Spot Menarik di The Azana Hotel Airport

<—-Kisah Sebelumnya

Hampir Isya’…..

Aku memasuki gerbang The Azana Hotel Airport yang berlokasi di tepian Jalan Jenderal Sudirman tepat di bawah jembatan layang Kalibanteng. Hotel yang tiga hari sebelumnya dianggarkan oleh kantor tempatku bekerja seharga Rp. 445.000/malam.

The Azana Hotel Airport.

Yang kutahu, rekan kerjaku, Pak Muchlis yang berasal dari Gresik sudah membuka kamar itu sejak siang. Dia memang mendahuluiku, karena lebih dahulu berangkat menggunakan Argo Bromo Anggrek dari Surabaya pagi tadi. Bahkan dialah yang menyelesaikan semua jenis rehearsal untuk pelatihan dua hari ke depan. Memudahkanku, karena aku cukup menerima konsep matangnya saja setiba di Semarang….Terimakasih Pak Muchlis.

Reception desk.
Mini bar di lobby.

Aku mendapat info bahwa pesanan kamar atas nama kantor bernomor 523, jadi kuputuskan untuk naik langsung ke atas saja untuk segera jeda dan membersihkan diri, aku merasa sangat kusut setelah setengah hari terpapar debu jalanan ibu kota.

Aku memiliki rencana untuk berburu seafood bersama Pak Muchlis setelah mandi, biasa memang, kalau ada tugas kantor begini aku selalu memanfaatkannya untuk perbaikan gizi….Foya-foya….Hahahaha. Tapi aku belum tahu kemana tujuannya, nanti sajalah aku berembug dengannya.

Koridor kamar.
Guest room.
Bathroom.

Senang juga bertemu kawan satu perusahaan yang berasal dari cabang berbeda. Aku bekerja di kantor pusat dan Pak Muchlis di cabang Surabaya. Biasa kita bertemu setahun sekali saja saat Year End Party, momen dimana penghargaan diberikan kepada beberapa karyawan berprestasi.

Malam itu, kami memutuskan berangkat ke Kampung Laut di daerah Tawangsari. Selama satu setengah jam, kami menikmati sajian kuliner laut di atas danau. Nikmat rasanya, duduk bersantai, menikmati jus buah, menyantap sea food sambil diiringi band lokal di tengah siraman lampu-lampu syahdu. Melepaskan lelah setelah melakukan perjalanan jauh.

Setelah puas dan kenyang, sekitar pukul 21:30, kami meninggalkan Restoran Kampung Laut, menaiki taksi online berjenis Wuling Confero, kami menuju kembali ke hotel.

Dan bukan seorang Donny rasanya jika berhenti melakukan eksplorasi….Sesampai di hotel, aku tak langsung menuju kamar untuk beristirahat. Menurut informasi dari staff resepsionis, di lantai tujuh atau lantai teratas, aku bisa menikmati keindahan kota Semarang dari ketinggian. Segeralah aku menuju ke Sky Lounge itu. Berikut gambar-gambar terbaik yang kudapatkan:

Sky Lounge. Kamu bisa pesan kopi panas lho disini….Keren kan?.
Jalan Layang Kalibanteng kaya warna.
Pemandangan ke arah pantai dan bandara.

Tak sampai disitu, aku juga keluar menuju jalanan di depan hotel. Meriahnya warna-warni cahaya di Jalan Bunderan Kalibanteng ternyata menarik beberapa muda mudi untuk menghabiskan malam di bundaran. Sementara di pertemuan Jalan Yos Sudarso dan Jalan Jenderal Sudirman, terdapat patung Ir. Soekarno yang sedang membaca naskah proklamasi.

Adalah patung Ir. Soekarno yang ketiga di Kota Atlas.

Nah di hari kedua di Semarang, aku kembali naik ke atas untuk mendapatkan sesuatu, ini dia:

Coba tebak!….fajar atau senja?

Oh ya, secara harfiah, Azana memiliki arti “Yang Termewah”. Mungkin itu mencerminkan visi dari hotel ini. Lalu secara umum, The Azana Hotel Airport menyediakan ruangan kamar di lantai tiga, lima dan enam. Sedangkan restoran dan meeting room ditempatkan di lantai dua. Tempat karaoke dan lobby berada di lantai Ground. Barulah kolam renang diletakkan di lantai Basement.

Yuk makan pagi di restoran hotel. Setelahnya mari bekerja dan lanjut melakukan eksplorasi Kota Semarang di sore hari!

Kisah Selanjutnya—->

3 thoughts on “Spot Menarik di The Azana Hotel Airport

  • Nek benar di seberang hotel ini adalah RS Columbia Asia (sik gedung bertingkat warna putih), berarti sebelum hotel Azana ini ada RM Mbok Berek… Naah ayam gorengnya enak banget di situ; entah masih ada nggak itu rumah makan 🙂

    Atau sejarak sepelemparan batu ada gang kecil di belakang hotel, warung soto ayam Semarang. Iki juga enak

Leave a Reply to jelajahlangkah Cancel reply