Menuju KLIA2 dari KL Sentral

<—-Kisah Sebelumnya

Akan sedikit lebih lama menempuh jalur gratis menuju penginapan dibandingkan menunggangi LRT Laluan Kelana Jaya. Tetapi demi menebus ketiadaan Ringgit, aku memutuskan untuk mengeteng saja dan memanfaatkan jasa Go KL City Bus.

Bergegas meninggalkan KLCC Park, aku melangkah menuju halte bus KLCC yang terletak tepat di depan Suria KLCC. Tiba di bawah naungan halte, deretan armada “Perkhidmatan Bas Percuma*1)” jalur hijau  telah menunggu para penumpangnya.

Aku menunggangnya untuk menggapai titik pertukaran antar jalur, yaitu halte bus Pavilion. Dari situlah aku akan menangkap Go KL City Bus jalur ungu demi menggapai Pasar Seni Bus Hub, halte bus terdekat dari penginapanku, yaitu The Bed Station.

—-****—-

Mengendap-endap curang, aku menaiki tangga The Bed Station dengan penuh harap tak terpergok resepsionis ketika melintas di depan pintunya. Itu karena aku sudah men-check out masa inapku tadi pagi, tetapi kali ini, aku memaksakan diri untuk mandi di kamar mandi bersama lantai 3.

Aku sukses melewati ruang resepsionis di lantai 2, sekelebat kulihat staff resepsionis itu sedang sibuk melayani tamu-tamu penginapan yang tampak berdatangan, memang aku tiba ketika masa-masa check-in telah dibuka.

Bergerak cepat, aku segera mandi untuk meluruhkan segenap keringat setelah sedari pagi tadi berkeliling kota.

Begitu selesai berbasuh, aku segera turun ke meja reception untuk mengambil backpack yang telah kuititipkan sedari pagi.

Penuhnya antrian di meja resepsionis membuatku tak terlihat ketika baru turun dari lantai atas yang sebetulnya sudah bukan menjadi hak bagiku untuk menaikinya lagi, apalagi untuk beraktivitas apapun di lantai itu….Dasar, Donny.

—-****—-

Berhasil mendapatkan backpack, aku bergegas melangkah menuju Stasiun LRT Pasar Seni yang berjarak hanya 200 meter dari penginapan.

Begitu tiba, aku bergegas menuju automatic vending machine untuk bertukar 1,3 Ringgit dengan token bulat berwarna biru. Token itulah yang akan menggaransiku untuk bisa berpindah menuju KL Sentral.

LRT Laluan Kelana Jaya bergerbong empat tiba menjemputku di platform lantai dua, untuk kemudian aku larut dalam putaran roda kereta menuju KL Sentral yang jaraknya tak berselang satu stasiun pun.

Dalam 15 menit,  aku tiba di KL Sentral….

Menuruni escalator aku tiba di lantai satu dan tanpa berfikir panjang segera bergegas menuju basement level. Aku punya satu keuntungan bahwa segenap denah KL Sentral telah kuhafal di luar kepala, setidaknya sudah tujuh kali aku menyambangi transportation hub kenamaan Negeri Jiran tersebut. Hal itulah yang membuatku dengan mudah menggapai konter penjualan tiket Aerobus.

Aerobus adalah transportasi dari KL Sentral ke Kuala Lumpur International Airport Terminal 2 (KLIA2) yang menawarkan perjalan murah jika dibandingkan menggunakan taksi, kereta KLIA Transit ataupun KLIA Ekspres.

Aku menyerahkan 12 Ringgit untuk mendapatkan selembar tiket menuju bandara.

—-****—-

Seperempat jam lewat dari pukul empat sore….

Setelah menempuh perjalanan 45 menit, aku tiba di lantai 1 Kuala Lumpur International Airport Terminal 2. Aku diturunkan di salah satu platform di transportation hub di Gateway@klia2..

Walaupun penerbanganku akan berlangsung pukul sembilan malam, hal itu tak menyurutkan langkahku untuk segera menuju lantai 3 untuk melihat informasi penerbangan lebih detail. Seperti biasa, aku selalu detail dan strict perihal jadwal terbang, setidaknya sore itu aku harus mengetahui di check-in desk nomor berapa aku akan menukar e-ticket dengan boarding pass serta di gate berapa pesawatku akan di lepas.

Senyum tipis tak bisa kusembunyikan dari bibir ketika aku berhasil mendapatkan informasi itu di LCD raksasa lantai 3.

Jam 17:20, ternyata….”, aku membatin ketika mengetahui kapan check-in desk akan dibuka.

Aku memutuskan untuk melakukan shalat jamak takhir di surau lantai 2 dan tentu berencana mencari makan malam setelahnya.

Tak seperti biasanya ketika aku mencari makan di KLIA2. Sore itu restoran langganan yang menyajikan makanan murah khas India sedang tutup. Adalah NZ Curry House yang lokasinya tertutp oleh papan-papan renovasi..

Tapi aku tak ambil pusing….

Pada 2015, aku pernah makan di sebuah food court yang berlokasi di lantai 2M. Aku sedikit lupa posisi food court itu. Tapi aku berniat mencarinya hingga ketemu. Ada restoran ala padang yang menawarkan makanan murah di food court tersebut.

Itu dia….”, aku bersorak dalam hati ketika melihat food court itu dari kejauhan.

Quizinn by RASA….”, aku melafal nama medan selera*2) tersebut.

Restoran Padang Kota Group….”, yupzzz aku melihat restoran yang kucari.

Kiranya tak bisa berlama-lama, aku menuju restoran ala padang itu kemudian mencari menu sesuai dengan kondisi dompet. Inilah saat dimana Ringgitku akan habis.

Lima belas menit sebelum check-in akhirnya aku bisa menikmati seporsi nasi seharga 5,9 Ringgit. Inilah nasi yang kumakan setelah terakhir aku memakannya kemarin siang.

Lantai 2 Gateway@klia2.
Pemandangan dari Gateway@klia2 Lantai 2M.
Beberapa restoran di Gateway@klia2.
Nah, itu dia Quizinn by RASA food court.
Menuku malam itu: Nasi putih, telur rebus kandar dan sayuran.

Mengambil sebuah tempat duduk, aku menikmati makan malam itu dengan khusyu’ untuk kemudian bersiap diri melakukan penerbangan lagi.

Apakah aku akan pulang?….

Tidak….Justru petualangan sesungguhnya baru akan dimulai.

Aku akan terbang menuju sebuah kota di selatan India….KOCHI.

Kisah Selanjutnya—->

Keterangan kata:

Perkhidmatan Bas Percuma*1 = Layanan Bus Gratis

Medan Selera*1) = food court.

Air Asia AK 382 dari Kuala Lumpur ke Jakarta

<—-Kisah Sebelumnya

Flight Information Display System (FIDS) di depan tempatku tidur.

Memasuki Jum’at, sekitar jam setengah lima, waktu subuh Malaysia tiba, aku terduduk mengumpulkan nyawa di salah satu deret bangku di Tranportation Hub yang berlokasi di Gateway@klia2 mall level 1. Aku masih mengucek mata ketika beberapa pejalan lain masih saja mendengkur di sekitar.

Aku memaksakan kaki untuk melangkah ke surau lantai 1 yang terletak di luar bangunan terminal demi menunaikan kewajiban pada Sang Pencipta yang telah menganugerahkan waktu dan dana buat berpetualang menembus Asia Timur….Terimakasih ya Allah.

Waktu penerbangan yang dijadwakan pukul tujuh pagi membuatku tak berani menganggarkan waktu bersarapan. Aku hanya membeli dua roti cokelat kemasan di sebuah minimarket yang terletak di sebelah NZ Curry House sebagai bekal di pesawat nanti.

Pukul lima, aku sudah menuju check-in desk di lantai 3 Main Terminal Building untuk mendapatkan boarding pass menuju Soekarno Hatta International Airport. Tak lama kemudian, aku menuju konter imigrasi untuk mendapatkan izin keluar dari Malaysia. Sesuai prediksi, semua berlangsung dengan mudah dan cepat.

Setengah jam sebelum boarding pun aku tiba di gate dan memergoki Air Asia AK 382 terparkir manis di depannya.Tak lama dari kedatanganku, gate pun benar-benar dibuka. Aku mulai memasuki ruang tunggu setelah melaporkan boarding pass dan paspor pada ground staff yang memeriksa setiap penumpang.

Beberapa menit selanjutnya….Pilot, co-pilot dan beberapa pramugari-pramugara memasuki pesawat untuk bersiap. Kesibukan loading di lambung pesawat, pengisian avtur dan inflight meal loading menjadi pemandangan yang menarik perhatianku dalam setiap tahapnya hingga semuanya usai dengan baik.

Pengumuman boarding pun memenuhi langit-langit bandara, aku segera mengantri, lalu memasuki kabin melalui aerobridge penuh rasa sumringah karena tak lama lagi petualanganku akan usai. Aku menemukan tempat duduk persis berada di ekor pesawat. Maklum, ini tiket murah meriah yang terbeli sejak sembilan bulan sebelum penerbangan.

Semenjak proses boarding, peragaan prosedur keselamatan penerbangan, taxiing, take-off, airborne hingga cruising, aku tak sekalipun menyentuh majalah Travel 360 yang merupakan inflight magazinenya Air Asia. Tentu saja bosan, aku telah berkali kali membacanya semenjak penerbangan QZ 200 (Jakarta-Kuala Lumpur), AK 170 (Kuala Lumpur-Kaohsiung) dan D7 505 (Seoul-Kuala Lumpur).  Dua belas jam lebih selama ketiga penerbangan itu aku sudah khatam membaca inflight magazine itu.

Usai menikmati roti coklat kemasan, aku terlelap dengan cepatnya. Tidur yang tak lelap semalam membuat mataku tak lagi berdaya untuk terjaga selama di udara. Aku tidur….dan mudah-mudahan tak mendengkur……????

Aku benar-benar lelap hingga pengumuman pesawat yang akan segera mendarat di Soekarno Hatta International Airport membangunkan mata. Meninggalkan sedikit pening dan mengambil sedikit waktu untuk menjernihkan mata, terlihat garis-garis bergerak cepat di luar sana dan terpantau dari jendela. Pesawat sedang landing…..

Spoiler di sayap pesawat tampak berdiri membantu menahan laju angin untuk menghentikan badan pesawat yang melaju kencang di landasan. Tak lama kemudian pesawat mulai melakukan taxiing dan merapat di apron.

Ahhh…usai sudah.

Dengan senyum tipis, aku meninggalkan badan pesawat melalui aerobridge dan memasuki bangunan bandara. Aku segera menuju konter imigrasi untuk mengesahkan paspor dengan arrival stamp.

Setelahnya aku segera menuju konter Bus DAMRI demi menuju Terminal Kampung Rambutan dan pulaaangggg…..

Untuk mendapatkan tiket penerbangan dari Kuala Lumpur ke Jakarta, Anda bisa mencarinya di 12go Asia dengan link berikut:  https://12go.asia/?z=3283832

TAMAT

Sembilan Jam Singgah di Kuala Lumpur International Airport Terminal 2

<—-Kisah Sebelumnya

Mendarat di KLIA2.

Bagi sebagian besar pengelana, Kuala Lumpur International Airport menjadi titik paling aduhai untuk melompat ke negara asia lainnya. Tentu keberadaan maskapai Low Cost Carrier (LCC) Air Asia yang membuatnya demikian. Sejak 2001, Air Asia telah memberikan akses murah bagi para pejalan untuk berkeliling Asia. Berkat Air Asia pula sudah 21 kali aku menyinggahi KLIA selama menjelajah Asia.

Tapi dalam kisah ini adalah delapan….Yups, ini kali kedelapan aku menjejakkan langkah di Kuala Lumpur International Airport.

Lewat jam sepuluh malam, roda raksasa Air Asia D7 505 berdebam lembut menyentuh KLIA2. Perjalanan 5 jam 50 menit dari Seoul pun usai sudah. Kesan pertamaku mencicipi pesawat berbadan lebar Airbus A330 sungguh menyenangkan. Terbang melintasi Laut Kuning dan Laut China Timur berlangsung dengan turbulensi yang bisa dianggap tiada, tenang dan mulus tanpa hambatan. Itu mungkin salah satu keuntungan menunggang pesawat berbadan besar ketika menjelajah angkasa.

Usai taxiing beberapa menit, Air Asia D7 505 pun merapat di apron dan sesaat setelah pintu pesawat terbuka, aku pun memasuki bangunan KLIA2 melalui aerobridge. Aku kembali menjejak KLIA2 setelah sepuluh hari sebelumnya menyinggahinya untuk melompat ke Kaohsiung, Taiwan. Sungguh perasaan yang membahagiakan malam itu karena aku sudah berada dekat dengan rumah, hanya 2 jam 15 menit jauhnya lewat udara.

Dan bagiku singgah di KLIA2 akan lebih afdol jika keluar dari konter imigrasi, karena aku bisa menemukan banyak sajian kuliner di Gateway@klia2 mall daripada hanya berdiam diri di transfer hall.

Transit Pak Cik, ingin cari makan malam”, sapa ringanku pada seorang petugas imigrasi di hadapan.

Dari mane mau kemane?”, tanyanya sambil memeriksa paspor hijauku.

Dari Seoul, mau pulang ke Jakarta, Pak Cik

Oh…”, jawabnya singkat lalu mempersilahkanku untuk menghadap kamera dan melakukan sidik jari.

Menjelang tengah malam itu, sebetulnya lambungku sudah lebih dahulu dipenuhi oleh angin karena jadwal makan malam sudah lama lewat.Tetapi untuk melengkapi jadwal itu, aku memilih untuk menyegerakan langkah menuju tempat makan langganan. Adalah NZ Curry House yang merupakan restoran India yang terletak di Transportation Hub level 1 Gateway@klia2 mall.

Restoran langganan.

(pada kunjungan terakhirku di KLIA2 di akhir 2019 saat akan terbang ke Kochi-India, area restoran ini sedang mengalami renovasi, entah tutup atau sekedar diperbaiki).

Menu andalan yang sering kupesan ketika singgah di restoran ini adalah adalah nasi lemak dengan telur rebus serta secangkir teh O panas. Untuk menu tersebut biasanaya aku hanya mengeluarkan uang sebesar 6,5 Ringgit.

Sembari mengecap suap demi suap nasi lemak itu, aku faham bahwa setelahnya aku hanya akan menghabiskan malam di lantai 1 sambil menunggu esok tiba. Oleh karenanya, aku tak terburu-buru dalam menyantap hidangan sederhana itu.

Usai makan, aku menyempatkan berganti t-shirt di toilet dekat restoran dan kemudian naik sebentar ke level 2 untuk mencari oleh-oleh di Jaya Grocer. Bagiku, KLIA2 juga menjadi tempat favorit untuk mencari oleh-oleh jika tak sempat menyinggahi kota, kehalalan produk Malaysia yang 61% berpenduduk muslim menjadi jaminan tersendiri. Target utama belanjaku adalah kemasan Teh Tarik Aik Cheong untuk bisa kunikmati pada hari-hari bekerjaku di Ibu Kota nanti. Satu kemasan Teh Tarik Aik Cheong berisi 15 sachet kutebus dengan 13 Ringgit malam itu.

Setelah oleh-oleh kudapatkan, aku segera mencari spot untuk merebahkan diri di lantai 1 karena waktu telah menyentuh dini hari dan mata juga telah memerah seakan memintaku untuk segera memejamkannya.

Tak lama memilih, terlihat deret bangku kosong di Lantai 1 di sebuah pojok hall. Usai mengakuisisi, aku tertidur setengah lelap diatasnya hingga subuh nanti tiba.

Bagaimanapun itu, aku pantas berterimakasih pada keberadaan KLIA2 dalam sejarah panjang perjalananku berkeliling Asia.

Kisah Selanjutnya—->

Bus from KLIA2 to KL Sentral

KLIA2 is the most popular airport terminal for travelers to visit to Malaysia. So, if you are one of them, your chances to landing on KLIA2 (Terminal 2) will be higher than landing on KLIA (Terminal 1). This is because LCC (Low Cost Carrier) aircraft such as Air Asia and Scoot Air will land on KLIA2.

Of course, you will go to Kuala Lumpur downtown after landing. There are three choices of transportation modes which can be used, namely taxi, KLIA Express train and airport bus. Now, back to the opportunity, then the most chance which will be used by travelers is using airport bus because this transportation mode is the cheapest one. Here’s the comparison:

KLIA2 to KL Sentral.

1. Using taxi = USD 22.8

2. Using KLIA Express train = USD 14.2

3. Using airport bus = USD 3.1 (the most cheapest)

Therefore, I need to write my journey story when using airport bus from KLIA2 to Kuala Lumpur downtown, which passengers will be dropped off at KL Sentral.

Long time before, I had also written about my trip using Airport Coach from KLIA to KL Sentral. You can see it in the following link:

Bus from KLIA to KL Sentral, Malaysia

Now, I will write my trip from KLIA2 to KL Sentral. Here’s the story:

On exactly 9:15 hours, I passed KLIA2 immigration counter. Early morning flight didn’t provide me an opportunity even if only just eating an omlet like my usual day at home. This made my stomach was very hungry after arriving at KLIA2.

A moment later, I sat at HomeTown Hainan Coffee on 2nd floor of Gateway @ KLIA2 mall. Eating 2 half-cooked eggs for USD 1.5 made my stomach which continued to rebel slightly calm .

Its cool name is Omega Half Boiled Eggs….Hahaha.

Three restaurant waitresses were closely watching me when I pulled out many sheets of 1 Malaysian Ringgit. Yes, I asked for 50 sheets to DolarAsia money changer at Melawai Street, South Jakarta when exchanging money. Hahaha….Swear, I was really embarrassing five years ago.

Heading to 1st floor which is location of KLIA2 Transportation Hub. Then I hurried to Aerobus ticket sales counter.

Use that elevator!
Those are taxi and bus ticket sales counter at KLIA2.

At that time, Aerobus ticket fare (on 2014) was USD 1.2. But last time when I went to KLIA2 again in April 2019, this bus fare was already at USD 2.6.

Ticket fare have double increased after 5 years.

I waited for Aerobus Express at platform no A05 on 15 minutes before departure time. Positively thing of this bus is its time accuracy. Besides Aerobus Express, another bus company which operating on this route is Aerosky Ventures or better known as Skybus.

Aerobus which came on platform no A05.

Only needed to show ticket which I had bought then bus staff would tore driver copy part of ticket. Every time I take a bus in Malaysia, for some reason I really like to taking a back seat. Sitting in the back might be more free for me to observe around.

Entering aerobus….sat at back.

Aerobus would run to KL Sentral via MEX (Maju Expressway) Toll Road. 50 minutes trip that I spent for watching situation of Selangor state streets.

Approaching the end of trip, bus slowly entered to Stesen Sentral road to stop at KL Sentral.

Do you know KL Sentral, right? It stands for Kuala Lumpur Sentral which is main train station in Kuala Lumpur and the largest train station in Southeast Asia. Located in Brickfields area and integrated with shopping centres, hotels, offices and condos.

Bus shelter with KL Sentral to KLIA/KLIA2 route is located in KL Sentral Basement. Here is the shelter:

Aerobus/Skybus Shelter at KL Sentral.
Aerobus and Skybus which were taking passengers at KL Sentral.

From Basement, I only needed to go up by escalator to 1st floor to reached gate which headed to commuter and LRT platform.

I was already at gate and getting ready for Batu Caves.

For some transportation modes from KLIA2 to KL Sentral, you can get the ticket at 12Go Asia or at following link: https://12go.asia/?z=3283832

Bus dari KLIA2 ke KL Sentral

<—-Kisah Sebelumnya

KLIA2 adalah terminal paling populer bagi para traveler untuk menyinggahi Malaysia. Jadi, jika kamu satu di antara mereka maka peluangmu untuk mendarat di KLIA2 (Terminal 2) akan lebih tinggi dari pada mendarat di KLIA (Terminal 1). Hal ini dikarenakan pesawat LCC (Low Cost Carrier) semacam Air Asia dan Scoot Air akan mendarat di KLIA2.

Tentu kamu akan menuju ke pusat kota Kuala Lumpur setelah mendarat. Ada tiga pilihan moda transportasi yang bisa digunakan, yaitu taxi, KLIA Express train dan airport bus. Nah kembali lagi ke peluang, maka peluang terbanyak yang akan dipakai para traveler adalah menggunakan bus karena tarif paling murah tentu menggunakan moda transportasi ini. Berikut perbandingannya:

KLIA2 ke KL Sentral.

1. Naik taxi = Rp. 308.000

2. Naik KLIA Express train = Rp. 193.000

3. Naik airport bus = Rp. 42.000 (tarif termurah)

Oleh karena itu, aku perlu menuliskan kisah perjalananku menggunakan airport bus dari KLIA2 menuju ke tengah kota Kuala Lumpur yang pada umumnya penumpang akan diturunkan di KL Sentral.

Jauh sebelumnya, aku juga pernah menulis tentang perjalanan menggunakan Airport Coach dari KLIA ke KL Sentral. Kamu bisa melihatnya di link berikut:

Bus dari KLIA ke KL Sentral, Malaysia

Nah sekarang saatnya kutulis perjalanan dari KLIA2 ke KL Sentral. Berikut ceritanya:

Tepat pukul 09:15, aku melewati konter imigrasi KLIA2. Penerbangan pagi hari yang tak memberikan kesempatan walau hanya sekedar menyantap omlet seperti hari biasaku di rumah. Hal ini membuat perut langsung keroncongan begitu tiba di KLIA2.

Sejurus kemudian aku hinggap di HomeTown Hainan Coffee di lantai 2 Gateway @KLIA2 mall. Menyantap 2 butir telur setengah matang seharga Rp. 21.000 sedikit menenangkan perut yang terus memberontak.

Nama kerennya Omega Half Boiled Eggs….Hahaha.

Tiga pelayan resto pun memperhatikan lekat-lekat ketika aku mengeluarkan segepok lembaran 1 Ringgit Malaysia. Ya, aku meminta 50 lembar MYR 1 ke money changer DolarAsia Jalan Melawai, Jakarta Selatan saat menukar uang. Hahaha….Sumpah, aku ndeso banget ya lima tahun lalu.

Menuju lantai 1 yang merupakan letak dari Transportation Hub KLIA2. Kemudian aku bergegas menuju konter penjualan tiket Aerobus.

Pakai lift itu ya !
Itu adalah konter penjualan tiket taxi dan bus di KLIA2.

Tarif Aerobus kala itu (tahun 2014) adalah sebesar Rp. 17.5000. Tetapi terakhir aku ke KLIA 2 lagi pada April 2019 tarif bus ini sudah di angka Rp. 35.000.

Tarif sudah naik 2 kali lipat setelah 5 tahun.

Aku menunggu Aerobus Express di platform A05 pada 15 menit sebelum waktu keberangkatan. Keunggulan bus ini adalah ketepatan waktunya. Selain Aerobus Express, perusahaan bus lain yang beroperasi untuk rute ini adalah Aerosky Ventures atau lebih dikenal dengan nama Skybus.

Aerobus yang datang di platform A05.

Hanya perlu menunjukkan tiket yang sudah kubeli kemudian petugas merobek bagian driver copy dari tiket itu. Setiap naik bus di Malaysia, entah kenapa aku sangat suka mengambil bangku paling belakang. Duduk di belakang mungkin lebih leluasa untuk mengamati sekitar.

Memasuki aerobus….Paling belakang.

Aerobus akan berjalan menuju KL Sentral melalui MEX (Maju Expressway) Toll Road. Perjalanan selama 50 menit kuhabiskan dengan melihat suasana jalanan negara bagian Selangor.

Mendekati akhir perjalanan, perlahan bus merangsek ke jalan Stesen Sentral untuk merapat ke KL Sentral.

Kamu tahu kan KL Sentral?. Kepanjangannya adalah Kuala Lumpur Sentral yang merupakan stasiun kereta api utama di Kuala Lumpur dan merupakan stasiun kereta api terbesar di Asia Tenggara.  Terletak di daerah Brickfields dan terintegrasi dengan pusat perbelanjaan, hotel, perkantoran dan kondominium.

Shelter bus dengan jurusan KL Sentral ke KLIA/KLIA2 ini terletak di Basement KL Sentral. Ini dia shelternya:

Shelter Aerobus/Skybus di KL Sentral.
Aerobus dan Skybus yang sedang mengambil penumpang di KL Sentral.

Dari Basement, aku hanya perlu naik melalui escalator ke lantai 1 untuk mencapai gate menuju ke platform kereta komuter dan LRT.

Aku sudah berada di platform dan bersiap menuju Batu Caves.

Untuk beberapa moda transportasi dari KLIA2 ke KL Sentral, kamu bisa mendapatkan tiketnya di 12Go Asia atau di link: https://12go.asia/?z=3283832

Kisah Selanjutnya—->

Bus from KLIA2 to Penang

A connecting flight ticket to Dhaka required me to transit in Kuala Lumpur. Oh….Really, I had to set foot in Kuala Lumpur for 12th time.

You are great, Donny….

No, It’s not about how great I am, but about I am who very bored

I had to quickly rack my brain to make this trip became memorable.

Fine….Finally I decided to leave Kuala Lumpur and chose to visit Penang by extending my transit time.

Until 2017, I never visit Penang. Because my travel distance is far from Southeast Asia now. So I forced myself to stop by to Penang before starting South Asia trips.

Then….How to reach Penang from KLIA2 (Kuala Lumpur International Airport Terminal 2)?

I’ll give you some choices,

Alternative 1. Using ETS (Electric Train Service)

Cost which be spent if you use ETS:

  1. Aerobus from KLIA2 to KL Sentral = USD 3
  2. ETS from KL Sentral station to Butterworth station = USD 21
  3. Ferry from Sultan Abdul Halim Ferry Terminal @ Penang Sentral to Raja Tun Uda Ferry Terminal @ Penang island = USD 0,3

Overall fares = USD 24,3

Alternatif 2. Using Bus

Cost which be spent if you use bus:

  1. Direct bus from KLIA2 to Penang Sentral = USD 14,1
  2. Ferry from Sultan Abdul Halim Ferry Terminal @ Penang Sentral to Raja Tun Uda Ferry Terminal @ Penang island = USD 0,3

Overall fares = USD 14,4

I think you know what kind of transportation which I choose?…..

—-****—-

On 22:05 hours, Air Asia QZ 206 landed me on KLIA2. The meaning is clear, right….Sleeping again in airport….Hahaha.

After stamping my passport in immigration counter, I immediately headed to Transportation Hub on 1st floor of Gateway @ klia2 mall. And then I sat at NZ Curry House corner to eat “Nasi lemak” (Malaysian originally food) and “teh O” (tea without sugar) for USD 1,7 as my dinner menu….dinner in midnight.

Eating it in my midnight.
I repeated a similar menu in the morning before going to Penang.

And to secure a ticket to Penang. In midnight, I bought a StarMart Express bus ticket with its last destination i.e Penang Sentral for USD 14,1.

In midnight, that counter was very busy…. Beware if tickets sold out!…Just try to buy it on 12Go
The final destination is still listed Butterworth terminal. Before Penang Sentral was completed built, the bus stopped at that terminal.

Yessss….

Eat….Done….

Ticket….Done….

It made me can sleep very well in airport mosque at 3rd floor Departure Hall of KLIA2.

—-****—-

And my journey to Penang began. That morning on 6am, I boarded into StarMart Express in Door 1-platform A01 according to the ticket.

StarMart Express was arrived in platform.
I sat in seat number 22.

Because it was a long journey, I bought a bottle of mineral water and a light snack for USD 1,2.

Going along North-South Expressway road, Starmart Express went slowly. And 3 hours 45 minutes later, I arrived at Amanjaya Terminal, Ipoh City. Ipoh itself is the capital of Perak State.

The bus dropped and took a number of passengers at Amanjaya Terminal.
Road situation when leaving Ipoh City.

On 11:00, Bus arrived in Taiping road and finally stopped at Kuala Kangsar Terminal. Passengers do toilet break for 10 minutes.

Kuala Kangsar Terminal is located right on Persiaran Bendahara street, Bandar Baru city, Kuala Kangsar District, Perak State.

On 11:55, bus stopped at StarMart Express Taiping office on Jalan Kampung Dew, Simpang area. This is the final destination of StarMart Express Bus from KLIA 2. And to continued a journey to Penang, passengers will be moved to another StarMart Express bus or other bus which in cooperation with StarMart Express.

StarMart Express @ Taiping Headquarter which is located in Laut, Matang dan Selama Districts, Perak State.

And this time, I was transferred to Eagle Bus which in collaboration with StarMart Express.

This “Green” bus is owned by Eagle Coach SDN.BHD company.

No problem for me to be transferred to another bus. The important was arrived in destination. But I didn’t know about other passengers, are they also still comfort or maybe are they annoyed … hahaha.

OK, let’s continue my story….

On 12:30 hours, bus arrived in Kamunting Raya Express Bus Terminal for 10 minutes toilet break again.

This terminal is located in Kamunting City, District of Laut, Matang dan Selama, Perak State.

10 minutes later, bus slowly left Kamunting City and showed beauty view through winding roads which splitting hills.

Perak State which is very beauty.

Soundly sleeping because of lacking sleep on last night at KLIA2. Finally, I didn’t feel that bus started to entering Penang Sentral platform on 13:54 hours.

High curiosity made me didn’t feel tired after got in bus for 7 hours 54 minutes to reach my dream destination….”Penang”

I was dropped off at this platform when I arrived in Penang Sentral.

So guys,….Who doesn’t want to see Old Town of George Town which is a UNESCO Cultural Heritage Site?….I think everyone want to visit it

Come on, visit it !….Just travel like me, I guarantee that it is cheap.

You can also get KLIA2-Penang bus ticket on 12Go travel e-commerce.

Bus dari KLIA2 ke Penang

Tiket ketengan menuju ke Dhaka, Bangladesh mengharuskanku transit ke Kuala Lumpur. Plisssss deh….yang bener aja, Aku harus menginjakkan kaki di Kuala Lumpur untuk ke 12 kali.

Hebat euy si Donny….

Hebat apaan, Guwe bosennnnn….

Aku harus cepat memutar otak untuk menjadikan perjalanan kali ini berkesan.

Fine….Akhirnya Kuputuskan meninggalkan Kuala Lumpur dan memilih mengunjungi Penang dengan cara  memperpanjang waktu transitku.

Hingga 2017, Aku tak pernah kesampaian mengunjungi Penang. Sementara jadwal klayapanku sudah jauh meninggalkan Asia Tenggara. Jadi kupaksakan diri untuk mampir ke Penang sebelum menghabisi Asia Selatan.

Lalu….Bagaimana mencapai Penang dari KLIA2 (Kuala Lumpur International Airport Terminal 2)?

Kukasih pilihan deh,

Alternatif 1. Naik ETS (Electric Train Service)

Biaya yang akan dikeluarkan jika naik ETS:

  1. Aerobus KLIA2-KL Sentral = Rp. 40.000
  2. ETS Stasiun KL Sentral-Stasiun Butterworth = Rp. 286.000
  3. Ferry dari Pangkalan Sultan Abdul Halim Ferry Terminal di Penang Sentral menuju Pangkalan Raja Tun Uda Ferry Terminal di Pulau Penang = Rp. 4.000

Tarif keseluruhan = Rp. 330.000

Alternatif 2. Naik Bus

Biaya yang akan dikeluarkan jika naik bus:

  1. Direct bus dari KLIA2-Penang Sentral = Rp. 190.000
  2. Ferry dari Pangkalan Sultan Abdul Halim Ferry Terminal di Penang Sentral menuju Pangkalan Raja Tun Uda Ferry Terminal di Pulau Penang = Rp. 4.000

Tarif keseluruhan = Rp. 194.000

Sudah tahu kan Aku memilih naik apa?….

—-****—-

Malam hari pukul 22:05, Air Asia QZ 206 mendaratkanku di KLIA2. Artinya sudah jelas kan….moloooorrrr lageeeee di bandara….hahaha.

Selepas mengecap passport di konter imigrasi, Aku segera menuju ke Transportation Hub di lantai 1 Gateway@klia2 mall. Dan selanjutnya Aku duduk manis di ujung NZ Curry House untuk menyantap nasi lemak dan teh O seharga Rp. 23.000 sebagai makan malamku….makan malam kok tengah malam….parraaahhhh.

Tengah malam makan beginian….
Menu yang sama kuulang dipagi hari kemudian sebelum berangkat ke Penang.

Dan untuk mengamankan satu tiket menuju Penang. Di tengah malam itu pula, Aku membeli tiket bus StarMart Express dengan tujuan akhir Penang Sentral seharga Rp. 190.000.

Tengah malam pun konter sangat ramai….Awas kehabisan tiket!….Coba deh beli di 12Go
Tujuan akhir masih tertera terminal Butterworth. Sebelum Penang Sentral selesai dibangun, memang bus berhenti di terminal itu.

Yessss….

Makan sudah….

Tiket sudah….

Menjadikan malam itu nyenyak beristirahat di surau (mushola) Departure Hall lantai 3 KLIA2.

—-****—-

Dan perjalanan menuju Penang pun dimulai. Pagi itu tepat pukul 06:00, Aku menaiki StarMart Express di Door1-platform A01 sesuai tiket.

StarMart Express sedang merapat di platform.
Aku duduk di seat nomor 22.

Karena ini perjalanan panjang maka kubekali diriku dengan membeli sebotol air mineral dan snack ringan seharga  Rp. 15.500.

Menyusuri jalanan North-South Expressway, Starmart Express berjalan dengan santai. Dan 3 jam 45 menit kemudian, Aku tiba di Terminal Amanjaya, Kota Ipoh. Ipoh sendiri adalah Ibu Kota Negara Bagian Perak.

Bus menurunkan dan menaikkan sejumlah penumpang di Terminal Amanjaya.
Suasana jalan ketika meninggalkan Kota Ipoh.

Pukul 11:00, Bus merangsek ke jalan Taiping dan akhirnya berhenti di Terminal Kuala Kangsar. Penumpang melakukan toilet break selama 10 menit.  

Terminal Kuala Kangsar terletak tepat di jalan Persiaran Bendahara, kota Bandar Baru, Distrik Kuala Kangsar, Negara Bagian Perak.

Pada jam 11:55, bus berhenti di kantor StarMart Express Taiping di Jalan Kampung Dew, daerah Simpang. Ini adalah tujuan akhir Bus StarMart Express dari KLIA 2. Dan untuk melanjutkan perjalanan menuju Penang,  penumpang akan dipindah ke bus StarMart Express yang lain atau bus yang bekerjasama dengan StarMart Express.

StarMart Express @Taiping Head Quarter terletak di Distrik Laut, Matang dan Selama, Negara Bagian Perak.

Dan kali ini, Aku dipindahkan ke Bus Eagle yang bekerjasama dengan StarMart Express.

Bus “Hijau” ini dimiliki oleh perusahaan Eagel Coach SDN.BHD.

Tak menjadi masalah buatku untuk dipindahkan ke bus lain yang penting sampai tujuan. Tapi tak tahu dengan penumpang yang lain, apakah mereka biasa juga atau mungkin ada yang sewot…..hahaha.

OK lanjut yaaaa….

Jam 12:30, Bus tiba di Terminal Bas Express Kamunting Raya untuk melakukan toilet break kembali selama 10 menit.

Terminal ini terletak di kota Kamunting, Distrik Laut, Matang dan Selama, Negara Bagian Perak.

10 menit kemudian bus perlahan meninggalkan Kota Kamunting dan mempertontonkan keindahan alam dengan melalui jalan yang meliak-liuk menembus perbukitan .

Cakep banget dah alam Negara Bagian Perak.

Terlelap dengan pulas karena jam tidur yang kurang pada malam sebelumnya di KLIA2 hingga akhirnya tak terasa bus mulai memasuki platform Penang Sentral pada pukul 13:54.

Rasa ingin tahu yang tinggi membuatku tak terasa capek menaiki bus selama 7 jam 54 menit untuk mencapai destinasi impian….”Penang”

Aku diturunkan di platform ini ketika tiba di Penang Sentral.

So guys,…..Siapa sih yang ga mau melihat Kota Tua George Town yang menjadi Situs Warisan Budaya UNESCO ?

Ayolah datang kemari….ngeteng aja sepertiku, dijamin murah meriah.

Tiket bus KLIA2-Penang bias Kamu dapatkan juga di e-commerce perjalanan 12Go