Terdampar di Wan Chai District, Tersangkut di Lockhart Road.

Meninggalkan Bank of China Tower dalam kondisi sedikit gerimis, Aku harus berlari kecil menuju ke ‘Murray Road’ Tram Stop. Aku bersiap naik trasportasi legendaris di Hong Kong yaitu Ding Ding Tram. Tram yang dulu sering muncul di film-film layar lebar Hong Kong.

‘Murray Road’ Tram Stop.

Suasana sibuk Queensway Road yang padat akan kendaraan pribadi dan sebagian bahu jalan yang diambil untuk parkir kendaraan berat pengaspal jalan tak mengurangi rasa antusiasku menunggu tram ini.

5 menit menunggu, tram warna biru pun tiba. Aku melompat ke dalam tram dari pintu belakang dan langsung menuju deck atas tram sehingga bisa menikmati suasana jalanan dengan lebih leluasa.

Tujuanku adalah Victoria Park. Kamu tahu kan Victoria Park? Itu lho taman terbesar di Hong Kong Island yang menjadi tempat berkumpulnya para TKI di Hong Kong.

Aku tiba dalam 35 menit. Setelah men-swipe Octopus Card di fare machine yang terletak di dekat sopir maka Aku segera turun dari pintu depan. Tarif tram murah kok, hanya Rp. 4.500.

Turun di ‘Victoria Park’ Tram Stop yang terletak di Causeway Road.

Victoria Park sudah sangat dekat di depan.

Tapi tak lama setelah turun dari tram, hujan kembali turun dengan deras. Dengan cepat Aku berlari mencari tempat berteduh di depan pertokoan di tepi Causeway Road.

Sepertinya Aku harus membatalkan bermain di Victoria Park. Hujan besar, taman juga pasti sepi. Aku harus mencari alternatif lain untuk memanfaatkan waktu supaya tak terbuang percuma di tengah hujan deras.

Aku berusaha mencari tanda yang bisa mengarahkanku ke Stasiun MTR terdekat. Di stasiun bawah tanah pasti lebih hangat dan kering.

Yes, Aku melihat logo MTR yang kemudian mengarahkanku ke entrance gate Tin Hau MTR Station. Aku memutuskan menuju area retail terkenal Hong Kong yaitu area Causeway Bay dan tentu akan berhenti di Causeway Bay Station. Tarif sekitar Rp. 8.000 dengan waktu tempuh 6 menit.

Tin Hau MTR Station.

Jam menunjukkan pukul 15:30 ketika tiba di Causeway Bay. Kuputuskan mencari kedai makan sembari menunggu hujan reda. Memilah-milah kedai menghindari pork hingga akhirnya hinggap di sebuah kedai kecil di bilangan Jaffe Road.

Nasi plus ayam-tahu-toge seharga Rp. 48.000.
Kalau ini kedai fast food terkenal di area Causeway Bay, yaitu Ying Heong Yuen.

Selanjutnya,

Aku menuju SOGO Mall….Ngapain Don?….Ngemall lah, kek orang susah aja. Keliling lebih dari setengah jam di dalam mall hanya untuk melihat barang-barang mahal. Yah seperti mall-mall di Jakarta lah.

SOGO Mall di Hennessy Road.

Keluar dari mall, Aku lama berhenti di salah satu sisi perempatan besar untuk mengamati aktifitas warga Hong Kong yang super ramai.

Perempatan sibuk di Hennessy Road dekat Stasiun MTR Causeway Bay.

—-***—-

Dari area Causeway Bay, Aku kemudian berpindah ke pusat Wan Chai District menggunakan tram. Naik dari ‘Paterson Street’ Tram Stop dan turun di ‘Swatow Street’ Tram Station. Hanya butuh waktu 15 menit dan tarif sebesar Rp. 4.500.

Menuju pusat Wan Chai District.

Turun di ‘Swatow Street’ Tram Station, Aku segera menyadari keberadaan stadion sepak bola….Kok ramai amat. Ada pertandingan kali yee?.

Ternyata nama stadionnya Southorn Playground dan terletak di Luard Road.

Aku mendekat dan memberanikan diri bertanya kepada security di gerbang stadion….dan ternyata boleh masuk….geratisssssss pulak.

Buru-buru masuk dan ambil tempat duduk di tribun. Oalah ternyata itu adalah stadion yang digunakan untuk bermain sepak bola bagi masyarakat setempat. Tapi lumayan rame juga. Ikut merasakan aktivitas warga dan tak terasa seperti turis. Aku ikut teriak-teriak ga jelas, asal rame aje….Hahaha….Gelo.

Southorn Playground yang diapit Luard Road dan Johnston Road.

Hanya menonton setengah babak karena Aku ingin melihat nightlifenya Wan Chai.

Kamu tahu Distrik Wan Chai kan?

Yang jelas Wan Chai adalah pusat kehidupan malan di seantero Hong Kong. Selain dikenal sebagai area para backpacker menginap, ada beberapa area di Wan Chai yang terkenal sebagai red district alias tempat prostitusi. Jadi selain penginapan murah, Kamu akan mudah menemukan bar and club disini.

Aku mencoba menelurusi bar and club tersebut di sepanjang Lockhart Road. Dan benar adanya, wanita-wanita seksi berpakaian minim berlalu lalang keluar masuk bar and club. Beberapa diantaranya sudah nggelendotin para bule berduit….Mau donk Aa digelendotin, Neng!.

Ah, daripada mupeng….Akhirnya Aku menuju ke pengkolan di pertengahan Lockhart Road dan singgah kedai food street yang menjual beragam sate sea food yang dibakar ditempat. Cukup dengan Rp. 10.000, Kamu sudah bisa mendapatkan gorengan yang enak disantap di tengah dinginnya udara malam Hong Kong.

Ini dia kedainya….Ada Snack yang terletak di bilangan O’brien Road.

Baru juga mengunyah, wanita-wanita seksi itu datang dan jajan di tempat yang sama….Alamak, tegang….Mengalah saja, akhirnya Aku kabur dari situ.

Khawatir akan ketinggalan pertunjukan penting maka Kuputuskan untuk menuju Victoria Harbour. Aku harus sampai disana sebelum jam 20:00. Karena itu adalah waktu reguler dimulainya Symphony of Light. Menggunakan MTR dari Wan Chai Station menuju Central Station. Tarif sekitar Rp. 8.000 dengan waktu tempuh 8 menit.

Wah itu band keren amat lagunya…..kek ngerti aja lo bahasa mandarin Don.

Para pengamen keren di koridor penghubung Central MTR Station dan Central Ferry Pier.

Aku berlari untuk melihatnya menyanyi beberapa lagu dan setelahnya Aku menuju ke dermaga untuk menyeberang menuju Victoria Harbour. Dengan Rp. 4.500, Aku tiba di Victoria Harbour dalam 12 menit.

Mengambil posisi duduk yang nyaman, maka Aku menunggu Symphony of Lights dimulai.

Beuhhh……Cantekkkknyaaaaa.