Integrasi Teknologi dalam Bisnis Sembako

Bisa mengeyam pendidikan hingga perguruan tinggi merupakan sebuah anugerah istimewa bagi saya dan dua saudara kandung lainnya. Keterbatasan penghasilan tunggal dari pekerjaan ayah, menempatkan biaya kuliah sebagai penyerap dengan porsi tertinggi penghasilan beliau. Lalu bagaimana keluarga saya bisa menutup biaya kebutuhan lainnya kala itu? Dengan usaha yang sederhana dan mengandalkan kedisiplinan serta ketekunan, ibu saya menjalankan bisnis sembako rumahan untuk menutup semua kekurangan biaya keluarga. Usaha itu dengan konsisten dijalankan dengan manajemen sederhana hingga kami bertiga selesai mengenyam bangku perguruan tinggi kala itu.

Masa lampau itu kemudian menggelitik hati saya dengan sebuah pertanyaan. Bagaimana kondisi sesungguhnya bisnis sembako di masa sekarang?

Sepemahaman saya, bahwa saat ini bukan hanya ibu rumah tangga saja yang mengincar kegemilangan bisnis sembako. Bahkan kalangan muda milenial dan para pengusaha muda juga mulai melirik bisnis ini. Mereka berbondong-bondong menginvestasikan dananya dengan membuka toko-toko sembako.

Tetapi sebelum bicara lebih jauh, perlu disepakati bersama bahwa usaha retail merupakan mata rantai terakhir dalam distribusi kebutuhan rumah tangga, termasuk sembako didalamnya. Bisnis eceran ini memiliki peranan krusial dalam memfasilitasi aktivitas pribadi atau masyarakat dalam belanja kebutuhan sehari-hari. Di luar konteks pandemi, kita semua pantas bersyukur bahwa daya beli masyarakat Indonesia terus meningkat dan kekuatan demografi Indonesia telah mendorong jenis usaha retail menjadi entitas ekonomi yang memiliki peran penting dalam menyumbang Produk Domestik Bruto (PDB) dan menyediakan lapangan kerja yang bisa membantu mengatasi angka pengangguran.

Kondisi lain yang cukup menggembirakan adalah kaum muda milenial yang tertarik pada bisnis ini datang dengan ilmu manajemen usaha yang memadai untuk merubah tradisi-tradisi usaha konvensional dalam bisnis sembako. Mereka mulai berinisiatif membentuk toko-toko sembako modern.

Toko sembako (sumber: https://superapp.id/)

Untuk bertahan dan meningkatkan daya saing dalam ekonomi modern, toko sembako memang dituntut untuk bertransformasi cepat dengan merubah pola dan gaya bisnis retailnya. Sedangkan dilihat dari sudut lain, mengatasnamakan gengsi dalam berbelanja, saat ini pelanggan sangat concern terhadap estetika, design dan kehigienisan toko demi menciptakan pengalaman berbelanja yang nyaman dan berkelas.

Berbelanja di toko sembako yang berpenampilan rapi, berpencahayaan terang dan mengutamakan kebersihan adalah bagian dari perilaku konsumen saat ini. Niscaya, dengan rendahnya kualitas beberapa parameter di atas, bisa menjadikan pamor toko sembako menjadi terancam oleh kemunculan berbagai brand minimarket yang menjamur di banyak tempat.

Tetapi para pemilik toko sembako sebenarnya tidak perlu khawatir, sepanjang mereka menerapkan strategi yang tepat tentu bisnisnya akan memiliki kesempatan berkembang dengan baik.

Perubahan mindset memang mutlak diperlukan. Selama ini pemilik toko sembako umumnya memiliki mindset tradisional. Jika tidak segera dirubah, tak khayal mindset itu akan menjadi batu sandungan pertama dalam melawan hegemoni minimarket-minimarket penuh branding. Pemilik toko sembako hendaknya bermindset modern, berpenampilan menarik, mau belajar manajemen toko, pandai membangun kepercayaan pelanggan untuk menaikkan branding dan menjalankan strategi pemasaran dengan baik.

Bisnis sembako adalah usaha yang menggiurkan, selain tidak membutuhkan modal yang banyak juga cepat mendatangkan keuntungan. Pada level toko sembako sederhana, jika dihitung secara rata-rata maka bisnis sembako ini hanya membutuhkan modal tak lebih dari 10 juta. Adapun alokasi umum yang biasa diterapkan adalah 50% untuk penyediaan perlengkapan toko dan 50% sisanya digunakan penyediaan barang dagangan.

Dalam menjalankan bisnis sembako, pemasukan di awal usaha sangat diperlukan untuk menghidupkan cashflow yang akan memutar bisnis sembako di fase awal. Oleh karenanya penyediaan barang dagangan harus didominasi oleh barang-barang yang paling cepat laku di pasaran. Berdasarkan data dari superapp.id,  ada tujuh jenis barang yang paling cepat laku di pasaran, yaitu beras, minyak goreng, gula dan garam, perlengkapan mandi, pembalut dan pampers, mie instant dan telur, serta obat-obatan. Karena beberapa jenis sembako adalah barang yang memiliki masa kadaluarsa yang relatif cepat, hendaknya toko sembako menggunakan metode First In First Out dalam mengatur perputaran barang dagangan di tokonya.

Dengan bergulirnya cashflow, maka toko bisa mulai mendapatkan keuntungan. Keuntungan ini tentu bisa digunakan untuk keperluan pengembangan toko supaya kapasitasnya lebih besar lagi.

Manajemen stock berbasis teknologi

Selain menjual barang secara langsung di toko melalui transakti tatap muka, maka untuk memenuhi gaya hidup modern, hendaknya toko sembako juga mengkombinasikan mekanisme transaksinya dengan opsi belanja secara online. Tentu konteks belanja online ini semakin kuat di masa pandemi, kondisi yang terjadi menuntut toko sembako untuk menyediakan akses belanja super mudah kepada para pelanggannya. Konsep berjualan secara online secara tidak langsung juga akan mendekatkan toko kepada pelanggan melalui teknologi.

Selain mekanisme transaksi, salah satu prinsip sederhana dalam bisnis sembako yang harus dipegang teguh adalah jangan membiarkan sebuah produk yang biasa dijual mengalami kekosongan stock. Sekali saja pelanggan mendapatkan pengalaman gagal beli karena masalah stock, maka akan terbentuk sebuah persepsi mendasar bahwa toko sembako yang ditujunya bukanlah toko yang komplit. Persepsi ini biasanya akan menyebar cepat dari mulut ke mulut dan akan merugikan kelangsungan usaha toko sembako.

Selain itu, toko sembako juga harus selalu dijaga selama jam buka. Untuk toko sembako besar dengan banyak karyawan, tentunya hal ini tidak akan menjadi masalah. Tetapi untuk toko sembako kecil yang biasanya si pemilik merangkap sebagai karyawan toko maka hal ini menjadi tantangan tersendiri. Karena keterbatasan tenaga dan waktu, terkadang pemilik meninggalkan sejenak tokonya untuk mengerjakan aktivitas lain. Jangan sampai kondisi seperti ini membuat pelanggan yang datang untuk berbelanja, akan tetapi mereka harus kembali dengan tangan kosong karena toko tidak ada penjaga. Hal ini secara tidak langsung akan mempengaruhi psikologi pelanggan bahwa berbelanja di toko sembako kecil membuatnya tak terlayani dengan baik.

Masalah lain yang sering dialami toko sembako seperti ini adalah saat akan melakukan kulakan. Karena si pemilik tidak memiliki karyawan, maka mau tidak mau dia harus menutup tokonya untuk sementara ketikan akan berkulakan barang dagangan. Kulakan dalam konsep lama adalah sesuatu yang membutuhkan waktu khusus. Bayangkan saja jika dalam satu minggu Anda harus melakukan sekali kulakan karena luasan toko yang tidak begitu besar, maka waktu Anda untuk berjualan akan berkurang sebanyak empat hari dalam sebulan. Jika rerata omset bulanan Anda berkisar 10 juta maka Anda akan kehilangan omset 1,3 juta dalam sebulan atau 15,6 juta dalam setahun. Nah, bukankah itu angka yang sangat lumayan besar?

Meninggalkan cara-cara tradisional memberikan arti bahawa pemilik toko sembako seharusnya berfikir bagaimana memanfaatkan teknologi untuk membantu melancarkan bisnisnya. Selain itu, pemilik juga harus terbiasa membangun kolaborasi yang saling menguntungkan dengan pihak supplier yang berkompeten untuk membantu aktivitasnya berkulakan.

Solusi Tepat Aplikasi Super

Siapakah pihak ketiga yang tepat untuk diajak bekerjasama dalam hal ini?

Perlu diketahui, saat ini terdapat entitas business support yang menyediakan jasa pengadaan barang sembako secara online dengan harga grosir. Hal ini akan memudahkan pemilik toko sembako untuk melakukan kegiatan kulakan tanpa harus meninggalkan  toko. Sangat efektif dan efisien tentunya. Entitas business support ini bernama Aplikasi Super. Cukup memesan barang dagangan melalui Aplikasi Super, maka pesanan yang anda butuhkan akan tiba tepat di depan toko tepat waktu. Wah, enak ya….

Apakah Aplikasi Super sebatas membantu kebutuhan kulakan saja bagi toko-toko sembako?

Banyak pemilik toko sembako yang hanya berfokus untuk menjual barang dagangan di tokonya saja. Padahal jika mau berfikir lebih luas, para pemilik toko sembako ini bisa juga mensupply warung-warung kecil di sekitarnya untuk mendapatkan penghasilan tambahan.

Melalui program Super Agen dalam Aplikasi Super, toko sembako yang tak terlalu luas pun bisa menjadi supplier toko-toko lain tanpa perlu dipusingkan dalam menyetok barang dagangan karena Aplikasi Super akan menyediakan barang sehari setelah pemesanan.

Program Super Agen sendiri memberikan banyak peluang bagi pengusaha toko sembako dengan harga grosir yang murah dan bersaing, pengiriman super cepat, bonus tambahan dari pencapaian target transaksi hingga berangkat umrah ke tanah suci.

Apa yang menjadi pembeda dari Aplikasi Super?

Salah satu tahapan penting yang akan menentukan keberhasilan toko sembako adalah penyediaan barang dagangan dengan margin terbaik. Perhitungan margin  merupakan tahapan penting dalam bisnis apapun dan dimanapun. Oleh karenanya, tahap penting dalam bisnis toko sembako adalah mendapatkan barang dagangan dengan harga terbaik. Dan kabar gembiranya adalah, Aplikasi Super selalu memberikan kemudahan toko kelontong untuk mendapatkan update harga setiap hari dan tentunya margin harga yang sangat menguntungkan.

Selain harga yang bersaing, Aplikasi Super juga menyediakan produk dagangan yang lengkap, pemrosesan pesanan yang cepat, bebas biaya pengiriman dan kemudahan membayar dengan Cash On Delivery.

Selain program untuk pemilik toko sembako, Aplikasi Super juga meluncurkan beberapa program yang diperuntukkan bagi rumah tangga. Program yang diperuntukkan bagi kedua jenis kebutuhan ini, salah satunya adalah program Flash Sale Super Bohay. Program Super Bohay biasanya menerapkan diskon yang sangat menarik bagi toko dan rumah tangga. Beberapa contoh dari program Super Bohay ini adalah belanja serba goceng dan kulakan super murah.

Contoh program lainnya dari Aplikasi Super adalah Super Center yang bertujuan memajukan agen, pedagang, dan toko kelontong melalui 3P: Pelatihan, Pendapatan tambahan, dan Promosi.

Dari berbagai kemudahan dan keuntungan yang ditawarkan oleh Aplikasi Super, maka tunggu apalagi?

Mari berbisnis sembako dan segera install Aplikasi Super di handphonemu dan dapatkan akses bisnis sembako yang mudah dan menguntungkan.

Leave a Reply