Malaysia Airlines MH 1326 dari Kuala Lumpur (KUL) ke Kuala Terengganu (TGG)

<—-Kisah Sebelumnya

Jalur penerbangan Malaysia Airlines MH 1326 (sumber: flightaware.com)
Tidur di ruang tunggu di gate A5.

Tak nyenyak….

Sepanjang tidur, sesekali mataku menyipit waspada menatap jam digital di layar biru Flight Information Display System. Pesawat menuju Kuala Terengganu akan diterbangkan pada pukul 07:25 pagi lah yang  membuat tidurku tak berlangsung sempurna.

Dua jam sebelum masuk waktu Subuh, demi menghentikan rasa was-was itu, aku memutuskan bangkit. Sembari merapikan muka yang kucel dan kusut, aku telah memutuskan untuk menuju gate A5. “Saatnya menuju titik tujuan”, aku bergumam dalam hati.

Setengah gontai aku menuruni escalator meninggalkan International Concourse di lantai 4, lalu mengikuti segenap markah untuk mencapai gate. Karena pada malam sebelumnya aku turun dari penerbangan international maka kali ini aku harus berhasil menembus konter imigrasi dan membawa arrival stamp dalam paspor untuk bisa menuju ke Kuala Terengganu.

Tak menemukan satupun penumpang lain, aku kini seorang diri harus menghadap ke petugas imigrasi Kuala Lumpur International Airport. Konter imigrasi dihadapan dijaga oleh staff wanita bertubuh tambun yang dengan wajah dingin menatap kehadiranku.

Selamat pagi ”, seperti biasa aku memberanikan diri untuk menyapa. Tapi seperti yang kuprediksi, sapaan itu tak berbalas.

Aku menggeser paspor dan tiketku ke hadapannya dan dia mulai memeriksa dengan seksama sambil mengernyitkan dahi.

Untuk apè pergi ke Terengganu?”, pertanyaan pertama darinya dengan suara bernada rendah nan berat.

Melawat”, sejenak suasana hening…….”lancong”, aku menegaskan ulang.

Berapa hari?”, pertanyaan kedua darinya menyusul.

Tiga hari, Cik”, aku menjawab dengan percaya diri.

Bermalam dimanè?

“Dekat Bandaraya”

Hotel?

“Oh, sebentar, saya tidak hafal namanya, Cik”, aku sedikit gugup mencari file di smartphone. Setelah beberapa saat mencari akhirnya aku menemukannya, “The Space Inn”.

OK

Menyelesaikan proses pengambilan sidik jari dan foto wajah dengan lancar, membuatku melangkah dengan sumringah menuju gate di depan sana.

Kini aku sudah di gate A5 tepat 2 jam sebelum boarding time. Sunyi masih menghinggapi ruang tunggu yang dingin, tak tampak siapapun di dalamnya….Oleh karenanya, aku memutuskan masuk dan melanjutkan tidur. Mungkin aku baru bisa menunaikan Subuh di dalam pesawat.

Zzzzzzzzz……..

Beberapa waktu kemudian,

Geretan-geretan trolley bag para penumpang membangunkanku yang sebetulnya bisa tidur lebih lelap dbandingkan tidur di lantai atas semalam. Kini aku terjaga, menunggu boarding time yang akan tiba dalam waktu tak sampai setengah jam lagi.

Tepat waktu….

Panggilan boarding akhirnya terdengar. Sedikitnya jumlah penumpang membuatku tak terlalu lama memverifikasi data paspor dan boarding pass sebelum diizinkan masuk ke dalam pesawat melalui aerobridge.

Aku terduduk di window seat bernomor 24F dan tak ada seorang penumpang pun yang duduk di dua kolom bangku terdekatku, membuatku merasa lebih lega dan nyaman. Aku pun segera bertayamum dan menjalankan ibadah shalat Subuh ketika awak kabin sedang sibuk menyiapkan penerbangan.

Pesawat yang sudah menunggu di apron.
Kabin MH 1326 yang sepi penumpang.
Take-off di runway Kuala Lumpur International Airport.
Indahnya Putrajaya dari atas.

Beberapa saat kemudian semua telah siap. Cuaca sangat cerah berawan ketika pesawat beranjak terbang meninggalkan main hubnya, yaitu Kuala Lumpur International Airport pada jam tujuh pagi.

Malaysian Airlines MH 1326 sendiri merupakan penerbangan dengan jarak udara 333 km dengan waktu tempuh 57 menit dari Ibu Kota Kuala Lumpur menuju Kuala Terengganu di sebelah utara. Penerbangan ini ditempuh menggunakan pesawat Boeing 737-800 twin jet dengan rerata kecepatan 363 km per jam dan di tengah penerbangan bisa mencapai kecepatan maksimal 764 km per jam.

Aku pun bersiap menjelajah ke ketinggian 25.000 kaki atau sekitar 7.620 meter.

Penerbangan yang sebetulnya biasa-biasa saja tetapi serasa sangat istimewa, mengingat ini adalah penerbangan menuju ke tempat baru, tempat yang belum pernah kukunjungi sama sekali, tempat yang selama  tiga tahun terakhir hanya menghuni alam impianku….Tapi kini mimpi telah menjadi nyata, MH 1326 sedang mengantarkanku ke sana. Terimakasih ya Allah……

Kunjungan istimewa yang dihantarkan oleh flag carrier berusia 49 tahun kebanggan Negeri Jiran itu membuat momen itu masih membekas hingga kini.

Walaupun kali ini aku menaiki penerbangan premium tetapi karena jaraknya yang pendek maka maskapai tidak menyediakan inflight meal. Tapi tak apa, aku masih punya sepotong burger pemberian Tuan Younes semalam. Aku pun santai menyantapnya selama penerbangan karena aku sangat terpukau pada pemandangan langit pagi yang sungguh mempesona. Sesekali inflight magazine “Going Places” berhasil menginterupsi mata yang asyik dengan pemandangan istimewa itu.

Di bawah awan sesaat sebelum cruising.
Cruising di atas awan menuju Kuala Terengganu.

Yup, tak terasa, hampir satu jam sudah aku mengudara…..

Kini pesawat mulai menurunkan ketinggian, awak kabin dengan sigap memeriksa kesiapan penumpang untuk mendarat, perlahan penampakan kota Kuala Terengganu tampak dari ketinggian….Wouuuwww, hatiku berdebar segera ingin menjejaknya. “Sabar Donny, sebentar lagi”, batinku menenangkan.

Kini, pesawat telah menurunkan flap untuk menahan lajunya dan kemudian mendarat mulus di atas runway Lapangan Terbang Sultan Mahmud, bandara mungil yang menjadi gerbang pariwisata Kuala Terengganu.

Kuala Terengganu dari atas.
Kecil-kecil cabe rawit nih bandara.

Selamat Datang Kuala Terengganu.

Untuk mendapatkan tiket penerbangan dari Kuala Lumpur ke Kuala Terengganu, Anda bisa mencarinya di 12go Asia dengan link sebagai berikut:  https://12go.asia/?z=3283832