The Avenues Park: Hujan Datang Lagi….

<—-Kisah Sebelumnya

Terlalu lama aku terbengong, antusias menikmati desain unik Bahrain World Trade Center. Tingginya yang menjulang hampir 250 meter dengan 50 lantai tersusun di dalamnya.

Bangunan berusia 14 tahun yang mengandalkan perpaduan arsitektur ala British dan Denmark itu berdiri gagah bak idola di Manama Center District, area bisnis di ibukota Bahrain. Pantas keanggunannya membuatku terpaku ketika berada di kaki-kaki raksasanya.

Sementara matahari yang terselip diantara sebaran awan sudah mulai tergelincir. Menunjukkan bahwa sore mulai mengakusisi hari.

“Aku harus bergegas”, aku membatin, mengingat aku telah berniat untuk mengeksplorai pusat kota dengan berjalan kaki hingga malam tiba.

Aku menatap sekitar, menentukan tempat lain yang hendak kusinggahi. Menghadap ke utara, mencari sela pandang diantara pepohonan yang berjajar di tepian King Faisal Highway, aku melihat hamparan air laut.

Tak salah lagi….Itu Teluk Bahrain”, aku sumringah.

Mengamati hamparan lurus King Faisal Highway, mataku awas mencari tempat untuk menyeberang dengan aman. Bersyukur aku menemukan sebuah perempatan besar dengan lampu lalu lintas yang sedang menghadang laju segenap kendaraan dari laju kencangnya di King Faisal Highway.

Aku harus melewati perempatan itu untuk tiba di seberang dengan aman”, aku memutuskan

Tanpa pikir panjang, aku segera menujunya, menunggu lampu-lampu lalu lintas berukuran besar itu menghadang laju kendaraan, lalu menyeberangi kedua ruasnya yang memiliki lebar tak kurang dari 75 meter.

Berada di tepian utara King Faisal Highway, aku mencoba mencari sela untuk bisa masuk ke trotoar demi mengamankan diri dari laju kencang kendaraan.

Tiba di trotoar, aku disambut dengan kehadiran kembali gerimis yang sejatinya telah menghilang satu jam lalu. Semakin lama semakin intens dan membuatku berlari-lari kecil mencari tempat berlindung.

Aku melihat tempat berteduh, tanpa pikir panjang, aku bergegas menujunya. Sesampainya di tempat itu, aku membersihkan rambutku yang basah dari air gerimis dan menepuk-nepuk beberapa bagian t-shirtku yan basah, hingga akhirnya aku tersadar bahwa aku telah berada di sebuah taman kota….Taman pantai tepatnya.

The Avenues Park”, aku membaca sebuah papan nama tepat di tengah taman.

Taman yang menarik”, aku antusias.

Memperhatikan luasannya, taman itu memiliki luasan tak kurang dari 8 hektar, menghiasi salah satu tepian Teluk Bahrain yang menyediakan pantai utama bagi warga ibukota.

Berteduh sekedarnya.
Kids Play Area.
The Avenues Park.
Bahrain Financial Harbour di sisi barat taman.
Four Seasons Hotel Bahrain Bay

Tampak satu pojoknya ditempati oleh keberadaan Kids Play Area yang tentunya sepi karena hujan, beberapa waktu sebelumnya, terdapat seorang ibu dan anaknya yang bermain di tempat itu tetapi terburu meninggalkannya karena mencari tempat berlindung dari gerimis yang telah berubah menjadi hujan ringan.

Mudah-mudahan hujan ini tak akan lama”, aku berharap karena tak mau terjebak di tempat itu hingga sore genap tiba secara sempurna.

Tak ada yang bisa aku lakukan kecuali hanya menunggu hujan ringan itu berhenti. Aku mencoba menikmati The Avenues Park itu dari tempat berteduh, tapi tetap tak menghilangkan aura cantiknya.

Beruntung lima belas menit kemudian hujan berhenti……

Saatnya melangkah di pusat taman dan menikmati pemandangannya di arah pantai. Tampak di seberang pantai membentang area Bahrain Bay yang dihiasi oleh bangunan-bangunan pencakar langit yang ikonik.

Sungguh pemandangan indah yang kutemukan tepat ketika matahari mulai tergelincir.

Kisah Selanjutnya—->

Lambaian Tangan di Manama Center District

<—-Kisah Sebelumnya

Hujan usai, gerimis pun tak bersisa. Jalanan masih basah, tapi di beberapa ruas sudah tampak mengering karena dilewati lalu lalang kendaraan.

Aku menengok ke sekitar usai berpaling dari kokohnya Bab Al Bahrain, sebuah pintu gerbang kerajaan di masa lalu.

Ternyata sisi timur lebih menarik minat hati. Aku menatap lekat-lekat arah itu. Tinggi rendah bentukan pencakar langit menjadi latar pandang hingga di ujung sana. Namun bangunan NBB Tower dengan lengkungan hijau dan kelir emas tampak mendominasi karena tepat berada di depan mata, tak jauh dari pandangan.

Jalan itu adalah jalan protokol dengan nama Government Avenue, jalanan selebar tiga puluh meter dengan dua arah arus.

Melangkah di pangkal ruas, aku tepat berada di seberang Amakin Building, gedung bertingkat seluas setengah hektar milik Bahrain Car Parks Company. Sementara Canon EOS M10 yang menjadi teman tunggalku dalam berpetualang mengarah kesana kemari mengikuti indahnya panorama kota.

“Haloooo…..Haiiiiii…..Halooooo”, aku tetiba mendengar suara itu dari atas.

Dua pemuda tampak berada di lantai teratas gedung parkir, melambaikan tangan dengan batang rokok di selipan tangan mereka masing-masing.

Mungkin mereka para driver yang menunggu tuannya”, aku membatin

Sontak aku mengarahkan kamera ke arah mereka dan mengabadikan lambaian tangan mereka.

Hoolaaaaaa….” Aku melambaikan tanganku

Mereka tersenyum dan mengacungkan jempol.

Sebuah intermezo yang menyenangkan tentunya.

Government Avenue.
NBB Tower (kiri).
BKK Main Branch (tengah).
Persilangan Palace Avenue dan Government Avenue.

Aku melanjutkan langkah, semakin ke timur. Menyusuri Government Avenue hingga tiba di perempatan jalan yang dipotong oleh Isa Al Kabeer Avenue yang tak kalah lebar membentang dari utara ke selatan. Tampak BBK Main Branch berdiri megah di salah satu sisinya.

Tapi bukan gedung itu yang kemudian mencuri segenap perhatianku.

Gedung kembar dengan triple skybridge di tengahnya, berpadu warna biru dan hijau, bertengger megah dari kejauhan.

Aku bergegas melangkah ke utara untuk mendekatinya, Aku terpaksa harus menghabiskan ruas Isa Al Kabeer di sisi terutara hingga tiba tepat di sisi selatan King Faisal Highway, ruasan panjang jalan tol yang apabila ditelusuri terus ke barat maka akan melintasi Teluk Bahrain dan akhirnya akan tiba di Khobar, salah satu distrik di wilayah negara Saudi Arabia.

Kembali di salah satu sisi selatan King Faisal Highway dimana aku berdiri. Tampak jelas bangunan teranggun di Distrik Manama Center, apalagi kalau bukan Bahrain World Trade Center yang lancip menjulang ke arah langit….Sangat indah.

Bahrain World Trade Center.
Triple skybridge yang mengagumkan.
Anggun kan?….

Akhirnya aku terhenti di bawahnya, terpukau cukup lama dan terlarut dalam menikmati rupa indah arsitekturnya….

Untuk beberapa waktu, aku malas beranjak daripadanya….

Biarkan aku menikmati sejenak keelokannya.

Kisah Selanjutnya—->