Mengenal Penang Sentral

Semakin banyaknya direct flight dari Jakarta menuju Penang, membuat para traveler lebih memilih untuk turun di Penang International Airport daripada harus bersusah payah melintasi daratan negeri jiran selama 6-8 jam dari ibukotanya.

Padahal jika Kamu mau saja bersabar untuk melakukan perjalanan darat tersebut maka memorimu akan terisi dengan pengalaman yang menarik dan disertai dengan pemandangan yang mempesona di sepanjang negara bagian Selangor dan Perak.

Lalu….Buat Kamu yang melakukan perjalanan darat menggunakan bus maka mayoritas bus akan berhenti di Penang Sentral yang merupakan gerbang darat wisata Pulau Penang.

Oleh karenanya….supaya Kamu tidak bingung dan bisa mendapatkan gambaran mengenai bentuk dan seluk beluk Penang Sentral, maka Kuhadirkan tulisan ini untuk Kalian.

Yessss….itulah penampakan Penang Sentral.

PENANG SENTRAL….Dibangun pada tahun 2018 sebagai main transportation hub milik Negara Bagian Penang. Penang Sentral secara strategis menggantikan peran Butterworth Bus Terminal dengan sistem integrasi yang luar biasa. Bisa Kamu bayangkan, bangunan besar itu mengintegrasikan terminal bus, stasiun kereta dan pelabuhan ferry dalam satu lokasi. Bangunan terintegrasi ketiga yang kukagumi di Malaysia setelah KL Sentral dan Terminal Bersepadu Selatan (TBS).

Butterworth Bus Terminal sebelum Penang Sentral selesai dibangun.
Sumber: Travel-Penang-Malaysia.com
Pulau Penang dilihat dari Penang Sentral.

—–****—–

Inilah kisahku membedah Penang Sentral….

Jam 13:54, Aku sampai di Penang Sentral….ya iyalah, tentunya diturunkan di Drop Bay lantai 1.

Dan demi menghadirkan tulisan ini, Aku relakan diri menunda sejenak menuju ferry terminal yang bisa melabuhkanku di George Town si ibukota Negara Bagian Penang.

Selama 1 jam 20 menit, Aku akan mengeksplore Penang Sentral.

LANTAI 1

Bermula dari hall ini:

Kamu akan diturunkan di Drop Bay Area ketika tiba di Penang Sentral.

Secara umum lantai 1 ini digunakan untuk menurunkan dan menaikkan penumpang.

Ini adalah platform intercity/express bus area saat Aku meninggalkan Penang Sentral.

LANTAI 2

Yuk, Kita naik ke lantai 2. Ada apakah gerangan?

Begitu naik escalator, Kamu akan melihat sekilas luasnya lantai 2.

So….Apa yang kamu cari?

  1. Bus Ticketing Counter.

Konter penjualan tiket bus berada tepat dihadapanku setelah selesai menaiki escalator. Yang kulakukan saat itu adalah langsung membeli tiket bus untuk meninggalkan Penang dengan jadwal dua hari setelah kedatanganku di Penang. Keberadaan Self Ticketing KiosK yang menempel di salah satu pilar membuatku mengurungkan diri untuk bergegas ke konter. Lebih baik aku mengeksplore harga tiket bus termurah via mesin itu, karena banyak armada dengan tarif bervariasi menyediakan rute menuju Ipoh.

Akhirnya kugenggam lembaran tiket bus Perak Transit setelah memasukkan uang senilai Rp 70.000….Tiket bus di tangan, hati pun tenang.

Itu Departure Board Penang Sentral…. Self Ticketing Kiosk ada di pilar itu. Lihat ga?

2. Information Centre

Standar pertama ketika tiba di tempat asing adalah mengunjungi Information Centre untuk mendapatkan informasi sebanyak-banyaknya sebelum mengeksplorenya lebih dalam. Begitu pun Aku, menanyakan perihal pariwisata Penang, meminta brosur, mencari cara bagaimana meninggalkan kota dengan cara terbaik dan banyak hal lain yang kutanyakan ke petugas information centre.

Mudah kok menemukannya….tepat di depan Bus Ticketing Counter.

3. Ferry Terminal.

Berjalanlah membelakangi Bus Ticketing Counter maka setelah beberapa saat  Kamu akan menemukan linkway menuju Ferry Terminal. Terletak di sebelah kiri arah jalanmu maka akan terlihat dengan jelas direction sign menuju ke Ferry Terminal.

Linkway menuju Ferry Terminal.

Berjalanlah lurus maka dalam belasan langkah maka kamu akan menemukan Customer Service Centre yang menjual tiket ferry menuju George Town. Nama ferry terminalnya adalah Pangkalan Sultan Abdul Halim.

Murah kok….harga tiketnya Cuma Rp. 4.000. Satu tiket untuk pulang pergi

4. Shopping Counter.

Sebetulnya Shopping Counter lebih banyak berada di lantai 3. Aku tak sempat mengunjunginya karena sudah kesorean dan jika tak segera meninggalkan Penang Sentral maka eksplorasiku di Pulau Penang pasti akan terganggu.

Shopping Counter yang kutunjukkan ini hanya yang berada di lantai 2.

5. Eatery

Kedai penjual makanan ada di dekat linkway menuju Ferry Terminal. Sudah pasti dijamin kehalalannya dan harganya yang tergolong murah.

Iqbal’s Restaurant menjadi tempat makanku saat masuk dan keluar Penang
Cobain cuminya deh….maknyus

6. Stasiun Butterworth.

Satu moda transportasi lagi yang terintegrasi di Penang Sentral adalah kereta. Nah, stasiun keretanya bernama Stasiun Butterworth. Hanya saja bangunannya terletak terpisah dari bangunan utama Penang Sentral.

Untuk menemukan stasiun ini. Berjalanlah lurus melewati Bus Ticketing Counter di lantai 2, maka Kamu akan menemukan lift di ujung lantai. Kemudian turunlah ke lantai 1 melalui lift itu.

Lift diujung ruangan lantai 2.

Tak terlalu jauh setelah keluar dari lift di lantai 1 maka Kamu akan menemukan sebuah lorong dengan tanda KTM (Keretapi Tanah Melayu) sebagai petunjuk menuju Stasiun Butterworth.

Penampakan depan lorong.

Setelah beberapa puluh meter menyusuri lorong maka Kamu akan menemukan bangunan berwarna putih yang tak lain adalah Stasiun Butterworth.

Maksud hati berburu tiket ETS (Electric Train Service) tapi ternyata sold out….ealah.

OKE…Cukup sekian ya. Aku sudah menjelaskan semua hasil eksplorasiku di Penang Sentral.

Jadi, akhirnya Kamu mau ke Penang lewat darat atau lewat udara nih?…….

Bus dari KLIA2 ke Penang

Tiket ketengan menuju ke Dhaka, Bangladesh mengharuskanku transit ke Kuala Lumpur. Plisssss deh….yang bener aja, Aku harus menginjakkan kaki di Kuala Lumpur untuk ke 12 kali.

Hebat euy si Donny….

Hebat apaan, Guwe bosennnnn….

Aku harus cepat memutar otak untuk menjadikan perjalanan kali ini berkesan.

Fine….Akhirnya Kuputuskan meninggalkan Kuala Lumpur dan memilih mengunjungi Penang dengan cara  memperpanjang waktu transitku.

Hingga 2017, Aku tak pernah kesampaian mengunjungi Penang. Sementara jadwal klayapanku sudah jauh meninggalkan Asia Tenggara. Jadi kupaksakan diri untuk mampir ke Penang sebelum menghabisi Asia Selatan.

Lalu….Bagaimana mencapai Penang dari KLIA2 (Kuala Lumpur International Airport Terminal 2)?

Kukasih pilihan deh,

Alternatif 1. Naik ETS (Electric Train Service)

Biaya yang akan dikeluarkan jika naik ETS:

  1. Aerobus KLIA2-KL Sentral = Rp. 40.000
  2. ETS Stasiun KL Sentral-Stasiun Butterworth = Rp. 286.000
  3. Ferry dari Pangkalan Sultan Abdul Halim Ferry Terminal di Penang Sentral menuju Pangkalan Raja Tun Uda Ferry Terminal di Pulau Penang = Rp. 4.000

Tarif keseluruhan = Rp. 330.000

Alternatif 2. Naik Bus

Biaya yang akan dikeluarkan jika naik bus:

  1. Direct bus dari KLIA2-Penang Sentral = Rp. 190.000
  2. Ferry dari Pangkalan Sultan Abdul Halim Ferry Terminal di Penang Sentral menuju Pangkalan Raja Tun Uda Ferry Terminal di Pulau Penang = Rp. 4.000

Tarif keseluruhan = Rp. 194.000

Sudah tahu kan Aku memilih naik apa?….

—-****—-

Malam hari pukul 22:05, Air Asia QZ 206 mendaratkanku di KLIA2. Artinya sudah jelas kan….moloooorrrr lageeeee di bandara….hahaha.

Selepas mengecap passport di konter imigrasi, Aku segera menuju ke Transportation Hub di lantai 1 Gateway@klia2 mall. Dan selanjutnya Aku duduk manis di ujung NZ Curry House untuk menyantap nasi lemak dan teh O seharga Rp. 23.000 sebagai makan malamku….makan malam kok tengah malam….parraaahhhh.

Tengah malam makan beginian….
Menu yang sama kuulang dipagi hari kemudian sebelum berangkat ke Penang.

Dan untuk mengamankan satu tiket menuju Penang. Di tengah malam itu pula, Aku membeli tiket bus StarMart Express dengan tujuan akhir Penang Sentral seharga Rp. 190.000.

Tengah malam pun konter sangat ramai….Awas kehabisan tiket!….Coba deh beli di 12Go
Tujuan akhir masih tertera terminal Butterworth. Sebelum Penang Sentral selesai dibangun, memang bus berhenti di terminal itu.

Yessss….

Makan sudah….

Tiket sudah….

Menjadikan malam itu nyenyak beristirahat di surau (mushola) Departure Hall lantai 3 KLIA2.

—-****—-

Dan perjalanan menuju Penang pun dimulai. Pagi itu tepat pukul 06:00, Aku menaiki StarMart Express di Door1-platform A01 sesuai tiket.

StarMart Express sedang merapat di platform.
Aku duduk di seat nomor 22.

Karena ini perjalanan panjang maka kubekali diriku dengan membeli sebotol air mineral dan snack ringan seharga  Rp. 15.500.

Menyusuri jalanan North-South Expressway, Starmart Express berjalan dengan santai. Dan 3 jam 45 menit kemudian, Aku tiba di Terminal Amanjaya, Kota Ipoh. Ipoh sendiri adalah Ibu Kota Negara Bagian Perak.

Bus menurunkan dan menaikkan sejumlah penumpang di Terminal Amanjaya.
Suasana jalan ketika meninggalkan Kota Ipoh.

Pukul 11:00, Bus merangsek ke jalan Taiping dan akhirnya berhenti di Terminal Kuala Kangsar. Penumpang melakukan toilet break selama 10 menit.  

Terminal Kuala Kangsar terletak tepat di jalan Persiaran Bendahara, kota Bandar Baru, Distrik Kuala Kangsar, Negara Bagian Perak.

Pada jam 11:55, bus berhenti di kantor StarMart Express Taiping di Jalan Kampung Dew, daerah Simpang. Ini adalah tujuan akhir Bus StarMart Express dari KLIA 2. Dan untuk melanjutkan perjalanan menuju Penang,  penumpang akan dipindah ke bus StarMart Express yang lain atau bus yang bekerjasama dengan StarMart Express.

StarMart Express @Taiping Head Quarter terletak di Distrik Laut, Matang dan Selama, Negara Bagian Perak.

Dan kali ini, Aku dipindahkan ke Bus Eagle yang bekerjasama dengan StarMart Express.

Bus “Hijau” ini dimiliki oleh perusahaan Eagel Coach SDN.BHD.

Tak menjadi masalah buatku untuk dipindahkan ke bus lain yang penting sampai tujuan. Tapi tak tahu dengan penumpang yang lain, apakah mereka biasa juga atau mungkin ada yang sewot…..hahaha.

OK lanjut yaaaa….

Jam 12:30, Bus tiba di Terminal Bas Express Kamunting Raya untuk melakukan toilet break kembali selama 10 menit.

Terminal ini terletak di kota Kamunting, Distrik Laut, Matang dan Selama, Negara Bagian Perak.

10 menit kemudian bus perlahan meninggalkan Kota Kamunting dan mempertontonkan keindahan alam dengan melalui jalan yang meliak-liuk menembus perbukitan .

Cakep banget dah alam Negara Bagian Perak.

Terlelap dengan pulas karena jam tidur yang kurang pada malam sebelumnya di KLIA2 hingga akhirnya tak terasa bus mulai memasuki platform Penang Sentral pada pukul 13:54.

Rasa ingin tahu yang tinggi membuatku tak terasa capek menaiki bus selama 7 jam 54 menit untuk mencapai destinasi impian….”Penang”

Aku diturunkan di platform ini ketika tiba di Penang Sentral.

So guys,…..Siapa sih yang ga mau melihat Kota Tua George Town yang menjadi Situs Warisan Budaya UNESCO ?

Ayolah datang kemari….ngeteng aja sepertiku, dijamin murah meriah.

Tiket bus KLIA2-Penang bias Kamu dapatkan juga di e-commerce perjalanan 12Go

New Route to Batu Caves, Malaysia

In 2014, I had visited Batu Caves. At that moment I went from KL Sentral to Batu Caves used Seremban Line Commuter Train with ticket fare 2 Ringgit.

March 30th, 2018, I visited Kuala Lumpur and I wanted to visited Batu Caves again. But when I bought ticket at KL Sentral commuter ticket counter, the commuter train to Batu Caves currently unserved passengers from KL Sentral. I knew it because I notice a tourist who talk to ticket counter staff. Finally I decided to got out from queue before actually reached in front of ticket counter staff.

I finally headed to KL Sentral information counter to ask how to reached Batu Caves. According to information staff, to reached Batu Caves, I must use KTM 1 free bus from KL Sentral to Sentul Station. Well from Sentul Station then continued using commuter train to Batu Caves. I ask where did the free bus located, actually KTM 1 bus shelter was in front of Airport Coach / Sky Bus Shelter in KL Sentral.

KTM1 path

Top Left: Direction board was in front of Skybus shelter that directed tourists to KTM 1 bus to Sentul Station

Right: Direction on the floor directed me towards KTM Bus 1 shelter.

Bottom Left: KTM 1 Bus parked at Sentul Station.

Free bus KTM would go if passengers was full, I didn’t wait to got a seat. When bus had available space then I immediately got in. The journey from KL Sentral to Sentul Station took approximately 25 minutes on the fluently road.

Once arrived at Sentul Station, I immediately headed into station to bought commuter train tickets. I immediately bought a round-trip ticket because it was cheaper 1 Ringgit than one-way ticket. Once I paid 5 Ringgit then I got a ticket pass to got in the train line. This card would bring me back to Sentul Station again after finishing Batu Cave visitation.

 Sentul Station

 

Top Left: Sentul Station inside

Top Right: Sentul Station ticket counter

Bottom Right: Ticket pass (Sentul station to Batu Caves station round trip)

Lower Left: Commuter Train that carried passengers from Sentul Station to Batu Caves station

 

Once got in to train line,  a commuter train was waiting. This Chinese-made train stopped long enough to waited for passengers until all seats were full.

It was clear that KL Sentral point still exist on the route map above the train door, it indicated that initially this train passed KL Sentral when it ran towards Batu Caves, but the line had been changed and shortened into Sentul Station-Batu Caves Station.

I noticed that the flow of passengers up and down along the way to Batu Caves was very quiet, it also seen from some station buildings along trip that poorly maintained in cleanliness so the building seen dull and some escalator didn’t work. The line was arguably quiet.

After 20 minutes finally I arrived at Batu Caves.
Some interesting views in Batu Caves that I got:

Batu Caves2

Top Left: The corridor that was used to sold souvenirs after exit from Batu Caves Station

Top Right: The Murugan Statue that became the icon of Batu Caves tourism.

Bottom Right: Took off the shoes before entering Venkatachalapathi temple

Bottom Left:  Food stalls around Batu Caves.

And before moved to Petronas Twin Tower, I decided to lunch at a food stall around Batu Caves. Most of food stalls were managed by Malaysian Indians because Batu Caves was their worship place

Bus from KLIA to KL Sentral, Malaysia

This is continuation of article:

“Malaysia Airlines Flight MH 0726 from Jakarta to Kuala Lumpur, Malaysia”

(https://wordpress.com/post/travelingpersecond.com/375).

Malaysia Airlines that I rode landed at KLIA on 7:31 pm Kuala Lumpur time.

Towards KLIA Exit Door
After the plane smoothly landed, I dropped off at KLIA arrival hall at 3rd floor. When I
got off from plane, usually I would look for drinking water station to filled my drink
bottle but I couldn’t find it until I was out from airport.

Menuji Exit Gate KLIA

Top Left: I walked along arrival hall H towards immigration counter

Top Right: Passport checking process at immigration counter

Bottom Right: Passed baggage conveyor belt …. but I didn’t carry luggage, so I continued

towards exit door.

Bottom Left: I reached at airport exit door

Towards Airport Coach Shelter

Once out of airport exit door, of course, One thing that I looked for was location of Airport Coach that would departed to KL Sentral. Well, I found these direction in KLIA:

sign KLIABecause I was still on 3rd floor, it means I should go down to 2nd floor to got Airport Coach that will took me to KL Sentral (Kuala Lumpur).

Towards Bus Shelter KLIA

Top Left: Then I walked down the escalator to 2nd floor of KLIA

Top Right: And I always followed that sign to Airport Coach shelter

Bottom Right: A moment later I passed a corridor above a driveway.

Bottom Left: I reached the end of corridor adjacent to car park area, Turned to left was escalator to Airport Coach shelter and to right was lift to the same shelter. Actually Airport Coach shelter wasn’t located on 2nd floor but on 1st floor.

escalator n liftTop Left: KLIA car park area at 2nd floor

Top Right: Toilet at the end of corridor before exit to  car park area, very clean and I had
used it for a few moments here.
Bottom Right: At first I wanted to get down to Airport Coach shelter through this
escalator but it was under construction,
Bottom Left: Finally I must use this lift to Airport Coach shelter. At the end of the
corridor near the lift is direction to famous transit hotel in KLIA (Hotel Sama-Sama).

bus shelter

Top Left: Once got off from lift, I was immediately seen Airport Coach ticket counter to KL Sentral

Top Right: I ultimately rode the Airpot Coach with ticket price 10 Ringgit for adults and 6 Ringgit for children.

Bottom Right: Yoyo Express Bus which also took passengers in KLIA and KLIA2. The bus had destination to several cities outside of Kuala Lumpur such as Johor Bahru, Ipoh and Taiping

Lower Left: Finally I boarded Airport Coach to KL Sentral. Distance which would covered about 60 km with travel time about 1 hour journey.
Try an easy way to get a ticket to KL Sentral, you can buy the ticket at 12go Asia with following link: https://12go.asia/?z=3283832

Hotel Murah Terdekat dengan KL Sentral, Malaysia

Begitu Airport Coach yang Gw naiki tiba di KL Sentral pukul 10:03. Tujuan pertama Gw adalah Batu Caves. Tetapi untuk meringankan beban, Gw akan menitipkan bacpak di hotel walaupun belum waktunya untuk check-in dan Gw hanya akan bawa tas lipat yang diisi dengan air minum, dompet, passport, handphone dan kamera.

Hotel yang Gw pilih adalah Westree Hotel di Jalan Tun Sambanthan tepat di sebelah tenggara KL Sentral.

Gw memilih hotel ini karena sangat dekat dengan Airport Coach dan Skybus Shelter di KL Sentral karena keesokan harinya Gw harus terbang menuju Singapura menggunakan pesawat Scoot Airlines. Jadi keesokan harinya Gw harus berangkat menuju KLIA2 sekitar jam 04:30 pagi.

Gw memesan hotel ini 9 hari sebelumnya menggunakan Agoda dengan harga Rp. 331.772/malam (sangat murah untuk ditempati oleh 2 dewasa dan 1 anak). Harga ini sudah termasuk tourism tax 10 Ringgit (sejak 1 September 2017, Malaysia menerapkan pajak menginap untuk turis sebesar 10 Ringgit per malam).

Peta Hotel Westree

 

Sangat dekat sekali…..Hanya perlu berjalan 3 menit menuju Airport Coach dan Skybus Shelter

Jl Tumsanbhatan

Kiri : Begitu Airport Coach tiba di KL Sentral, Gw hanya perlu keluar dari sebuah lorong menuju Jl. Tun Sambanthan

Kanan : Jl Tun Sambanthan yang didedikasikan untuk tokoh Malaysia keturunan India yang merupakan salah satu founding father Malaysia. Hotel Westree terletak tepat di pinggir jalan ini.

Westree Inside

Kiri Atas: Pintu depan Hotel Westree yang tepat di tepi Jalan Tun Sambanthan dan tepat diseberang jalan adalah shelter Airport Coach dan Skybus.

Kanan Atas: Lobby Hotel Westree

Kanan Bawah: Ketika check-in pihak hotel meminta deposit sebesar 40 Ringgit dan bisa diambil kembali ketika check-out

Kiri Bawah: Kebersihan hotel biasa tercermin dari kebersihan toilet kamarnya. Toilet Hotel Westree sangatlah bersih.

Mayoritas karyawan hotel ini adalah warga Malaysia keturunan India karena memang hotel ini terletak di daerah Brickfields yang merupakan Little Indianya Kuala Lumpur. Dahulu daerah sekitar hotel ini adalah penghasil batu bata.

Secara umum staff nya cukup membantu dan ramah. Staff receptionint dengan baik memberikan Peta Pariwisata Kuala Lumpur ke Gw.

Gw check-in ke hotel jam 17:00 setelah puas keliling Kuala Lumpur dan check-out keesokan harinya pukul 04:15 untuk menuju KLIA2.

 

 

 

 

 

 

 

 


 

 

Bus dari KLIA ke KL Sentral, Malaysia

Ini adalah kelanjutan dari artikel:

“Penerbangan Malaysia Airlines MH 0726 dari Jakarta ke Kuala Lumpur, Malaysia” (https://wordpress.com/post/travelingpersecond.com/339).

Malaysia Airlines yang Gw naiki mendarat di KLIA tepat pukul 7:31 waktu Kuala Lumpur.

Menuju Pintu Keluar KLIA

Setelah pesawat mendarat mulus, Gw diturunkan di Arrival Hall H KLIA lantai 3. Biasanya begitu turun dari pesawat yang Gw cari adalah drinking water station untuk mengisi botol minuman tetapi Gw tidak bisa menemukannya hingga keluar bandara sekalipun.

Menuji Exit Gate KLIA

Kiri Atas : Gw berjalan sepanjang arrival hall H menuju konter imigrasi

Kanan Atas : Proses pengecekan passport di konter imigrasi

Kanan Bawah : Melewat baggage conveyor belt….tapi Gw kan ga bawa bagasi, ya jadi dilanjut ajahhh

Kiri Bawah: Sampai juga di pintu keluar bandara

Menuju Shelter Airport Coach

Begitu keluar dari pintu bandara tentu yang Gw cari adalah dimanakah letak Airport Coach menuju KL Sentral. Nah Gw melihat petunjuk ini di KLIA:

sign KLIAKarena Gw masih berada di lantai 3, berarti Gw harus turun menuju lantai 2 untuk mendapatkan Airport Coach yang akan mengantarkan Gw ke KL Sentral (Kuala Lumpur).

Towards Bus Shelter KLIA

Kiri Atas: Kemudian Gw berjalanan menuruni escalator menuju lantai 2 KLIA

Kanan Atas: Dan Gw selalu mengiIkuti tanda itu untuk menuju shelter Airport Coach

Kanan Bawah : Sesaat kemudian Gw melewati sebuah koridor yang berada tepat diatas jalan mobil.

Kiri Bawah: Gw sampai di ujung koridor yang berbatasan dengan area parkir mobil, belok ke sebelah kiri adalah escalator menuju shelter Airport Coach sedangkan ke sebelah kanan adalah lift menuju shelter yang sama. Ternyata shelter Airport Coach tidak terletak di lantai 2 tetapi di lantai 1.

escalator n liftKiri Atas : Area parkir mobil KLIA lantai 2

Kanan Atas : Toilet di ujung koridor sebelum keluar ke area parkir mobil, sangat bersih dan Gw sempat bersih-bersih beberapa saat disini.
Kanan bawah : Awalnya Gw mau turun ke shelter Airport Coach lewat escalator ini tapi ternyata sedang dalam perbaikan,
Kiri Bawah : Akhirnya Gw harus menggunakan lift ini menuju shelter Airport Coach. Di ujung koridor dekat lift adalah arah menuju hotel transit yang terkenal di KLIA (Hotel Sama-Sama) .

bus shelter

Kiri Atas : Begitu turun dari lift langsung terlihat konter tiket Airport Coach menuju KL Sentral

Kanan Atas : Airpot Coach yang akhirmya Gw naiki dengan harga tiket 10 Ringgit untuk dewasa dan 6 Ringgit untuk anak-anak.

Kanan Bawah : Yoyo Express Bus yang juga mengambil penumpang di KLIA dan KLIA2. Bus ini memiliki tujuan ke beberapa kota di luar Kuala Lumpur seperti Johor Bahru, Ipoh dan Taiping

Kiri Bawah : Akhirnya Gw menaiki Airport Coach menuju KL Sentral. Jarak yang akan ditempuh sekitar 60 km dengan waktu tempuh sekitar 1 jam perjalanan.

Mencoba cara mudah untuk mendapatkan tiket ke KL Sentral, Kamu bisa membeli tiketnya di 12go Asia dengan link sebagai berikut: https://12go.asia/?z=3283832