KTM Laluan Seremban….The Main Line of Batu Caves Tourism.

My arrival which was too late in KL Sentral made my schedule a mess. The first day when I had to visit Genting Highlands must be delayed.

You need to go back at night if you go this afternoon. If you go back in the evening, you won’t get anything there” a joked from staff at bus ticket counter.

Instead of I struggled at night in a condition that I didn’t got a hotel yet, I’d better postpone my intention to Genting and I would go on next day.

I immediately changed my destination….Yess, I headed for Batu Caves. It is the easiest and fastest way because the train which go there departs from KL Sentral.

But Guys, the train in KL Sentral-Batu Caves route operated in 2014. When I came to Kuala Lumpur in April 2019, KL Sentral-Batu Caves route had changed. See the route changes on this link:

New Route to Batu Caves, Malaysia

—-****—-

This time I willn’t focus on the route, but I will tell about the line…. Yups, It is KTM Laluan Seremban (Kereta Tanah Melayu-Seremban Line).

Chinese technology in Indian destination.

Why is that?

The train which runs on this line is an electric train which made in China….While the most favorite destination in this line is Batu Caves which is a place of worship of Indian descent citizen.

Indeed, in the last few years, Malaysia has been ahead than Indonesia in boosting infrastructure with loans from Chinese government.

KTM Laluan Seremban has the last two stations which is visited i.e Port Klang station in southwest and Batu Caves station in north. In total this train passes 27 stations.

KTM Laluan Seremban is a commuter train route. Whereas commuter trains in each country are made to connect city center with suburban areas and majority of passenger are commuters.

Slightly different from Indonesia which uses quality used trains from Japan to be operated as commuter trains, Malaysia prefers to use “made in China” trains with a slightly futuristic shape. I was eager to try it when I saw its shape which looks like a bullet train in some developed countries

Using commuter train started from KL Sentral station.

Tickets aren’t sold at Automatic Fare Machine like MRT, LRT and Kuala Lumpur monorail tickets, but these commuter train tickets are sold in cash at ticket sales counter.

In 2014, ticket price towards Batu Caves station from KL Sentral was USD 0.5.

KTM Ticket from Batu Caves to KL Sentral. In 2019, tickets are sold in the form of a pass card.
LCD info screen on KTM Laluan Seremban platform

The following picture is interior appearance of KTM Laluan Seremban

Seats facing to the side.
Seats facing forward.
Passengers were very quiet.
Seven bans on the train.

The prohibitions applied on the train are smoking, eating and drinking, littering, throwing gum, doing immoral things, carrying dangerous goods and carrying animals.

Appearance of train coach….Very nice.
Slogans which were issued by YAB PM and were advertised on each train seats.

YAB PM stands for Yang Amat Berhormat Perdana Menteri (the Most Honorable Prime Minister). 1Malaysia slogan is a campaign to unite one Malaysian nation regardless of ethnicity and cultural differences. As Bhinneka Tunggal Ika (Unity in Diversity) in Indonesia’s slogan.

This KTM is made by CSR Zhuzhou Electric Locomotive Co. Ltd

Zhuzhou Electric Locomotive Co. CSR Ltd is one of many electric train manufacturers in China. This company’s reputation is very cool because it supplies electric trains for Macedonian Railways in Eastern Europe, Shanghai Metro in China and Rapid KL in Malaysia.

Six facilities are provided at KTM Laluan Seremban.

This modern technology train has several good facilities such as priority seats, modern cockpit for machinists, dynamic route map on each train door to facilitate passengers in monitoring the presence of trains, two female-only coach in each train, LCD info screen in each coach and of course CCTV .

Next is appearance of Batu Caves station which is the last stop of this line.

Batu Caves station.
“Batu Caves station” situation at other side.

Well….If you go to Kuala Lumpur, try this train!

KTM Laluan Seremban….Kereta Andalan Wisata Batu Caves.

Ketibaanku yang terlalu siang di KL Sentral membuat jadwalku berantakan. Hari pertama yang seharusnya kuhabiskan di Genting Highlands harus kutunda.

Kamu perlu balik pada waktu malam jika kamu pergi siang ini. Jika kamu pulang petang kamu tak akan mendapat apa-apa di sana”,seloroh staff konter penjualan tiket bus ke Genting.

Daripada aku berjibaku di malam hari dalam kondisi yang belum mendapatkan hotel, lebih baik aku menunda niatku ke Genting dan akan kutunaikan di keesokan harinya.

Aku segera merubah tujuan….Yess, Aku bertolak ke Batu Caves. Cara paling mudah dan cepat karena kereta menuju ke sana bertolak dari KL Sentral.

Tapi Gaes, kereta dengan rute KL Sentral-Batu Caves ini beroperasi pada tahun 2014 ya. Karena ketika aku datang ke Kuala Lumpur pada April 2019, rute KL Sentral-Batu Caves sudah berubah. Lihat perubahan rute itu di link ini ya:

Rute Baru Menuju Batu Caves, Malaysia

—-****—-

Kali ini aku tak akan berfokus pada rutenya, tapi aku akan membahas tentang keretanya….Yups, KTM Laluan Seremban (Kereta Tanah Melayu-Seremban Line).

Teknologi China di tujuan India.

Mengapa demikian?

Kereta yang melaju di jalur ini adalah kereta listrik buatan China….Sedangkan tujuan paling favorit di jalur ini adalah Batu Caves yang merupakan tempat peribadatan warga Malaysia keturunan India.

Memang beberapa kurun waktu terakhir ini, Malaysia lebih dahulu daripada Indonesia dalam menggenjot infrastruktur dengan pinjaman dana dari pemerintah China.

KTM Laluan Seremban memiliki dua stasiun paling akhir yang disinggahi yaitu stasiun Port Klang di barat daya dan stasiun Batu Caves di utara. Secara keseluruhan kereta ini melewati 27 stasiun.

KTM Laluan Seremban adalah rute kereta komuter. Sedangkan kereta komuter di setiap negara dibuat untuk menghubungkan pusat kota dengan kawasan pinggiran kota dan mayoritas penumpangnya adalah para komuter atau penglaju.

Sedikit berbeda dengan Indonesia yang menggunakan kereta bekas berkualitas dari Jepang untuk dijadikan kereta komuter, Malaysia lebih memilih menggunakan kereta buatan China dengan bentuk yang sedikit futuristik.  Aku sangat berhasrat mencobanya ketika melihat bentuk kereta ini yang mirip kereta peluru di beberapa negara maju.

Percobaan naik kereta komuter dimulai dari stasiun KL Sentral.

Tiket tidak dijual di Automatic Fare Machine seperti pada MRT, LRT dan monorail Kuala Lumpur, tapi tiket kereta komuter ini dijual secara tunai di sebuah konter penjualan tiket.

Pada tahun 2014, harga tiket untuk menuju stasiun Batu Caves dari KL Sentral adalah Rp. 7.000

Tiket KTM Batu Caves ke KL Sentral. Tahun 2019, tiket dijual dalam bentuk pass card.
LCD Info Screen di platform KTM Laluan Seremban

Berikut penampakan interior dari KTM Laluan Seremban

Bangku menghadap ke samping.
Bangku menghadap ke depan.
Waktu itu penumpang sangat sepi.
Tujuh larangan dalam kereta.

Adapun larangan yang diterapkan di kereta adalah merokok, makan dan minum, membuang sampah sembarangan, membuang permen karet, berbuat asusila, membawa barang-barang berbahaya dan membawa binatang.

Penampakan gerbong kereta….Ciamik deh.
Slogan dan semboyan yang dikeluarkan oleh YAB PM dan diiklankan di setiap bangku kereta.

YAB PM kepanjangannya adalah Yang Amat Berhormat Perdana Menteri. Semboyan 1Malaysia adalah kampanye untuk menyatukan satu bangsa Malaysia tanpa memandang etnis dan perbedaan budaya. Seperti Bhinneka Tunggal Ika lah maksudnya.

KTM ini adalah buatan CSR Zhuzhou Electric Locomotive Co. Ltd.

CSR Zhuzhou Electric Locomotive Co. Ltd adalah satu dari sekian banyak manufaktur kereta listrik di China. Reputasi perusahaan ini sangat keren karena mensuplai kereta listrik untuk Macedonian Railways di Eropa Timur, Shanghai Metro di China dan Rapid KL di Malaysia.

Enam fasilitas yang disediakan di KTM Laluan Seremban.

Kereta dengan teknologi modern ini memiliki beberapa fasilitas bagus seperti kursi prioritas, kokpit untuk masinis yang modern, dynamic route map disetiap pintu kereta untuk memudahkan penumpang dalam memantau keberadaan kereta, dua gerbong khusus wanita di setiap kereta, LCD info screen di setiap gerbong dan tentunya CCTV.

Berikut penampakan stasiun Batu Caves yang merupakan pemberhentian tarakhir dari kereta ini.

Stasiun Batu Caves.
Stasiun Batu Caves di sisi yang lain.

Nah….Kalau kalian ke Kuala Lumpur, cobain kereta ini ya!