan waktu tempuh sekitar 1 jam perjalanan.

Mencoba cara mudah untuk mendapatkan tiket ke KL Sentral, Kamu bisa membeli tiketnya di 12go Asia dengan link sebagai berikut: https://12go.asia/?z=3283832

Malaysia Airlines Flight MH 0726 from Jakarta to Kuala Lumpur, Malaysia

30 March 2018- This was Malaysia Airlines flight from Soekarno Hatta International Airport (SHIA), Indonesia to Kuala Lumpur International Airport (KLIA), Malaysia using Boeing 737-800 aircraft with capacity about 166 passengers. This 2 hours flight occurred from 04:25 Jakarta time to 7:25 pm Kuala Lumpur time.

I issued ticket on October 7th, 2017 or 5.5 months before departure on price about Rp. 605,000 without seat choosing. Seat choosing add-on would be charged seat fee about 11 Ringgit or Rp. 40.052 (yes …. I choosed a seat 3 weeks before departured).

tiket dan seat fee

Left: e-ticket was earned when issued   ;           Right: seat fee

At 00:30, I headed towards Soekarno Hatta International Airport (SHIA) by Grab Car service at cost about Rp. 136.000 and got off at Terminal 2D. Upon arrived at airport, I couldn’t go directly to check-in counter because I must wait screening gate was opened. Finally screening gate was opened at 02:00. Some foreigners were disappointed because of it. I also didn’t know why the gate didn’t open for 24 hours.

Screening my backpack was smoothly then I went to check-in counter. Apparently I still had to queue and waited for 10 minutes until counter was opened. Actually I already had a boarding pass through web check-in process that I did independently, but when I asked to check-in staff what I could go directly to immigration counter, he said it was better for me to re-printed my boarding pass using paper from check-in counter. Yes finally I must queued

boarding pass

Left: boarding pass from web check-in result.
Top right: boarding pass from Malaysia Airlines check-in counter
Bottom right: cabin baggage tag

Finished check-in, I must wait again for 30 minutes to went to immigration counter, I saw immigration officers wasn’t standby in their posts.

At 3:00 pm I finally went to immigration counter. It was smoothly without any meaningful constraints.

part in SHIA

Top Left: Departure gate 2 SHIA Terminal 2D SHIA
Top right: Check-in counter
Lower left: immigration counter
Bottom right: boarding gate D4 Terminal 2D SHIA

Going to gate D4, I directly could enter 15 minutes before boarding time.
At 3:55 pm finally I was boarding,

Boarding

Since 2013 Malaysia Airlines had joined Oneworld, an airline alliance aimed to made alliance members be first choice of world travelers

Interior Plane

Top left: Business Class seats
Top right: Economy class seats
Bottom left: In-flight entertainment
Bottom right: Left plane winglets

For menus, during flight I got a glass of apple juice and Low Fat Meal as my request when issued ticket.

MH Meal

Mineral water, crackers, peanuts and low fat meal (potatoes, carrots, egg, broccoli all were boiled)

The steward asked to me “Would you like to ate now or later?” Because I replied that  I would eat later, then he gived me a plastic bag with Malaysia Airlines logo to brought my food when arrived at KLIA.

After 2 hours trip I landed smoothly at KLIA.
I had captured headquarters of Malaysia Airlines

MH Base

Malaysia Airlines base in KLIA

As an alternative, to get flight ticket from Jakarta to Kuala Lumpur, you can look for it at 12go Asia with following link: https://12go.asia/?z=3283832

KLM Flight-KL 0809 from Kuala Lumpur to Jakarta

March 18th, 2018-This flight was my first time to used service of KLM Royal Dutch Airlines. And KLM became the 19th airline I had ever rode during my traveling. Every traveling I always tried to found different airlines to felt their difference services, but my priority was still the cheapest one.

I issued this ticket on September 18th, 2017, exactly 6 months before flight.

Harga KLM

Ticket price was 224.10 Ringgit or Rp. 768,748, very affordable for European airlines

Airport Coach drops me to KLIA at 14:00. I went straight to check-in counter.

KLM

I was the first check-in yet passenger…. lonely at counter

Based on my ticket, I must go to gate C3. Views of KLIA when I moved from check-in counter to Gate C3 didn’t tell here, guys. I would tell later when that I came by Malaysia Airlines after this trip.

Oh yes, this was my first time visited Kuala Lumpur International Airport Terminal 1 (KLIA), because I often visited this neighbor country and always landed at KLIA 2 (it was Air Asia base). Seeing the building, KLIA terminal 1 looked like old building …. similarly like Soekarno Hatta International Airport Terminal 1 and 2 at Jakarta

C3 room

Gate C1 was Saudia Airlines boarding gate

view gate 3

Gate 3 view was building for POS Aviation – Malaysia’s Ground Service.

Waiting for 1.5 hours finally my plane came.

KLM Plane

(Left): Saudia Airlines aircraft was adjacent to (Right): KLM aircraft

KLM flight from KLIA to Soekarno Hatta International Airport (SHIA) was operated by Air France. Some KLM flights from KLIA-SHIA was even operated by Garuda Indonesia. Actually this flight was a transfer flight from Amsterdam to Jakarta that transited in Kuala Lumpur. While waiting for loading process, there was a bonus for passangers:

Liliana Natsir

Several minutes before boarding …. Liliyana Natsir came …. She was Indonesia’s mix double badminton world champion.

Okay …. didn’t wait for long, finally I boarded to European class airplane.

interior klm

Plane interior was common…. just very happy for rode Air France’s plane.

Along flight, I got a warm wet tissue for face cleaner, vegetarian pie which was enough to replaced my dinner menu (saved my budget) and a glass of apple juice.

And along flight I saw “Dunkirk”…. I didn’t know why I like this movie. I had watched it three times before. Even on my previous trips, I also watched it in Thai Airways when flied to Kathmandu, Nepal.

view flight

It was the coolest view on this flight.

Pretty enough flight. I would tell you my another flight in different article.

By the way, you can search for flight ticket from Kuala Lumpur to Jakarta in 12go Asia. Try to search the route here: https://12go.asia/?z=3283832

Penerbangan Malaysia Airlines MH 0726 dari Jakarta ke Kuala Lumpur, Malaysia

30 Maret 2018- Ini adalah penerbangan pagi Malaysia Airlines dari Soekarno Hatta International Airport (SHIA), Jakarta ke Kuala Lumpur International Airport (KLIA), Malaysia menggunakan pesawat jenis Boeing 737-800 berkapasitas 166 penumpang. Penerbangan 2 jam ini berlangsung dari jam 04:25 waktu Jakarta hingga jam 07:25 waktu Kuala Lumpur.

Pemesanan tiket Gw lakukan pada 7 Oktober 2017 atau 5,5 bulan sebelum keberangkatan dengan harga Rp. 605.000 tanpa pesan kursi. Add-on pemilihan kursi sendiri akan kena seat fee sebesar 11 Ringgit atau Rp. 40.052 (ya….Gw pilih kursi pada 3 minggu sebelum keberangkatan).

tiket dan seat fee

Kiri: e-ticket didapat saat issued  : Kanan: seat fee

Jam 00:30 Gw menuju Soekarno Hatta International Airport menggunakan jasa Grab Car dengan biaya Rp. 136.000 dan turun di Terminal 2D. Saat tiba di airport, Gw ga bisa langsung masuk ke konter check-in karena harus nunggu screening gate dibuka. Screening gate sendiri baru dibuka jam 02:00. Ada beberapa WNA yang keliatan bete karena proses menunggu ini. Gw juga ga tahu kenapa ga open 24 jam.

Screening backpack berjalan mulus dan masuklah Gw ke konter check-in. Ternyata masih harus ngantri dan nunggu 10 menit hingga konter dibuka. Sebetulnya Gw sudah punya boarding pass lewat proses web check-in yang Gw lakukan secara mandiri, namun ketika Gw nanya ke petugas konter apakah bisa langsung menuju konter imigrasi, dia bilang lebih baik boarding pass Gw diprint ulang menggunakan kertas dari konter check-in. Ya akhirnya Gw harus antri.

boarding pass

Kiri: boarding pass hasil web check-in

Kanan atas: boarding pass dari konter check-in Malaysia Airlines

Kanan bawah: cabin baggage tag

Selesai check-in Gw kembali tertahan 30 menit untuk masuk ke konter imigrasi, petugas imigrasi Gw lihat belum standby di posnya masing-masing.

Sekitar jam 03:00 akhirnya Gw masuk juga ke konter imigrasi. Alhamdulillah lancar tanpa kendala berarti.

 

part in SHIA

Kiri atas: Departure gate 2 Terminal 2D SHIA

Kanan atas: Konter check-in 

Kiri bawah: konter imigrasi

Kanan bawah: boarding gate D4 Terminal 2D SHIA

Menuju ke gate D4, Gw langsung bisa masuk tepat 15 menit sebelum boarding time.

Jam 03:55 akhirnya Gw boarding,

Boarding

Sejak 2013 Malaysia Airlines bergabung dalam Oneworld yaitu aliansi maskapai penerbangan yang bertujuan menjadikan anggota aliansi menjadi pilihan pertama para wisatawan dunia

Interior Plane

Kiri atas : Business Class seats

Kanan atas : Economy class seats

Kiri bawah : In-flight entertainment

Kanan bawah : Left plane winglets 

Untuk urusan menu, selama penerbangan Gw mendapatkan segelas apple juice dan Low Fat Meal sesuai request Gw saat issued ticket.

MH Meal

Air mineral, kerupuk, kacang masin dan low fat meal (kentang, wortel, telur bulat, brokoli semua direbus)

Pramugara sempat nanya Gw “Anda mau makan sekarang atau nanti?” Karena Gw jawab nanti, maka dia keluarkan plastik jinjing berlogo Malaysia Airlines untuk membawa makanan ketika sampai di KLIA.

Setelah 2 jam perjalanan Gw landing dengan mulus di KLIA.

Gw sempat mengabadikan markas Malaysia Airlines ini

MH Base

Base Malaysia Airlines di KLIA

Untuk mendapatkan tiket penerbangan dari Jakarta ke Kuala Lumpur, Kamu bisa mencarinya di 12go Asia dengan link sebagai berikut:  https://12go.asia/?z=3283832

Penerbangan KLM-KL 0809 dari Kuala Lumpur ke Jakarta

18 Maret 2018-Penerbangan kali ini adalah pertama kalinya menggunakan jasa KLM Royal Dutch Airlines. Dan KLM menjadi maskapai ke-19 yang pernah Gw naiki selama traveling. Maklum setiap traveling Gw selalu berusaha mencari maskapai berbeda untuk merasakan perbedaan pelayanan saja, tetapi tetap ya prioritas pertama adalah cari yang termurah.

Gw issued tiket ini pada 18 September 2017, tepat 6 bulan sebelum penerbangan.

Harga KLM

Dengan harga 224,10 Ringgit atau Rp. 768.748 sangat affordable untuk maskapai Eropa

Airport Coach mengantarkan Gw ke KLIA tepat jam 14:00. Gw langsung menuju ke konter check-in.

KLM

Kayaknya Gw penumpang yang pertama check-in….sepi belum ada siapa-siapa

Berdasar tiket, Gw  harus menuju ke gate C3. Suasana KLIA saat perpindahan dari dari konter check in ke Gate C3 ga Gw ceritain disini ya gaes. Nanti akan Gw ceritain pas Gw naik Malaysia Airlines saja -trip setelah trip ini-.

Oh iya, kali ini pertama kalinya juga Gw menginjakkan kaki ke Kuala Lumpur International Airport Terminal 1 (KLIA), karena bolak-balik ke negeri jiran ini selalu turun di KLIA 2 -base nya Air Asia-. Melihat bangunannya memang KLIA terlihat layaknya bangunan tipe lama….ya mirip-mirip Soekarno Hatta International Airport Terminal 1 dan 2 lah kira-kira.

C3 room

Gate C1 adalah boarding gatenya Saudia Airlines

view gate 3

View gate 3 adalah bangunan untuk POS Aviation -ground servicenya Malaysia-.

Menunggu 1,5 jam akhirnya pesawat datang juga.

KLM Plane

(Kiri) : Pesawat Saudia Airlines bersebelahan dengan (Kanan) :  Pesawat Gw lah….

Penerbangan KLM dari KLIA ke Soetta International Airport ini dioperasikan oleh Air France. Beberapa penerbangan KLM dari KLIA-Soetta bahkan dioperasikan oleh Garuda Indonesia. Sebetulnya penerbangan ini adalah transfer flight dari Amsterdam ke Jakarta yang transit di KLIA. Oh ya sambil nungguin pesawatnya loading, ada bonus nih gaes:

Liliana Natsir

Disaat akhir mau boarding….muncul Liliyana Natsir….Juara bulu tangkis ganda campuran kita gaes.

Okay….tak menunggu lama, akhirnya boarding ke pesawat kelas Eropa ini terjadi.

interior klm

Interiornya sih biasa ya gaes….hanya perasaan aja seneng banget naik pesawat milik Air France.

Sepanjang perjalanan Gw mendapatkan sebuah tisu basah hangat untuk pembasuh muka, vegetarian pie yang seporsinya cukup untuk menggantikan dinner Gw (lumayan kan hemat budget) dan segelas apple juice.

Dan sepanjang perjalanan Gw melihat film Dunkirk….Ga tau ya kenapa Gw suka film ini. Gw sampai nonton sampai 4x. Bahkan pada perjalanan sebelumnya, Gw juga nonton film ini di kabin Thai Airways ketika terbang ke Kathmandu, Nepal.

view flight

Ini view terkeren sepanjang penerbangan waktu itu.

Ok cukup sekian penerbangan kali ini. Akan Gw ceritakan penerbangan lain di artikel yang berbeda.

By the way, Kamu boleh mencoba mencari tiket penerbangan dari Kuala Lumpur ke Jakarta melalui 12go Asia. Coba cari rutenya disini:  https://12go.asia/?z=3283832