Tian Tan Buddha….Pesona Religius di Ngong Ping

Perjalanan Menuju Tin Tan Buddha

Aku: “Is it a bus to Tung Chung Station, Sir

Driver: “Yes, Sir….It will go there”.

Percakapan singkat di pintu depan double decker S56 di bus stop, Hong Kong International Airport. Dengan bus tingkat itu, Aku menuju Tung Chung Tempory Bus Terminus yang berjarak 250 meter di barat laut Tung Chung MTR Station.

Duduk di deck bawah bus, Aku terus mengamati ke luar jendela untuk menemukan tanda keberadaan Citygate Outlets sebagai bangunan terdekat dari Tung Chung Station yang paling mudah terlihat karena ketinggiannya yang menjulang.

30 menit berlalu, akhirnya Aku melihat bagian atas shopping centre itu. Membuat hati sedikit tenang karena sudah pasti Aku tak tersasar. Bus perlahan merapat di Tung Chung Temporary Bus Terminus. Dalam sekejap pula, Aku bisa melihat keberadaan bus bernomor 23 yang bertujuan akhir di Ngong Ping. Tak bergegas mengejarnya, karena Aku harus mencari sarapan di Citygate Outlets.

Pusat perbelanjaan yang dikombinasikan dengan perkantoran dan hotel.

Keluar masuk beberapa minimarket di lantai dasar mall, Aku tak kunjung menemukan makanan halal. Kembali ke plaza depan sembari duduk mengamati sekitar, hingga akhirnya menemukan logo McDonald’s di ujung mall. Mendamparkan diri di resto cepat saji itu. Burger omlet hangat dan secangkir hot tea seharga Rp 26.000 membuatku lebih siap untuk menjelajah Big Buddha.

Lambang MTR (Mass Transit Railway) Hong Kong

Selangkah kemudian, Aku sudah bersiap di Tung Chung Temporary Bus Terminus dan kemudian mengantri di platform bus No.23. Dimulai dengan men-swipe Octopus Card di automatic machine fare di sebelah sopir, akhirnya Aku memulai perjalanan menuju Tian Tan Buddha.

Interior bus no.23 menuju Ngong Ping.

Bagaimana ya pemandangan selama perjalan menggunakan bus no.23. Intip dikit yuk!….

Itu bagian dari Laut China Selatan lho…..
Menyusuri Tung Chung Road.

35 menit kemudian…..

Aku: “Hello, is it yours?”, Aku berteriak kepada rombongan wisata sambil memegang Immigration Clearance Arrangement milik seseorang yang jatuh dibawah bangku.

Salah satu dari mereka: “Oh, it isn’t”, berseloroh setelah membaca dan mengkonfirmasi itu bukan namanya dan teman rombongannya.

Aku: “Oh, Ok”. Aku menyerahkan lembar itu ke sopir, barangkali nanti ada yang nyariin.

Bus No. 23.

Kejadian itu menjadi penutup cerita perjalanan menuju Tian Tan Buddha.

Tian Tan Buddha dan Destinasi di Sekitarnya

Bagian pertama yang Kulalui adalah Ngong Ping Piazza. Apa aja yang ada di Ngong Ping Piazza, ini dia:

Memasuki gerbang depan Ngong Ping Piazza membuatku kagum akan destinasi ini. Luas, megah dan sakral.

Main gate Ngong Ping Piazza atau sering disebut New Pau Lau.

Setelah melewati gerbang maka bagian selanjutnya yang akan Kamu lalui adalah Bodhi Path sepanjang 122 meter dengan 12 patung di sisi kiri dan kanan yang dikenal sebgai ”The Twelve Divine Generals”.

The Twelve Divine Generals” berwujud 12 patung jenderal dewa sebagai penjaga Tian Tan Buddha. 12 Jenderal Dewa ini juga melambangkan 12 zodiak Tiongkok. Kedua belasnya dipersenjatai dengan senjata tertentu.

The General Indra, mewakili waktu antara jam 9-11 pagi. Mewakili lambing ular dalam zodiak Tiongkok. Bersenjatakan tongkat.
The General Makura, mewakili waktu antara jam 5-7 pagi. Mewakili lambing kelinci dalam zodiak Tiongkok. Bersenjatakan kapak.

Setelah melewati Bodhi Path maka Kamu akan menemui bagian lain yang dinamakan dengan The Four Lotus Ponds (Di Tan). Bagian ini biasanya digunakan untuk upacara keagamaan yang diselenggarakan oleh Po Lin Monastery.

Di Tan adalah pusat dari Ngong Ping Piazza. Sering dijuluki sebagai “The Alter of Earth”.
Jika beruntung, Kamu akan disapa oleh doi yang bebas berkeliaran di sekitar Ngong Ping Piazza.

OK, Ngong Piazza kelar……

Bagian selanjutnya yang kutuju adalah Tian Tan Buddha.

Tian Tan Buddha adalah salah satu patung Buddha tertinggi di dunia. Menghadap ke utara dan perlu mendaki 268 anak tangga untuk persis berada dibawahnya. Dari atas juga akan terlihat pemandangan Lantau Island 360 derajat.

Yuk….Kamu kuat ga naik?.
Pemandangan Lantau Island 360 derajat menantimu jika berhasil mendaki anak-anak tangga itu.
Free jika Kamu sebatas berkunjung di luar patung Tian Tan Buddha. Tapi Kamu harus membayar jika ingin masuk ke bagian bawah patung Buddha

Disekeliling Tian Tan Buddha akan Kamu jumpai enam patung Bodhisatva yang terlihat seperti memberikan persembahan berbeda-beda untuk Tian Tan Buddha.

Ini dia salah satu dari keenam patung Bodhisatva.

Lalu bagaimana wujud dari Tian Tan Buddha. Ini dia:

Gagah menjulang dengan tinggi 34 meter.

Menuruni kembali Tangga Tian Tan Buddha maka Aku segera bergegas menuju Wisdom Path.

Apa itu Wisdom Path?

Yups…adalah jalur setapak yang membelah hutan dengan pemandangan di kiri kanan jalan berupa prasasti-prasasti yang berisi tulisan-tulisan dari ajaran Sutra Hati dan dituangkan dalam lembaran-lembaran besar papan kayu. Sutra Hati sendiri sangat dihormati di kalangan Konfusius, Buddhists dan Tao. Papan kayu ini berjumlah 38 buah dan disusun sedemikian rupa sehingga membentuk pola angka 8 sebagai lambang infinity.

Tanda menuju Wisdom Path.

Wisdom path ini hanya berjarak 15 menit jalan kaki dari Tian Tan Buddha.

Yuhuuuu….Sampai juga di Wisdom Path.

Wisdom Path kelarrrr…..yuk, apalagi?

Yup….Mari berkunjung ke Ngong Ping Village.

Ini perkampungan ya, Don?….Kok Village.

Bukaaaaaannnnnnnnnn……..Ini Cuma tempat penjualan souvenir. Hahaha. So pasti, Aku ga bakal lama-lama disini….

Terakhirrrr…..Ada satu lagi destinasi di Ngong Ping. Yaitu Po Lin Monastery. Sorry ya gaes, Guwe gak bisa kunjungi….Sumpehhh, cuapekkkk puolll. Guwe belum tidur semalaman, karena ga ada dapat posisi tidur yang nyaman di Ninoy Aquino International Airport, Manila. Mudah-mudahan Aku bisa ke Hong Kong lagi dan mengunjungi biara itu. Biara tempat berkumpulnya para biksu dan pertemuan-pertemuan keagamaan berskala Internasional.

Bye Ngong Ping….Welcome Disneyland…..

Ladies Market….Si Penutup Hari Pertama.

Petualangan di Hong Kong Disneyland pun berakhir….Saatnya melanjutkan ke destinasi lain.

Kuserahkan Rp. 264.000 kepada staff perempuan penjaga reception desk Hong Kong Taiwan Hotel. Membasuh tubuh pada jam ke-32 sejak mandi terakhir di Manila adalah hal pertama yang Kulakukan setelah membuka pintu kamar….Daki seberapa tebal?….Beuh, tak perlu ditanya juga sudah bisa diduga….Pufftttt.

Kedai nasi goreng halal ala India di lantai 1 menyelamatkanku dari kelaparan setelah setengah hari penuh menjelajah Tian Tan Buddha dan Hong Kong Disneyland di Lantau Island.

Berjalan sedikit cepat menuju Tsim Sha Tsui Station dan perlahan meninggalkan Chungking Mansions Building yang menjadi lokasi hostelku. Menggunakan MTR Tsuen Wan Line dan berpindah ke MTR Kwun Tong Line di stasiun Mong Kok akhirnya Aku tiba di Lok Fu Station.  

Perjalanan kereta selama 16 menit yang mengurangi saldo Octopus Card ku sebesar Rp. 15.000. Hari pun semakin gelap ketika Aku keluar dari Lok Fu Station di gate B. Sial, Aku terjebak malam menuju Kowloon Walled City Park.

Tak mau berlama-lama menetapkan arah, Aku bertanya kepada seorang ibu karyawan kantoran yang sedang bergegas menaiki Kowloon Green Minibus (Kowloon GMB) yang merupakan transportasi andalan di Distrik Kowloon City.

Aku: “Excuse me, mam!. Sorry for disturbing you. Can me know, which way towards Kowloon Walled City Park?”.

Dia: “Just walk straight through that street, You can find it in 1 km or you can use this GMB to go there”.

Aku: “Oh, thank you mam. I prefer to walk towards there”. (bukan kamusku naik bus untuk jarak segitu)

Menyusuri Junction Road, Aku mulai sedikit curiga karena jalanan terlihat sepi dan sedikit gelap. Tapi Aku tak pernah berniat membatalkan pencarianku. Setelah berjalan selama 15 menit tibalah Aku di Kowloon Walled City Park. Benar dugaanku, taman sangat sepi dan tersamar gelap. Keberadaan beberapa lampu taman tak lantas membuatnya terang saking luasnya taman tersebut.

Aku hanya memandangi taman itu dari pelataran depan saja. Tak memungkinkan untuk masuk ke area yang lebih dalam, membuatku segera meninggalkan taman ini.

Hanya sebentar saja di depan taman.

Aku kembali menuju Lok Fu Station dengan berjalan kaki. Aku berniat menuju ke Ladies Market sebagai penutup trip hari pertamaku di Hong Kong.

Kamu tahu kan Ladies Market?

Maap ini bukan pasar jualan perempuan ya……

Ladies Market merupakan street market sepanjang 1 km yang mayoritas kiosnya menjual barang dan pernak-pernik wanita seperti jam tangan, kosmetik, souvenir, baju bahkan ada juga yang jualan celana dalam.

Naik MTR Kwun Tong Line. Aku menuju Mong Kok Station yang merupakan pemberhentian terdekat dengan Ladies Market. Hanya 9 menit dan Rp. 10.000 kok.

Keluar dari Gate E2 Mong Kok Station dan dilanjutkan dengan menyusuri Nelson Street.

Sebenarnya Kamu itu ngapain sih, Don….Kurang kerjaan.

Diperempatan kedua berbelok ke kanan. Akhirnya Aku disambut dengan wajah Tung Choi Street yang sangat ramai. Penuh dengan billboard di setiap sisi jalan.

“Wah, ini ya Ladies Market, gileee….rame bangeeettttt”, batinku. Waduh, bisa-bisa kebablasan hingga larut malam kalau lepas kendali.

Ayoo, dibeli….100 Dolar dapat 3”, sayup-sayup kudengar bahasa negeriku. Penasaran berat yang membuatku mencari si empunya suara hingga bener-bener ketemu batang hidungnya. Oalah, si penjual adalah seorang ibu warga negara Hong Kong yang sepertinya memang fasih berbahasa Indonesia.

Ayo beli buat oleh-oleh ke Indonesia, pak”, sahutnya. Aku pun tersenyum lebar. Entah bagaimana Dia membujukku, hingga 100 dolar bisa keluar dari dompetku untuk kemudian dikemasnya 6 pieces t-shirt bertajuk “I Love HK”….Hadeuuh, emak-emak dimanapun tetap juara dah…..Jago nawar ya guweh….Hahaha.

Kemudian, sisa waktu lebih kugunakan untuk menikmati jajanan pinggir jalan dan menikmati sekaleng softdrink di sebuah bangku trotoar. Mata yang sebetulnya lelah tak terkalahkan oleh kantuk karena keramaian Ladies Market. Hanya saja, waktu yang kemudian mendesakku untuk segera menuju hostel dan menutup malam itu dengan kesan tak terkira tentang Hong Kong.

Selama 7 menit, MTR Tsuen Wan Line pun mengantarkanku hingga Tsim Sha Tsui Station dimana hostelku berada. Ongkosnya Cuma Rp. 10.000, ya….

Selamat malam HK, see you tommorow.

….Zzzzzzz….

Terdampar di Wan Chai District, Tersangkut di Lockhart Road.

Meninggalkan Bank of China Tower dalam kondisi sedikit gerimis, Aku harus berlari kecil menuju ke ‘Murray Road’ Tram Stop. Aku bersiap naik trasportasi legendaris di Hong Kong yaitu Ding Ding Tram. Tram yang dulu sering muncul di film-film layar lebar Hong Kong.

‘Murray Road’ Tram Stop.

Suasana sibuk Queensway Road yang padat akan kendaraan pribadi dan sebagian bahu jalan yang diambil untuk parkir kendaraan berat pengaspal jalan tak mengurangi rasa antusiasku menunggu tram ini.

5 menit menunggu, tram warna biru pun tiba. Aku melompat ke dalam tram dari pintu belakang dan langsung menuju deck atas tram sehingga bisa menikmati suasana jalanan dengan lebih leluasa.

Tujuanku adalah Victoria Park. Kamu tahu kan Victoria Park? Itu lho taman terbesar di Hong Kong Island yang menjadi tempat berkumpulnya para TKI di Hong Kong.

Aku tiba dalam 35 menit. Setelah men-swipe Octopus Card di fare machine yang terletak di dekat sopir maka Aku segera turun dari pintu depan. Tarif tram murah kok, hanya Rp. 4.500.

Turun di ‘Victoria Park’ Tram Stop yang terletak di Causeway Road.

Victoria Park sudah sangat dekat di depan.

Tapi tak lama setelah turun dari tram, hujan kembali turun dengan deras. Dengan cepat Aku berlari mencari tempat berteduh di depan pertokoan di tepi Causeway Road.

Sepertinya Aku harus membatalkan bermain di Victoria Park. Hujan besar, taman juga pasti sepi. Aku harus mencari alternatif lain untuk memanfaatkan waktu supaya tak terbuang percuma di tengah hujan deras.

Aku berusaha mencari tanda yang bisa mengarahkanku ke Stasiun MTR terdekat. Di stasiun bawah tanah pasti lebih hangat dan kering.

Yes, Aku melihat logo MTR yang kemudian mengarahkanku ke entrance gate Tin Hau MTR Station. Aku memutuskan menuju area retail terkenal Hong Kong yaitu area Causeway Bay dan tentu akan berhenti di Causeway Bay Station. Tarif sekitar Rp. 8.000 dengan waktu tempuh 6 menit.

Tin Hau MTR Station.

Jam menunjukkan pukul 15:30 ketika tiba di Causeway Bay. Kuputuskan mencari kedai makan sembari menunggu hujan reda. Memilah-milah kedai menghindari pork hingga akhirnya hinggap di sebuah kedai kecil di bilangan Jaffe Road.

Nasi plus ayam-tahu-toge seharga Rp. 48.000.
Kalau ini kedai fast food terkenal di area Causeway Bay, yaitu Ying Heong Yuen.

Selanjutnya,

Aku menuju SOGO Mall….Ngapain Don?….Ngemall lah, kek orang susah aja. Keliling lebih dari setengah jam di dalam mall hanya untuk melihat barang-barang mahal. Yah seperti mall-mall di Jakarta lah.

SOGO Mall di Hennessy Road.

Keluar dari mall, Aku lama berhenti di salah satu sisi perempatan besar untuk mengamati aktifitas warga Hong Kong yang super ramai.

Perempatan sibuk di Hennessy Road dekat Stasiun MTR Causeway Bay.

—-***—-

Dari area Causeway Bay, Aku kemudian berpindah ke pusat Wan Chai District menggunakan tram. Naik dari ‘Paterson Street’ Tram Stop dan turun di ‘Swatow Street’ Tram Station. Hanya butuh waktu 15 menit dan tarif sebesar Rp. 4.500.

Menuju pusat Wan Chai District.

Turun di ‘Swatow Street’ Tram Station, Aku segera menyadari keberadaan stadion sepak bola….Kok ramai amat. Ada pertandingan kali yee?.

Ternyata nama stadionnya Southorn Playground dan terletak di Luard Road.

Aku mendekat dan memberanikan diri bertanya kepada security di gerbang stadion….dan ternyata boleh masuk….geratisssssss pulak.

Buru-buru masuk dan ambil tempat duduk di tribun. Oalah ternyata itu adalah stadion yang digunakan untuk bermain sepak bola bagi masyarakat setempat. Tapi lumayan rame juga. Ikut merasakan aktivitas warga dan tak terasa seperti turis. Aku ikut teriak-teriak ga jelas, asal rame aje….Hahaha….Gelo.

Southorn Playground yang diapit Luard Road dan Johnston Road.

Hanya menonton setengah babak karena Aku ingin melihat nightlifenya Wan Chai.

Kamu tahu Distrik Wan Chai kan?

Yang jelas Wan Chai adalah pusat kehidupan malan di seantero Hong Kong. Selain dikenal sebagai area para backpacker menginap, ada beberapa area di Wan Chai yang terkenal sebagai red district alias tempat prostitusi. Jadi selain penginapan murah, Kamu akan mudah menemukan bar and club disini.

Aku mencoba menelurusi bar and club tersebut di sepanjang Lockhart Road. Dan benar adanya, wanita-wanita seksi berpakaian minim berlalu lalang keluar masuk bar and club. Beberapa diantaranya sudah nggelendotin para bule berduit….Mau donk Aa digelendotin, Neng!.

Ah, daripada mupeng….Akhirnya Aku menuju ke pengkolan di pertengahan Lockhart Road dan singgah kedai food street yang menjual beragam sate sea food yang dibakar ditempat. Cukup dengan Rp. 10.000, Kamu sudah bisa mendapatkan gorengan yang enak disantap di tengah dinginnya udara malam Hong Kong.

Ini dia kedainya….Ada Snack yang terletak di bilangan O’brien Road.

Baru juga mengunyah, wanita-wanita seksi itu datang dan jajan di tempat yang sama….Alamak, tegang….Mengalah saja, akhirnya Aku kabur dari situ.

Khawatir akan ketinggalan pertunjukan penting maka Kuputuskan untuk menuju Victoria Harbour. Aku harus sampai disana sebelum jam 20:00. Karena itu adalah waktu reguler dimulainya Symphony of Light. Menggunakan MTR dari Wan Chai Station menuju Central Station. Tarif sekitar Rp. 8.000 dengan waktu tempuh 8 menit.

Wah itu band keren amat lagunya…..kek ngerti aja lo bahasa mandarin Don.

Para pengamen keren di koridor penghubung Central MTR Station dan Central Ferry Pier.

Aku berlari untuk melihatnya menyanyi beberapa lagu dan setelahnya Aku menuju ke dermaga untuk menyeberang menuju Victoria Harbour. Dengan Rp. 4.500, Aku tiba di Victoria Harbour dalam 12 menit.

Mengambil posisi duduk yang nyaman, maka Aku menunggu Symphony of Lights dimulai.

Beuhhh……Cantekkkknyaaaaa.

Star Ferry menuju The Hong Kong Observation Wheel

Awan gelap dan kabut yang tak kunjung menipis di pagi itu membuat udara juga tak lekas pula menghangat. Was-was terhadap datangnya hujan yang bisa kapan saja mengguyur Hong Kong dan tentu bisa mengancam rencana gilaku di hari kedua.

Jepretan terakhir di Garden of Stars sebelum meninggalkannya.

Menyusuri Salisbury Road yang penuh dengan proyek pembangunan gedung bertingkat.

Kek jalanan Jakarta yak…

Terus melihat arah jarum kompas di tangan kanan dan map di tangan kiri, Aku terus melangkah untuk menemukan Star Ferry Pier yang Kutahu letaknya berada di sisi kiri arah jalanku.

Di Hong Kong banyak banget double decker kek gitu. Di Jakarta kala itu baru ada 10 biji.

Yess, Aku melihat menara jam warna orange. Itu adalah Hong Kong Clock Tower yang merupakan penanda bagi keberadaan Star Ferry Pier. Aku segera berbelok kekiri menjauhi sibuknya Salisbury Road.

Keren yo, Hong Kong Clock Tower itu….macam di Eropa.

Gerbang Star Ferry Pier sudah terlihat di depan.

Nah itu ntuh…..

Masuk yuk ke bangunan itu !. Wah pemandangan indah menanti di belakangnya.

Kapal hijau-putih itulah Star Ferry yang dimaksud dalam tulisan ini.

Hanya perlu men-tap Octopus Card yang kumiliki untuk memasuki raung tunggu Star Ferry Pier. Tarif ferry seharga Rp. 4.500 akan mengantarkanku menuju Central Ferry Pier di sisi seberang dengan jarak 1 km dan dalam waktu tempuh 12 menit.

Aku masuk ke ruang tunggu ferry.

Tak perlu menunggu lama, ferry pun datang dan masuklah Aku ke dalamnya.

Kapal pesiar Star Cruises….Kapan ya naik kapal pesiar?

12 menit kemudian, sampailah Aku di Central Ferry Pier di Hong Kong Island.

Pelataran Central Ferry Pier.

The Hong Kong Observation Wheel adalah destinasi di luar itineraryku. Bentuknya yang menarik mirip Singapore Flyer atau London Eye (Halah…maksain) membuatku enggan melewatkan wahanan ini.

Tarifnya Rp. 40.000.

Sementara AIA Vitality Park di bawahnya sangat ramai dikunjungi warga Hong Kong pada Jum’at itu. Mungkin karena mereka bersiap menyambut datangnya weekend. Keluarga muda bersama anak-anaknya yang masih kecil terlihat asyik bermain di taman yang di sulap menjadi wahana permainan dan beberapa beverages and food stall di sekitarnya.

Oh indahnya Hong Kong.

Bank of China Tower yang Gagah dan Starbucks Si Penyelamat Muka

“Kopi pahit tiba-tiba menjadi manis….Duh, indahnya”.

Setelah 1,5 jam menikmati The Hong Kong Observation Wheel dan AIA Vitality Park di sekitar Central Ferry Pier, akhirnya Aku mulai menyeberangi Connaught Road Central menuju Bank of China Tower (BOC Tower).

Lancarnya Connaught Road Central.

Tak sulit menemukan tower kenamaan tersebut karena dari jauh pun gedung dengan frame segitiga yang khas itu sudah kelihatan. Kan bangunan tertinggi ke-empat di Hong Kong.

Yuk Kita masuk ke BOC Tower.

Walah….Kok yang keluar masuk bangunan itu berparas tampan, cantik, modis dengan jas berdasi dan bergaya metrosexual….Aku sejenak berhenti ragu dan mengamati pintu utama gedung dari kejauhan. Buseettt….kagak ada satupun tampang backpacker atau turis yang masuk kedalamnya.

Raguuuu….Maluuuu….Deg-degaaaan

Masuk gak ya?….

Masuk ah….Melangkah maju.

Eh ga jadi dink….stop balik badan.

Pergi ah….Mulai melangkah untuk menjauh.

Eh ntar….Berhenti melangkah….Nunduk mikir….Garuk-garuk pala #terkesandramatis.

Yah cemen banget Lo, Don….Jauh-jauh kemari, nyampai tujuan malah kabur….Malu tuh ama jargon”, hati berbisik ke otak.

Malu bro….Kaos kucel, celana dekil gak ganti 4 hari, sepatu murahan ala trotoar Cijantung, mana pangkal shoulder strap tasku sobek lagi….Kirain akan banyak turis disitu….Ternyata kagak”, otakku membela.

Iye sih Don….Apa kita langsung ke Victoria Park aja?….Kan banyak tetangga kita ngumpul disana”, hati confirm mengalah.

Nah bener kan, apa guwe bilang….Yuk lah ke Victoria Park, mumpung belum sore….Nggak usah ngoyo gitu”, otak mulai bersekutu dengan hati.

Akhirnya,

Guwe kan salesman, masak iya kemaluan masih dibawa-bawa”, mulutku mulai menyingkirkan hati dan otakku.

Orang-orang sipit berdasi dan beberapa ekspatriat berambut pirang menatapku aneh ketika memasuki pintu gedung. Senyum semanis mungkin, berharap ada yang tertarik dengan kulit hitam eksotisku….Hahaha.

Tes….Tes….Latihan senyum sebelum masuk. Pintu disebelah kananku.

—-****—-

Beberapa langkah memasuki gedung, Aku berhenti dan menatap seisi ruangan….Sok PeDe….Aku mencari letak front desk.

Yes…Itu, di bagian tengah ruangan.

Aku : “Mbak boleh nanya ngga?”….Eh, salah “Excuse me Ms, Can I get information about observation deck on 43th floor?”.

Si Mbak : Aduh tersenyum manis beud, “Hai Sir, our observation deck had closed

Aku : “Since when, Ms?”, english ngawur yang penting doi ngerti deh.

Si Mbak : “It closed since May 2015, Sir”.

Aku : “Oh Okay, Thanks you Ms”.

Si Mbak : “You are welcome Sir. Happy journey in Hong Kong. Where are you come from?“.

Aku : “I’m from Indonesia. Again, thank you for your kindness”……”Can me know where do you stay in Hong Kong?, I want to meet your parent”. #fiksibeud

Gagal tapi merasa puas mengalahkan ketakutan diri, Aku berbalik badan untuk keluar gedung.

Ba….Tiba….

Jegeeeerrrrrrrrrr……..keclaaappp keclaaaappppp……..jedaaarrrr (Jessica Iskandar).

Hujan euy……duhhhh…..kudu kumaha?.

Pegawai kantoran itu pada masuk kembali ke dalam lobby. Banyangin, satu setelan pakaian backpacker di tengah banyaknya setelan jas berdasi….Dasar gembel.

—-****—-

Okay…Okay……Aku kembali mengamati sekitar.

Ahhhhaaaaa…….Itu, Starbucks di ujung kiri ruangan. Dengan pedenya Aku masuk ke starbucks. #ingatdompeteuy

Emang lo aje yang punya duit”, Gumamku angkuh. (tar malam ga makan dunk guwe).

Ada suara di belakangku….

Bule Cantik: “Hello, do you queueing?”.

Aku : “Oh No, I just seeing the menu. You can queue first”, Busettt…..Guwe kelamaan mikir cari harga kopi termurah di depan kasir.

Bule Cantik: “Oh thank you, handsome”.

Aku : “You are welcome, sweety”.

Akhirnya pesan long black coffee seharga Rp. 26.000.

Pait ih….Telen sonoh……Gaya sih.

Duduk di deretan bangku kosong aja supaya orang lain ga risih dengan keberadaanku.

Kursi semakin penuh karena orang lain pun akhirnya pada ngopi menunggu hujan berhenti. Dan rezeqi itu pun datang.

Kopi pahit tiba-tiba menjadi manis…kek ditabur gula 5 sendok. Lah iya ada Dia didepanku…….

Seruput pelan-pelan aja Don”, Setan mulai berbisik.

Satu seruput…..ngelirik……sruput lagi….ngelirik lagi.

Daripada hanya terpana mending guwe nanya deh

Aku : “Hi, Ms….Do you know WiFi password here?”

Si Cantik: “I’m sorry, I’m using my own Wifi”, sambil tersenyum.

Aku : Pukulan telak si tampang gratisan….”Oh Ok, Thank you Ms”.

Tak lagi ngelirik dan tak lagi bertanya. Pura-pura menikmati kopi yang sebetulnya pait warbiasah….#sambilsiul.

Petualangan konyolku di BOC Tower berakhir dengan beberapa hook dan uppercut yang cukup telak….Menyedihkan.

Hujan telah reda….Saatnya menuju Victoria Park. Aku keluar gedung menerjang gerimis lembut yang memapar muka.

Yuk, naik Ding Ding Tram !.

10 Destinasi Wisata Hong Kong dalam 48 Jam

Hong Kong merupakan daerah admistrasi khusus Republik Rakyat China yang menjadi wilayah pertama di Asia Timur yang Kukunjungi. Aku mengunjunginya pada tahun 2016.

Perasaanku waktu itu?….Tak terkatakan, pertama kali keluar Asia Tenggara adalah pencapaian prestisius kala itu.

Kenapa begitu?….Terbang ke Hong Kong sesegera mungkin sejak menjadi traveler pada 2011 adalah perkara mudah. Tapi bukan itu esensinya, Aku ini kan traveler penyisir yang mendatangi satu persatu kawasan dengan urut dan detail (tuh kan, Kamu jadi tahu kebiasaan anehku yang lain….orang gelo guwe mah, jangan ditiru!….Hahaha). Jadi begini….

Sebelum menuntaskan eksplorasi Asia Tenggara maka Kupastikan Aku tak akan menuju Asia Timur.

Sebelum menuntaskan eksplorasi Asia Timur maka Aku tak akan pergi ke Asia Selatan.

Sama….Sebelum tuntas Asia Selatan, Aku tak akan menginjak Timur Tengah.

Udah ye….segini dulu, karena Aku baru akan menuntaskan Timur Tengah….Jangan suruh nulis about Eropa!….Guwe belum punya bahan….Hahaha.

—-****—-

Yuk kembali ke Hong Kong. Oh ya, tulisan terakhirku tentang Hong Kong di blog ini ada di link berikut:

https://travelingpersecond.com/2018/02/19/bigbuddha-dan-disneyland-hong-kong/

Nah, kali ini Aku akan menceritakan apa saja yang Kukunjungi selama di Hong Kong. Sedangkan kejadian-kejadian unik akan Kuceritakan detail satu-persatu setelah artikel ini ya….

Inilah sepuluh destinasi utama yang Kukunjungi:

  1. Hong Kong International Airport.

Hari pertama pukul 07:13

Tahu kan, Agustus lalu Hong Kong International Airport lumpuh total karena di duduki massa pro-demokrasi yang menolak RUU Ektradisi Hong Kong.

Ketika lihat TV, Aku jadi teringat kala mendarat di bandara ini pada 4 Januari 2016. Ingatanku masih kuat, waktu itu tanpa mandi selama 24 jam, Aku menaiki Cebu Pacific bernomor penerbangan 5J 108 dari Ninoy Aquino International Airport, Manila.

Lihat tampangku…Percaya kan ga mandi selama 24 jam?.

Lebih percaya lagi ga? tas seuprit itu adalah satu-satunya backpack yang kubawa klayapan ke Manila-Hong Kong-Macao-Shenzen selama 10 hari. Kayak main ke Depok aja kan?….Hahaha.

2. Tian Tan Buddha

Hari pertama pukul 10:13

Dari airport, Aku tak lantas menuju hostel….emang piknik-ers?. Aku bergerak menuju Lantau Island (Yang perlu Kamu tahu bahwa Hong Kong terdiri dari 3 pulau utama yaitu Lantau, Kowloon dan Hong Kong).

Naik double decker bus S56 menuju Tung Chung Station dan dilanjutkan dengan bus no 23 menuju Tian Tan Buddha. `

Kalau ke Hong Kong, Kamu wajib kesini ya. Karena ini adalah patung perunggu terbesar di dunia dengan tinggi 34 meter dan berwujud Buddha duduk. Dibangun 26 tahun silam sebagai pusat kegiatan Buddhisme di Hong Kong.

Gak mandi….tetep aja guanteng….Njiir, pede beud.

3. Hong Kong Disneyland

Hari pertama pukul 13:37

Jangan buru-buru berpindah dari Lantau Island, dalam jarak 33 km dan waktu tempuh 35 menit, Kamu bisa mengunjungi Hong Kong Disneyland.

Demikian pula diriku, meninggalkan Tian Tan Buddha menuju Tung Chung Station kembali kemudian naik MTR (Mass Transit Railway) Tung Chung Line dan berganti dengan MTR Disneyland Resort Line di Sunny Bay Station untuk mencapai tujuan.

Dibuka pada tahun 2005, Hong Kong Disneyland adalah theme park terbesar di Hong Kong. Siapkan saja Rp. 1.000.000 untuk masuk kedalamnya.

Aduh….udel.

4. Kowloon Walled City Park

Hari Pertama jam 18:37

Sepulang dari Hong Kong Disneyland, Aku menyelesaikan proses check-in di Hong Kong Taiwan Hotel yang terletak di Chungking Mansions Building lantai 3. Hotel seharga Rp 264.000 per malam itu terletak di Nathan Road 36-44.

Akhirnya menemukan kedai makanan halal milik warga Hong Kong keturunan India di lantai 1. Selepas lunch yang sangat terlambat itu, Aku menuju Kowloon Walled City Park yang dibangun di daerah bekas pemukiman padat penduduk dengan kriminalitas yang susah diberantas oleh kepolisian Hong Kong.

Bertolak Tsim Sha Tsui Station menuju Lok Fu Station. Dari stasiun ini, hanya perlu berjalan kaki sejauh 1 km menuju Kowloon Walled City Park menyusuri Junction Road dengan waktu tempuh 15 menit.

Taman cukup gelap di malam hari.

5. Ladies Market

Hari Pertama jam 20:15.

Dari Lok Fu Station, Aku menuju Mong Kok Station dengan tarif Rp. 9.000

Ladies Market yang terletak di Tung Choi Street merupakan tempat berbelanja souvenir terkenal di Hong Kong. Kamu yang jago menawar barang bolehlah berbelanja ke sini. Aku?….kagaklah, cuma lihat-lihat aja.

Jam operasioal Ladies Market: 11:00 – 23:30.

6. Avenue of the Stars

Hari kedua jam 09:45

Avenue of the stars adalah plaza jembatan sepanjang 400 meter di sisi utara Victoria Harbour yang dibuat mirip “Walk of Fame” nya Hollywood, dibangun untuk merayakan suksesnya Industri Perfilman Hong Kong. Dihiasi oleh patung para artis dan direktur film terkenal Hong Kong, cetakan telapak tangan (handprints) mereka serta patung-patung yang menggambarkan aktivitas pembuatan film di Hong Kong.

Saat Aku tiba di Hong Kong, Avenue of the Stars sedang mengalami renovasi sehingga semua patung diangkut dan dipamerkan di sebuah taman yang diberi nama Garden of Stars di bilangan Salisbury Road.

Karena renovasi sudah selesai saat ini, maka semua patung dan handprints sudah dipindahkan kembali ke tepian Victoria Harbour dan tentu penampakan lokasinya sudah lebih baik lagi.

Cukup berjalan kaki untuk dari hotel tempatku menginap untuk menuju Garden of Stars.

Ciaaaaaatttt…..hazedigggg.

7. The Hong Kong Observation Wheel dan AIA Vitality Park.

Hari kedua pukul 11:20

Terletak di depan Central Ferry Pier di Hong Kong Island. Ferris wheel setinggi 60 meter ini memiliki 42 gondola sebagai media observasi Hong Kong dari ketinggian. Cukup merogoh kocek Rp 40.000 untuk menaikinya.

Sedangkan AIA Vitality Park berada tepat di bawahnya. Taman ini biasa digunakan untuk olah raga, konser dan festival. Saat Aku kesana memang sedang ada festival untuk menyambut Natal dan Tahun Baru 2018 di taman ini.

8. Bank of China Tower

Hari kedua pukul 12:45.

Bank of China Tower adalah landmark terkenal di Hong Kong Island. Saking terkenalnya sering dicetak sebagai souvenir yang dijual di seantero Hong Kong.

BOC Tower ini terletak Garden Road dan merupakan kantor pusat Bank of China (Hong Kong) Limited. Dengan tinggi 367 meter menjadikannya sebagai bangunan tertinggi keempat di Hong Kong.

Di lantai 43 memiliki observation deck yang awalnya dibuka untuk turis sehingga bisa melihat seisi kota dari atas. Tetapi sayangnya, saat Aku tiba disana fasilitas ini sudah ditutup untuk umum. Beuh….nasib guwe kagak mujur emang.

Trus apa yang kulakukan di tower itu selama 2 jam an?….Baca tulisan setelah ini ya!….hahaha

Itu tuh towernya….khas berkerangka segitiga.

9. Wan Chai District

Hari kedua pukul 17:30

Hadeuh…..ini mah daerah prostitusi…..dasar keparat kamu, Donny!….Hahaha.

Eittt, jangan salah ya….Wan Chai adalah salah satu backpacker area di Hong Kong Island. Guwe baik kan…. ga nginep dimari (hotelku kan di Kowloon Island)….atut….hohoho.

Ya gimana lagi….maksud hati menuju Victoria Park yang menjadi tempat berkumpulnya para TKI….Tampang guwe kan mirip TKI tuh….siapa tahu ada yang mau kasih makanan gratis buat jatah dinner guwe…..#ngarep

Gue kebablasan pas naik Ding Ding Tram….karena keburu hujan lebat dan gak mungkin nyari ntuh taman, maka mampir lah sebentar di pusat Wan Chai District yang harga makanannya murah-murah….Aku keburu dilanda kelaparan.

Bener ternyata….banyak pub-pub dengan wanita-wanita super sexy yang di gandeng para bule….lah guwe, gandengan ama sape?….hahaha.

Suasana di Henessy Road, Wan Chai District

10. Symphony of Lights

Hari kedua pukul 19:55

Symponhy of Lights adalah pertunjukan cahaya dan suara yang dipancarkan dari 42 gedung pencakar langit di seberang Victoria Harbour. Sepulang dari Wan Chai District, Aku sempatkan mampir disini sebelum balik ke hotel. Saat itu adalah malam terakhirku di Hong Kong karena keesokan harinya Aku akan berlayar ke Macao.

Hayo….Siapa yang sudah pernah backpacker ke Hong Kong….Ngacung!.

Cheap Route to Big Buddha (Tian Tan Buddha) and Disneyland, Hong Kong

4th January 4, 2016

5:40 am. After spending my night at Ninoy Aquino International Airport, finally Cebu Pacific 5J108 taked off towards Hong Kong International Airport.
07:40. I landed smoothly in Hong Kong. Cumpled because i couldn’t take a shower for last 24 hours …. hahaha.

The next good news is for 12 hours later I wouldn’t find a shower again because I decided to go directly to Big Buddha and Disneyland instead of go towards hotel at Kowloon area. Oh yess, I would stay at Hong Kong Taiwan Hotel.
In order to save budget. I may not go to Kowloon area first then back to Lantau Island where Airport, Big Buddha and Disneyland are located.

This strategy can save HKD 38-100 (IDR 66K-175K) depending on the type of selected transportation and can save time about 2 hours.

So this is a cheapest route that I take:

peta jalur hemat hongkong day1

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

I had a favorable condition because I brought backpack 5.5 kg only. I always concern about weight of backpack. That’s why during traveling I never buy luggage in the hull plane and my backpack always lightly take everywhere.

Route 1. Hong Kong International Airport to Big Buddha.

Don’t be nervous at Hong Kong immigration. Very quickly, the officer will scan your passport and then print automatically small paper like this:

Visa Hong Kong

So your passport will not have a Hong Kong immigration stamp. Don’t be omitted the paper…. just in case if immigration officer ask you when you depart from Hong Kong.

Okay … ..next step, you need to find octopus ….. a card to pay all types of integrated transportation there. You just need to find this counter then buy octopus card here:

CIMG1880

I paid HKD 150 (IDR 263K) include HKD 50 are held for deposit. I took the deposit at Sheung Wan station when I departed out Hong kong towards Macau by fast ferry-boat. The officer charged 9 dollars to me, so I just got 41 dollars from my deposit.

After got octopus, I could take a bus to Tung Chung Station (nearest MTR Station from Big Buddha). You can ride Airport Express train to Tung Chung station also but expensive. Choose it:
– HKD 3.5 dollar for bus (IDR 6.000)
– Airport Express combine MTR HKD 79.3 (IDR 140.000)

To find the bus, I only needed to show this picture to airport officer, she knew it immediately.

Airport Bus Map

I saved this picture in my mobile phone. The picture shows you several shuttle buses to several destinations in town.

I got double-decker S56 bus to Tung Chung Station and arrived after 30 minutes journey.

CitygateLeft: Tung Chung station with MTR logo

Right: Citygate mall

I was descended near Citygate mall that adjacent to Tung Chung MTR station. I needed breakfast before going on. My choice was Mc.D omlet burger package for HKD 15 (IDR 26.000).

After that … .I rushed to Tung Chung bus terminal for Big Buddha ..
This is comparison of transportation types:
– ride cable car HKD 96 return way

–  ride bus HKD 17 one way

Tiba di Big Buddha

Left: Bus no 23 to the Big Buddha in 30 minutes
 Top right: Big Buddha gate
       Bottom right: 268 steps to Big Buddha

On the top stair of Big Buddha, I didn’t ask to pay the ticket…..just went straight. If you want to see museums then must pay HKD 33 include vegetarian lunch.

I just spent about 1.5 hours around Big Buddha and back to Tung Chung Station for Disneyland.

Route 2. Big Buddha to Disneyland

Take Tung Chung line and stop at Sunny Bay Station (HKD 10.1) then connect to Disneyland Resort Line (HKD 6.7). This line is only for train to Disneyland. The train is unique because all interior is Disney characters.

Disneyland

Top: Disneyland resort station
Bottom left: Train interior to Disneyland
Bottom right: Disneyland gate.

Route 3. Disneyland to Hostel

I stayed at Hong Kong Taiwan Hotel for HKD 105 (IDR 180K) per night. Located at Kowloon area. The nearest station is Tsim Sha Tsui station. The fare from Sunny Bay station is HKD 14.3. And it takes 30 minutes journey.

I arrived in hotel at 16:00. Happily for saw water. Took a break and then continued to night walk.

So … see you to next article about the hustle and bustle of Hong Kong

Jalur Hemat Wisata Big Buddha (Tian Tan Buddha) dan Disneyland Hong Kong

4 Januari 2016

5:40. Setelah bermalam di Ninoy Aquino International Airport akhirnya Cebu Pacific 5J108 take off menuju Hong Kong International Airport.

07:40. Gw mendarat mulus di Hong Kong. Kucel habis karena 24 jam terakhir ga bisa mandi….hahaha.

Kabar baiknya lagi, 12 jam tambahan ke depan gw ga bakal ketemu shower karena gw putusin langsung menuju Big Buddha dan Disneyland ketimbang menuju hostel di daerah Kowloon.

Demi menghemat budget. Gw ga mungkin menuju daerah Kowloon dulu lalu balik lagi ke Lantau Island dimana Airport, Big Buddha dan Disneyland berada.

Strategi ini bisa menghemat 38-100 dolar Hong Kong (Rp 66K-175K) tergantung jenis transportasi apa yang dipilih dan bisa menghemat waktu 2 jam

Jadi rute terhemat yang  gw ambil adalah seperti ini:

 

peta jalur hemat hongkong day1


Gw punya kondisi menguntungkan karena gw hanya bawa backpakck seberat 5,5 kg. Gw selalu concern dalam hal berat backpack, itulah mengapa selama gw backpackeran ga pernah beli bagasi di lambung pesawat dan backpack gw selalu ringan dibawa kemana-mana.

Rute 1. Hong Kong International Airport ke Big Buddha.

Ga usah deg-degan di imigrasi Hong Kong. Sangat cepat, petugas hanya akan scan paspor lalu keluar kertas kecil kaya gini

Visa Hong Kong

Jadi paspor lo ga bakal ada koleksi stempel ya gaes. Jangan sampai hilang tuh kertas…jaga-jaga aja kalau ditanya pas keluar Hong Kong.

Okay…..next stepnya, lo hanya perlu cari octopus….kartu untuk bayar semua jenis transportasi terpadu disana. Lo hanya perlu cari konter ini gaes, lalu beli octopus card disini:

CIMG1880

Gw musti bayar 150 dolar (Rp. 263K) dan ditahan 50 dolar buat deposit. Deposit gw ambil di stasiun Sheung Wan pas mo keluar Hongkong menuju Macau naik kapal ferry cepat. Kena charge 9 dolar, jadi cuma balik 41 dolar.

Setelah dapat octopus berarti gw udah bisa naik bus menuju Tung Chung Station (Stasiun MTR terdekat dengan Big Buddha). Lo bisa juga naek kereta Airport Express ke Tung Chung tapi pasti dijamin mahal. Silahkan tinggal pilih gaes :

-naik bus 3,5 dolar (Rp 6.000)

-naik Airport Express combine MTR 79,3 dollar (Rp 140.000)

Untuk cari bus, waktu itu gw cuman perlu nunjukin gambar ini ke petugas bandara, langsung tau deh mereka

Airport Bus Map

Nih gambar yg gw simpan di HP. Itu beberapa shuttle bus ke beberapa tujuan di kota.

Gw dapat bus double decker S56 menuju Tung Chung Station. Dan setelah 30 menit perjalanan gw sampai .

Citygate

                                           kiri        : stasiun tung chung beserta logo MTR

                                           kanan   : citygate mall

Gw diturunin di dekat mall Citygate yang bersebelahan dengan stasiun MTR Tung Chung. Gw hanya perlu breakfast sebelum lanjut. Pilihan gw jatuh pada paket burger omlet di Mc.D 15 dolar (Rp 26.000).

After that….gw bergegas ke terminal bus tung chung menuju big buddha..

Ini perbandingan jenis transportasinya:

–          naik cable car  96 dolar pp

–          naik bus 17 dolar one way

 

Tiba di Big Buddha

                                        kiri                   : bus no 23 sampai di big buddha dalam 30 menit

                                        kanan atas     : gerbang big buddha

                                        kanan bawah : 268 anak tangga menuju big buddha

 

Di tangga teratas Big Budha kok ga diminta bayar tiket ya….gw langsung masuk aja. Sepertinya hanya yang ke museum musti bayar 33 dolar tapi sudah dapat vegetarian lunch.

Gw cuman keliling 1,5 jam di sekitar Big Budha dan kembali ke Tung Chung Station untuk menuju Disneyland.

Rute 2. Big Buddha ke Disneyland

Ambil Tung Chung line turun di Sunny Bay Station (10,1 dolar) lalu nyambung ke Disneyland Resort Line (6,7 dolar). Line ini hanya khusus untuk kereta menuju Disneyland. Keretanya unik karena semua interior berkarakter Disney.

Disneyland

                            atas                  : stasiun disneyland resort

                            kiri bawah      : interior kereta ke disneyland

                            kanan bawah : gerbang disneyland

Rute 3. Disneyland ke Hostel

Gw nginep di Hongkong Taiwan Hotel 105 dolar(Rp 180K) per malam. Terletak di wilayah Kowloon. Stasiun terdekat adalah Tsim Sha Tsui. Ongkos dari Sunny Bay station 14,3 dolar. Dan perlu waktu 30 menit.

Gw sampai di hotel jam 16:00. Bahagia banget ketemu air anget lagi. Istirahat sebentar lalu lanjut lagi jalan malam.

So…sampai ketemu di tulisan berikutnya tentang hiruk pikuknya Hong Kong