8 Tourist Attractions in Belitung

Friend: Hi Donny, Let’s travel to Belitung!….me : It’s high season, bro….#lazymood

Friend: There is cheap ticket, Donny…. me : what’s the ticket kind?….#stillstandardmood

Friend: Donny, it’s free….me : Whaaaattt?….#turnedawayfromlaptop

Friend: “Accommodation is also free”…. me : shock and very surprised….#closelaptop

It’s crazy moment….I was packing right away.

I didn’t realize that I had reached sales target which set by my office and was rewarded with a trip to Belitung. And a few months earlier, Jokowi (Indonesia President) decided Belitung as one of 10 leading tourism destinations in Indonesia

I was lucky.…

The departure day arrived and “The Green Airline” was landing me at Tanjung Pandan.

Because of free trip, I didn’t need to be a backpacker. Enough to sweetly sat and I was picked up by a blue tourism bus. This tour is hosted by the Belitung Nusantara Tour.

Also itinerary, I didn’t need to make it because it has been made by my office.….very nice moment. This time, I wasn’t an backpacker. Right now, I was Donny the luxury tourist.

Bus directly went to Tanjung Kelayang Port which was located in 30 km north of H.A.S Hanandjoeddin Airport. Looks like, I would go straight to sea tourism through this port. Using a life jacket, I immediately sailed to the main destinations in Belitung

This is it:

1.Batu Berlayar Island

Very beautiful … Granite rocks towering above soft sand island. Combined with clearly blue sea water, making this island as perfect opening session in my trip.

It only takes 15 minutes from Tanjung Kelayang pier. Climbing the granite stone is something which I had to do to marking that I’ve been here. It’s easy to find starfish and small hermit crab which slip between large granite rocks.

Nice….

So named as Batu Berlayar because from a distance, It like a sail

2. Lengkuas Island

At the beginning of trip, I didn’t understand why bus driver bought so many biscuits before arriving at Tanjung Kelayang port. I thought it was for his snack (but still suspicious… It’s very much for snacking….maybe for lunch also….hahaha).

Apparently, I found the answer here. biscuits was bought for feeding fishes around Lengkuas island.

You have to come here, guys….snorkling like I feel….#alwayspray4u


Snorkling and feeding the fish … Wadauw.

You also have to visit the Dutch-made Lighthouse in 1882 on Lengkuas Island. The 62-meter in high and 18-floors lighthouse can be climbed by tourists (I hear now, it cann’t be climbed again because of an official regulation regarding the prohibition of climbing lighthouses by Transportation Ministry).

Taking off footwear and making sure legs are completely dry are a must before climbing lighthouse. Made from solid metals with relatively thick paint, it shows perfect maintenance of lighthouse.

The tiredness of climbing lighthouse will pay off with a beautiful ocean top view, like heaven that I rarely find with my naked eye.

3. Kepayang Island

From Lengkuas Island, trip continues to Babi Island-babi is pig in English– (another name from Kepayang Island). The island is protected with giant granite rocks. It famous for its turtle conservation activities in Belitung, Kepayang Island has an important role.

You can take a freshwater bath with a very clean public bathroom. Bathrooms managed by a restaurant. This restaurant is also be place where tourists have a lunch after snorkling on Lengkuas island.

4. Tanjung Tinggi Beach

Flanked by Tanjung Kelayang and Tanjung Pendam, making this beach very quiet. Blue sea water that doesn’t rip much, makes it very suitable to calm down. Granite expanse is more massive than three previous islands that I visited, making Tanjung Tinggi beach have a champion view.

Also known as Laskar Pelangi beach by public because it was used as one of locations for taking scenes in phenomenal film by Riri Riza.…Laskar Pelangi.

5. Kaolin Lake

Do You know Kaolin, right? … it’s mineralized clay for cosmic and toothpaste raw materials.

This Kaolin lake is a lake which is formed by accident.…Starting from Kaolin mining remains, it make large holes. And finally, after mining was inactive, holes were filled with rain water. Hence Kaolin lake is formed.

Because soil colour is white and water in the lake reflects a turquoise colour, it makes beautiful stretch of Kaolin lake.

This lake is also one of spots in Laskar Pelangi movie scene.

Cool…..

6. Kota Gantung Muhammadiyah Elementary School

Did You ever seen “Ikal” (main role of Laskar Pelangi) daily activities when studying at school?.

I visited replica of that Muhammadiyah Elementary School. Based on information that I heard, the real elementary school building has collapsed. So for filming purposes, its replica was built. And the replica still stands today.

The brilliance of elementary school buildings is indeed made intentionally to describe the real condition.

Very inspiring……

7. Andrea Hirata Word Museum

Do You know him?

The native son of Belitung who write Laskar Pelangi novel which it transformed in three sequels of film.

This museum is a literary museum and the only one in Indonesia. No need to pay to visit it. In accordance with its famous novel, room name in the museum was named according to characters names in Laskar Pelangi film i.e “Ikal” Room, “Lintang” Room and “Mahar “Room.

Come here then you will be amazed by words which was made by Andrea Hirata.

8. Kampung Ahok

For this figure (Ahok), everyone in Indonesia knows. Who doesn’t know Ahok as Jakarta’s phenomenal Governor.Spend your time to visit his house if you travel to Belitung. Even though you can’t enter into his house, at least you can imagine how Ahok’s childhood lived in his village.

If you go to Kampung Ahok, take time to stopby at the Daun Simpor Gallery. You can buy the original East Belitung batik cloth which were directly produced by gallery.


Daun Simpor Gallery

Very grateful to be able to visit Belitung. One unexpected thing, can get free trip to one of my bucket lists .

Melongok 8 Destinasi Wisata Belitung

Ngetrip ke Belitung yukks!….tar deh, high session….#masihsenewen

Tiket murah nih, Don…..tiket mana tiket?….#moodstandard

Don, gratisan nih…..Appaaahhhh?….#berpalingdarilaptop

Akomodasi juga free nih….melotot mulut nganga…..#lemparlaptop

Gile brur….Aku langsung packing.

Ga nyadar kalau hari itu Aku mencapai target penjualan yang ditetapkan kantor dan dihadiahi trip ke Belitung. Padahal pakdhe Jokowi baru beberapa bulan sebelumnya menetapkan Belitung sebagai 1 dari 10 destinasi unggulan pariwisata Indonesia

Beruntungnya Aku….

Hari yang ditentukan tiba dan maskapai hijau itu mendaratkanku di Tanjung Pandan.

Karena ini free trip, Aku ga perlu ngeteng kesana kemari. Cukup duduk manis, Aku dijemput bus pariwisata warna biru ukuran tigaperempat. Tur ini dihandle oleh Belitung Tour Nusantara.

Itinerary pun ga perlu bikin sendiri karena sudah dibuatkan oleh kantorku…..wah enak ini. Kali ini Aku bukan seorang backpacker….Kini, Aku Donny si Piknik-er.

Bus langsung menuju ke Pelabuhan Tanjung Kelayang 30 km di utara Bandara H.A.S Hanandjoeddin. Sepertinya Aku akan langsung menuju ke wisata laut melalui pelabuhan ini. Menggunakan life jacket, Aku segera berlayar menuju ke destinasi utama di Belitung.

Ini dia:

1.Pulau Batu Berlayar

Indah banget…..Batuan granit menjulang tinggi di atas pulau pasir yang lembut. Dipadukan dengan biru jernihnya air laut, menjadikan pulau ini menjadi pembuka trip yang boleh kubilang sangat perfect.

Hanya perlu waktu 15 menit dari dermaga Tanjung Kelayang. Menaiki batu granitnya menjadi hal yang harus kulakukan untuk menandai bahwa Aku pernah kesini. Sangat mudah menemukan bintang laut dan kepompong laut kecil yang menyelinap diantara bebatuan granit besar.

Nice….


Dinamakan demikian karena dari kejauhan mirip layar perahu

2. Pulau Lengkuas

Di awal perjalanan, Aku tak mengerti kenapa sopir bus itu membeli begitu banyak kue kering sebelum sampai di pelabuhan Tanjung Kelayang. Aku berfikirnya itu buat cemilan si sopir (tapi masih curiga….kok banyak banget….apa sekalian buat makan siang….hahaha)

Ternyata disini kutemukan jawabnya. Roti kering itu digunakan untuk wisata memberi makan ikan laut di sekitar pulau Lengkuas.

Kamu harus kesini juga guys……merasakan snorkling seperti yang kurasakan….#kudo’aindeh


Snorkling dan memberi makan ikan…….wadauw.

Kamu juga harus mengunjungi Mercusuar buatan Belanda tahun 1882 di Pulau Lengkuas. Mercusuar 18 lantai setinggi 62 meter ini boleh dinaiki wisatawan (dengar kabar sekarang tak boleh dinaiki karena edaran resmi perihal larangan naik mercusuar oleh Kementrian Perhubungan).

Melepas alas kaki dan memastikan kaki benar-benar kering menjadi keharusan sebelum menaiki mercusuar. Berbahan besi-besi yang kokoh dengan cat yang relatif tebal menunjukkan perawatan yang sempurna dari mercusuar.

Rasa capek menaiki mercusuar akan terbayar dengan top view lautan yang indah, bak syurga yang jarang kutemukan dengan mata telanjang.


3. Pulau Kepayang

Dari Pulau Lengkuas, trip berlanjut ke Pulau Babi (panggilan lain dari pulau Kepayang). Pulau yang dilindungi dengan batu-batu granit raksasa. Terkenal dengan kegiatan konservasi penyu-nya di Belitung menjadikan pulau Kepayang memiliki peran penting.

Kamu bisa mandi air tawar dengan kamar mandi umum yang sangat bersih. Kamar mandi yang dikelola oleh sebuah rumah makan. Rumah makan ini pula yang menjadi tempat para wisatawan menyantap makan siangnya sehabis snorling di pulau Lengkuas.

4. Pantai Tanjung Tinggi

Diapit oleh tanjung Kelayang dan Tanjung Pendam  menjadikan pantai ini sangat tenang. Air laut nan biru yang tak banyak beriak, menjadikannya sangat cocok untuk menenangkan diri. Hamparan batu granit yang lebih masif dari dua tiga pulau sebelumya yang kukunjungi, menjadikan pantai Tanjung Tinggi memiliki pemandangan juara.

Dikenal juga dengan pantai Laskar Pelangi oleh khalayak umum karena pernah digunakan sebagai salah satu lokasi pengambilan adegan dalam film fenomenal karya Riri Riza….Laskar Pelangi.

5. Danau Kaolin

Kamu tahu Kaolin kan?….itu tuh tanah liat bermineral untuk bahan baku kosmestik dan pasta gigi.

Danau Kaolin yang ini adalah danau yang dibentuk tanpa sengaja guys…..Bermula dari sisa penambangan Kaolin yang meninggalkan lubang-lubang besar. Dan akhirnya setelah tidak aktif, lubang-lubang tersebut terisi oleh air hujan. Makanya terbentuk danau Kaolin.

Karena warna tanahnya putih dan air dalam danau memantulkan warna biru kehijauan menjadikan hamparan danau Kaolin menjadi indah.

Danau ini juga menjadi salah satu spot dalam adegan film Laskar Pelangi.

Keren ya…..

6. SD Muhammadiyah Kota Gantung

Pernah melihat keseharian “Ikal” (Peran utama Laskar Pelangi) belajar di sekolah.

Aku mengunjungi replika SD Muhammadiyah itu. Berdasar informasi yang kudengar bahwa bangunan SD yang sesungguhnya sudahlah runtuh. Maka untuk keperluan syuting, dibangunlah replika SD tersebut. Dan replikanya masih berdiri hingga saat ini.

Kereyotan bangunan SD ini memang dibuat dengan sengaja untuk menggambarkan kondisi yang sesungguhnya.

Inspiratif banget ya……

7. Museum Kata Andrea Hirata.

Tahu kan siapa dia?

Putra asli Belitung yang melahirkan novel Laskar Pelangi yang kemudian bertransformasi dalam tiga sekuel di layar televisi.

Museum ini menjadi museum sastra dan satu-satunya di Indonesia. Tak perlu merogoh kocek untuk mengunjunginya. Sesuai dengan novelnya yang terkenal, nama ruangan dalam museum pun dinamakan sesuai dengan nama-nama tokoh dalam film Laskar Pelangi yaitu Ruang Ikal, Ruang Lintang dan Ruang Mahar.

Datanglah kesini maka Kamu akan terkesima dengan kata-kata yang dilahirkan oleh Andrea Hirata.

8. Kampung Ahok

Kalau figur ini, semua orang se-Indonesia pasti tahu. Siapa yang ga kenal AHOK sang Gubernur Fenomenal itu. Sempatkan mengunjungi rumahnya jika berwisata ke Belitung. Walau tidak bisa memasuki rumahnya setidaknya Kamu bisa membayangkan bagaimana masa kecil Ahok tinggal di kampungnya.

Jika ke Kampung Ahok sempatkan juga mampir di Galeri Daun Simpor. Kamu bisa membeli kain batik khas Belitung Timur yang diproduksi langsung oleh galeri tersebut.


Galeri Daun Simpor

Bersyukur sekali bisa mengunjungi Belitung. Satu hal yang tak terduga, bisa ngetrip gratis ke salah satu bucket list ku ini.