Yuk Tengok….Senado Square

Perjalananku bersama bus kota No 10A berakhir dengan terlewatnya Halte Bus Kam Pex Community Centre di bilangan Jalan Avenue de Almeida Riberio. Beruntung si pengemudi bus masih mau menurunkanku di sebuah pertigaan dengan pemandangan Hotel Ponte Cais 16 tepat di pusatnya.

Halte Bus Kam Pex Community Centre.

Resepsionis itu sepertinya anak si empunya hotel. Setiap pertanyaan yang kulempar selalu dijawabnya mudah, “Wait sir, I firtly ask to my mom”. Duh, enaknya tuh bocah dapat warisan hotel kelak….Hahaha

Check in pun selesai setelah kuberikan Rp 220.000 untuk mendapatkan kunci kamar Hotel Villa Ka Meng.

Semudah menjetikkan jari, tiba-tiba mataku melihat tulisan halal sebegitu besarnya di depan sebuah rumah makan. Dan terkejutnya, orang Tionghoa adalah si pemilik rumah makan itu. Rumah makan Loulan Islam namanya.

Dengan senyum lebarnya, dia bertanya mau makan apa dan menawarkan menu dengan usaha sebegitu kerasnya. Telunjuk jarinya menari-nari menuliskan berbagai aksara China di udara. Gelak tawaku yang tak tertahan membuat seisi rumah makan tertawa riang. Memendam kantuk yang dari pagi tadi menggelayutiku.

Aku membayarnya sedikit mahal dari standar harga street food yang biasa kuburu. Setidaknya mendapatkan referensi sajian halal di Macau.

Melewati sisi kiri jalan….aku menuju Senado Square yang tinggal selemparan batu. Tapi sebelum benar-benar mencapainya, aku berhenti di sebuah money changer untuk menukarkan Dolar Amerika ke Dolar Macau.

Tukarkan sedikit saja….Sisakan untuk mengeksplore Shenzen.

Akhirnya aku menginjakkan kaki di Senado Square, destinasi kedua di Macau yang kukunjungi.

Keunikan Senado Square adalah motif lantainya yang seolah bergelombang dan identik dengan warna putih hitam. Alun-alun yang penuh dengan turis ini benar-benar menunjukkan bahwa tempat ini merupakan warisan sejarah UNESCO. Tidaklah mengherankan atas keramaian itu.

Bangunan-bangunan klasik yang menghiasi kiri kanan alun-alun itu menjadi sasaran empuk para pemilik kamera untuk mengabadikannya.

St. Dominic’s Church.
Museum bersejarah yang pernah berfungsi sebagai panti asuhan dan klinik kesehatan
Balai kota Macau tempoe doeloe.

Luasnya alun-alun membatasi kemampuanku untuk mengitarinya sekali saja dan kemudian terduduk di salah satu ujungnya lalu berteduh dari sengatan surya yang mulai meninggi.

Turis China: “Malaysian?”. Seorang lelaki setengah baya menyapaku di bawah sebuah pohon yang mengurangi panasnya matahari.

Aku: “Me?….Oh, I’m Indonesian”.

Turis China: “Waaa…Indonesian. Nice country”.

Aku: “Ever go to Indonesia?”.

Turis China: “Yes….Bali, Medan and Batam”.

Aku: “Great….How about Indonesia?”.

Turis China: “I Like….I eat Nasi Padang there. Nice”.

Aku: “Hahaha….Ya ya ya. The most delicious food in the world”.

Turis China: “Ever go to China?

Aku: “Absolutely….I will go to Shenzen after my journey in Macau”.

Turis China: “Ohhoo….Good good. Welcome to my country”.

Aku: “Thanks Sir

Percakapan pun berakhir ketika seorang perempuan yang kuduga istrinya menghampiri dan mengajaknya melanjutkan eksplorasi Senado Square.

Beberapa spot di Senado Square:

Peta zona taxi.
Taxi yang sedang menunggu penumpang.
Geblek….Ngapain juga guwe motoin tuh tempat sampah.
Telepon umum.
Bus kota yang melewati Senado Square.

So….If you go there when in Macau….Just enjoy it.

5 Destinasi Wisata Macau dalam 24 jam

Macau adalah negara ke-10 yang kukunjungi. Berawal dari tersangkutnya hasrat pada tiket promo senilai Rp. 512.000 milik Cebu Pacific yang mengantarkanku secara tak sengaja di Manila. Dan daripada membeli tiket balik dari Manila yang sangat mahal maka lebih baik pulang dari Shenzen saja karena Tiger Air menawarkan tiket kelewat murah.

Dalam perjalanan Manila menuju Shenzen itulah, aku terdampar di Hong Kong dan Macau. Untungnya tak lama….Hanya 48 jam di Hong Kong dan 24 Jam di Macau.

Setelah menulis kisah 48 jam selama di Hong Kong maka kali ini Aku akan bercerita tentang apa saja yang kukunjungi selama 24 jam di Macau.

1. Outer Harbour Ferry Terminal

Momen itu tiba seiring pilihanku menggunakan TurboJet Ferry ketika meninggalkan Hong Kong. Tepat pukul 08:55 dengan jarak sekitar 70 km dari Hong Kong, aku tiba di terminal ferry  yang terletak di bagian timur pulau Macau itu.

Dibagian luar bangunan, pelabuhan ini berpapan nama dalam bahasa Portugis yaitu Terminal Maritimo de Passageiros do Porto Exterior. Tulisan berbahasa Portugis sangat biasa terlihat di seluruh Macau. Hal ini dikarenakan selama 4 abad, China menyewakan Macau kepada Portugis untuk digunakan sebagai pelabuhan perdagangan.

Jika di google maps ada istilah Macau Maritime Ferry Terminal, Macau Ferry Terminal atau Hong Kong Macau Ferry Pier maka itu adalah nama yang berbeda untuk satu tempat yang sama yaitu Outer Harbour Ferry Terminal.

Jadi jika kamu berlabuh di terminal ferry ini maka nikmati sajalah keberadaannya.

2. Senado Square

Aku sengaja memilih dormitory di dekat kompleks Ruins St. Paul. Karena di kompleks ini ada dua destinasi wisata terkemuka yaitu Ruins St. Paul itu sendiri dan Senado Square. Sehingga Aku bisa leluasa menjelajah keduanya dengan berjalan kaki.

Segera menitipkan backpack ke Villa Ka Meng Hotel begitu menuruni bus di jalanan Avenue de Almeida Ribeiro dekat dengan  Ponte Cais No 16. Dan setalah menikmati sarapan pagi di rumah makan Loulan Islam, aku bergegas menuju Senado Square

Senado Square sendiri merupakan alun-alun yang dibangun sejak 1918. Adalah shopping tourism untuk para pemburu barang ber merk hingga penikmat jajanan kaki lima. Menjadi salah satu warisan UNESCO, Senado Square menawarkan pemandangan bangunan-bangunan klasik perpaduan budaya Tiongkok dan Portugis si sepanjang sisinya.

3. Ruins St. Paul

Meninggalkan Senado Square maka destinasi terdekat yang kukunjungi berikutnya merupakan reruntuhan sebuah katedral yang bernama Ruins st Paul. Kalau Kamu ke Macau dan belum berfoto didepan Ruin St Paul, maka perjalananmu serasa tidak syah. Karenanya tempat ini menjadi tempat teramai yang dikunjungi turis selama kunjunganku ke Macau

Ruis St. Paul awalnya adalah katedral Portugis yang dibangun pada abd ke-16. Juga menjadi warisan sejarah dunia UNESCO setelah menjadi cagar sejarah pasca kebakaran hebat pada tahun 1959. Bagian ikonik yang sering dijadikan obyek foto para turis adalah bagian pintu depan katedral yang tersisa.

4. Macau Tower

Ruis St. Paul menuju Macau Tower adalah rute yang membuatku tersangkut selama beberapa waktu di jalanan Avenue Da Praia Grande. Mensiasati rute bus Macau yang begitu rumit dan masif, akhirnya aku berhasil menemukan halte bus yang disinggahi oleh bus kota no 9A menuju Macau Tower.

Menara setinggi 338 meter ini menawarkan wisata observation deck, restoran, teater, mall dan kegiatan bungee jumping. Sementara dibagian taman tersedia plaza dan kolam untuk kegiatan olahraga atau hanya sekedar menghabiskan waktu di sore hari bagi para warga Macau.

5. Venetian

Bayangan kemegahan Venetian membuat keberadaanku di Macau Tower tak begitu khusyuk. Aku seakan-akan terburu-buru untuk segera menikmati Venetian. Rasa penasaran untuk memasuki ruangan casino terbesar di Macau bahkan salah satu terbesar di dunia, membuatku ingin segera menuju kesana. Selain casino, satu hal yang selalu kuingat tentang Venetian adalah Gondola Rides yang akan membawa kita ke nuansa pariwisata Venice, Italia.

Merupakan integrasi dua fungsi yaitu hotel mewah dan casino. Bangunan 39 lantai ini terletak di pulau reklamasi Cotai dan berafiliasi dengan The Venetian Las Vegas.

Dannnnn….Kelima destinasi itu hanya kuselesaikan dalam 14 jam eksplorasi di Macau. Selebihnya waktu kugunakan untuk tidur di hotel untuk memulihkan kondisi tubuh pasca beberapa hari sebelumnya mengekplorasi Manila dan Hong Kong.

It is very crazy….

Hai, Macau!….Selamat Datang di Outer Harbour Ferry Terminal!

Akhirnya aku menginjakkan kaki juga di “Kota Dosa Asia”….Ya, dikenal demikian memang. Mengingat Macau adalah surganya judi di Asia. Casino berteberan dimana-mana bahkan untuk memudahkan aksesnya, casino-casino ini diintegrasikan dengan pusat perbelanjaan dan hotel….Penasaran kan?.

Pagi itu, 08:55, TurboJet ferry yang kutumpangi melambatkan lajunya ketika melintas dibawah jembatan raksasa yang merupakan akses antar pulau di Macau, yaitu Macau-Taipa Bridge.

Kuperhatikan lekat-lekat deretan kendaraan yang melewati Macau-Taipa Bridge itu.

Dalam hitungan menit, ferry cepat berwarna merah itu pun berlabuh. Tak sabar menginjakkan kaki di Macau, aku sedikit bergegas keluar dari ferry itu untuk segera menuju konter imigrasi.

Baru tahu bagian bawah ferry itu berongga.

Mendekat konter imigrasi, aku mengamati dengan seksama para petugas imigrasi yang mayoritas menggunakan sarung tangan berwarna putih. Sama ketika masuk ke Hong Kong, sangat cepat dan mudah. Mereka hanya memberiku selembar kertas imigrasi untuk memasuki Macau. Jadi aku tak pernah mendapatkan koleksi stempel imigrasi dari Wilayah Administrasi Khusus Macau.

Dinginnya kabin ferry yang kunaiki selama 55 menit membuat kemih tak bisa kompromi. Sedikit menahan rasa pipis hingga toilet menjadi satu-satunya yang ada dalam pikiranku begitu lolos dari konter imigrasi.

Urinoir di Outer Harbour Ferry Terminal.
Ketangkap merokok didenda 1 juta.
Baby changing station produk asli California.

Menenteng passport “hijau” membuatku mudah diamati oleh para pemburu turis…yess, gue diincar oleh seorang penyedia jasa transportasi untuk turis.

Dia : “Mas dari Indonesia ya?”. Beuh bisa Bahasa Indonesia….Doi terus menempelku disisi kiri.

Aku: (pertanyaan skala biasa buat PDKT), “Iya pak”.

Dia: “Loh suaranya medok….Jawane ngendi mas?

Aku: (Wah keren nih Macau, ada Bahasa Jawa disonoh, njirrr), “Sragen, mas”.

Dia: “Oh Jawa Tengah yo mas. Meh nang endi, mas?….Opo makai mobilku ae?”.

Aku: (Geblek, Gua bisa senyum nyengir terus nih saking denger bahasa Jawa di Macau), “Walah pak, iki bekpekeran eee….Pas-pasan duitku….Meh numpak bis ae lah pak….Sepurane ae yo pak.

Dia: “Oooo…..Hotelmu nang endi mas?

Aku: “Villa Ka Meng Hotel, pak. Numpak bis nomer piro yo mas? Mudun ngendi?”.

Dia: “Tenanan ki ra nyilih mobilku ae mas?”.

Aku: “Sumprit ora pak”.

Dia: “Yowes mas….numpak bis no 10A ae yo….mudun Ponte Cais No. 16”. (Ponte 16 adalah casino di jalan Rua do Visconde Paco D’Arcos)

Aku: “Oh matur suwun yo pak. Pernah urip ning Jowo to pak?”.

Dia: “Ora pernah ee mas….cuman kancaku wong Jowo akeh”.

Dia pun mencari calon customernya yang lain karena tak berhasil menangkapku.

Untuk memudahkan menjelajah maka seperti biasa, aku berburu brosur dan informasi pariwisata Macau lainnya.

Berburu informasi pariwisata via digital platform di ferry terminal.
Paling mudah dan menyenangkan adalah menghampiri tourist information yang biasanya ditunggu wajah-wajah cantik.

Tergenggam sudah peta bus kota Macau. Membuatku semakin percaya diri meninggalkan pelabuhan.

Beberapa langkah ketika meninggalkan bangunan utama Outer Harbour Ferry Terminal.
Bagian lain dari Outer Harbour Ferry Terminal.

Macau memang memanjakan para pengunjungnya. Hal itu terlihat dari keberadaan minibus-minibus gratis penjemput yang disediakan oleh beberapa hotel terkemuka di dataran Macau.

Ini dia platform bus gratis itu.

Para tampang backpacker tak perlu risau karena bus itu bisa juga mengangkutmu walau kamu tidak menginap di hotel asal bus tersebut. Kamu hanya perlu berani bilang ke sopirnya bahwa kamu akan bermain judi di hotel asal bus. Pasti kamu akan diberikan bangku di bus tersebut. Sampai hotel, kamu tinggal memasuki casino sebentar lalu keluar lagi dan carilah dormitory yang kamu inapi. Makanya kalau ke Macau cari dormitory di dekat hotel-hotel ternama ya….hahaha.

Tapi gue ga naik bus ini ya gaes….

Gue lebih baik menggunakan bus kota biasa dengan membayar Rp. 5.500 karena hotelku berada di dekat Senado Square yang lumayan jauh dari hotel-hotel pemilik bus gratis itu.

Kesan pertama ketika tiba di Macau….Hebat lah Macau.

Ferry dari Hong Kong Ke Macau.

Petualanganku selama 48 jam di Hong Kong harus berakhir.

Pagi sekali, Aku sudah mengepak barang-barangku. Setelah mengisi botol minumku di water dispenser milik hotel, Aku harus berjuang sekuat tenaga untuk membangunkan sang resepsionis yang mendengkur di balik tirai ruangan. Jangan kaubayangkan mewahnya reception desk ya….Karena reception hotel hanya berupa ruangan bersekat kecil dengan lubang interaksi tamu dan empunya hotel seukuran 1 meter persegi.

Dan dengkuran itu pun tertelan ketika dia terbangun karena gangguan bel dariku. Entahlah dia bergumam marah atau mungkin hanya terkejut karena selorohan bahasa Chinanya yang tak kumengerti. Sambil terus bergumam, dia berusaha mencari amplop berisi uang di laci meja untuk mengembalikan uang deposit kamar kepadaku. Lumayan kan 100 Dolar Hong Kong.

Keluar Chungking Mansions dalam kondisi jalanan yang masih cukup gelap, Aku berjalan cukup cepat untuk sesegera mungkin memasuki stasiun bawah tanah Tsim Sha Tsui yang terletak 100 meter dari pintu keluar Chungking Mansions.

Dengan MRT Tsuen Wan Line, Aku menuju Central Station lalu berlanjut dengan MRT Island Line dan berhenti di Sheung Wan Station yang terintegrasi dengan Hong Kong-Macau Ferry Terminal.

Hong Kong-Macau Ferry Terminal adalah pelabuhan ferry reguler dengan rute Hong Kong-Macau Ferry Terminal yang berada di Hong Kong dan Outer Harbor Ferry Terminal yang berada di Macau.

Dalam 16 menit dan tariff Rp. 10.500, Aku tiba di Sheung Wan Station. Aku segera menuju ke konter tiket untuk mencairkan deposit Octopus Cardku sebesar 50 Dolar Hong Kong yang tersimpan didalamnya. Tugas Si Octopus untuk menemaniku sudah selesai seiring keberadaanku yang berada tepat di gerbang ferry untuk meninggalkan Hong Kong.

Jadwal keberangkatan ferry.
Pertama kali naik kapal cepat.

Setelah membeli tiket Ferry menuju Macao dengan harga Rp. 288.000, Aku segera menghampiri money changer untuk menukar Hong Kong Dollar menjadi Macau Dollar.

Tiketnya.

Tak menungg lama, tepat pukul 08:00, Aku mulai boarding ke kapal cepat berwarna merah itu. Dan sekejap kemudian kapal merangsek menuju Macau.

Interior ferry.
Canteeeexxxxx kannnn….

Berlayar di tengah gerimis ringan dan terus berayun membelah ombak membuatku kagum mengamati perairan Laut China Selatan. Tak ada compliment makanan apapun dalam pelayaran singkat selama 55 menit ini. Aku hanya terus menghadap jendela untuk melihat pemandangan menakjubkan di luar kapal.

Kedinginan tauk.
Keren yaa….

Tiang-tiang raksasa penyangga Macau-Taipa Bridge itu menjadi pertanda bahwa kapal segera merapat ke Outer Harbor Ferry Terminal. Macau memang memiliki jalan diatas laut yang sangat terkenal itu. Dan Aku bisa menikmati keindahannya dari sisi lain. Walaupun pada akhirnya, Aku akan melewati jalanan itu nanti ketika menuju ke hotel sekaligus casino ternama di Macau yaitu Venetian.

Ntuh jembatannya….
Barlabuh di Outer Harbor Ferry Terminal, Macau.

Yuk….cari tiket ferrymu di 12Go di link berikut: https://12go.asia/?z=3283832

Macao and Shenzen Story Continued….

I saw Shekou Port Station’s gate at the front. It wasn’t clearly visible because it was directly heading to underground.

My Friend “The Fat” suddenly stopped my step to down the escalator after he called me to waited for him to bought something. Somehow the transaction happened, I only saw the Moslem trader gave code  an index finger and I saw “The Fat”  was carrying a hundred yuan. Ohhh … I thought he just buy a hundred Yuan.

OK … I just waited. Another trader came to helped him cutted the peanut and cashew nut cake then putted it on a small scales…. “a kilo”, I thought.

#patforehead …. “What is this, Don?”, “The Fat” felt sad and wanted me paid a half …. I asked him to paid all….it was no funny. “The Fat” often made unnecessary problems”.

Business Hotel 1

Apparently he must pay 400 Yuan for it….Crazy. Drama on Shekou Port toilet had continued to “the most expensive cake in the world” drama. A kilo of cake for IDR 800,000

OK….What was the next drama?

After the incident, I immediately rushed to the platform for going to Fumin Station. I would put my backpack in Shenzen FOMO Hostel.

business hotel2

Situation in Shenzhen Metro

Arriving at Fumin Station, I confidently walked along Jintian Road, I only needed to read a simple map. Turn right from exit gate, passed 2-junction then turn left at third-junction.

I couldn’t wait to checked-in in the tent room on rooftop Shenzen FOMO Hostel. Couldn’t wait for the night to enjoyed sky in Shenzhen by sleeping in a tent.

The final destination of a map that I brought was an apartment which was guarded by a fat security who only could speak Chinese language. I showed him the booking form … then he tried to explained as much as possible with sign language while speaking chinese language … yes, I still failed to understood … haha.

Then, a senior high school girl came, the security guard called her and told her to talked to me….Finally, he could speak english….”shutdown … shutdown”…. the security guard crossed his arms on his chest….owhh….the hotel was closed….closed because of bankrupt….OK, third drama had happened … the last one was really shocking.

I tried still relax before do next plan….finally, I stopped by at Mc Donald’s for lunch. Shelter bus was the best place to take a break whenever fatigued to brought a backpack on my back.

IMG-20160108-WA0078

Statue of Philosopher Zhuangzi in front of MC Donald’s

After lunch, I decided to went to Dongmen “backpacker area in Shenzhen” to looked for impromptu cheap hotel there.business hotel5Shopping complex situation in Dongmen

Arriving at Laojie Station “The Boss” looked for Local Sim Card. He wanted to called “Anggi” in Jakarta to booked a dormitory for us. While waiting for “The Boss”, I tried to sat on stairs in front of the shop. I approached a local girl who sat for waited someone.

“Do you know a hostel for backpackers near here?” … he took out his handphone from his bag….I thought she was understood.

But….evidently She gave me a English-Chinese translator application in her phone. Hahahahah ….So We finally talked via handphone. Every english question that I typed, she would read it in the Chinese column….so funny.

The conversation gave a conclusion for me to went to the end of a junction and there was a cheap hotel that had triple rooms.

Finally we stranded at Xin Chao Business Hotel. Only 300 Yuan for 3 person was required to enjoyed this business class hotel. It was OK for forgetting the sadness of 3 dramas all day in Shenzen.

business hotel3

Situation in front and in the room of Xin Chao Business Hotel

business hotel4

This is unique … Basement was marked with number -1 in elevator, a free snack was Sumedang (Indonesia) product….and unusual for me as Indonesian…hotel provided condoms in a desk….haha

At that night, I went to the fountain and light show on a cruise ship which was changed to a hotel and restaurant….and there was a fourth drama there.

Drama that always challenged me to travel anywhere …

 

Macao and Shenzen Story

Oversleep….

“The Boss” hadn’t yet came from upstairs, even though we made appointment at 8 am to checked out and met at Villa Ka Meng lobby.

Huft… … evidently he didn’t wake up yet, my message didn’t read by him. I realized it because I bring him to enjoy Macao by walk all day a day before.

That means … my exploration time in Shenzhen would be reduced. I think Okay… how come later.
Too far….

I should focus on running text on dashboard. I was hesitant to pressed a button on bus pole as a signal for the driver to stopped the bus at Taipa Ferry Terminal.

I thought bus would stop at every shelter…. but it wasn’t. So…. I got off at the next stop and continued by walk to ferry terminal.
Scolded….

There wasn’t sign along avenue….I was sorry Sir & gentlemen, I stepped on new sidewalk that you made … it wasn’t ready to be stepped on.

Because of it….I understood when you shouted hard while lifting a shovel.

I just tried to apologized on my way … after leaving the area about 100 meters, I looked back … Curious if my steps before would make problem on pedestrian walk way.

Grateful, they seemed normal as a sign that it hadn’t significant problem.

I arrived at ferry terminal around 9:10 and this was the situation:

Macao Sekhou 1

Took a queue immediately and observed surrounding activities. It wasn’t busy yet as I imagined. Queuing behind Korean families who were busy their gadgets, I finally got a ferry ticket 19 minutes later.

Macao Sekhou 3

Queued for 20 minutes to got into ferry through that blue door. The officer gave me a name tag at that blue door and another officer would take back at the ferry entrance.

Macao Sekhou 2

During sail, a beautiful crew walked around to give a cup of mineral water. I tried to be patient to anchor in Shenzhen … Curious how is Shenzen ?

My attention was focused on three young women on front left. During sailing, they were busy to polished their face with cosmetics. And indeed after arrived, they liked artist who be cynosure.

Arriving at She Kou Ferry Terminal, I filled an arrival form in an open corridor between ferry and immigration counter.

9 degrees Celsius weather was pierced my bones … Ocean waves made me difficult to filled a form while sailing.

“Helooo … Do you have a visa?” a slim officer called me.

Oops … Just me who haven’t entered yet to immigration counter… the counter has empty…..better I ran to counter and complete a form in front of her.

Macao Sekhou 4

Finished … She was kind and helpfull… smiling when he asked to me.
Dying for a pee….

Looked around for a toilet at Immigration office. Finally I saw it at the corner.

A while after I entered in toilet … It has been changed to HORROR. “A little cursing in the heart” when I found faeces didn’t flush in the closet …. I thought it didn’t hard for just push the button.

So I canceled to pie there….

I left the room and looked for Shenzhen Metro station. Because I actually confused to found it. So I approached young officer. I spoke English and he just stared at me. Yess … He finally failed to understand.

For effective communicate with him… I opened my handphone … show their train picture. Finally, his hand immediately pointed to an underground gate at the end of She Kou Ferry Terminal courtyard.

Okay, Let’s went to Hotel, bro….Oh I was sorry, my mind was hostel.

Were we finding the hostel later?

NO NO NO … the Shenzen Fomo Hostel that I booked was already closed…
How was I looking for an impromptu cheap hostel? … I will tell it later … hihihi

Drama di Shenzen Berlanjut….

Pintu masuk Shekou Port Station terlihat didepan padangan. Pantas tak terlihat kentara karena gate langsung menuju ke bawah tanah.

“Si Gendut” tiba-tiba menghentikan langkahku menuruni escalator setelah berseru kecil untuk menunggunya membeli sesuatu. Entah bagaimana transaksi tadi terjadi, aku hanya melihat pedagang muslim itu memberi kode satu jari telunjuk dan kulihat “Si Gendut” membawa selembar seratus Yuan. Ohhh…..Hanya beli seratus Yuan.

OK lah…..kutunggu aja. Pedagang lain datang membantu si Bapak memotong kue kacang dan metenya kemudian menaruhnya di timbangan tangan kecil….”sekilo”, aku membatin.

#tepokjidatgelenggeleng….”Gimana ini, Don?”, Si Gendut terasa sedih dan memelas minta sumbangan ke guweh…..Kuminta dia bayar aja….terlanjurrrrr, rada sebel juga nih “Si Gendut kadang bikin masalah yang tak perlu”.

Business Hotel 1

Ternyata dia harus merelakan 400 Yuannya demi sekilo kue begituan…..hadeuh. Setelah drama di toilet Shekou Port…berlanjut ke drama kue termahal didunia. Masa iya kue sekilo harganya Rp. 800.000

OK….ayo drama lagi yang akan datang.

Pasca kejadian itu, Saya bergegas menuju ke platform untuk segera menuju Fumin Station demi menaruh backpack di Shenzen FOMO Hostel.

business hotel2

Suasana didalam Shenzen Metro

Sampai di Fumin Station, Aku menyusuri Jintian Road penuh percaya diri karena aku hanya perlu membaca peta sederhana. Lurus ke kanan stasiun, lewati 2 pertigaan lalu belok kiri.

Aku ga sabar segera check-in di kamar tenda di rooftopnya  Shenzen FOMO Hostel. Ga sabar menuju malam untuk menikmati langit di Shenzen dengan tidur di dalam tenda.

Spot tujuan dari peta yang kubawa ternyata mengantarkanku pada gerbang apartemen yang dijaga satu security tambun yang hanya bisa berbahasa mandarin. Kutunjukkan booking form….lalu dia berusaha menjelaskan sekuat tenaga dengan bahasa isyarat sambal bibirnya berbicara mandarin…..yesss, aku tetap gagal faham…..hadeuh.

Datanglah gadis SMA mau masuk gerbang apartemen, si satpam memanggilnya dan suruh ngomong ama guweh…..”shutdown…shutdown” (siapa yang nyalain komputer yaks)….si satpam menyilangkan tangannya di dada…..owh….hotelnya closed…..closed bubar yaaa bukan tutup jam kerja. OK drama ketiga terjadi….yang terakhir ini menohok banget.

Tenangkan diri dulu sebelum bertindak selanjutnya…..mampirlah diriku di Mc Donald’s untuk lunch siang itu. Halte bus menjadi tempat terbaik untuk rehat setiap kali kelelahan membawa backpack yang semakin berat di punggung.

IMG-20160108-WA0078

Patung Filsuf Zhuangzi di depan MC Donald’s

Setelah lunch, kuputuskan untuk pergi ke Dongmen “area backpacker di Shenzen” untuk mencari hotel dadakan yang murah tentunya.

 

business hotel5Suasana pertokoan di Dongmen

Setiba di Laojie Station “Si Boss” gatel juga untuk cari Local Sim Card supaya bisa minta bantuan “Si Anggi” di Jakarta cariin dormitory buat kita. Sembari nunggu “Si Boss” beli Sim Card dan telpon sana sini, Aku coba duduk di tangga depan pertokoan. Kudekati cewek lokal yang entah duduk nunggu siapa.

Do you know a hostel for backpacker near here?“…..dia keluarkan handphone dari tasnya…..Asyik keknya ngerti nih cewek….Dapat hotel kita.

Lahhh…..ternyata dia sodorin aplikasi English-Mandarin Translator. Hahahahah….Jadi kita berdua akhirnya ngobrol via handphone. Setiap pertanyaan kuketik di kolom english dan dia akan membacanya di kolom mandarin….Lucu euyyy.

Perbincangan itu membuahkan petunjuk bagiku untuk pergi ke ujung pertigaan dan ada hotel murah yang punya kamar triple.

Akhirnya terdamparlah kita di Xin Chao Business Hotel. Hanya perlu patungan 100 Yuan per orang untuk menikmati hotel kelas business ini. OK lah…..untuk melupakan kesedihan 3 drama yang kulalui seharian di kota itu.

business hotel3

Suasana di depan dan dalam kamar Xin Chao Business Hotel

business hotel4

Nah ini unik….basement ditandai dengan nomor -1 di lift, free snack hotel adalah produk Sumedang dan heboh…..disediain kondom cuy…wkwkwk

Malam itu juga aku pergi menuju pertunjukan air mancur dan cahaya di sebuah kapal pesiar yang dirubah menjadi tempat makan…..dan ada drama keempat disitu.

Drama yang selalu membuatkan tertantang untuk berkelana kemanapun……

 

Asik di Macau dan “Dongeng” di Shenzen

Kesiangaaaaaan….

“Si Boss” belum juga turun dari lantai atas , padahal janjian jam 8 pagi buat check out dan ketemu di lobby Villa Ka Meng.

Hufftt……bahkan ternyata doi belum bangun, WA ku “checklist satu”. Kumaklumi karena kemarin ku ajak muter gila jalan kaki.

Artinya…..waktu eksplorasiku di Shenzen berkurang. Okee lahh….bagaimana nanti aja.

Kebablasaaaaaan….

Harusnya aku fokus pada running text di atas dashboard. Aku ragu memencet tombol di tiang sebagai isyarat buat pak sopir memberhentikan bus di Taipa Ferry Terminal.

Kufikir berhenti di setiap halte….lah kok malah bablaaaasss. Yo wes….Aku turun di halte berikutnya lanjut jalan kaki ke terminal ferry.

Diomeliiiiiin….

Ga ada tanda sama sekali…..Maap ya Bapak-Bapak sekalian, aku menginjak trotoar baru karya kalian….ternyata belum siap diinjak.

Hadeuuuh….Pantesan kalian teriak kenceng sambil angkat sekop.

Aku hanya berusaha minta maaf dengan caraku…..setelah 100 meter meninggalkan area itu, aku diem-diem tengok ke belakang….penasaran apakah injakanku menjadi masalah. Bersyukur  mereka sepertinya membiarkan….pertanda tak ada masalah berarti.

Aku tiba di terminal ferry sekitar jam 9:10 dan begini suasanya

Macao Sekhou 1

 

Segera mengambil antrian dan mengamati aktivitas sekitar. Ternyata belum sibuk seperti yang aku bayangkan. Mengantri di belakang keluarga Korea yang “autis” dengan gadget masing-masing, akhirnya aku mendapatkan tiket ferry 19 menit setelahnya.

Macao Sekhou 3

Perlu mengantri 20 menit untuk masuk ferry melewati pintu biru itu. Petugas mengalungiku name tag yang akan diambil kembali oleh petugas lain di pintu masuk ferry.

 

Macao Sekhou 2

Selama berlayar petugas cantik itu berkeliling memberikan secangkir air mineral. Aku berusaha bersabar untuk berlabuh di Shenzen…..Kepo nih “Kayak apa sih Shenzeeeennn???

Perhatianku tertuju pada tiga perempuan muda di kiri depan. Selama berlayar terlihat asyik memoles wajahnya dengan kosmestik. Dan memang beberapa saat setelah tiba mereka bak artis yang menjadi pusat perhatian….alamaaakkkk

CIMG2189

Tiba di She Kou Ferry Terminal, aku mengisi arrival form di koridor terbuka antara tempat bersandar ferry dan konter imigrasi Tiongkok.

Udara 9 derajat kelamaan menusuk tulang….Ini gegara ferry ajrug-ajrugan dan membuatku susah mengisi form.

Helooo….Do you have a visa?” “Si Langsing” memanggilku.

Waduh….Tinggal Kita yang belum masuk ke imigrasi…konter udah kosong melompong …..daripada dikira “pekerja illegal yang sedang membuat konspirasi“…mending lari kecil ke konter dan melengkapi kolom isian di depan “Si Langsing”.

Macao Sekhou 4

Beresssss….ternyata doi baik banget….senyam-senyum ketika bertanya…kirain judes…..hihihi.

Kebelet Pipiiiiiiss….

Celingukan cari toilet di kantor Imigrasi. Yesss….Dapet.

Wee laa dalah….Sumringah berubah jadi HOROR. Aku benar-benar membuktikan “dongeng” tentang joroknya warga Tiongkok Daratan.  “Sedikit mengumpat dalam hati” ketika menemukan kotoran mereka tak disiram mengonggok di kloset….padahal apa susahnya tinggal pencet tombol.

Ga jadiiiii Pipiiiiisssss……tar simpen ajjjjjjjaaaaaa…..

Aku keluar ruangan dan mencari dimana Shenzen Metro berada. Karena bingung aku menghampiri pemuda kantoran. cas cis cus Aku ngomong English….doi malah bengong menatapku. Yess…akhirnya doi gagal paham.

Gini aja deh…..buka HP….tunjukin gambar train mereka. Nahhhh kan enak…..langsung tangannya nunjuk ke sebuah lubah bawah tanah di ujung pelataran She Kou Ferry Terminal.

Ke Hotel Kita bro……..eh Hostel dink

Apa iya kita menemukan tuh Hostel nantinya?

Kagak mas Bro….Shenzen Fomo Hostel yang ku booking udah bubarrrr….

Bagaimana kisahku mencari hostel murah dadakan?…..nanti aja ya kuceritain….hihihi

 

 

Exploring Macau by City Bus

Throughout my experience as a backpacker, Bus is cheapest mode of transportation in every country I’ve ever visited. Therefore, if you want to minimize your budget for traveling around the world then you should be able to understanding local bus routes.

Okay, I will tell about Macau specifically. Macau is a country without MRT or LRT on 2016, so if you want to explore Macau, there are only three choices of movement i.e by taxi, by bus or walking. The combination of bus and walking is the best way for a backpacker under 4 people in a group.

This was my experience how I explored Macau by this combination all day. Before I started the story ….. you should get and understand this map:

Macau Tourism and Bus Map1

Macau Tourism and Bus Map

Source: http://ontheworldmap.com/macau/macao-city-bus-map.html

You can get a map of the venue and the bus line at the Tourist Information- Outer Harbor Ferry Terminal (because I arrived into Macau through here): Tourist Information2

Tourist information at Outer Harbour Ferry Terminal, Macau

Here where I got that full page map.
OK, the main resources for exploring Macau was in hand. And how did I execute it?

Flashback before:
January 6, 2016 – At 7 am, I sailed for 55 minutes from Hong Kong to Macau by Cotai Jet for HKD 170 (IDR 298K). I docked at Outer Harbor Ferry Terminal in Macau area (Oh yes, Macau is a special administrative region of the People’s Republic of China composed of three major islands namely Macau, Taipa and Coloane).

Let’s … hunting city bus….

  1. Bus from Outer Harbor Ferry Terminal to Villa Ka Meng Hotel

After I have browsed at Booking.com and Agoda.com a few months before started my trip, I only got Villa Ka Meng Hotel which had the lowest price …. so I choosed it.

How did i find Villa Ka Meng Hotel in Macau?

I met local man who can speak Javanese and was offering tour package to me at ferry terminal. He said he had lived in Java. I rejected his offering and talked honestly to him if I wanted to take city bus. He friendy told me to get off the bus at Ponte Cais No 16 (this is name of Hotel & Casino), he said that Villa Ka Meng Hotel is nearby from it.

Oh yes …. Famous hotels and casinos usually provide free bus service from ferry terminal to hotel.

These are their shelters at ferry terminal gaes:

Free Shelter Bus2

Free bus shelters to Hotels & Casinos at Outer Harbour Ferry Terminal, Macau

Maybe, I could take this free bus and get off at hotel & casino nearest Ponte Cais No 16, then I walked to Villa Ka Meng Hotel. But I undoubtedly wanted to try their city bus.

Okay …. I went to bus counter to buy tickets, I actually wanted to get one day pass or regular card are commonly used by local people. Because the officer couldn’t speak english, I pointed the cards are brought by local people. But she just said “”No…No” while showed bus fares table No 10A and pointing coloumn was marked MOP 3.2.

Yes …. I finally got bus No 10A and got off at Kam Pex Community Center shuttle. From it, I walked to hostel.

Shelter Bus Macau2

Bus Shelter at Macau

After checked in in at Villa Ka Meng Hotel, I found a halal restaurant near hotel. It’s the restaurant:

CIMG2050

Next….I continued walk to The Ruins of St. Paul and Senado Square.
 The Ruins of St Paul2

Senado Square and The Ruins of St. Paul

after satisfy got around, I decided to go to Macau Tower which is used by tourists for bungee jumping.

2. Bus from Senado Square to Macau Tower.
Visiting Macau Tower was an insidental idea when relaxed sitting in Senado Square. At first I wanted to go to Venetian directly and spent time until evening there. Well, When I saw the map I found Macau Tower, my memory was just bungee jumping. because of out of curiosity, I finally decided to go there.
If you read a map that I hold, it means I have to get bus No 9A, 18, 21, 23 or 32 which will stop at Macau Tower. And for got one of them, the best way for foreigners who don’t know the ins and outs of Macau is going to main bus terminal. And I’ve marked its location before entering Macau ….. It is located in the south of Hotel & Casino Lisboa.

I just needed to see my compass that I always take in every trip to abroad. I just needed to go south. For you, don’t worry, the main island of Macau have 4 km in diameter, so even if you stray, you will not be far …. hahahaha.

This is a tricky part …… .. and I like it

After sitting and understanding the map …. to save my step, I have an idea …. that is intercepting the bus at shelter between the main bus terminal and Macau Tower. Of course, I didn’t know where is the shelter, but surely I would get it if down the main road between the main terminal and Macau Tower.
Here’s the bus picking strategy in the middle bus route……
Misi Pencegatan Bus2

Walking from Senado Square to bus shelter where bus will ride toward Macau Tower

Then How is the route:

From Senado Square I walked down Avenue de Almeida Ribeiro to east, then would find crossroads and then turn right on Avenue Da Praia Grande. Well, along this avenue  I began to focus for finding shelter bus because this avenue was located between main bus terminal and Macau Tower. It’s true …… when I met the first shelter, there were buses sign i.e 9A, 18 and 23. So I just waited for the bus … whichever comes sooner I would ride. Finally the first bus 9A came. I went up and only need to pay MOP 3.2 (IDR 5.000) …. very cheap.

I didn’t notice how many stops, but I only remembered the shape of Macau Tower and while I saw it then I would get off at the nearest stop. But didn’t worry, i saw running text information inside bus about the next shelter bus would stop….it was above the driver, so you could watch it too. It was easy to understanding Macau bus routes in Macau.
CIMG2167
Bus 9A at shelter near Macau Tower
The park around Macau Tower is usually used by residents to exercise and spend the twilight.
After I satisfied to sightseeing and see bungee jumping, I had to go to Venetian soon.
3. Bus from Macau Tower to Venetian.
In Map that I hold, bus to Venetian is bus MT4. And I was very grateful because there was a MT4 bus shelter near Macau Tower. This is it:
Shelter Bus MT4 2
In this route …. I would move from Macau Peninsula to Cotai island through legendary Macau-Taipa Bridge (Ponte Governador Nobre de Carvalho). I just taked 15 minutes to reach Venetian.

Of course, the first goal was ate …. I was really hungry. Finally I went straight to food court on top floor…. I finally got fried rice for MOP 55 (IDR 93K) …. That was cheapest food that I got in Venetian …. I didn’t buy water … . I brought from hotel for free …. hahaha

A
fter it, I got around Venetian … not for shopping…. but saw shopping activity there …. hahaha…. saw Venetian gondola also and my trip was ended by looking casino. To entering casino, my passport was checked by casino officer.
Foreigners could play in casino if they was at least 18 years old.

I wasn’t see for long time in casino, just saw at one table that was playing gambling then out from it then rushed to hotel.

4. Venetian to Villa Ka Meng Hotel.

Absolutely
…. this route was already beyond my head …… very easy. Take the Free Venetian Shuttle Bus to Ferry Terminal then move to the 10A bus as it was first time in Macau tin the morning.

How guys … ..?

It’s easy to get on a city bus in Macau.
Saving my budget, I just spend MOP 12.8 (IDR 21K) for a day around in Macau.
So, happy trying….
Oh yes. You can try to use 12go Asia ticket service to traveling in Macao.

Keliling Macau dengan Bus Kota

Sepanjang pengalaman gw menjadi seorang backpacker, bus adalah moda trasnportasi termurah di setiap negara yang pernah gw kunjungi. Oleh karenanya, jika ingin berhemat dalam melanglang buana maka kamu harus bisa membaca rute bus negara setempat.

Okay, sekarang gw akan persempit pembicaraan ke Macau. Macau tahun 2016 adalah negara tanpa MRT atau LRT jadi kalau mau menjelajah macau hanya ada tiga pilihan yaitu taxi, bus atau jalan kaki. Kombinasi bus dan jalan kaki adalah cara terbaik untuk backpackeran dibawah 4 orang dalam satu grup.

Ini adalah pengalaman bagaimana seharian gw berkeliling macau pakai kombinasi ini. Sebelum memulai cerita…..kamu harus dapatkan dan faham peta ini gaes:

Macau Tourism and Bus Map1

Macau Tourism and Bus Map

Sumber: http://ontheworldmap.com/macau/macao-city-bus-map.html

Kamu bisa mendapatkan peta venue dan jalur bus ini di Tourist Information- Outer Harbour Ferry Terminal (karena gw masuk macau lewat sini).

Tourist Information2

Tourist Information di Outer Harbour Ferry Terminal, Macau

Disinilah gw mendapatkan full page map itu gaes.

OK modal utama gw keliling hemat di Macau sudah ditangan. Dan inilah cara gw mengeksekusinya:

Flashback sebentar gaes:

6 Januari 2016 – Jam 7 pagi, gw berlayar selama 55 menit dari Hong Kong ke Macau menggunakan Cotai Jet seharga HKD 170 ( Rp 298K). Gw berlabuh di Outer Harbour Ferry Terminal di daerah Macau (Oh ya, Macau ini daerah administratif khusus Republik Rakyat Tiongkok yang terdiri dari tiga pulau besar yaitu Macau, Taipa dan Coloane).

Yuk…hunting bus kota, gaes.

  1. Bus dari Outer Harbour Ferry Terminal ke Villa Ka Meng Hotel

Setelah gw browsing Booking.com dan Agoda.com beberapa bulan sebelum berangkat gw cuman mendapatkan Villa Ka Meng Hotel yang memiliki harga terendah….jadi gw pilih hostel ini.

Bagaimana gw menemukan Villa Ka Meng Hotel di negaranya?

Kebetulan gw ketemu orang Macau yang bisa berbahasa Jawa nawarin tour package di terminal ferry.  Katanya dia pernah tinggal di Jawa. Gw nolak tawaran dia dan jujur ke dia kalau gw mau naik bus kota. Dengan baiknya dia kasih tahu gw untuk turun di Ponte Cais No 16 (ini nama Hotel beserta Casino ya gaes), katanya Villa Ka Meng Hotel dekat situ.

Oh ya….biasanya hotel dan casino ternama menyediakan layanan bus gratis dari terminal ferry ke hotel tersebut .

Ini shuttle-shuttle mereka di terminal ferry gaes:

Free Shelter Bus

Bisa aja gw ambil bus gratis ini dan turun di hotel casino yang terdekat dengan Ponte Cais No 16, lalu gw lanjutin jalan kaki ke Villa Ka Meng Hotel.  Tapi gw urungkan karena pengen cobain bus kota mereka.

Okaylah….gw menuju konter bus untuk beli tiket, maksud gw itu mau cari one day pass atau apapun yang berbentuk kartu yang biasa dipakai orang-orang lokal. Karena si Ibu ga bisa english, gw tunjuk-tunjuk kartu yang dibawa orang lokal. Tapi dia cuma bilang No…No sambil nunjukin tabel tarif bus kota No 10A dan nunjuk kotak bertuliskan angka MOP 3,2.

Ya sudah….akhirnya gw naik bus 10A dan turun di Halte Kam Pex Community Centre. Dari halte gw jalan kaki ke hostel.

Shelter Bus MacauSetelah selesai check in di Villa Ka Meng Hotel, gw menemukan rumah makan halal di dekat hotel. Ini gaes:

CIMG2050

Selanjutnya gw lanjutkan jalan menuju The Ruins of St Paul dan Senado Square.

The Ruins of St Paul

Setelah puas keliling, gw putuskan menuju ke Macau Tower yang biasa dipakai turis untuk bungee jumping.

  1. Bus dari Senado Square ke Macau Tower.

Menuju Macau Tower adalah ide dadakan ketika duduk santai di Senado Square. Awalnya gw mau langsung ke Venetian dan menghabiskan waktu hingga menjelang malam disana. Nah, pas lihat-lihat peta gw baca Macau Tower, ingatan gw cuma bungee jumping. Karena penasaran akhirnya gw putuskan pergi kesana.

Kalau melihat peta yang gw dapat, berarti gw harus dapat bus no  9A, 18, 21, 23 dan 32 yang akan berhenti di Macau Tower. Dan untuk mendapatkan kelima no bus itu, cara terbaik buat orang asing yang tidak tahu seluk beluk Macau adalah menuju ke terminal bus utama Macau yang sebelum masuk Macau pun gw udah tandai letaknya…..di selatan Hotel dan Casino Lisboa.

Gw hanya perlu lihat kompas yang selalu gw bawa setiap melancong ke negara orang. Gw hanya perlu jalan ke selatan. Ga perlu khawatir, pulau Macau di utara hanya berdiameter 4 km, jadi kalaupun nyasar, kamu ga bakal jauh….hahahaha.

Ini nih bagian yang tricky……..dan gw suka

Setelah duduk dan mencermati peta…. untuk menghemat langkah, gw punya ide….yaitu mencegat bus di halte antara terminal bus utama dan Macau Tower. Tentu gw belum tahu dimana letak halte itu, tetapi pasti gw akan dapatkan kalau menyisir jalanan utama antara terminal utama dan Macau Tower.

Berikut strategi penjemputan bus ditengah gaes……

Misi Pencegatan Bus

Lalu bagaimana rutenya:

Dari Senado Square gw jalan menyusuri Avenue de Almeida Ribeiro kearah timur, lalu akan ketemu perempatan besar dan belok kanan menyusuri Avenue Da Praia Grande. Nah sepanjang jalan inilah gw mulai cermat memperhatikan halte bus yang gw lewatin karena jalan ini terletak antara terminal bus utama dan Macau Tower. Kan betul……baru juga ketemu halte pertama, ada sign bus 9A, 18 dan 23. Jadi gw tinggal tunggu bus…mana yang lebih cepat datang akan gw naikin. Akhirnya bus 9A yang duluan datang. Gw naik dan hanya perlu bayar ongkos MOP 3,2 (Rp 5.000)….murah banget kan.

Gw ga perhatikan ada berapa perhentian, tapi gw hanya inget bentuk Macau Tower aja dan begitu gw lihat tower itu maka gw akan turun di halte terdekatnya. Tapi ga perlu khawatir ada running text halte berikutnya bus berhenti….di diatas pak sopir, jadi kamu bisa perhatikan itu juga. Sangat mudah naik bus di Macau.

Bus 9A dekat macau tower

Ternyata taman di sekitar Macau Tower banyak digunakan warga untuk berolahraga dan menghabiskan senja…lumayan rame.

Setelah puas berkeliling dan lihat bungee jumping, gw harus segera menuju Venetian

  1. Bus dari Macau Tower ke Venetian.

Di Map yang gw pegang, bus yang ke Venetian bernomor MT4. Dan gw bersyukur banget karena di dekat Macau Tower ada halte bus MT4. Ini wujud halte nya:

Shelter Bus MT4Dalam rute ini….gw akan berpindah dari semenanjung Macau ke pulau Cotai melewati  jembatan legendaris yaitu Macau-Taipa Bridge (Ponte Governador Nobre de Carvalho). Cuman butuh waktu 15 menit untuk sampai ke Venetian.

Tentu tujuan pertama gw makan….karena gw udah lapar banget gaes. Akhirnya gw langsung menuju food court di lantai atas dan hasil pecarian….akhirnya gw dapat nasi goreng harga MOP 55 (Rp 93K)….itu gw udah cari harga paling murah yang bisa gw dapat di Venetian….udah kaga beli air….selalu ready dari hotel….hahaha

Baru setelah itu keliling Venetian…bukan belanja ya….tapi lihat orang belanja….hahaha….lihat gondola Venetian dan perjalanan gw diakhiri dengan melihat casino. Untuk masuk casino ini, paspor gw di cek oleh petugas casino.

Orang asing bisa main di casino kalau umurnya minimal 18 tahun ya gaes.

Gw gak lama kok di casino, cuma lihat satu meja casino yang sedang main judi kemudian keluar lagi dan bergegas menuju hotel.

  1. Venetian ke Villa Ka Meng Hotel.

Udahlah….ini rute udah diluar kepala gw……sangat gampang. Naik Free Venetian Shuttle Bus ke Ferry Terminal lalu pindah ke bus 10A seperti saat pertama kali masuk Macau tadi pagi.

Gimana gaes…..?

Mudah banget kan naik bus kota di Macau.

Hemat banget gaes, gw cuma keluarkan MOP 12,8 (Rp. 21K) untuk seharian keliling di Macau.

So, selamat mencoba…..

Oh ya, Kamu bisa sekali-kali menggunakan jasa 12go Asia untuk memesan tiket bus selama di Macau. Berikut linknya https://12go.asia/?z=3283832