26 Destinasi Wisata di Doha, Qatar

Mungkin sosok yang berjasa membawaku ke Qatar adalah Valentino Rossi. Ya….Legenda hidup balapan kuda besi premium itu telah sekian lama memaksaku menyambangi Losail International Circuit melalui layar televisi. Selama bertahun-tahun menonton MotoGP itu pula, niat untuk mengunjungi Qatar mulai mengganggu tidur malamku.

Mimpi itu telah menjadi sebuah kenyataan indah ketika selama lima hari aku bisa menjelajah Qatar di awal tahun 2020. Kini saatnya bagiku untuk menceritakan kepada kalian tentang keelokannya. Berikut sedikit banyak kenangan yang kudapatkan di negeri kaya “emas hitam” itu:

1. Hamad International Airport

Bisa ditasbihkan bahwa Hamad International Airport (HIA) adalah penyempurna gerbang pariwisata Qatar. Sejak heksa warsa lalu, HIA sukses menggantikan peran Doha International Airport.  Perlu kamu ketahui bahwa penamaan bandara ini di catut dari nama Emir Qatar, Hamad bin Khalifa Al Thani.

Pagi yang cerah kala itu, aku mengamini kemegahan bandara yang terletak di tepian Teluk Persia ini. Inilah bandara yang menyimpan aset “Beruang Kuning” senilai 91 milyar Rupiah….Wowww.

2. Karwa Bus

Sebagai seorang yang taat dengan kode etik kaum backpacker, aku hanya dihadapkan pada dua pilihan untuk menuju pusat kota…..Kereta atau bus?. Kali ini bus menjadi pilihan pertamaku.

Belum juga melihat dan menaikinya, sudah terbayang bahwa aku akan menaiki bus kota berpenampilan modern ketika nanti meninggalkan bandara.

Bus kota Doha dikenal dengan nama Karwa Bus dan dibutuhkan KARWA Smart Card untuk mengunggangnya. Seluruh bus kota Doha dioperasikan oleh perusahaan transportasi negara yaitu Mowasalat. Rerata tarif sekali jalan juga sangat terjangkau yaitu sekitar Rp. 10.000.

3. Al Ghanim Bus Station

Setelah check-in di Casper Hotel dan menaruh semua perlengkapan, aku mulai mengeksplorasi kota Doha. Tempat pertama yang kujejak adalah Al Ghanim Bus Station sebagai tujuan akhir Karwa Bus bernomor 12 yang mengangkutku dari sebelah hotel.

Terletak di Municipality Ad Dawhah, Al Ghanim Bus Station adalah landmark penting. Terminal bus ini tentu mengcover sebagian besar rute Karwa Bus di Qatar. Al Ghanim Bus Station mengambil peran sebagai terminal sentral di Qatar sekaligus menjadi kantor pusat Mowasalat. Jika kamu berniat menjelajah wisata Qatar menggunakan bus, pasti kamu akan sering menyambangi terminal ini.

4. Abdul Aziz Nasser Theater

Inilah ruang pertunjukan untuk multidisiplin seni yang mensupport seniman lokal dan internasional. Terletak di pusat kota Doha dengan kapasitas hampir seribu tempat duduk. Bahkan untuk mempermudah pelaksanaan event-event besar, teater ini dikoneksikan secara langsung dengan Al Mirqab Hotel yang terletak tepat di sisi baratnya.

5. Al Fanar Mosque

Aku mengunjungi masjid ini setelah mengeksplore Al Ghanim Bus Station. Lokasinya hanya berjarak satu kilometer di utara terminal. Al Fanar adalah Pusat Kebudayaan Islam Qatar yang lebih dikenal dengan nama Al Sheikh Abdullah Bin Zaid Al-Mahmood Islamic Cultural Center. Selain mengenalkan budaya Qatar melalui Islam, Fanar Cultural Center ini juga  menyelenggarakan kegiatan sosial dan pendidikan.

6. Souq Faleh

Souq Faleh dan Al Fanar Masque hanya dipisahkan oleh Al Tarbiya Street. Merupakan salah satu dari sekian banyak pasar-pasar tua di Doha. Jika kamu penggemar Abaya, maka pasar ini menjadi tempat yang tepat untuk memburunya, karena harga yang ditawarkan tergolong lebih murah dari pasar-pasar yang lain.

7. Domes Mosque

Sedang asyik berkunjung ke Souq Faleh, tiba-tiba suara adzan Dzhuhur memanggil. Tampaknya aku harus segera mengakhiri eksplorasiku sejenak dan menuju ke sebuah masjid tua di tenggara. Masjid dengan banyak kubah dan tiang ini masih berdiri gagah di tengah modernnya kota. Shalat Dzuhur siang itu dipenuhi jama’ah yang datang dari segenap penjuru. Dan itu adalah shalat berjama’ahku pertama kali di Doha.

8. City Souq

Bersebelahan dengan Al Fanar Mosque di sebelah timur, tepat di salah satu sudut perempatan Al Tarbiya Street dan Al Bareed Street terdapatlah shopping mall modern dengan julangan tujuh lantai yang kemudian tampak mengkerdilkan bangunan Central Municipal Center di seberangnya. Aku memasukinya hanya untuk sekedar berburu fridge magnet lalu mencuri foto suasana di dalam.

Dikenal dengan nama City Souq, mall ini menyediakan pakaian, garmen, sepatu, parfum, mainan anak-anak, stationery, selimut dan abaya. Berlatihlah menawar sebelum berbelanja di tempat ini.

9. Souq Waqif

Berusia lebih dari dua abad, tak membuat Souq Waqif merubah bentuk arsitekturnya. Menjadi satu-satunya pasar tradisional kuno di seluruh Qatar.

Waqif berarti berdiri. Karena pada masa perintisan pasar, tidak ada satupun kios yang dibangun. Hal ini disebabkan karena meluapnya air laut dari pantai Doha yang menggenangi pasar. Bahkan diawal berdirinya, para pembeli akan datang menggunakan perahu atau menaiki onta untuk mensiasati genangan tersebut dan penjual akan berdiri sepanjang hari untuk menawarkan dagangannya.

10. The Pearl Monument

Meninggalkan sejenak Souq Waqif untuk kemudian kutengok ulang esok hari, aku menyasar The Pearl Monument di seberang Al Corniche Street yang menyediakan fasilitas penyeberangan bawah tanah di kolongnya. Kurasa tak hanya traveler, bahkan seluruh warga negara Qatar hendaknya wajib mengunjungi monumen berwujud kerang mutiara menganga ini. Melalui monumen ini, semua khalayak harus tahu bahwa sebelum tahun 1939 yaitu era sebelum ditemukannya minyak di perut bumi mereka, Qatar adalah negara miskin yang pendapatannya bergantung pada hasil tangkap kerang mutiara di Teluk Persia.

11. Corniche Promenade

Mengunjungi The Pearl Monument membuatku bahagia tak terkira, selain mendalami sejarah Qatar, mata dimanjakan dengan indahnya pemandangan Doha Corniche. Promenade sepanjang tujuh kilometer ini menampakkan lengkungan Teluk Doha yang dijejali gedung pencakar langit di ujungnya. Sementara sebaran traditional dhow boat yang diam terjangkar di sepanjang teluk menjadi interior alam yang mengelokkan suasana.

12. Museum of Islamic Art

Tepat di ujung timur Doha Corniche terdapat bangunan yang didirikan layaknya mengambang di tepian laut. Adalah Museum of Islamic Art yang didalamnya dipamerkan kekayaan budaya Islam dari tiga benua yang telah berusia lebih dari 1.400 tahun lamanya. Inilah museum andalan Qatar yang didirikan oleh saudara perempuan dari Emir mereka yaitu H. E Sheikha Al Mayassa binti Hamad bin Khalifa Al Thani. Keberadaan museum ini telah mentasbihkan Qatar sebagai ibu kota budaya kawasan Timur Tengah.

13. MIA Park

MIA dalam nama taman ini adalah singkatan dari Museum of Islamic Art. Sesuai namanya, sebelum mendatanginya, semua orang sudah bisa dipastikan faham bahwa taman ini terletak tepat di depan Museum of Islamic Art. Taman yang sering menjadi venue resmi negara pada perayaan hari libur nasional, selain itu taman ini sering dipakai sebagai tempat berlangsungnya pertunjukan musik, kegiatan bazaar ataupun konser-konser regular lainnya. Sedangkan khusus di hari Selasa dan dimulai pada pukul 17:00, taman ini menjadi area publik khusus kaum Hawa yang biasanya dipimpin oleh personal trainer dalam latihan kardio dan senam kebugaran.

14. Doha Hop On Hop Off Bus

Buat kamu yang tidak mau repot menjelajah Doha. Pariwisata Qatar menyediakan Hop On-Hop Off Sightseeing Tour. Jadi kamu cukup duduk manis dari atas bus dan akan diantarkan ke beberapa destinasi wisata di Doha. Bus ini berentang waktu tiga puluh menit dalam pengoperasiannya. Melewati destinasi wisata utama Qatar yaitu Souq Waqif, Katara Cultural Village, The Pearl Qatar dan Museum of Islamic Art. Untuk memanjakan para traveler, bus ini juga berhenti di Hotel Marriott, Sharq Village and Spa, Sheraton dan Hilton Hotel.

15. West Bay

Hari Kedua….Udara sangat berangin dan dingin tentunya. Menaiki Karwa Bus bernomor 12 dan bersambung dengan nomor 64, aku menuju West Bay. Kompleks bangunan pencakar langit itu seakan melambai-lambaikan tangannya kepadaku ketika kupandangi dari sisi lain Doha Corniche sore kemarin.

Kini aku tepat berada di tengah area bisnis di pantai timur Doha ini. Sebuah area yang mengcover tiga distrik sekaligus, yaitu Al Qassar, Al Dafna dan West Bay Lagoon. Akhirnya dari dekat, aku bisa menikmati Burj Doha, bangunan paling ikonik di Qatar itu.

16. City Center Doha

Menelusuri setiap inchi jalanan di West Bay, aku sampai juga di salah satu shopping mall tertua di Qatar. City Center Doha yang diletakkan di pusat bisnis tetapi ditargetkan melayani para pelanggan dari kelas ekonomi menengah. Tepat berloksi di tengah area West Bay, shopping mall ini terkoneksi secara langsung dengan tiga hotel mewah yaitu Shangri La Hotel, Rotana Hotel dan Merweb Hotel.

17. Doha Metro

Untuk pertama kalinya aku menaiki Doha Metro. Sistem tranportasi masal teranyar milik Qatar yang dioperasikan sejak setahun lalu. MRT tiga jalur (Red Line, Green Line dan Gold Line) yang dimiliki oleh Hamad Group ini ditasbihkan sebagai kereta tanpa pengemudi tercepat di dunia dengan kecepatan jelajah mencapai 100 km/jam.

Kali ini aku menikmati fasilitas mewahnya dari Stasiun DECC (Doha Exhibition & Convention Center) di Wet Bay menuju Stasiun Katara yang merupakan akses mengunjungi Katara Cultural Village.

18. Katara Cultural Village

Doha Metro menurunkanku di stasiun Katara. Hanya perlu berjalan kaki sejauh setengah kilometer untuk sampai di Katara Cultural Village, sebuah pusat budaya di Qatar. Terletak di pantai timur antara West Bay dan The Pearl, perkampungan budaya ini telah berdiri sejak sepuluh tahun lalu.

Katara sendiri adalah nama untuk Qatar sebelum Abad ke-18. Kata “Catara” pada seratus tahun pertama Masehi disematkan untuk menamai Semenanjung Qatar yang terletak di selatan Teluk Persia.

19. Aspire Park

Eksplorasi hari ketigaku di Qatar kumulai sedikit siang. Menunggu matahari meninggi, karena aku akan bermain di area terbuka, yaitu Aspire Park. Nama taman yang diambil dari nama sebuah area, yaitu Aspire Zone yang merupakan nama beken dari Doha Sports City di Distrik Baaya.

Karwa Bus bernomor 301 menurunkanku di Villaggio Shelter Bus tepat jam 11:44. Aku berjalan kaki menuju taman yang terletak di barat Qatar itu. Aspire Park adalah taman indah nan luas yang melengkapi diri dengan playground, air mancur, beberapa coffee shop bahkan menciptakan satu-satunya danau di Qatar.

20. The Torch Doha

Masih di Aspire Zone Complex, melangkah sedikit ke timur, aku tepat berada di bawah sebuah hotel setinggi 300 meter. Sering disebut dengan panggilan Aspire Tower, walaupun nama resminya adalah The Torch Doha.

Adalah buah karya konsultan arsitektur dari Perancis, inilah bangunan yang saat ini masih menjadi yang tertinggi di Doha. Hotel 36 lantai ini telah menyumbang jasanya untuk Qatar sebagai focal point (titik fokus) pada perhelatan Asian Games ke-15.

21. Khalifa International Stadium

Khalifa International Stadium disandingkan tepat di sebelah The Torch Doha. Sering dipanggil dengan nama National Stadium. Seperti bandara megah mereka, gelanggang sepakbola ini juga mencatut nama Emir Qatar Hamad bin Khalifa Al Thani. Inilah kandang resmi tim nasional sepakbola Qatar dengan empat puluh ribu kapasitas tempat duduk.

Di empui oleh Qatar Football Association, stadion ini adalah saksi dimana Australia dijungkalkan oleh pasukan samurai biru dengan gol tunggal Tadanari Lee pada perhelatan final AFC Asian Cup 2011.

22. Villaggio Mall

Kunjungan di Doha Sports City, kuakhiri dengan memasuki Villaggio Mall. Mall di pinggiran Al Waab Street ini dikembangkan oleh Gondolania Entertainment, oleh karenanya konsep wisata gondola di kota Venice di adopsi di pusat perbelanjaan satu lantai ini.

Didesain di dalamnya canal indoor sepanjang 150 meter lengkap dengan perahu gondola, mengingatkanku ketika mengunjungi The Venetian di Macau 3 tahun silam.

Retailer utama di Villaggio Mall adalah Carrefour, akan tetapi pusat perbelanjaan ini juga mengakomodasi 200 toko yang menjual brand-brand ternama asal Amerika, Inggris, Italia dan Jerman. Yuk, yang hobby belanja, silahkan mampir ke sini !

23. Al Koot Fort

Hari keempat, aku berniat menelusuri area MDD (Mshreib Downtown Doha) yaitu sebuah kota pengganti Distrik Mushayrib yang pengembangannya direncanakan dengan detail.

Tetapi sebelum memasuki area MDD, aku sempatkan mampir di Al Koot Fort yang telah berusia 93 tahun. Adalah jasa dari Emir keempat Qatar, Sheikh Abdullah bin Jassim Al Thani yang membangun benteng ini dengan tujuan melindungi  Souq Waqif dari kelompok pencuri terkenal pada waktu itu.

Setelah mampir di Al Koot Fort atau Doha Fort ini, barulah aku melangkah memasuki area MDD. Yuk lihat ada apa saja di MDD ?

24. Msheireb Museum

Tempat wisata utama yang kukunjungi di Mshreib Downtown Doha adalah Msheireb Museum yang dikembangkan oleh Msheireb Properties (Pengembang Real Estate Nasional Qatar).  Aku dengan tekunnya menelusuri empat rumah warisan bersejarah yang menjadi bagian utama dari Msheireb Museum. Yaitu Bin Jelmood House yang mengungkap sejarah perdagangan budak di negeri itu, Company House yang mengungkap kisah para pioneer pekerja industri minyak Qatar, Mohammed Bin Jassim House yang merupakan rumah yang dibangun oleh putra pendiri Qatar, Sheikh Mohammed bin Jassim Al Thani serta Radwani House yang merupakan duplikasi model rumah asli Qatar.

Kalau kalian ke Qatar, wajib datang ke sini ya….Free ticket kok, santuy….

25. Msheireb Tram

Menaiki Msheireb Tram adalah cara mudah untuk menikmati keindahan MDD. Transportasi massal ini diluncurkan oleh Msheireb Properties dengan loop track sepanjang dua kilometer dan mampu menghubungkan setiap spot di MDD dalam waktu delapan belas menit saja.

Kamu harus merasakan nyamannya tram listrik buatan Amerika yang menggunakan filtering glass panel yang katanya mampu mencegah masuknya sinar matahari ke dalam ruangan tram hingga 90%.

26. Doha Free Metrolink

Sebelum meninggalkan Qatar, di hari  terakhir aku mencoba menjajal Doha Metrolink yang merupkan jaringan feeder bus untuk mengkoneksi  siapapun dengan Doha Metro Station dalam radius dua hingga lima kilometer.

Tidak dipungut biaya dalam memanfaatkan jasa feeder bus ini. Pemerintah Qatar menyediakan empat puluh dua jalur Doha Free Metrolink yang beroperasi dari jam enam pagi hingga jam sebelas malam.

Jika kalian mau berwisata hemat di Qatar, carilah hotel yang dilalui oleh rute bus ini. Apalagi kalau hotelnya agak jauh dari pusat kota, pasti akan lebih menghemat kantongmu….Hihihi.

Semoga pandemi COVID-19 ini segera berakhi dan kamu bisa segera melancong ke Qatar….Amin.